Arwah Namasya

Arwah Namasya
Bab 21. Meninggalnya Akbar


__ADS_3

" Ingat kita tidak boleh berpisah-pisah, dan apapun yang terjadi kita hadapi bersama " ujar Dimas.


Dimas, Rani, Tania dan Akbar pergi meninggalkan hutan itu, tetapi baru saja melangkah pergi. Namasya tiba-tiba muncul menghadang mereka, ia menatap mereka dengan tajam dan emosi.


" Jangan pikir kalian akan bisa pergi dari hutan ini " ujar Namasya.


Kemudian Namasya menghilang, lalu muncul dari belakang mereka, terus mencekik leher Rani. Rani merintih sakit, Dimas terkejut hingga menoleh ke arah Rani. Dimas melihat itu langsung menolong Rani, ia melontarkan pukulan kepada Namasya, Namasya menangkap tangan Dimas. Setelah itu Dimas tinggal diam, Dimas melamun seperti orang linglung, sementara Rani berusaha melepaskan Cekikkan Namasya itu.


Kemudian Akbar membantu Rani dan Dimas, ia pergi meninju-ninju tubuh Namasya, Namun Namasya tidak merasakan apa-apa . Kemudian Namasya menendang Akbar, Akbar terlempar jauh dan menabrak pohon, " ahh " Akbar merintih kesakitan.


Tania juga pergi menyerang Namasya, ia juga memukul tubuh Namasya, Namasya menendang Tania hingga terlempar.


Melihat Namasya begitu kuat dan kejam, Akbar tidak berani lagi menyerang, ia memilih untuk kabur


" Sepertinya ini kesempatan aku untuk pergi, mumpung Namasya sedang mengatasi Dimas dan Rani " gumamnya, kemudian ia pergi diam-diam.


Tania bingung melihat Dimas, Dimas hanya diam melongo saja, " Ada apa dengan Dimas " gumamnya. Kemudian ia mengambil tindakan, ia mengambil cerminan nya, lalu pergi mendekat dengan Namasya. Setelah dekat Tania berteriak memanggilnya " Namasya ", Namasya menoleh kearah Tania. Tania menyodorkan cermin tepat wajah Namasya, Namasya pun menghilang.


Rani batuk-batuk setelah terlepas dari cekikkan Namasya, sementara Dimas langsung beristigfar " Astagfirullah, Astagfirullah, Astagfirullah ". Tania kemudian membantu Rani, " kamu tidak apa-apa kan Ran ? ", Rank menganggukkan kepalanya.


" Dim ada apa dengan kau, kok kau hanya diam pasrah begitu saja ? " tanya Tania


" Aku juga tidak tahu, setiap kali aku berada dekat dengan Namasya, tubuh ku lemah dan kaku untuk bertindak "


Rani dan Tania bertatapan, " aneh juga Dim ! " ujar Tania, Dimas menganggukkan kepalanya.


Semasih mereka bercerita, sebuah tangan muncul dari bawah tanah, kemudian tangan itu menarik kaki Tania. Tania berteriak kaget " akhh ", tangan itu langsung menyeretnya pergi. " Tan " ujar Dimas dan Rani, mereka kaget melihat Tania tersorong pergi.


" Dim, Ran, tolong " Tania berteriak meminta tolong, sementara Dimas dan Rani mengejar kemana arah Tania di seret. Tania berusaha menyelamatkan diri, ia meraih sebuah pohon untuk menahan tarikan tangan itu, namun pohon tersebut malah tercabut.


Tidak lama kemudian tibalah di pohon bunuh diri Namasya, hingga seretan Tania itu berhenti. Setelah itu, Namasya keluar dari dalam tanah hingga melayang, ia sambil mengangkat tubuh Tania dari kakinya.


Melihat hal itu, Dimas sontak mengambil Al-Qur'an Nya, " Bismillahirrahmanirrahim. " Namasya " Dimas memanggil Namasya, sambil melemparkan Al-Qur'an itu kepadanya, hingga terkena mukanya. " Akhh " Namasya menjerit kepanasan terus menghilang, Tania pun terjatuh kepalanya tersungkur ketanah.

__ADS_1


" Tan " ujar Rani, lalu berlari menghampiri Tania, sedangkan Tania cepat bangun sambil merintih kesakitan dan memegang-megang kepalanya. Tan apa kamu masih baik-baik saja ? ", Tania menganggukkan kepalanya. Sementara Dimas berlari mengambil Al-Qur'an nya, lalu membersihkan nya sambil beristighfar " Astagfirullah, Astagfirullah, Astagfirullah ", setelah itu ia menghampiri Tania dan Rani.


" Sekarang sudah gelap Dim, hanya Al-Qur'an satu-satunya kekuatan kita " ujar Rani


" Iya, sebaiknya kita secepatnya pergi dari sini "


" Tunggu, Akbar dimana ? " tanya Tania


Dimas dan Rani menoleh kanan kiri, Akbar tidak ada. Kemudian mereka mencari sekitar itu, akan tetapi tidak menemukannya. " Akbar, Akbar, Akbar " panggil Dimas, " Sepertinya Akbar sudah pergi dari sini " gumamnya


" Mari kita pergi, sepertinya Akbar sudah pergi duluan " ajak Dimas


°•°


Akbar berlari dengan begitu cepat, namun ia harus berhenti, karena hari sudah gelap. Ia tidak melihat lagi arah jalan, ia pun menyalakan senternya. Ketika selesai menyalakan senternya ia mendengara suara wanita memanggilnya " Akbar, Akbar " suara itu pelan dan merdu. Akbar menoleh kanar kiri memperhatikan letak suara itu, tetapi ia tidak melihat siapa-sipa.


Kemudian Akbar teringat pesan dan nasehat Dimas " Tidak, tidak ini pasti tipu daya Namasya ! " gurau Akbar, lalu menoleh kearah jalannya. Namun setelah menoleh ia tersadarkan " A apa, tipu daya Namsya, berarti ia mengejar aku " gumamnya, baru saja ia berkata begitu suara tawa terdengarkan di telinganya " Khi hihi khi hihi ". Akbar menoleh kebelakang, ia melihat Namasya melayang sambil menuju kepadanya, " Na Namasya " ujar Akbar terbata-bata.


Dengan tubuh gemetar, Akbar menatap Namasya menuju padanya, Tatapannya tajam dan penuh emosi. Setelah itu muka Namasya berubah seram, akbar sangat kaget dan menjadi panik, ia pun langsung berlari terbirit-birit tanpa memperhatikan arah jalan. Lari berlari Akbar pada akhirnya ia menemukan jalan buntu, ia hampir terjung ke jurang " Astagfirullah, Astagfirullah " ucap Akbar kaget


Sesudah itu, Akbar mencari jalan arah pulang, ia menelusuri jalan yang ada di depannya tadi, jalan berjalan Akbar tiba-tiba berada di sebuah tempat yang ia kenalinya.


" Bukankah ini wilayah penelitian ku kemarin, bisa-bisanya aku tiba-tiba berada disini " gumamnya, kemudian ia berputar-putar sekeliling itu.


" Jika aku mengikuti arah jalan ke depan, aku akan kembali lagi ke rumah itu. Tidak, aku tidak mau lagi melihat Rumah setan itu ! " guraunya.


Kemudian Akbar mengambil jalan samping, ia berjalan dengan begitu cepat, kerap kali menoleh kanan kiri juga belakang untuk mengawasi situasinya. Tidak lama kemudian, namanya di panggil satu kali dari arah samping begitu keras " Akbaaar ", Akbar kaget hingga menoleh satu kali. Setelah itu, ia di panggil keras dari belakang " Akbaaar " Akbar menoleh cepat kebelakang, terus ia di panggil dari arah depan berada la " Akbaaar " Akbar menoleh kedepannya.


Ketika menoleh itu, Namasya telah berdiri di hadapannya " Akhh " Akbar kaget dan mundur satu kali, hingga refleks Al-Qur'an nya terlempar agak jauh. Setelah itu Akbar berlari mengambil Al-Qur'an nya, Namasya berlari kilat meraih leher Akbar, Namasya membawa Akbar jauh dari Al-Qur'an nya.


Namasya mencekik leher Akbar dengan mengangkat keatas, sementara Akbar berusaha melepaskan diri, ia memukul-mukul tangan dan tubuh Namasya. Semakin lama Akbar semakin lemas, ia tidak bisa melepaskan cekikkan Namasya, Namaya tidak mersakan sakit sedikitpun pukulan Akbar itu. Namasya kemudian menggit leher Akbar, terus mengisap darahnya. Namun Namasya memakan hati Akbar, setelah menghisap darahnya ia langsung membawanya pergi.


°•°

__ADS_1


" Dim, mengapa kita harus datang di sini, bukankah mobil ini sudah tidak bisa nyala ! " ujar Rani


" Aku tau Ran, tapi mungkin bensin mobil ini akan berguna untuk kita "


Dimas mengambil bensin mobil tersebut, ia mengisi di tiga botol aqua, Setelah itu ia membuat 3 buah obor. Setelah jadi ia membagiakan kepada Rani dan Tania, " Ini buat kau Ran " Dimas memberikan obor dan satu Aqua kepda Rani, " dan ini kau Tan " kemudian ia memberikan juga kepada Tania.


" Namasya begitu kuat dan kejam, saya berpikir mungkin kita harus membakarnya " ujar Dimas


" Caranya bagaimana ? " tanya Rani


" Itu yang belum aku pikirkan, yang jelas kita punya alat dulu ini, soal caranya tiba masa tiba akal "


Rani dan Taniapn mengangukkan kepalanya, kemudian mereka bergegas pergi. Namun belum sempat mereka melangkah pergi hantu Adit, Pak Tejo, Adrian, Evan dan Eva menghalangi mereka, mereka berjalan dengan menjulurkan dua tangan ke depan seperti Vampir.


Dimas, Rani dan Tania kaget, kemudian mereka berdempetan, lalu melangkah mundur dengan penuh hati-hati. Hantu teman-temannya menuju kearah mereka, hingga mereka berjalan mundur sambil melihat belakang, beberapa saat kemudian hantu teman-temannya itu menghilang.


" Mereka menghilang ! " ujar Rani heran


Tania menoleh kesamping nya, ia melihat jasad Akbar bersandar di bawah pohon bunuh diri Namasya " Akbar " kaget Tania. Dimas dan Rani menoleh cepat, " Akbar " Rani kaget melihatnya, wajah Akbar pucat sekali.


" Ternyata hantu teman-teman tadi mengiring kita untuk kembali disini "


Kemudian dari dalam perut Akbar keluar cakar tajam, lalu mengkoyak-koyak perut Akbar, mereka bertiga kaget dan takut melihatnya. " Akbar " Tania dan Rani bersamaan meronta, air mata mereka keluar melihat hal itu. Lalu kemudian tubuh Akbar terbanting kesamping, terihata Namasya berdiri sambilmemegang hati Akbar, Ia juga menatap tajam mereka.


Setelah ia memakan hati Akbar di depan mereka dengan lahap dan menyeramkan, Tania semakin takut dan menjadi panik melihat hal itu, ia langsung berlari pergi, tetapi Rani menahannya


" Tan mau kemana kamu ? "


" Ran aku takut, aku tidak mau berada disini, aku tidak mau di terkam oleh Namasya " sambil menangis.


" Tan kamu harus kuat, kita tidak boleh berpisah, Aku dan Dimas juga tidak mau di lahap oleh Namasya tetapi tidak boleh gegabah mengambil langkah "


" Namasya sengaja menakut-nakuti kita seperti itu agar kita saling berpencar, dengan begitu ia mudah membunuh kita masing-masing. Namasya sudah tahu kalau kita masing- masing memegang Al-Qur'an dan cermin " ujar Dimas

__ADS_1


Tania pun langsung terpikirkan, kemudian ia mengganggukkan kepala


" Tidak ada jalan lain selain kita melawan, dan bisa mengalahkan, tetapi kita harus kerja sama " ujar lagi Dimas.


__ADS_2