Arwah Namasya

Arwah Namasya
Bab 4 ( Mencari Pak Tejo )


__ADS_3

Di pagi hari mereka telah bermunculan di ruang tamu, masing-masing mereka telah berpakaian rapi untuk mengadakan penelitian.


" Kau kenapa Ran, kok mukamu agak pucat gitu ? " tanya Eva


" Semalaman aku tidak bisa tidur Va "


" Banyak pikiran kau kali ? "


Rani menganggukkan kepalanya, namun ia tidak bisa memberitahukan alasan kepada teman-temannya, ia takut kena semprot lagi.


" Kau masih kepikiran dengan mimpimu semalam ya Ran " bisik Serly, Rani mengangguk kan kepalanya.


" Ngomong-ngomong tinggal Adit ini yang di tunggu ! " ujar Evan


" Iya, kita tunggu saja dia " jawab Tania.


Sudah hampir tiga jam menunggu, Adit tidak kunjung datang, merekapun menjadi kesal. Melihat teman-temannya sudah pada ngomel, Akhirnya Dimas berniat menyusul Adit


" Kamar Adit di bagian mana memang, biar ku pergi menyusul ? "


" Entahlah kamarnya di mana, saya rasa semua kamar di rumah ini sudah full terbagi oleh kita yang ada di sini ! " jawab Adrian


Mereka pun saling menatap, heran bahwa ucapan Adrian itu benar.


" Iya benar, bahkan kita semua tidak di beritahukan kamar Adit di mana ? " timpal Evan


" Atau jangan-jangan dia satu kamar dengan mba Namasya " lanjut Evan


" Hush ! ngawur kau Van " tegur Rani


" Apa Adit orangnya bejat gitu, setau saya dia itu orangnya setia mengenai cewek, mana mungkin dia khianati Yanti ! " ujar Tania


" Tapi buktinya sekarang apa ? " ujar Adrian


" Sudah-sudah aku pergi tanyakan saja sama Mba Namasya ! " ucap Dimas


" Memangnya kamu tau kamar Namasya di mana ! " ujar Adrian


" Di mana lagi kalau bukan kamar depan kamar mandi cowok itu, kan sisa kamar dari kita tinggal itu ", Dimas kemudian pergi


" Dim aku ikut " ujar Adrian.


Dimas dan Adrian telah berada di depan kamar itu, Dimas langsung mengetuk pintu, Namun tiba-tiba mereka mendengar sapaan dari belakang


" Ada perlu apa kalian ? "


Dimas dan Adrian bersamaan menoleh kebelakang, ternyata Namasya


" Eh mba Namasya, kami mencari Adit, kami tidak tau kamarnya di mana ? jawab Dimas


" Itu sudah kamar Adit, tapi pagi tadi dia sudah pergi "


" Jadi kalian tidur berdua ya ? " tanya Adrian spontan


" Aku tidur di rumah pohon aku "


" Rumah pohon " gumam Dimas


Adrian kemudian menatap genit Namasya, ia sambil melontarkan senyum, Namasya pun menatap balas Adrian.


" Kalau begitu kami pergi dulu mba " izin Dimas, lalu menarik pergi Adrian. Sambil jalan Adrian sambil menoleh kepada Namasya, dan Namasya juga membalas tatapan Adrian itu, akan tetapi tatapannya tajam.


Setelah Dimas dan Adrian samapi pada teman-temannya, Evan langsung bertanya


" Adit dimana, kok tidak bersama kalian ?


" Dia sudah jalan dari pagi kata mba Namasya ? " jawab Dimas


" Jadi benar dia tidur satu kamar dengan Namasya semalam ? "


" Tidak, Mba Namasya tidur di rumah pohonnya "


" Rumah pohon ! " Serly heran


" Kalau begitu, aku saja yang memberi putusan untuk hari ini " ujar Rani, mereka pun menyetujuinya


" Sebelum membahas penelitian, aku mau tanya dulu, apakah kalian tahu di mana Pak Tejo "


" Ha, Pak Tejo, bukannya dia di mobil ! " ujar Eva

__ADS_1


" Bukannya kalian kemarin, pergi menyusulnya ! " ujar Tania


" Iya, tapi dia tidak ada di sana, Dimas pun sudah mencari di sekitaran itu tapi tidak ada "


" Lalu bagaimana ? " tanya Akbar


" Kalau kalian setuju hari ini kita fokus dulu mencari Pak Tejo, mungkin dia kesasar saat menuju rumah ini, soalnya dari perjalanan kemarin ia kelihatan aneh seperti orang linglung "


Semuanya pun setuju, lalu Rani membentuk kelompok menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri atas Evan, Akbar, Adrian, Tania dan Eva


Kelompok kedua Dimas, Rani dan Serly.


" Akan bagusnya kalau kita bagi Adil kelompok ini, masa kami berlima kalian bertiga " ujar Adrian


" Betul itu " Timpal Akbar.


" Jika aku bagi adil, maka akan terdapat pasang-pasangan laki dan perempuan, itu berbahaya. Tidak mungkin juga aku bagi sama-sama laki dan sama-sama perempuan, maka tidak ada yang bisa lindungi kami, kalau ada binatang buas " Jelas Rani


Akhirnya semuanya mengerti dan setuju.


<<


Kelompok Dimas pergi mencari sekitaran pohon besar yang tidak jauh dari jalanan itu, mereka mencari dengan begitu serius, terkadang dari mereka sering memangil-manggil nama Pak Tejo.


" Sebaiknya kita periksa ke pohon yang besar dan daunnya rindang sana " ajak Serly, mereka akhirnya pun pergi.


Tiba di sana, Dimas merasa tidak asing dengan pohon itu, ia merasa pernah melihatnya tapi entah dimana.


" Pohon ini seperti pohon tempat berdirinya Adit ketika dalam mimpiku " gumam Rani dalam hati.


" Aku takut dengan pohon ini " ujar Serly


" Namanya juga pohon besar Ser, kebanyakan orang takut, berpikiran negatif ketika melihatnya " ucap Dimas


<<


Kelompok Adrian mencari di sekitaran parkir mobil mereka, mereka juga mencari dengan serius.


" Entah kemana ya Pak Tejo ini ! " ujar Adrian yang mencari di sekitaran tempat itu.


Evan masuk dalam mobil, lalu menyelidiki setiap kolong tempat duduk, siapa tau Pak Tejo tidur di bawah kursi duduk. Namun ketika memeriksa dibawah kursi Evan kaget, ia melihat ada darah, Evan langsung memanggil teman-temannya


" Ada apa Van ? " tanya Eva


" Coba kalian datang lihat ini "


mereka pun naik melihatnya


" Astaga ini darah ! " ujar Adrian


" Gawat jangan-jangan Pak Tejo telah di terkam binatang buas " ujar Tania.


" Tidak mungkin, jika di terkam binatang buas pasti darah pak Tejo berhamburan di mana-mana, tapi ini bersatu berkumpul di sini " ucap Adrian


" Bisa saja ia langsung di terkam di sini " ujar Eva


" Tetap tidak masuk akal juga " ujar Akbar.


" Sebaiknya kita pulang dan bicarakan dengan teman lainnya " ajak Adrian


<<


Kelompok Dimas dan kelompok Adrian bertemu pas di halaman rumah tempat tinggal mereka. Saat itu kelompok Adrian langsung menceritakan kepada kelompok Dimas.


" Kalau begitu, aku, Adrian dan Akbar kembali menyelidiki darah itu, untuk cewek-cewek tidak usah ikut, masuk istirahat saja. Dan Evan kalau bisa kamu juga tidak usah ikut, kamu jaga cewek-cewek, takutnya hutan ini ada apa-apanya " usul Dimas.


<<


Dimas, Adrian dan Akbar memeriksa darah itu dengan serius, Dimas tidak yakin kalau itu adalah darah pak Tejo.


" Tidak mungkin binatang buas masuk dan langsung melahap Pak Tejo dengan mudah, juka memang begitu darahnya tidak akan berkumpul begini, melainkan tersembur di sekitaran juga " gumam Dimas.


Pikir berpikir, kemudian Dimas teringat, bahwa kursi itu adalah tempat duduk Adrian


" Kursi ini adalah tempat duduk Adit, apa jangan-jangan ini darah Adit, apa jangan-jangan yang di katakan kakek itu benar " gumamnya


" Kamu kenapa bengong Dit ? " tegur Adrian


" Entahlah, aku juga pusing dengan hal ini, sebaiknya kita kembali ke rumah dan kita lanjut bahas di sana " ucap Dimas.

__ADS_1


<<


Malam pun tiba, mereka pun kembali berdiskusi tentang Pak Tejo, dan juga mengenai kegiatan mereka.


" Lalu apa yang kita lakukan besok Ran, apa kita akan masih mencari kembali Pak Tejo ? " tanya Adrian


" Entahlah, aku juga tidak bisa memutuskan begitu saja tanpa Adit ! " jawab Rani


" Aku heran dengan Adit, kenapa dia tiba-tiba berubah seperti itu, sedikit-sedikit menghilang dari kita " Marah Tania.


" Benar, aku sangat kesal dengan dia ! " timpal Eva


" Sebaiknya kamu saja yang yang memutuskan Ran, jika kita menunggu Adit, bakalan lama kelarnya penelitian kita ini " ujar Evan emosi


" Benar apa yang di katakan Evan Ran, kita tidak mungkin lama-lama tinggal di hutan ini " Timpal Serly


Dalam keadaan serius berdiskusi, tiba-tiba Namasya datang menemui mereka " Apa kalian sudah makan ? ", merekapun menoleh kepadanya.


" Astagfirullah, kita hampir lupa dengan makan malam, bahkan memasak pun belum ! " ujar Rani


" Aku sudah siapkan makan malam buat kalian, mari kita makan bareng "


Mereka pun akhirnya mengakhiri diskusinya, dan nanti di lanjutkan besok pagi.


<<


Mereka pun akhirnya makan malam, mereka makan dengan begitu lahap, sementara Namasya hanya memperhatikan mereka.


" Mba Cantik kok tidak makan ? " tegur Adrian


" Aku sudah makan dari tadi "


" Adit dimana ya, kok tidak gabung makan ? " tanya Eva


" Dia sudah makan, dia lagi keluar " jawab Namasya


" Aneh, kok Adit main keluar begitu saja di dalam hutan begini ! " gumam Dimas


Sambil makan Adrian sambal melirik Namasya, ia sangat mengagumi kecantikan Namasya.


Namasya kemudian berdiri mengambil air minum untuk mereka, Adrian spontan menikmati bokong Namasya.


" Buset montok bangat " gumam Adrian


Akbar yang melihat Adrian langsung, menegurnya dengan menendang kakinya


" Kenapa sih kau Kbar ? " Adrian kesal


" Makan makan, jangan sembarang lirik " ujar Akbar


" Apaan sih ! "


" Yang sopan kamu Ndri " tegur Rani.


Setelah mereka makan, mereka pun langsung menuju kamar masing-masing, mereka sangat capek mencari Pak Tejo seharian.


<<


Di tengah malam Serly terbangun kan, ia mendengar suara wanita menangis


" Huu uuu huu uuu "


Serly mencari suara itu, ia berjalan pelan-pelan, sambil mendengar arah suara itu. Setelah tiba di raung tamu, Serly melihat Namasya, ia sedang menangis


" Mba kenapa nangis ? " tanya Serly


" Laki-laki di dunia ini jahat, aku sangat benci mereka "


" Mba sedang di sakiti laki-laki ya ? "


" Semua orang menyakitiku "


" crack pyaar ", Serly kaget hingga menoleh kearahnya, " meong, meong " ternyata kucing menjatuhkan sebuah gelas dari atas kursi.


" Astaga, kucing " gurau Serly sambil mengelus-elus dadanya.


Serly kemudian kembali menoleh kepada Namasya, namun Namasya saat itu telah tiada, Serly pun heran


" Mba Namasya kemana ya ? " gumamnya

__ADS_1


__ADS_2