
dalam perjalananya chulun berpapasan dengan seorang kakek yang mempunyai basis kultivasi ranah langit tingkat 9. tapi kakek tersebut menutupi aura kultivasinya dan mendahului chulun yang sedang lagi berjalan santai.
chulun " ranah bumi , ranah bumi , ranah penguatan Qi " ranah langit tingkat sembilan tapi sayang sudah tua renta.
chulun berjalan santai di tengah keramaian orang yang sebentar lagi akan memasuki ibukota kerajaan. kakek tersebut yang menutupi au ra kultivasinya bisa di tebak dengan mudah , kemudian ia menengok ke belakang dan mencari orang yang menyebut basis kultivasinya.
kakek tersebut berkata " siapa? tunjukkan dirimu " tadi siapa yang berbicara.
" bukan aku ".
__ADS_1
" aku dari tadi diam saja " bukan suaraku.
orang - orang yang berada di dekat kakek tersebut merasa keheran an dengan perkataannya. tak ada orang yang berbicara dari tadi dan mereka semua pada diam sambil ngantri
chulun yang menjadi tersangkanya pun ikutan diam karena tak mau membuat keributan di tempat ini , ia baru pertama kali sampai di ibu kota dan tak mengetahui seluk beluk kota ini. dan sebentar lagi akan memasuki ibukota kerajaan.
orang tersebut merasa heran dengan pertanyaan chulun lalu dia me lihat chulun sambil mengamatinya secara seksama " apakah kau ba ru pertama kali ke ibukota " dan chulun menjawab " iya saudaraku , aku baru pertama kali ke ibukota " orang tersebut membalas perka taan chulun " yang anda maksud adalah orang tua yang barusan ta di lewat " dan chulun pun menjawab " iya " siapa dia?.
" orang tua itu adalah leluhur klan pedang , beliau bernama fengxue si ahli pedang dari daratan selatan. konon katanya , basis kultivasi nya sudah berada di ranah tertinggi dan sudah bisa di sejajarkan dengan orang - orang daratan tengah " ucap pria tersebut. lalu chu lun hanya bisa menjawab " ohh!!! " klan pedang.
__ADS_1
orang tersebut bertanya kepada chulun " saudara , anda berasal dari mana? " tidak di jawab juga tidak apa - apa?. kemudian chulun men jawab pertanyaan yang di ajukan oleh orang tersebut " aku berasal dari desa daun selatan " sebuah desa kecil di perbatasan.
" ohh!!! desa kumuh " ucap pria tersebut dengan nada sinis. selanjut nya pria itu tak mau berbicara lagi karena percuma dan membuang energi serta waktu yang berharga. chulun hanya bisa tersenyum keti ka di hina tentang tempat asalnya.
antrian pun berlanjut , tak lama kemudian para penjaga gerbang ibu kota memberi informasi kepada seluruh orang yang hendak masuk ke dalam ibukota " sebelah kanan untuk kultivator dan sebelah kiri untuk orang biasa " bagi yang tidak menurut , tidak di izinkan masuk ke dalam ibukota.
chulun diam saja tak beranjak dari tempatnya , ia menganggap bah wa dirinya adalah seorang kultivator. ia tak menyadari basis kultiva sinya tak terlihat orang lain , para penjaga gerbang ibukota tak bisa mendeteksi aura basis kultivasi chulun. tiba - tiba chulun langsung di tunjuk oleh prajurit penjaga gerbang ibukota " kau di sebelah kiri " sebelah kanan khusus untuk para kultivator.
chulun " aku " dan di jawab oleh prajurit gerbang ibukota " iya , siapa lagi kalau bukan kau " dan prajurit gerbang ibukota berkata sekali la gi " aku takkan mengulangi kata - kataku " sebelah kanan untuk para kultivator dan sebelah kiri untuk para warga biasa " jika ada orang yang tidak menurut akan di hukum dan jebloskan ke dalam penjara.
__ADS_1