
hari hari chulun selalu bersama yuling , terkadang mereka berdua keluar rumah hanya sekedar melihat suasana desa , tak hayal mereka selalu di perhatikan oleh penduduk desa dan para pengikut kepala desa baru.
1 minggu kemudian
seperti biasa chulun duduk di halaman rumah yugang sambil meminum teh hangat sesekali memperhatikan yuling yang sefang bermain.
tiba tiba 20 orang yang seminggu lalu di beri santunan kembali lagi ke rumah yugang sambil berteriak memanggil nama yugang.
" kepala desa ".
" kepala desa yugang ".
mereka yang berjumlah 20 masuk begitu saja ke rumah memanggil nama yugang , saat di depan halaman mereka bertemu chulun yang sedang santai meminum secangkir teh.
" tuan muda "
" tuan muda chu ".
" apa kepala desa ada di rumah " ucap salah satu warga.
" tuan muda , dimana kepala desa , aku ingin bertemu segera " ucap warga tersebut.
chulun melihat mereka yang berjumlah dua puluh seperti orang yang sedang ketakutan.
chulun " ada apa kalian mencari pak tua yugang , bukannya pak tua yugang sudah tidak menjadi kepala desa kalian ".
" gawat ".
" masalahnya gawat tuan muda " ucap seorang warga desa.
chulun " apanya yang gawat , ceritakanlah ".
__ADS_1
" begini ceritanya... ? ".
salah satu warga desa xigang menceritakan masalahnya dari awal tanpa ada sedikitpun yang di kurangi.
walaupun sedikit membosankan chulun tetap mendengarkan cerita warga tersebut.
tiba tiba suara anak perempuan terdengar jelas di telinga mereka semua yang berjumlah 20 orang.
" kakekku sudah bukan kepala desa lagi , kenapa kalian para orang tua masih menyulitkan kakek " ucap yuling dengan nada tidak senang kepada mereka.
chulun " yuling , kamu tidak boleh bicara seperti itu di depan para orang tua yang jauh usianya denganmu walaupun ada ketidak sukaanmu kepada mereka ".
" maafkan atas perkataanku " ucap yuling merasa bersalah.
mereka semua menganggukkan kepala dan memaklumi perkataan kasar cucu kepala desa.
tiba - tiba datang 14 pemuda penuh dengan arogansi , salah satu dari mereka berkata " serahkan 20 orang warga itu atau mati ".
chulun " kenapa kalian ingin manangkap mereka dan apa kesalahannya ".
" diam kau sampah , kau tak berhak mencampuri urusan desa xigang " ucap pengikut kepala desa ghesreog.
" cepat serahkan mereka semua atau kau ikut dengan mereka menjadi budak " ucap orang tersebut.
chulun " apa ... ? bedak ".
" apa itu bedak " ucap orang tersebut.
" bajingan , kau berani mempermainkanku ".
" mati saja kau ".
__ADS_1
hiiatttt ,,,,,,,,
" tuan muda , biar aku saja yang melawannya , dia hanya di penguatan Qi tingkat 7 sama denganku " ucap warga desa yang bersama chulun.
" lawanmu adalah aku ".
hiiiaaatt ,,,,,,,,
tap ,,,,
,,,,, Blank ,,,, tap
tap ,,,,,,, bang
mereka berdua saling bertarung memukul dan di pukul , kedua - duanya saling berimbang satu sama lain.
" keparat " kau berani melawan kami.
" serang mereka "
selanjutnya pertempuran antara kedua belah pihak saling bertarung satu sama lain , kecuali ketua para pengikut kepala desa ghesreog tidak ikut bertarung hanya memperhatikan chulun yang sedari tadi hanya terdiem saja.
tap ,,,,,, tap ,,,,,,,
bang ,,,,,,,, bang ,,,,,,,
plak ,,,,, dum,,,,,,,,
pertarungan yang tak seimbang terus berlanjut , walaupun 20 warga desa berjumlah banyak akan tetapi ranah yang mereka miliki hanya sebatas di tingkat 5 sampai dengan tingkat 8.
dan para pengikut kepala desa ghesreog yang berjumlah 14 orang , ranahnya sudah berada di penguatan Qi tingkat 7 sampai dengan bumi tingkat dua.
__ADS_1