Artifact Soul The System

Artifact Soul The System
rahasia dari peti kayu


__ADS_3

sebilah ujung pedang langsung menusuk punggung dan menembus jantung , rusuh menoleh siapa orang yang berani membunuhnya , ketika dia melihat , rusuh tak menyangka chulun mnegingkari janji.


rusuh " kau " kenapa kau mengingkari janjimu.


chulun " aku tak pernah mengingkari janjiku " aku pernah berjanji , siapa saja orang yang dapat menjawab pertanyaannya , orang itu akan selamat.


belum selesai chulun berkata , rusuh sudah mati , lusuh tubuhnya gemetaran sambil mengelap keringat di kening kepalanya " apakah aku juga akan mati ".


[tring........ " selamat " berhasil membunuh ranah bumi , poin 300.


chulun " pergilah " yang telah ku janjikan padamu telah ku tepati , masalah temanmu , dia mempunyai pemikiran sempit makanya aku membunuhnya.


hatinya lusuh penuh dengan keraguan , akan tetapi dia tak berdaya dan mengikuti perintah chulun , lusuh langsung pergi sangat cepat dan menghilang dari tempat tersebut.


chulun kembali mendekati mayat hewan unicorn beserta anaknya , ia mengambil beberapa bagian terpenting dari mayat binatang unicorn tersebut ,kemudian ia memasukkannya kedalam cincin ruang penyimpanannya.


chulun " kuda putih " ikutlah denganku , aku akan merawatmu.


kuda putih yang di tinggal induknya seolah - olah mengerti dengan perkataan chulun , kuda putih tersebut menganggukkan kepala lalu mengelus - elus kaki chulun.


chulun " sbentar lagi cuaca semakin gelap " sebaiknya kita pergi secepatnya ke kota luo.

__ADS_1


kuda putih tersebut tiba - tiba enggan mengikuti chulun dan berlari menuju kedalaman hutan , dia pergi ke tempat kediamannya yang pernah di tinggali bersama induknya.


chulun " ada apa dengan kuda putih itu " kemanakah dia pergi.


chulun bertanya - tanya pada dirinya , karena malas mikir ia pun mengikuti langkah kuda putih tersebut dari belakang , berjarak 3 km dari tempat kejadian , kuda putih berhenti di mulut goa menunggu kehadiran chulun.


chulun " ohh , jadi ini yang ingin kamu tunjukkan " apakah ada harta yang berharga di dalamnya.


kemudian mereka berdua memasuki goa tersebut ,chulun sangat terkejut ketika melihat banyaknya harta berserakan , seperti emas , batu roh , senjata dan buku - buku tehnik di dalam goa.


tanpa basa - basi dan bertanya siapa pemiliknya , chulun langsung memasukkan seluruh harta - harta tersebut kedalam cincin ruang penyimpanan , kemudian kuda putih mengigit pakaian chulun dari belakang , seolah - olah menarik ingin menunjukkan sesuatu.


chulun " kuda putih , ada apa ".


chulun " kuda putih , apakah ini untukku ".


kuda putih hanya menganggukkan kepalanya bahwa dia setuju , kemudian chulun mulai membaca dan menganalisa buku - buku tersebut , di bawah tumpukan buku tersebut terdapat sebuah peti kayu cendan yang terkunci dalam bentuk segel formasi.


" segel formasi ".


rasa penasaran yang di timbulkan , chulun mencoba untuk membuka peti kayu tersebut , ia menelisik dan mencari titik lemah dari segel formasi dan tak lama kemudian.

__ADS_1


chulun " ketemu ".


" tehnik segel ilahi " hancurkan.


,,,, Dumm ,,,,,,


duarr ,,,,, duarr


segel formasi mulai retak sedikit demi sedikit ,kemudian hancur seketika , tiba - tiba dari dalam peti kayu cendan keluar seberkas cahaya menyilaukan , tak lama buku yang bergambar unicorn melayang di atas kepala chulun.


chulun " apa ini " tehnik pukulan tinju bintang pegasus.


kemudian chulun mengambil buku tersebut dan membuka sampul halaman dari buku tehnik pukulan tinju bintang pegasus , lembaran pertama kosong , lembaran kedua kosong juga , lembaran ketiga juga tetap kosong , begitu seterusnya membuat ia kesal.


chulun " tehnik pukulan tinju apaan " isinya kosong semua.


" huuhh..!! " tidak sesuai dengan sampul cover judul cerita.


chulun " ciel " bagaimana cara membaca buku ini , tak ada tulisan apapun di dalamnya.


system " tuan tinggal meneteskan darah kedalam sampul buku " untuk membuka dan membacanya buku tersebut , darah sebagai garis keturunan , tehnik pukulan tinju bintang pegasus bisa di warisi.

__ADS_1


" terima kasih ".


chulun menggaris telapak tangan kirinya menggunakan sebilah belati , ia mulai meneteskan darahnya ke sampul buku tersebut dan tiba - tiba seberkas cahaya putih keluar dari dalam buku , berpindah tempat memasuki ke dalam kepala.


__ADS_2