
Para Mahasiswa itu akhirnya masuk meneliti ke dalam hutan Lambusango tersebut, mobil berjalan mengikuti arah jalan yang sudah sempit. Dalam perjalanan mereka bercanda ria, menyanyi bareng, dan ketawa lepas, Kecuali Dimas, Rani, Serly dan Adit. Serly masih tidak tenang dengan cerita sang kakek tadi, Begitu pun dengan Rani dan Dimas, sementara Adit hanya diam dengan memejamkan mata.
" Kok kamu diam saja Ran ! " tegur Eva
Rani hanya melempar senyum pada Eva.
" Dit, ini kita berhenti di mana nih ? " Tanya Evan
" Jika melihat pohon yang sangat besar, daunnya sangat rindang, di situlah kita berhenti "
" Kamu sakit ya Dit, muka kamu pucat sekali ? " tanya Tania
Semuanya pun menatapi Adit
" Waduh kamu benar-benar pucat Dit? " ujar Adrian
" Tidak apa-apa kok " Adit menjawab dengan mata tertutup
Pak Tejo menoleh melihat Adit " masuk angin kali kau Dek "
" Iya kali ! " ujar Rani, kemudian ia memberi minum kepada Adit
Pak Tejo kembali fokus menyetir, namun tanpa sengaja Pak Tejo melirik kaca mobilnya. Pak Tejo melihat Rani menyodorkan aqua, tetapi tidak melihat Adit, kemudian ia melihat aqua itu melayang sendiri.
" Astagfirullah " Pak Tejo kaget, hingga refleks menginjak rem mobil satu kali.
" Aaow " para cewek berteriak
" Ada apa lagi Pak ? " Tanya Dimas kaget
" Ia ada apa Pak ? " Tanya Akbar.
" Maaf adik-adik, mungkin aku sudah ngantuk, aku kurang fokus lagi menyetirnya ", Pak Tejo belum berani mengatakan kepada mereka.
Rani membuang nafas lega mendengar ucapan Pak Tejo itu, Tania dan Eva mengelus-elus dada mereka.
" Hati-hati dong pak ! " ucap Serly
" Cuci muka dulu Pak, biar ngantuk nya hilang " ujar Adrian, sambil memberikan sebotol Aqua
" Iya, mungkin aku benar-benar sudah ngantuk, hingga aku tidak melihat bayang Adit barusan ! " gumam Pak Tedjo sambil mencuci mukanya.
Setelah mencuci muka Pak Tejo kembali mengemudi mobilnya, dalam keadaan menyetir ia ingin memastikan kembali, apakah benar atau salah yang di lihatnya tadi.
Pak Tejo menengok Adit di tempat duduknya, ia melihatnya dengan jelas. Setelah itu, pelan-pelan ia melirik kaca mobilnya, ia tidak melihat bayangan Adit.
Pak Tejo berubah panik dan takut, ia membawa mobil dengan rasa gelisah. Kerap kali berbalik kebelakang untuk memberitahu yang lain, tetapi mulutnya serasa tertutup, ia tidak bisa mengucapkan kata-kata.
Dimas merasa aneh melihat tingkah Pak Tejo, sehingga ia menegurnya
" Pak Tejo kenapa, kok udara sejuk gini, bapak mandi keringat ? "
" E e a anu Dek "
" Anu kenapa ? "
" Ee e A A Adit ! "
" Iya, Adit kenapa ? " Dimas sambil menoleh kearah Adit, Rani pun menoleh kepada Adit.
" A A Adit "
" Durr " belum sempat Pak Tejo mengatakan, ban mobil mereka meletus lagi.
" Aaaouw " para cewek pun berteriak lagi
" Ada apa lagi ini Pak Tedjo ? " Tanya Evan
" Sepertinya ban mobilnya kita meletus lagi "
__ADS_1
" Astagfirullah " ujar Rani
" Dit, gimana nih ? " tanya Dimas
" Yuk, kita turun saja dulu dari mobil ! "
Pak Tejo melihat dari kaca Dimas berbicara sendiri, tubuhnya mandi keringat dingin. Pak Pak Tejo bingung, bagaimana cara memberitahu mereka.
" Kenapa bapak belum turun, ini mobil mau di gimana kan ! " ujar Evan kesal
Pak Tejo terpaksa turun, ia turun dengan wajah yang panik, kemudian ia memeriksa persediaan bannya.
<<
" Aduh adik- adi, persiapan ban kita hanya dua, dan kedua-duanya sudah pecah " ujar Pak Tejo
" Waduh, Lalu bagaimana ini, apa kita akan ber tenda saja disini ! " ujar Rani
" Woi teman-teman, coba deh liat pohon sana, sepertinya itulah pohon yang di maksud oleh Adit ! " ujar Eva sambil menyenter pohon itu.
" Benar pohonnya sangat besar, daun nya sangat rindang " ujar Adrian yang ikut menyenter.
" Coba senter deh di arah sananya lagi, sepertinya ada cahaya ! " ujar Evan
" Iya betul " ujar Akbar
" Sepertinya itu rumah deh " ucap Tania
" Ayo teman-teman kita ke sana ! " ajak Eva
" Jangan sembarang pergi deh kalian, ini hutan, bagaimana kalau rumah itu angker ! " ujar Serly
" Aduh Serly, hari gini masih percaya hantu-hantu-an, ih dasar norak kau ! " ujar Eva
" Tau nih Serly, masih percaya saja hal begituan ! " timpal Evan
" Ah bulshit deh, aku sangat tidak percaya dengan kakek itu " ujar Akbar
" Kalian tidak merasa aneh apa, masa di tengah hutan begini ada sebuah rumah, pakai dong logikanya ! " ujar Serly tegas
" Serly, l hutan ini adalah kawasan desa Lambusango, di mana mayoritas penduduknya berkebun, Jadi rumah itu adalah rumah warga yang berkebun di sekitar sini ! " ujar Eva
" Lagian bagaimanapun kita akan tetap bermalam di sekitar sini, karena kita akan meneliti di kawasan ini " ujar Adrian
" Betul itu, dari pada kita capek-capek menebang kayu, membersihkan rerumputan untuk, bikin tenda, lebih baik kita meminta tinggal di rumah " timpal Evan
" Pasti di sana akan lebih aman dan nyaman tinggalnya, di banding di dalam tenda " lanjut Eva
Serly dan Rani pun terdiam dengan semprotan teman-temannya.
" Adit dimana ya ? " tanya Dimas
Mereka semua menoleh di sekitarnya, namun tidak melihat adi, Pak Tejo yang mendengar Adit tidak ada, ia semakin panik dan takut.
" Kok Adit gitu sih, main hilang sembarang ! " ujar Serly ngedumel
Tetapi tidak lama kemudian, tiba-tiba Adit berada di antara mereka
" Mari kita istirahat di rumah itu ! " ujar Adit
Dimas, Rani dan Serly kaget, tiba-tiba ada Adit di sekitaran mereka.
" Darimana sih kamu Dit ? " tanya Adrian
Adit tidak menjawab, ia hanya berjalan menuju rumah itu, hingga Semua mengikutinya
" Yuk Pak, kita istirahat dulu di rumah itu, besok baru kita usaha tempel lagi ban mobilnya ! " Ajak Dimas
" Kalian duluan, nanti aku menyusul, tanggung sudah terlanjur kerjakan "
__ADS_1
•°•
" Sumpah hutan ini udaranya sejuk bangat, enak bangat di rasakan " ujar Tania
" Iya Tan, aku suka bangat udara hutan ini " ucap Eva
Langkah demi langkah, akhirnya mereka pun telah sampai di rumah tersebut.
" Tok tok, Assalamualaikum " Evan mengetuk pintu itu
" Permisi, apakah ada orang ? " lanjut Tania
Beberapa kali mereka memberi salam, namun tidak ada jawaban, mereka pun kemudian bergegas kembali ke mobil. Akan tetapi ketika berbalik badan, pintu rumah itu mendadak terbuka, hingga membuat mereka kaget.
Lalu kemudian muncullah seorang gadis cantik berambut panjang di iringi senyum, menyambut mereka.
" Maaf kelamaan menyambut kalian, mari masuk ke rumah tuaku ini " ujar Wanita itu
Adrian, Akbar dan Evan sangat takjub dengan kecantikan wanita itu, hingga Adrian dan Akbar sontak masuk setelah di persilahkan.
" Ran, masa sih ada cewek cantik tinggal di hutan ini ! " Bisik Serly
" Udahlah positif thinking saja, bagaimana pun teman-teman sudah pada masuk kedalam "
Rani dan Serly kemudian ikut masuk.
" Silahkan kalian duduk, aku bikin minuman dulu buat kalian ! " ucap Wanita itu
" Tidak usah repot-repot mba ! " ujar Dimas
" Iya cantik, gak usah repot-repot, kita tidak haus kok " ucap Adrian
" Tidak apa-apa kok, tamu itu harus di layani dengan baik ! " balas wanita itu sambil menatap Adrian dengan serius, kemudian ia pergi ke dapur.
" Mba aku ikut ke dapur, aku mau pipis ? " ujar Eva
Wanita itu menganggukkan kepalanya, Eva pun mengikutinya.
" Kamu kencing saja di kamar mandi pria itu, kamar mandi khusus cewek aku belum bersihkan " ujar Namasya sambil menunjukan kamar mandinya.
Tanpa basi-basi Eva langsung pergi masuk, setelah selesai, ia keluar dengan lega sambil merapikan pakaiannya. Namun tanpa sengaja ia melihat darah di lantai, Eva kaget sambil menutup mulutnya.
Eva memperhatikan darah itu, lalu mengikut arah simbahnya. Makin melangkah, ternyata simbah darah itu menuju kamar yang berhadapan kamar mandi cowok itu.
Kebetulan kamar itu tidak terkunci, Eva masuk begitu saja. Namun belum sempat kedalam, Eva merasakan bahunya di pegang, Eva berteriak " Akh " hingga menoleh satu kali.
" Kamu mau ke mana ? " ternyata wanita pemilik rumah itu, ia menatap Eva dengan tajam
" A a ada darah ! " ujar Eva sambil menunjukan
" Itu darah tikus, aku belum bersihkan "
" Oh begitu ya mba, kalau begitu aku balik ke depan " Eva berbicara sedikit grogi.
Wanita itu menganggukkan kepalanya, sambil menatap Eva.
<<
Pak Tejo memaksa membawa mobilnya meskipun dengan ban kempes, namun ketika menyalakan mobil, mesinnya tidak bisa bunyi. Ia kemudian turun memperbaiki dengan tergesa-gesa, di ikuti rasa panik.
Ketika memperbaiki mesin mobil itu, tiba-tiba ia mendengar suara wanita sambil menangis
" Wajahku, wajahku, wajahku, huuu uuu uuu "
Pak Tejo menghentikan geraknya, kemudian ia memperjelas suara itu.
" Wajahku, wajahku, wajahku, huuu uuu uuu "
Kemudian Ia menoleh kearah suara itu, Pak Tejo kaget " Astagfirullah ", seorang wanita cantik berpakaian serba putih tiba-tiba berada di depannya.
__ADS_1