Artifact Soul The System

Artifact Soul The System
tua keladi ingatannya makin menjadi


__ADS_3

chulun berpura - pura menyerang ketua pertama lanthong dengan se rangan energi Qi pedang dan setangan tersebut membuat keretakan formasi makin membesar. ketua pertama lanthong bergumam dal lam hatinya " sekali lagi , formasi itu akan hancur " alu harus menca ri cara supaya dia melancarkan serangan.


,,, swhuuusshh ,,,,


bomm ,,,, bomm


chulun " tua bangka " hebat juga kau bisa menghindar dari serangan pedangku.


ketua pertama lanthong " serangan lemah seperti itu mau membu nuhku " butuh 1000 th kau belajar tehnik pedang.


chulun " tua bangka , kau ingin manguji kesabaranku " baiklah , akanku berikan padamu.


ketua pertama lanthong " hey bocah , cepatlah " aku tidak sabar.


chulun " cih !!! dasar orangtua bodoh " dikira aku tak tahu trikmu.


tehnik pedang " rasi bintang ilahi " capricorn.


" tiga tebasan shura ".


swhuuusshh ,,,, swhuuusshh


,,,,, swhuuusshh ,,,,,


ketua pertama lanthong " datang kepadaku " aku bisa bebas jika for masi itu hancur.

__ADS_1


tebasan pertama shura langsung beradu dengan pertahanan energi Qi , dengan senyum mencibir tetua pertama berkata " inikah serang anmu " sangat lemah. dan tiba - tiba serangan energi Qi pedang ke dua datang meningkatkan daya serangan pertama. tetua pertama lanthong sampai terkejut.


niat untuk melarikan diri dari kediaman keluarga lan harus pupus , ia sekuat tenaga menahan serangan kedua energi Qi pedang dan tak lama kemudian serangan ketiga datang lagi. energinya sangat padat dan terasa menyesakkan , detak jantungnya berdetak tak beraturan


bomm ,,, bomm


heeyyyaaaa ,,,,


" aku tak mungkin bisa kalah dari anak kecil ".


,,,, bomm ,,,


uwaaaahhh.


chulun " ada pesan terakhir untukmu " katakanlah.


ketua pertama lanthong " ka , kau tak bisa membunuhku " jika aku mati pemimpin serikat pemburu tikus hitam dan serikat aula harta nyingnying akan memburumu dan membunuh seluruh keluargamu.


chulun " itukah pesan terakhirmu " sudah mau mati masih saja mengancam , dasar bodoh.


" tidaaaakkk " ampuni aku.


" lepaskan aku " aku tidak mau mati.


,,,, slash ,,,,,

__ADS_1


Bletak ,,,,,


bilah pedang kekosongan ketajamannya tak di ragukan lagi , sece pat kilat mampu memenggal kepala tetua pertama lanthong dan dia mati dengan mata melotot , mulut menganga. sebuah akhir rencana pelarian yang gagal total , dikiranya akan berhasil meloloskan diri " mungkinkah ini sebuah takdir " yang tak bisa di cegah oleh siapapun


chulun " tunggu apa lagi " aku yang maju atau kalian bertiga yang ak an mati.


tiba - tiba mereka bertiga bersujud di hadapan chulun untuk memo hon ampunan atas kehilafannya , mereka takut juga akan mati tapi mulutnya kalau berbicara seperti tak kenal kematian.bagaikan orang hebat dan kuat , hidupnya tak bisa di sentuh oleh siapapun.


patriark lanrulong " ampuni kami tuan " kami takkan mengulanginya lagi , janji.


,,,, bugh ,,,,


uarghh


chulun " bangun dan jangan merasa lemah di depanku " bertarung sampai mati denganku.


lanxiu " tuan , ampuni kami " suamiku tak berani.


chulun " kau " siapa namamu?.


tetua kedua lanchong " tuan , nama hamba adalah lanchong " ham ba sebagai tetua kedua dalam keluarga lan.


chulun " apakah kau mengingat perkataanku saat pertama kali " jika kau mengingatnya akan ku lepaskan.


tetua kedua lanchong " tahu tuan , kalau tidak salah begini " jangan sesali dengan keputusan yang telah di buat dan jangan memohon ampunan karena takkan pernah ada yang mengampuni , kematian adalah bentuk dari pengampunan.

__ADS_1


__ADS_2