
" kepala desa jika ada bantuan seperti ini beritahu aku secepatnya " ucap pemuda yang tadi kelaparan.
kepala desa hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berpamitan satu persatu kembali ke rumah masing - masing.
suasana rumah yugang yang tadinya ramai seketika menjadi hening kembali , kemudian yugang menoleh kanan dan kekiri khawatir akan ada orang yang melihatnya seperti orang yang sedang gelisah.
chulun " pak tua , ada apa.. ? " kau seperti baru melihat hantu saja.
yugang berlutut di depan chulun sambil berkata " tuan muda , bolehkah aku dan cucuku yuling mengikutimu " .
chulun " pak tua..!!! apa maksudmu , kenapa kau mau mengikutiku ".
" tuan muda....!! aku tidak tahu , aku hanya mengikuti naluriku saja " ucap yugang sambil melihat cucunya yang sedahg tidur.
chulun " pak tua alasanmu tidak masuk akal , nanti saja kita bicarakan esok hari , hari sudah malam aku ingin beristirahat ".
tanpa banyak tanya lagi chulun meninggalkan yugang sendirian langsung masuk ke kamar yang sudah di siapkan pada siang hari.
esok hari kemudian
__ADS_1
chulun bangun dari tempat tidurnya , tak lupa ia membersihkan diri sebelum keluar kamar , tak lama kemudian suara ketukan pintu kamar berbunyi.
tok ,,,,, tok ,,,,,, tok
kaka apa kau sudah bangun , hari sudah siang cepat bangunlah , kalau kaka tidak mau bangun aku akan masuk membangunkan " ucap yuling tersebut.
tiba - tiba suara pintu terbuka , nampak chulun yang sudah rapih terlihat oleh yuling , chulun memanggil yuling untuk mendekat kepadanya , tiba - tiba sebuah sentilan pelan mengenai jidat yuling.
" aduh ".
chulun " gadis kecil , bisakah kamu mengetuk pintu saja , jangan berteriak seperti tadi ".
chulun " sudah , sudah.. !! kamu mengetuk pintu kamarku mau apa ".
hmmm.. !!! kakek sudah menghidangkan makanan dan menyuruhku membangunkan kaka , apa kaka ingin makan bersama " ucap yuling.
chulun hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua bergegas ke meja makan di sana sudah di tunggu oleh yugang.
" silahkan tuan muda " ucap yugang.
__ADS_1
mereka bertiga makan dengan tertib tanpa ada yang bersuara satupun , setelah selesai makan chulun bersantai di aula bekas tempat kepala desa.
mereka berdua berbincang - bincang sambil minum teh hangat , yugang menanyakan kembali soal semalam yang ia katakan.
tuan muda .. !! bagaimana , apa sudah membuat keputusan " ucap yugang tersebut.
chulun " pak tua , aku hargai niat tulusmu , jika kau mengikutiku akan banyak bahaya yang menghadang di depan , kemungkinan terbesarnya kau sendiri beserta cucumu akan mati ".
chulun berkata kembali " perjalananku ke kota lu bukan untuk bersenang - senang melainkan aku ingin mengetahui seberapa besar kekuatan kota lu sekarang karena sebentar lagi bakal ada pertempuran di perbatasan hutan kematian ".
" maksud tuan muda , sebenarnya aku tak mengerti sama sekali " ucap yugang dengan raut bingung.
chulun " pertempuran akan di mulai dua bulan lagi dan aku terlibat di dalamnya , jadi sebaiknya kau urungkan niatmu untuk mengikutiku ".
hatinya mulai resah antara mau mengikuti chulun pergi atau bertahan di desa ini yang tak pernah ada perubahan sama sekali.
yugang sesekali menoleh cucunya yang ia sayangi kemudian ia bergumam dalam hati " bagaimana nasib cucuku suatu saat nanti ketika aku sudah tidak ada untuknya ".
air mata yugang mulai menetes meratapi nasib hidupnya betapa memilukan , seandainya ia mempunyai kekuatan mutlak , bisa untuk menjaga cucunya mungkin itu sudah cukup baginya.
__ADS_1
...............