
ghesreog berkata ke 20 orang tersebut " tentukan nasib diri kalian sendiri , siapa yang bersedia menjadikanku sebagai kepala desa xigang kebalilah ke tempat kalian masing - masing ".
" jika kalian mengikutiku , kalian akan mendapat kemakmuran dan yang tidak memilihku akan mendapatkan kesengsaraaan sampai seumur hidup ". ucap ghesreog kembali.
kemudian mereka dengan suka ria memilih ghesreog sebagai kepala desa baru pergi satu persatu dari kediaman kepala desa yugang mengikuti ghesreog kembali ke rumahnya masing - masing.
20 orang yang tadinya hanya berdiem diri tak mengikuti ucapan ghesreog mulai berbicara yang di wakili salah seorang tua.
" kepala desa yugang , kenapa kepala desa tak mencegah warga yang membelot " ucap seorang warga yang bernama shuncang.
kepala desa yugang menjawab " aku tak bisa berbuat apa - apa , itu semua adalah kemauan mereka sendiri ".
" hidup adalah nasib , mereka yang menentukan nasibnya sendiri ".
" mati adalah takdir , mereka yang menjalani takdirnya sendiri ".
dengan cara apa mereka melakukannya " itu semua tergantung mereka sendiri " ucap yugang kepada sebagian warga yang memihaknya.
__ADS_1
kepala desa jangan banyak omong , sudah dua hari aku tidak makan , berikan sesuatu untuk kami makan " ucap seorang warga sambil menahan perutnya yang kelaparan.
chulun " haha..... !!! pak tua , nasehatmu tak berguna ketika berbicara dengan orang yang sedang lapar ".
terdengar jelas oleh mereka sebuah suara seorang anak muda dari dalam kediaman kepala desa yugang , kemudian chulun membuka pintu dan keluar dari dalam rumah kepala desa yugang.
" tuan muda " ucap yugang menyapa chulun.
" apa... !?? tuan muda ".
chulun berbicara sambil tersenyum " perkenalkan namaku adalah chulun , aku bukanlah tuan muda yang kalian pikirkan karena kepala desa yugang sendiri yang bersikukuh memanggil aku dengan sebutan tuan muda ".
ohh jadi begitu.
" karena kepala desa yugang sudah memanggil anda sebagai tuan muda maka kami pun sama akan memanggil anda tuan muda " ucap salah satu warga tersebut.
" aku tak peduli harus memanggil anda dengan sebutan apa asal bisa makan sepuasnya " ucap pemuda kelaparan sambil meringis kesakitan.
__ADS_1
" maaf ".
chulun " pak tua , bawa mereka semua masuk dan berikan sumber daya yang mereka perlukan , sebelum pulang kenyangkan perut mereka semua ".
" baik tuan muda " ucap yugang tersebut.
mereka semua tersentak kaget saat seorang anak muda berbicara tentang pembagian sumberdaya , berarti ucapan kepala desa yugang sebelumnya memang benar.
sungguh beruntung aku bertahan di sini dan tidak sia - sia aku menahan lapar " cilakalah bagi orang - orang yang tak mempercayai kepala desa yugang " ucap pemuda tersebut
mereka pasti meratapi nasibnya sendiri karena begitu bodoh mengikuti perkataan kepala desa yang baru , sungguh hidup ini begitu adil bagi mereka yang mempunyai keyakinan yang kuat.
kemudian mereka semua di ajak masuk kedalam rumah oleh yugang dan di berikan makanan secukupnya , selang beberapa lama hidangan telah siap waktunya makan , di sela makan mereka selalu berbincang satu sama lain menjadikan sebuah ke akraban.
setelah selesai makan selanjutnya mereka di bekali sumberdaya pangan cukup untuk sesebulan oleh kepala desa yugang , kemudian mereka berpamitan kepada kepala desa yugang dan chulun.
raut wajah mereka sangat senang sumringah pasalnya sudah perut kenyang masih di bekali sumberdaya untuk di bawa pulang , hidup begitu indah jika setiap hari ada bantuan seperti itu.
__ADS_1