Artifact Soul The System

Artifact Soul The System
sekedar iseng


__ADS_3

chulun berkata kepada mereka " apa kalian warga desa ini.. ? pergilah jika kalian bukan warga desa ini ".


" hey sampah ". ucap pemuda kurus dengan nada sok.


pria buncit menakut - nakuti " beraninya kau membantah , apa kau tak takut mati ".


chulun dengan santai berkata " siapa kalian berani mengancam orang ".


haha.... !! kau tak tahu siapa kami " kenalkan kami adalah kelompok cacing pita , kelompok paling di takuti di 5 desa sekitar ".


pemuda kurus kembali berkata " tidak ada yang tidak bisa kami lakukan di sini karena kami di sini adalah penguasanya , siapa yang berani melawan akan kami bunuh ".


tiba - tiba seorang pria tua yang di ranah penguatan Qi tingkat 9 bersama putri kecilnya yang masih berusia 8 th , datang menghampiri mereka karena ingin memasuki desa yang mereka tinggali tapi terhalang oleh kehadiran mereka.


orang tua tersebut berkata kepada pemuda tersebut karena sudah sering melihat kelakuan mereka " hey nak , kenapa kau selalu berulah di desa kami dan ini bukanlah desa kalian ".


chulun pun berkata kepada pak tua yang baru datang " maaf pak tua , maksudmu orang - orang ini bukan dari desa sini ".


pak tua pun menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh chulun " benar anak muda , mereka bukan berasal dari desa ini ".


" diem kau kepala desa , aku tidak takut denganmu jika kau ingin mati akan ku kabulkan " ucap pemuda buncit.

__ADS_1


" anak muda , apakah kau tidak pernah di ajarkan sopan santun oleh orang tua kalian " ucap kepala desa menasehati mereka.


haha..... !!! " sopan santun ".


" ini sopan santun yang di ajarkan oleh orang tuaku " ucap pemuda kurus langsung memuntahkan bogemannya kepada kepala desa ".


hiiiaaatttt ,,,,,,,,,


,,,,,,, Bang


kepala desa langsung menangkis pukulan pemuda kurus tersebut dan di susul oleh teman pemuda tersebut , sebuah pukulan di layangkan langsung oleh pemuda buncit kepada kepala desa.


,,,,,,,,, bang


mereka bertiga bertarung satu sama lain , karena kepala desa ranahnya berada di atas mereka , dengan mudahnya kepala desa menangkis setiap serangan dari dua pemuda tersebut.


chulun yang dari tadi melihatnya hanya berdiem santai tak bergeming dari pelana kuda putihnya , ia hanya menonton seolah - olah seorang anak kecil berkelahi memperebutkan permen akan tetapi chulun tak menyadari anak kecil sebenarnya adalah ia sendiri.


pemuda buncit berkata " kau hebat juga kepala desa , jika aku bertarung sendiri denganmu mungkin aku akan kalah ".


kepala menjawab cibiran pemuda tersebut " sendiri atau berdua , aku masih bisa mengalahkanmu ".

__ADS_1


" bangsat kau tua bangka ". ucap pemuda buncit tersebut begitu geram merasa di hina.


pemuda kurus pun berkata " jika kau tidak mati hari ini , aku seumur hidup tak akan kembali ke desa ini apa lagi menganggu desa xigang ini ".


pemuda buncit berteriak kepada teman - temannya yang sedari tadi hanya menonton pertarungan mereka " bunuh orang tua sialan itu ".


hahaa..... !!! akhirnya kau membutuhkan tenaga kami juga saudaraku " ucap salah satu pemuda tersebut.


saudaraku " tenang saja kepala desa itu akan mati dengan segera , desa xigang ini akan menjadi milik kita nanti ".


" bunuh saja dulu orang tua sialan itu , urusan desa xigang nanti saja kita bicarakan " ucap pemuda buncit tersebut.


temannya pun membela " benar , bunuh saja kepala desa terlebih dahulu , mari kita bersenang senang di desa xigang ".


iya bunuh , aku sudah lama tak menikmati wanita " aku dengar di desa xigang ini ada wanita cantik " ucap pemuda dengan raut wajah penuh hasrat.


hahaa..... !!! sudah lama tak menikmati perempuan , yang kemarin di belakang sumur ibu - ibu yang telah kau nikmati ". ucap sahabatnya dengan sebuah ledekan.


" ittttt... uuu kan cuma iseng saja ". ucap pemuda tersebut.


tak perlu kalian mengeroyoknya biarkan aku saja yang melawan kepala desa itu asal gadis kecil itu buatku " aku tak pernah mencicipi seorang gadis mungil ".

__ADS_1


__ADS_2