Artifact Soul The System

Artifact Soul The System
kematian tragis


__ADS_3

tiga orang tua beserta para pemuda desa berjaga , yang usianya berkisar 15 tahun sampai dengan 35 tahun berjaga di depan pintu aula kepala desa , di ketuai oleh tiga orang basis kultivasinya yang berada di ranah bumi tingkat 4 , mereka menjaga penduduk desa terutama wanita dan anak - anak yang sedang bersembunyi di dalam aula.


para pemuda penduduk desa yang berada di luar aula tempat kepala desa sudah bersiap siaga , sewaktu - waktu musuh datang menerobos aula kepala desa.


pria berjubah hitam berkata senag " hahaha... !!! rupanya kalian di sini bersembunyinya " suruh keluar kepala desa kalian atau aku akan membunuh kalian semua.


para pemuda penduduk desa tidak menjawab pertanyaan dari pria berjubah hitam tersebut , mereka hanya diem dan tetap bersiaga penuh.


keparat....!!! " apa kalian tuli , tak mendengar suaraku " kata pria berjubah hitam tersebut bernama chareg.


" bunuh saja para penduduk lemah dan tak berguna " kata pria di samping berjubah hitam bernama chireng.


temannya yang bernama chalik berkata " kirim sinyal kepada ketua , sudah di temukan dan biarkan ketua yang memutuskan ".


chireng mengirimkan sinyal peringatan kepada ketua mereka akan tetapi tanpa di sadari oleh mereka , mereka hanya tinggal berlima , mereka tidak tahu beradaan temanya yang lain.


chalik " dimana teman - teman kita dan kenapa hanya kita berlima ".


keteng yang berada di satu kelompok dengan mereka berkata " aku tidak tahu , perasaan dia bersamaku tadi ".


tiba - tiba sebuah suara terdengar oleh kelompok mereka dan suara itu tidak jauh berada di belakang mereka.


chulun " apa kau sedang mencari orang ini ".


chulun langsung melemparkan beberapa kepala teman - teman mereka , chulun hanya membawa 3 kepala manusia dan sebagiannya tak sempat ia bawa , para kelompok pria berjubah hitam sangat terkejut ketika melihat kepala dari teman mereka , mereka semua mati secara mengenaskan dengan mata melotot dan lidah menjulur keluar.


chareg " siapa kau ".


chulun " ha ".


chareg " bajingan..!!! apa kau tuli ".


chulun " apa ".


tiba - tiba chalik langsung melesat menyerang menuju arah chulun , dengan tinjuan chalik yang basis kultivasinya berada di ranah bumi tingkat lima , sudah di pastikan bahwa chulun pasti mati.


hhhiiiaaatttt ,,,,,,,

__ADS_1


" mati saja kau ".


chulun dengan senyum seringainya " dasar bodoh ".


" langkah angin surgawi ".


chulun langsung menghilang dan melesat dengan kecepatan tak terlihat oleh mata mereka , tiba - tiba chulun sudah berada di depan chalik , chulun langsung mengarahkan sebilah pedang kekosongan ke arah leher , dengan goresan yang sangat halus , sebilah pedang kekosongan langsung menebas leher chalik dengan cepat , tebasan pedang kekosongan chulun tidak bisa di cegah oleh chareg , chireng phunduk dan phanduk , karena basis kultivasi mereka masih berada di ranah bumi , sebuah kepala langsung terlepas dari tempatnya dan dengan darah segar terciprat kemana - mana.


,,,,,,,, sllashh ,,,,,,,,


bletukkk ,,,,,,,,


chareg " apa " mati.


phanduk " keparat , kau berani membunuh temanku ".


phunduk " saudara chareg , chireng , phanduk , kita serang bersamaan , aku sangat yakin dia pasti mati ".


chareg " ayo ".


Hiiyaaatttt ,,,,,,,


" pukulan tinju " merobek dua gunung ".


Hiiiiyyat,,,,,,,


" pukulan tinju " bebek bistik ".


hhhiiiaattt ,,,,,,,,,,,


serangan bersama yang di lakukan chareg ,chireng , phunduk dan phanduk , menyerang secara berantai ke arah chulun berdiri , chulun hanya berdiem saja ketika serangan keempat orang menyerang bersama , seolah - olah chulun pasrah dengan hidup yang sebentar lagi akan menemui kematian.


seseorang dari kejauhan berteriak sangat keras " tuan muda chu , hati- hati ".


chareg " benar , diem saja kau di situ ".


" mati saja kau ".

__ADS_1


hiiiaattt ,,,,,,, hiiiiiaaattt


" mati kau ".


hhhiiiaattt ,,,,,,, hiiiiaaattt


Bumm ,,,,,, bumm


bumm ,,,,,, Bumm


,,,,,,, Duarrrr ,,,,,,,,,,,


mereka semua menyerang secara bergantian akibatnya sebuah ledakan besar terjadi di tempat chulun berada , mengakibatkan kepulan - kepulan asap debu membungbung tinggi.


chireng " apakah dia sudah mati ".


chareg " hahaaa.....!!! itu akibatnya jika kau sombong di depanku , ingin menerima serangan senjata pisauku , itu sangat bodoh dan sudah berapa orang yang aku bunuh dengan pisau ini ".


tiba - tiba dalam kepulan asap debu yang berterbangan , keluar sesosok pria muda tanpa goresan sedikitpun mengenai tubuhnya.


chulun " hmmmm...!!! sangat lemah ".


phanduk " bagaimana bisa , aku sudah memakai kekuatanku sebanyak 70% , aku yakin anak itu pasti mati ".


.


.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2