
Dimas setegar mungkin mendekati Namsya. Ia menatap Namsya, lalu menggerak kan badannya mengunci pintu. Dimas seakan meluk Namasya.
Di belakang mata Namsya, Dimas menutup mata penuh pengharapan. Sementara Di belakang Mata Dimas, Namsya wajahnya penuh amarah dan mata melotot.
Dimas yang hanya diam pura-pura mengunci pintu. Tiba-tiba ia merasakan rudalnya di remas, Dimas kaget hingga keringatnya muncul. Dimas hanya pasrah menerima remasan Namasya.
Namasya mengambil tangan Dimas, lalu menaruh di buah tomatnya. Dimas menelan air liurnya, bukan karena nafsu tapi karena ketakutan.
Namasya menarik Dimas, lalu berbaring melepas semua pakaiannya
" Akankah perjaka ku di renggut oleh seorang iblis " Gumam Dimas
Namasya menarik Dimas, Dimas pun ikut. Dimas menindih Namasya, lalu mencium lehernya
" Laki-laki semua bejat, semua akan menjadi budak ku " bisik Namasya dengan suara menakutkan
Dimas hanya berusaha tegar, lalu membiarkan Namasya melepaskan celananya. Dimas kemudian di tuntun untuk memasukan Rudalnya ke arah lobang hantu Namasya. Dimas pun menuruti instruksi Namasya. Semakin lama semakin panas, hingga Dimas lupa diri. Lalu beberapa saat kemudian Dimas *******.
Setelah itu Dimas menjadi lemas tak berdaya, tubuhnya gemetar ketakutan bercampur menyesal.
" Ya Allah ya Rab kebodohan apa yang kulakukan. Apakah aku akan meninggal disini ! " Gumam Dimas
Namasya kembali membisik Dimas
" Laki-laki semua bejat, mereka semua akan jadi budak-budak ku. Meraka akan ku bunuh semua "
Kemudian wajah Namasya berubah geram, matanya melototi Dimas, lalu akan memijit leher Dimas. Bersyukur sebelum Namasya melakukannya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Dimas bangkit satu kali dan sontak memakai celananya.
" Siapa ? " tanya Dimas
" Saya Akbar "
" Alhamdullillah, Ya Allah Rab terimakasih " Gumam Dimas. Kemudian membuka pintunya.
" Eh Mba Namasya " sapa Akbar
Namasya melangkah keluar tanpa pamit.
" Dim, maaf ya aku menggangu kesenanganmu " ejek Akbar
" Su'uzon saja kamu kbar "
" Aku bukan anak-anak Dim, bajumu saja tidak sempat di pakai lagi "
" Seandainya kamu tahu kbar " Gumam Dimas
" Tidak usah kasmaran lagi Dim. Yuk kemas pakaianmu, lalu simpan memang di halaman depan "
Dimas pun berberes-beres sambil beristigfar dan berterimakasih pada Allah Swt.
" Dim aku duluan ya, btw kamu menelitinya di arah selatan sendirian " ujar Akbar lalu pergi.
Dimas hendak keluar, tidak sengaja ia menoleh kearah tempat bergulat nya dengan Namasya tadi. Kasurnya berlumuran darah, sontak Dimas memeriksa tubuhnya. Alhamdulillah tidak ada darah yang menempel di tubuhnya.
•°•
Tania dan Akbar menuju rute penelitian mereka. Selang dalam perjalanan Tania dan Akbar selalu menghirup udara sekitarnya.
" Udaranya sejuk dan segar ya Kbar "
__ADS_1
" Iya tan " sambil menghirup udara
Berjalan beberapa langkah Tania melihat tumbuhan yang menarik. Tania menghampiri tumbuhan.
" Waaah tumbuhan unik dan cantik sekali " Gurau Tania
" Kbar coba liat deh tumbuhan ini, sumpah keren sekali "
" Iya Tan, ini pasti akan menjadi hasil penelitian kita yang perfek ".
" Tan tanaman yang sana juga keren " sambil menunjukan
" Wah iyyaa "
" Kamu urus yang ini Tan, aku yang sana ya "
" Oke "
Akbar pun menuju tanaman yang ia lihat itu. Tiba di situ di depannya ia melihat tumbuhan lain nya yang lebih menarik lagi, ia pun pergi memperhatikan. Tiba di tumbuh yang satu itu, lagi-lagi ia melihat tanaman yang lain, ia pun pergi memperhatikan lagi.
Tania sangat serius meneliti bagian-bagian tumbuhan yang ia temukan. Semua bagian- bagian dari tanaman itu ia foto, bahkan ia mengambil beberapa anak dari tumbuhan itu.
Beberapa saat kemudian Tania yang lagi serius tiba-tiba mendengar suara wanita memanggil namanya dengan nada halus dan pelan
" Tania, Tania, Tania ".
Tania menoleh ke arah suara itu
" Itu siapa yah " gumam Tania
" Akbar, Akbar "
Tania memanggil Akbar, tetapi Akbar sudah agak jauh dengannya.
Suara wanita itu semakin mengganggu telinga Tania, hingga ia tertarik mencari suara itu.
Semakin berjalan mengikuti arah suara itu, Tania semakin jauh dengan Adrian. Semakin jalan Tania hampir jatuh ke jurang
" Astagfirullah " sontak mundur belakang
" Kok jurang, lalu asal suara wanita dimana ! " Gumam Tania
Tania mencoba mendengar kembali kembali suara itu,tetapi sudah tiada
" Kok suara wanita itu sudah tidak ada lagi " Tania menjadi bingung. Kemudian ia memperhatikan sekitarannya, lalu ia pergi. Baru beberapa langkah kemudian, ia mendengar kembali suara itu memanggilnya. Gercep Tania balik belakang, Tania melihat sosok bermuka seram.
" Akkkkkhh " teriak Tania sambil menutup mata.
Pelan-pelan Tania melepas tangannya. Dengan gemetar tubuhnya ia menatap kembali arah berdirinya sosok seram tadi. Sosok seram itu tidak ada lagi. Tania melepas satu kali tangannya, lalu ia berputar-putar memperhatikan sekitarnya. Kemudian ia berlari sambil memanggil Akbar.
<<
Tania, Tania "
Akbar mencari Tania di berbagai tempat.
Sementara bingung mencari Tania, tiba- tiba ada Adit di depannya
" whoii " Akbar kaget
" Astaga Dit, kamu bikin kaget saja " sambil mengelus-elus dadanya
__ADS_1
Akbar : " Kamu dari mana saja sih, tadi pagi kami semua mencari mu
Adit hanya diam menatap Akbar.
" Kamu jalan berdua lagi sama Mba Namasya ya semalam. Terus dimana dia sekarang, kok tidak bersama "
Adit tetap hanya diam menatap Akbar .
" Kok kamu diam saja sih Dit. Kamu lagi sakit gigi ya ? "
Adit masih tetap diam
" Payah kau Dit , jawab saja susah. ya uda kamu temani aku cari Tania, Aku tidak tau anak itu nyasar kemana ? "
Akbar melangkah kearah depan
" Dit kamu kan tau.. " Akbar menghentikan ucapannya, Adit sudah tidak ada di tempatnya.
" Astaga itu anak seperti hantu saja, datang dan pergi sesuka hati, tanpa pamit lagi "
Akbar pun melanjutkan mencari Tania.
" Tania, Tania "
Beberapa saat kemudian ia memperhatikan jam tangannya
" Wah ini sudah jam 1 seharusnya kita sudah kumpul di halaman rumah "
" Tania kemana sih ! " Akbar bingung
Tidak lama kemudian Akbar di tabrak dari belakang " dig "
" whoii " Akbar kaget.
" Akhh " suara teriak seorang wanita. Sontak Akbar balik belakang.
" Tania " ujar Akbar
" Akbar " Tania langsung memeluk
" Kamu kenapa keringat dingin kayak gini ? " sambil melepaskan pelukannya.
Tania menceritakan kejadian yang di alaminya, namun Akbar tidak percaya malah ketawa.
" Kok kamu tertawa sih Kbar "
" Habis cerita kamu lucu sekali, mana ada setan di pagi hari begini uda mau siang malah "
" Akbar, ini serius. Lagian jam segini masih kayak pagi saja suasananya, aneh kan "
" Kamu sekarang kok seperti Dimas, Rani dan Serly, percaya mitos dan suka berhalusinasi . ya wajarlah jika jam segini masih kayak jam pagi, coba perhatikan hutan ini lebat sinar matahari di halangi oleh daun-daun yang rimbun "
Mendengar ucapan Akbar itu, Tania langsung kaget. Ia teringat dengan sang kakek tempo hari "
" Jangan- jangan kakek itu hari benar " Gumam Tania
" Aduh Tan kok kamu bingung gitu .Coba pikir deh, seandainya hutan ini ada penghuninya Mana mungkin mba Namasya akan tenang tinggal di hutan ini "
" Tapi kbar "
" Tan, coba deh hilangkan rasa cemas dan takutmu itu. Yang kamu alami itu cuman halusinasi saja, karena kalau berada dalam hutan ini sendiri . Percaya deh sama aku " Akbar memotong ucapan Tania sambil menghibur hatinya
__ADS_1
" Balik yuk Kbar "
Akbar mengangguk kan kepalanya