
chulun berkata kepada mereka " apa kalian warga desa ini.. ? pergilah jika kalian bukan warga desa ini ".
" hey sampah ". ucap pemuda kurus dengan nada sok.
pria buncit menakut - nakuti " beraninya kau membantah , apa kau tak takut mati ".
chulun dengan santai berkata " siapa kalian berani mengancam orang ".
haha.... !! kau tak tahu siapa kami " kenalkan kami adalah kelompok cacing pita , kelompok paling di takuti di 5 desa sekitar ".
pemuda kurus kembali berkata " tidak ada yang tidak bisa kami lakukan di sini karena kami di sini adalah penguasanya , siapa yang berani melawan akan kami bunuh ".
tiba - tiba seorang pria tua yang di ranah penguatan Qi tingkat 9 bersama putri kecilnya yang masih berusia 8 th , datang menghampiri mereka karena ingin memasuki desa yang mereka tinggali tapi terhalang oleh kehadiran mereka.
orang tua tersebut berkata kepada pemuda tersebut karena sudah sering melihat kelakuan mereka " hey nak , kenapa kau selalu berulah di desa kami dan ini bukanlah desa kalian ".
chulun pun berkata kepada pak tua yang baru datang " maaf pak tua , maksudmu orang - orang ini bukan dari desa sini ".
pak tua pun menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh chulun " benar anak muda , mereka bukan berasal dari desa ini ".
" diem kau kepala desa , aku tidak takut denganmu jika kau ingin mati akan ku kabulkan " ucap pemuda buncit.
__ADS_1
" anak muda , apakah kau tidak pernah di ajarkan sopan santun oleh orang tua kalian " ucap kepala desa menasehati mereka.
haha..... !!! " sopan santun ".
" ini sopan santun yang di ajarkan oleh orang tuaku " ucap pemuda kurus langsung memuntahkan bogemannya kepada kepala desa ".
hiiiaaatttt ,,,,,,,,,
,,,,,,, Bang
kepala desa langsung menangkis pukulan pemuda kurus tersebut dan di susul oleh teman pemuda tersebut , sebuah pukulan di layangkan langsung oleh pemuda buncit kepada kepala desa.
,,,,,,,,, bang
mereka bertiga bertarung satu sama lain , karena kepala desa ranahnya berada di atas mereka , dengan mudahnya kepala desa menangkis setiap serangan dari dua pemuda tersebut.
chulun yang dari tadi melihatnya hanya berdiem santai tak bergeming dari pelana kuda putihnya , ia hanya menonton seolah - olah seorang anak kecil berkelahi memperebutkan permen akan tetapi chulun tak menyadari anak kecil sebenarnya adalah ia sendiri.
pemuda buncit berkata " kau hebat juga kepala desa , jika aku bertarung sendiri denganmu mungkin aku akan kalah ".
kepala menjawab cibiran pemuda tersebut " sendiri atau berdua , aku masih bisa mengalahkanmu ".
__ADS_1
" bangsat kau tua bangka ". ucap pemuda buncit tersebut begitu geram merasa di hina.
pemuda kurus pun berkata " jika kau tidak mati hari ini , aku seumur hidup tak akan kembali ke desa ini apa lagi menganggu desa xigang ini ".
pemuda buncit berteriak kepada teman - temannya yang sedari tadi hanya menonton pertarungan mereka " bunuh orang tua sialan itu ".
hahaa..... !!! akhirnya kau membutuhkan tenaga kami juga saudaraku " ucap salah satu pemuda tersebut.
saudaraku " tenang saja kepala desa itu akan mati dengan segera , desa xigang ini akan menjadi milik kita nanti ".
" bunuh saja dulu orang tua sialan itu , urusan desa xigang nanti saja kita bicarakan " ucap pemuda buncit tersebut.
temannya pun membela " benar , bunuh saja kepala desa terlebih dahulu , mari kita bersenang senang di desa xigang ".
iya bunuh , aku sudah lama tak menikmati wanita " aku dengar di desa xigang ini ada wanita cantik " ucap pemuda dengan raut wajah penuh hasrat.
hahaa..... !!! sudah lama tak menikmati perempuan , yang kemarin di belakang sumur ibu - ibu yang telah kau nikmati ". ucap sahabatnya dengan sebuah ledekan.
" ittttt... uuu kan cuma iseng saja ". ucap pemuda tersebut.
tak perlu kalian mengeroyoknya biarkan aku saja yang melawan kepala desa itu asal gadis kecil itu buatku " aku tak pernah mencicipi seorang gadis mungil ".
__ADS_1