Artifact Soul The System

Artifact Soul The System
akibat sombong


__ADS_3

seandainya ada yang selamat di antara mereka dari niat pedang , sudah di pastikan tubuhnya akan terluka parah atau mereka yang akan terkena dari serangan niat pedang , sudah dipastikan akan langsung mati seketika. sebuah gemuruh dari esensi energi banteng emas langsung menghantam mereka yang berjumlah 25 orang.


Bomm ,,,,


Bamm ,,, Bamm


,,,,,,, Bang


Duarr ,,,,,,, darr


Duaarrrrr ,,,,,,,


uwwaahhh ,,,,,,,,,


,,,,,, aarrghh


" ampuni akuuuuuuu ".


benturan energi Qi padat dari niat pedang langsung berbenturan dengan energi Qi pertahanan tubuh , ledakannya sangat keras dan renyah sampai membuat lubang di tanah sedalam 7 meter.


25 orang tergabung dalam serangan tersebut , 23 di antaranya mati seketika dan dua orang ketua terpental jauh dengan tubuh sampai terluka parah , akibat menahan energi Qi dari niat pedang , tangan dua orang ketua langsung remuk oleh hantaman energi tersebut.


tujuh orang yang tersisa yaitu ketua chemen beserta anggota keluarganya masih bisa bernasib baik , mereka hanya luka ringan di akibat menahan dampak energi sisa dari niat pedang.


tak ada lagi kata - kata yang terucap dari para ketua yang memburu chulun , hanya ada satu dari mereka yaitu kesialan dan kesedihan.


para anggota keluarga che yang tersisa , mereka pun ikut terpental jauh , akibat terkena dampak energi Qi dari niat pedang.

__ADS_1


ketua ke 5 chemen langsung duduk bersila ,memulihkan dirinya beserta anggota yang lain ,dia meminum pil penyembuhan tingkat tiga dan setelah selesai dia memeriksa para anggota keluarganya.


chulun sendiri tak ingin menyia - yiakan kesempatannya , langsung bergerak sangat cepat .dengan langkah angin surgawinya , chulun membunuh ketua tong beserta ketua serikat pemburu tikus hitam.


Sslllaasssh ,,,,,,,,


,,, Slash ,,,,,


bletakk ,,,,


,,,,,, bletugh ,,,,,,


tajamnya bilah pedang kekosongan membuat kepala para ketua langsung terlepas dari tempatnya yaitu kepala ketua ke 9 dari keluarga tong.


dengan nafas tersedat - sedat ketua ke 4 dari serikat pemburu tikus hitam tak mau mati sia - sia , dengan nafasnya yang tersedat lalu ia mengeluarkan tehnik rahasia dari serikat pemburu tikus hitam.


" tehnik rahasia tubuh darah ".


seketika tubuh ketua ke 4 mulai mengembung seperti balon , esensi energi Qi besar mengalir dalam darah , dia ingin meledakkan tubuh miliknya , mati bersama chulun. begitulah kalimat perkataan dari keputusasaan dari ketua serikat pemburu tikus hitam , chulun hanya tersenyum bahagia dan menghiraukan perkataan tersebut , chulun langsung menghujamnya ke jantung ketua ke 4.


Cllleeebbbb ,,,,,,,,


uargh ,,,,,,,


" kau !! " bagaimana bisa tahu " aku tak mau mati.


chulun " salam untuk raja neraka " katakan aku yang mengirimmu.

__ADS_1


kedua ketua riwayatnya telah selesai , mereka mati secara tragis di tepi jalan hutan kematian , tak pernah terbayangkan oleh mereka selama hidupnya , harus mati di tangan anak kecil .seandainya saja waktu bisa di ulang kembali , mereka pasti akan menolak perintah patriark tong dan tak akan berani memprovokasi chulun.


[tring...... " selamat " berhasil membunuh ranah penguatan Qi , poin 3.000


[tring....... " selamat " berhasil membunuh ranah bumi , poin 3.000


[tring........ " selamat " berhasil membunuh ranah langit , poin 800.


chulun " hmm!! sekarang tinggal kalian bertujuh yang tersisa " ingin mati seperti apa.


ketua chemen tubuhnya langsung bergidik ngeri , keringat basah mulai membanjiri ketika mendengar perkataan chulun. kemudian chekoy sebagai putra ketua chemen maju ke depan dan langsung bersujud di depan chulun , ia sudah tak memandang lagi harkat , martabat , derajatnya dan yang terpenting baginya adalah bertahan hidup selama mungkin.


chekoy " tuan muda , ampuni nyawa kami " kami tidak ikut terlibat dalam penyerangan tersebut. kami berdiam diri karena takut dengan kekuatan yang tuan muda miliki.


ketua chemen mengikuti putranya bersujud di depan chulun " tuan ampuni putraku " hamba rela di hukum mati , asalkan putraku di beri kebebasan.


.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2