
tiga orang tua beserta para pemuda desa berjaga , yang usianya berkisar 15 tahun sampai dengan 35 tahun berjaga di depan pintu aula kepala desa , di ketuai oleh tiga orang basis kultivasinya yang berada di ranah bumi tingkat 4 , mereka menjaga penduduk desa terutama wanita dan anak - anak yang sedang bersembunyi di dalam aula.
para pemuda penduduk desa yang berada di luar aula tempat kepala desa sudah bersiap siaga , sewaktu - waktu musuh datang menerobos aula kepala desa.
pria berjubah hitam berkata senag " hahaha... !!! rupanya kalian di sini bersembunyinya " suruh keluar kepala desa kalian atau aku akan membunuh kalian semua.
para pemuda penduduk desa tidak menjawab pertanyaan dari pria berjubah hitam tersebut , mereka hanya diem dan tetap bersiaga penuh.
keparat....!!! " apa kalian tuli , tak mendengar suaraku " kata pria berjubah hitam tersebut bernama chareg.
" bunuh saja para penduduk lemah dan tak berguna " kata pria di samping berjubah hitam bernama chireng.
temannya yang bernama chalik berkata " kirim sinyal kepada ketua , sudah di temukan dan biarkan ketua yang memutuskan ".
chireng mengirimkan sinyal peringatan kepada ketua mereka akan tetapi tanpa di sadari oleh mereka , mereka hanya tinggal berlima , mereka tidak tahu beradaan temanya yang lain.
chalik " dimana teman - teman kita dan kenapa hanya kita berlima ".
keteng yang berada di satu kelompok dengan mereka berkata " aku tidak tahu , perasaan dia bersamaku tadi ".
tiba - tiba sebuah suara terdengar oleh kelompok mereka dan suara itu tidak jauh berada di belakang mereka.
chulun " apa kau sedang mencari orang ini ".
chulun langsung melemparkan beberapa kepala teman - teman mereka , chulun hanya membawa 3 kepala manusia dan sebagiannya tak sempat ia bawa , para kelompok pria berjubah hitam sangat terkejut ketika melihat kepala dari teman mereka , mereka semua mati secara mengenaskan dengan mata melotot dan lidah menjulur keluar.
chareg " siapa kau ".
chulun " ha ".
chareg " bajingan..!!! apa kau tuli ".
chulun " apa ".
tiba - tiba chalik langsung melesat menyerang menuju arah chulun , dengan tinjuan chalik yang basis kultivasinya berada di ranah bumi tingkat lima , sudah di pastikan bahwa chulun pasti mati.
hhhiiiaaatttt ,,,,,,,
__ADS_1
" mati saja kau ".
chulun dengan senyum seringainya " dasar bodoh ".
" langkah angin surgawi ".
chulun langsung menghilang dan melesat dengan kecepatan tak terlihat oleh mata mereka , tiba - tiba chulun sudah berada di depan chalik , chulun langsung mengarahkan sebilah pedang kekosongan ke arah leher , dengan goresan yang sangat halus , sebilah pedang kekosongan langsung menebas leher chalik dengan cepat , tebasan pedang kekosongan chulun tidak bisa di cegah oleh chareg , chireng phunduk dan phanduk , karena basis kultivasi mereka masih berada di ranah bumi , sebuah kepala langsung terlepas dari tempatnya dan dengan darah segar terciprat kemana - mana.
,,,,,,,, sllashh ,,,,,,,,
bletukkk ,,,,,,,,
chareg " apa " mati.
phanduk " keparat , kau berani membunuh temanku ".
phunduk " saudara chareg , chireng , phanduk , kita serang bersamaan , aku sangat yakin dia pasti mati ".
chareg " ayo ".
Hiiyaaatttt ,,,,,,,
" pukulan tinju " merobek dua gunung ".
Hiiiiyyat,,,,,,,
" pukulan tinju " bebek bistik ".
hhhiiiaattt ,,,,,,,,,,,
serangan bersama yang di lakukan chareg ,chireng , phunduk dan phanduk , menyerang secara berantai ke arah chulun berdiri , chulun hanya berdiem saja ketika serangan keempat orang menyerang bersama , seolah - olah chulun pasrah dengan hidup yang sebentar lagi akan menemui kematian.
seseorang dari kejauhan berteriak sangat keras " tuan muda chu , hati- hati ".
chareg " benar , diem saja kau di situ ".
" mati saja kau ".
__ADS_1
hiiiaattt ,,,,,,, hiiiiiaaattt
" mati kau ".
hhhiiiaattt ,,,,,,, hiiiiaaattt
Bumm ,,,,,, bumm
bumm ,,,,,, Bumm
,,,,,,, Duarrrr ,,,,,,,,,,,
mereka semua menyerang secara bergantian akibatnya sebuah ledakan besar terjadi di tempat chulun berada , mengakibatkan kepulan - kepulan asap debu membungbung tinggi.
chireng " apakah dia sudah mati ".
chareg " hahaaa.....!!! itu akibatnya jika kau sombong di depanku , ingin menerima serangan senjata pisauku , itu sangat bodoh dan sudah berapa orang yang aku bunuh dengan pisau ini ".
tiba - tiba dalam kepulan asap debu yang berterbangan , keluar sesosok pria muda tanpa goresan sedikitpun mengenai tubuhnya.
chulun " hmmmm...!!! sangat lemah ".
phanduk " bagaimana bisa , aku sudah memakai kekuatanku sebanyak 70% , aku yakin anak itu pasti mati ".
.
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1