
Meskipun takut, eva tetap mengejar Namasya. Ia tetap ingin menyelamatkan Evan. Namun tiba di dalam, Eva kehilangan jejak Namasya.
" Namasya membawa kemana ya tubuh Evan, Bukankah semua kamar rumah ini di huni oleh kami ! " gumam Eva kebingungan, noleh kanan kiri sambil memeluk dirinya. Ia kemudian melihat kamar Adit terbuka.
" Mungkinkah tubuh Evan di bawa ke kamar Adit, mungkinkah Adit bekerjasama dengan Namasya. Tapi....!, tidak tidak Adit tidak mungkin begitu " gumam Eva.
Pelan-pelan ia melangkah menuju kamar Adit, lalu kemudian dengan hati-hati ia mengintip kedalam di balik lubang. Eva terkejut dan mendadak panik, Ia melihat Namasya berubah wujud menjadi seram.
Setelah itu Eva melihat Namasya menusuk perut Evan dengan cakar panjangnya, lalu mengeluarkan hatinya. Terus Namasya memakan hati Evan dengan begitu lahap. Tubuh Eva mendadak gemetar, ia tidak tahu lagi apa yang akan dilakukannya.
Sesudah itu Namasya mengambil pisau, lalu mencincang - cincang tubuh Evan sambil berkata. " malam ini teman-temanmu akan makan enak lagi, daging segar mu akan memberi kenikmatan pada leher mereka " .
" Ya Allah ya Rab, apa yang harus aku lakukan. Bagaimana caranya aku pergi dari sini " gumam Eva sambil menutup mulutnya.
Namasya kemudian mengambil sisa tubuh Evan, lalu mengikatkan tali di lehernya. Terus Namasya membuka tirai dalam kamar itu. Kepanikan dan ketakutan Eva makin bertambah, ia melihat tubuh Adit, Pak Tejo, dan Adrian di gantung di dalam.
Dengan tubuh yang gemetar, di iring air mata, Eva melangkah pelan-pelan untuk pergi. Setelah agak jauh dengan kamar itu, ia mulai berjalan cepat. " jika aku lari sekarang, pasti dia akan dengar langkah kaki ku. Sabar Va, sabar " gumam Eva.
Ketika ia melewati kamar Dimas dan Akbar, ia mendengar suara Tania. Langkahnya terhentikan
" Dim kamu harus percaya aku, yang aku lihat itu benar-benar hantu "
Eva langsung menuju kamar Dimas dan Akbar, lalu mendobrak pintu satu kali. " Akhh " teriak Tania, Rani dan Serly bersamaan.
" Eva " kaget Dimas yang melihatnya pingsan saat itu. Dimas langsung menghampirinya,
" Eva, Eva " .
" Eva kenapa Dim ? " tanya Akbar
" Dia pingsan. Cepat bantu angkat, kita rebahkan dia di kasur "
" Aku yakin dia pasti melihat penampakan seperti yang aku lihat tadi " ucap Tania
" Kenapa sih itu terus yang kalian just ! " ujar Akbar
" Tapi itu benar Kbar "
" Terserah, aku mau tidur. Ngantuk " sambil menguap.
•°•
Eva kemudian siuman, ketika ia langsung memeluk Rani dengan gemetaran
" Ran kita harus pergi dari sini, rumah ini ada hantunya. Namasya itu adalah hantu, Adit, Pak Tejo, Adrian dan Evan telah di bunuh olehnya "
__ADS_1
" Jangan ngawur kau Va " ujar Akbar
" Akbar itu benar. Aku melihat Namasya... " Eva menceritakan apa yang ia lihat tadi. Mendengar cerita Eva itu, Rani Serly dan Tania jijik dan muntah-muntah.
" Aku tidak percaya "
" Akbar itu semua benar " ujar Dimas
" Maksud kamu Dim ? "
" Aku, Serly dan Rani aku juga mendapati hal yang sama. Bahkan apa yang di lihat Eva sama apa yang di lihat oleh Serly "
Akbar menjadi diam, dan hanya menatap Dimas.
" Apa yang di lihat Tania sama dengan di lihat Rani " lanjut Dimas
" Dan aku hari ini langsung di serang olehnya, dia mencekik leherku. Dia juga mengatakan kita tidak akan bisa pergi dari hutan ini "
" lalu kenapa kalian tidak memberitahu aku tadi " ujar Akbar marah
" Lalu apakah kamu akan percaya ". Akbar pun ter diamkan
" Tapi aku Dim, aku pasti percaya pada kalian " ujar Tania
" Dengar kalian semua, apakah kalian masih ingat apa yang di ceritakan kakek itu hari "
" Iya " jawab serentak
" Karena kita tidak mengindahkan larangannya ia berpesan pada saya..... " Dimas memberitahu pesan kakek itu kepada mereka
" Tapi Dim, Namasya ada di dalam sini. Kita dalam bahaya " ujar Eva panik
" Eva dimana pun kita pergi tetap akan di temukan oleh Namasya, hutan ini sudah di kuasai olehnya. Buktinya hampir dalam waktu bersamaan dia menyerang kita semua " ujar Rani
Eva menjadi diam.
" Sudah berapa kali saya mengalami ia menjebak dan menyerang saya, tapi karena selalu ingat baik-baik pesan kakek itu akhirnya selalu aku selamat " ucap Dimas
" Lalu apa yang harus kita lakukan ? " Tania
" Malam ini kalian harus tenang dulu, pura-pura tidak tau apa-apa di hadapannya. Besok pagi kita pura-pura meneliti, tapi satu orang kita utus pergi mencari bantuan "
" Kenapa kita tidak langsung pura-pura meneliti saja bersamaan di arah jalan pulang " usul Tania
" Awalnya itu yang aku pikirkan, tapi aku rasa Namasya akan mudah tau. Akan paling gampang meninjau kita, karena hanya satu arah "
__ADS_1
Suara ketukan pintu dari luar menghentikan pembicaraan mereka. " Siapa ? " tanya Dimas.
" Ini Namasya, makan malam sudah siap ".
" Baik-baik kami akan segera ke sana " .
°•°
Merekapun ke ruang makan. Serly, Tania dan Rani tidak mau memandang Namasya, mereka hanya menunduk.
" Eva dimana ? " tanya Namasya
" Dia di kamar, dia lagi sakit " jawab Dimas cepat
Beberapa saat kemudian mereka tidak lagi melihat Namasya hingga membuat panik Dimas. " Eva " ujar Dimas, lalu berlari cepat menuju kamarnya. Tiba di kamarnya Dimas tidak melihat Eva, ia langsung berlari mengecek di kamar Eva sebelumnya, di situ ia juga tidak melihatnya. Kemudian Dimas membuka semua pintu kamar yang di pakai oleh mereka, tapi tidak ada juga Eva di dalam.
Dimas kembali ke ruang makan dengan bingung dan cemas. " bagaimana Dim, Eva tidak apa-apa ? ". " Eva tidak ada di kamar, semua kamar pun aku sudah cek ". Mereka semua pun menjadi panik.
" Jangan-jangan Namsya pergi memb... "
" Ayo kita intip kamar Adit, mungkin Namasya ada di sana " Dimas memotong pembicaraan Serly
" Untuk apa juga Dim ? " tanya Rani
" Jika ada Namasya di dalam, masih ada kemungkinan Eva selamat. Setidaknya aku bisa buat Namasya fokus ke aku sampai pagi. Jika Namasya tidak ada di dalam, Eva sudah dalam bahaya "
" Lalu bagaimana jika dia di sana, lalu sedang mengeksekusi Eva ? " tanya Serly
" Maka kita harus melawan dia "
Mereka pun melangkah pelan-pelan pergi menuju kamar Adit. Aroma busuk menyerang mereka setelah dekat dengan kamar Adit.
" Kamarnya terbuka " bisik Akbar
Dimas pelan-pelan mengintip dari luar, ia lihat di dalam tidak ada orang.
" Tidak ada orang di dalam, juga tidak ada potongan tubuh teman-teman " ujar Dimas
" Ada di balik tirai itu Dim " ucap Serly menunjukan
Mereka pergi membuka tirai, mereka pun kaget melihat tubuh teman-temannya. Akbar menjadi takut dan panik. Tania tubuhnya gemetar, di iringi tangisan.
" Ayo kita keluar dari sini, jangan sampai Namasya datang " ajak Dimas.
" Ayo Tan " ajak Rani. mereka pun keluar
__ADS_1