
Evan dan Eva menuju arah timur. Di perjalanan Evan selalu melirik Eva. Eva pakaiannya sangat seksi.
" Van lihat tanaman bunga ini, sungguh cantik dan unik "
Evan tidak tertarik dengan bunga itu, ia hanya menatap bokong seksi Eva.
Eva sangat serius meneliti jenis bunga itu, ia mengambil gambar bunga itu, batang dan kulitnya. Ia juga mengambil beberapa anak dari bunga itu.
Eva mencabut pohon anak bunga itu sambil membungkuk. Evan menjadi semakin Nafsu meliriknya. Evan kemudian mendekati Eva
" Serius bangat kamu Va " ujar Eva
" Iyalah, ini kan tugas penting kita "
Evan menatap terus bokong Eva dengan nafsu
Memangnya kamu tidak bosan, meneliti terus dari tadi ? " tanya Evan
" Van tujuan kita kesini kan untuk ini, lagian mau bikin apa lagi di tengah hutan begini selain meneliti ?"
" Di tengah hutan begini paling seru itu kalau kita memadu kasih " Evan maju di hadapan Eva, lalu menatapnya dengan Nafsu
" Apaan sih kau van, bercanda mu tidak lucu ? " sambil menghindari tatapan Evan
" Aku tidak bercanda Va, aku serius. Kamu seksi bangat, kamu bikin aku jatuh hati ", lalu memeluknya dari belakang
Eva sontal melepas pelukan Evan, lalu mendorongnya. Kemudian ia menamparnya
" Kamu gila ya Van. Kamu pikir aku ini cewek apaan, dasar biadab kamu "
Kemudian eva pergi meninggalkan Evan dengan.
Evan kecewa dan hanya di tempatnya.
" Sial " ketus Evan selepas Eva pergi sambil menendang rerumputan.
Tidak lama kemudian ia mendengar suara wanita memanggilnya " Evan, Evan, Evan ". Suara itu sangat merdu dan seksi.
Evan mencari suara merdu perlahan-lahan, beberapa saat ia berputar-putar ia pun melihat pemilik suara itu.
" Namasya " ujar Evan
Namasya dengan gaun tipis tembus pandang, memanggil dan merayu Evan. Kemudian mengisyaratkan tangannya agar Evan mengikutinya.
Nafsu Evan semakin membara, hingga langsung mengikuti arah pergi Namsya.
" Mba Namasya tunggu aku dong " ujar Evan manja
__ADS_1
Namasya menoleh ke arahnya, lalu melemparkan senyum. Kemudian ia mengisyaratkan lagi, agar Evan terus mengikutinya. Beberapa saat kemudian tibalah mereka di sebuah sungai aneh tempat Rani tadi.
Langkah per langkah Evan mengikuti Namasya, Namun tiba- tiba ia melihat sal biru.
" Inikan sal Rani, apa Rani tadi kesini ! " gumam Evan sambil memungut sal itu.
" Tapi tidak mungkin, mereka kan rutenya ke jalur utara, masa tiba-tiba berada di wilayah timur "
Evan membalik sal ini, hingga ia melihat nama Rani
" Sal ini bernama Rani, otomatis ini milik Rani dong " Evan kemudian berputar memperhatikan sekitar mencari Rani
Sementara bingung mencari Rani, Evan mendengar lagi bisikan Namasya " Evan, Evan, Evan " sambil di remas badannya dari belakang.
Evan kemudian memandang Namasya. Evan terkejut, Namsya sehelai pun tidak ada pakaian di tubuhnya. Evan semakin memuncak, hingga
tak peduli lagi dengan sal itu. Ia langsung membuang sal itu, kemudian mencium leher Namasya.
Namasya menghentikan atraksi Evan, kemudian mengajaknya berenang
" Berenang yuk van " . Evan mengangguk kan kepalanya.
Namasya menceburkan diri kedalam air, lalu berenang mengapungkan diri. Nafsu Evan semakin tidak terjangkau, melihat Namasya yang berenang tanpa busana itu. Ia langsung melepas pakaiannya, lalu menyebur ke sungai nyusul namasya.
Evan berenang menghampiri Namasya, Namun Namasya menghindari Evan menyelam ke dalam Air. Evan mengejar Namasya ke dalam air, namun di dalam itu ia tidak melihatnya.
Evan langsung lari naik ke permukaan air, akan tetapi wanita itu menarik kakinya. Kemudian ia menenggelamkan Evan hingga ke dasar air.
Evan berusaha melawan, namun tidak mampu melakukamnya. Pada akhirnya Evan tak bisa bertahan, ia kehabisan nafas dalam air hingga meninggal.
<<
Eva berjalan dengan emosi, hingga tak sadar ia sudah terlalu jauh pergi. Eva berjalan dengan cepat, hingga tidak sadar ia tersandung
" Aoh " Eva terjatuh
Eva memijit- mijit kakinya, sambil mendesah kesakitan.
" Ini semua gara-gara Evan, laki-laki biadab itu ? " ketus Eva
Kemudian ia berdiri, lalu memperhatikan sekitarnya. " Astaga aku di mana ini, apa aku sudah terlalu jauh meninggal rumah " gurau Eva.
Kemudian ia berjalan pulang, di pertengahan jalan ia mendengar suara seorang pria
" Eva, Eva ". Suara itu terkadang ada di belakangnya terkadang ada di depannya. Eva bingung karena tidak melihat si pemilik suara itu, hingga membuatnya menjadi takut.
Suara itu semakin lama semakin keras, membuat Eva menjadi panik. Ia menutup telinga lalu berlari pergi. Ia yang berlari dari kencang tiba-tiba, bahunya di pegang dari belakang
__ADS_1
" Aokh " teriak Eva. Lalu berbalik cepat dengan mundur selangkah.
" Evan !. bikin panik saja kamu ih " Eva marah lagi ke Evan.
Eva pergi meninggalkan Evan, tidak lama kemudian ia melihat seorang wanita berpakaian serba putih menyeret seseorang dari tanah.
Eva bersembunyi di balik pohon, lalu memperhatikannya.
" Itukan mba Namasya " gumam Eva
" Itu siapa yang di seretnya ? " gumam lagi Eva sambil memperhatikan
Eva kemudian mengenal wajah yang di seret Namasya itu. " Evan "
" Bukankah barusan dia kerjain aku, tapi jelas-jelas yang di seret Namasya itu dia " Eva bingung
" Tapi entah mengapa Namasya menyeret Evan dan sebenarnya siapa Namasya itu ! " Gumam Eva, kemudian ia teringat ucapan Serly
" Aku melihat Namasya menangis. Ia bilang semua laki-laki jahat, semua jahat kepadanya. Sekilas aku menoleh kaget karena kucing, pas aku berbalik padanya dia sudah menghilang "
" Bagi aku tidak masuk akal jika binatang buas yang membunuh Pak Tejo dan Adrian " Eva teringat pula pendapat Serly.
Kemudian ia teringat dengan cerita sang kakek itu tempo hari
" Panjang ceritanya, intinya hutan itu ada penghuninya seram dan kejam "
Rasa takut Eva kini mulai muncul, bahkan panik pun mulai menghantui. Ia menutup mulutnya, lalu memeluk tubuhnya.
" Aku harus bagaimana ini, aku tidak mungkin meninggal Evan begitu saja " Gumam Eva
Dengan rasa takut terpaksa mengikuti Namasya.
<
Di jalanan yang penuh tumbuhan berduri, Namasya menarik tubuh Evan dengan santai. Hal itu membuat Eva sangat sedih dan berlinang kan air mata.
" Dari pada awal kita keras kepala, kita tidak mendengar larangan kakek itu " Gumam Eva sambil menangis.
Tidak lama kemudian Namasya tiba di belakang rumah. Eva melihat tumpukan kerangka manusia, rasa panik Eva menjadi bertambah.
Eva hendak berbalik belakang, tetapi sontak menghentikan diri
" Tidak, aku harus mengikuti Namasya. Aku harus tau apa yang akan dia lakukan kepada Evan " gumam Eva.
Eva kemudian terus mengikuti Nmasya. Tiba di tumpukan kerangka manusia itu suara banyak manusia berbising di telinganya
" Tolong, tolong " . Eva menutup telinga sambil duduk menunduk. Makin lama ia tidak tahan dengan bisikan suara itu. Eva kemudian berlari cepat, hingga mendobrak pintu belakang. Beruntung Namasya lupa mengunci pintunya.
__ADS_1