
Ranti, Ira dan Santi mencari Namasya, Ranti saat itu membawa sebuah obor, hingga Beberapa saat kemudian mereka melihat Namasya. Ranti langsung menyuruh Ira dan Santi untuk masing-masing memegangi tangan Namasya, Namasya kaget, tiba-tiba tangannya di pegangin
" Ada apa ini Ra, San ? "
" Diam kau penghianat " ujar Ira
" Apa maksud kau Ra? "
" Bagaimana kalau wajah cantik ini kita bakar sampai hangus, apakah masih ada laki-laki yang mengejarnya " ujar Ranti
" Apa maksud kau Rant, tolong jangan lakukan itu ! "
Ranti tidak menghiraukan permohonan Namasya, Ia menyiram muka Namasya dengan minyak tanah, lalu membakar obornya.
" Kumohon Rant jangan lakukan itu, kasihanilah aku "
Ranti menyodorkan obornya ke muka Namasya, di bagian wajah kanan setelah itu bagian kiri. Namasya berusaha melepaskan diri mamun tidak bisa, hingga akhirnya wajahnya terbakar
" Tolong, tolong, tolong " Namasya berteriak meminta pertolongan, Sementara Ranti, Ira dan santi tertawa kegirangan saat melihat Namasya merintih kesakitan.
Kakek Fial yang baru pulang dari sawah mendengar suara teriak minta tolong, ia cepat berlari mencari arah suara itu. Menyadari ada yang datang Ranti, Ira dan Santi berlari pergi.
Kakek fial melihat Namasya panik memadamkan api di mukanya, ia pun cepat membantunya, Kakek Fial memukul api dengan baju yang di pegang nya. Setelah wajahnya padam, Namasya langsung pingsan, kakek Fial pun membawa Namasya kerumahnya.
Setelah beberapa saat kemudian Namasya siuman " Kok aku berada di sini ? ", kakek pun memberitahu penyebabnya, sehingga ia ingat apa yang terjadi dengannya tadi. Kemudian ia langsung berlari ke lemari kakek fial, lalu ia bercermin. " Tidaak " Namasya berteriak ketika melihat wajahnya, ia tidak menyangka wajahnya menjadi buruk. Namasya menghindari cermin itu, lalau menangis tersedu-sedu sambil berucap " Wajahku, wajahku wajahku " .
" Saya heran, kenapa bisa wajahmu tiba-tiba terbakar ! " ujar kakek Fial, kemudian Namasya menceritakan awal kejadiannya
" Tega ya mereka seperti itu ! " ujar Kakek Fial
•°•
Namasya pulang ke rumah dengan menutup wajahnya, dari jauh ia melihat banyak orang yang berkunjung kerumahnya, ia pun melangkah dengan cepat . Setibanya ia melihat neneknya sedang di kafanin, Namasya histeris menangis hingga tak peduli dengan wajahnya hangus terbakar. Orang-orang pun kaget, ketika melihat wajah Namasya itu.
" Itu Namasya ya, kok tiba- tiba mukanya hangus seperti itu ? " ujar Ibu 1
" Mungkin Allah sudah mengazab nya, Diakan suka rebut tunangan orang " ujar ibu 2
" Walah, ibu ini ngomongnya suka Asal ! " ujar ibu 1
" Itu benar loh Bu, si Irwan tunangannya Ranti ia pergi embat ! " ujar ibu 3
" betul itu Bu ! " ujar ibu 2
" Tahu tidak, karena apa Irwan hingga mau dengan dia ? " ujar ibu 3
" Karena apa Bu ? " tanya ibu 2
" Karena Namasya selalu menyerahkan tubuhnya ke Irwan " jawab ibu 3
" Ih amit - amit deh, jadi cewek ko murahan begitu ? ujar Ibu 2
" Tapi bu, itu katanya cuman fitnah dia saja, biar Irwan menikahinya " ujar ibu 4
" Pulang saja yuk, aku tidak suka liat cewek busuk seperti itu " ujar ibu 1
Namasya mendengar cibiran itu, hatinya semakin sedih, air matanya semakin mengalir.
__ADS_1
" Ya Allah ya Rab, ampunilah dosa hamba mu ini, kuatkan lah aku " gumam Namasya.
<<
Setelah Kematian neneknya jiwa Namasya semakin terpukul, di tambah lagi setiap melihat wajahnya di cermin ia makin stres. " Wajahku, Wajahku, wajahku " itulah yang selalu ia ucapakan, di iringi dengan tangisan.
Dua hari setelah kematian sang nenek Namasya pergi mandi ke sungai, Ia sengaja mandi di hulu, untuk menghindari orang-orang. Ia malu dengan gosip yang beredar padanya, juga malu dengan wajahnya yang sudah jelek. Tetapi saat itu Namasya tiba-tiba di ikuti oleh Ian dan Egit dari belakang, Namasya berjalan cepat ketika melihat mereka itu, namun mereka mengejarnya.
" Tidak usah takut neng, di sini kami berniat baik kok sama kamu " ujar Ian
" Ia kami akan memberimu kebahagian kok " ujar Egit
" Kami akan memberi ulang kenikmatan, seperti apa yang telah yang di berikan Irwan kepadamu " ujar Ian
" Jangan kurang ajar kalian ! " ucap Namasya
" Aduh munafik bangat kamu " ucap Ian sambil memegang buah tomat Namasya
Namasya langsung mendorong Ian hingga terjatuh, kemudian Egit menarik sarung Namasya, terus membaringkannya. Namasya kemudian di tindih oleh Egit, Namasya berusaha melepaskan diri, ia mengambil batu lalu memukulkan kepala Egit. Egit merasa sakit dan langsung memegang kepalanya, Namasya cepat mendorong tubuh Egit.
Namasya berdiri melarikan diri, namun Ian cepat mendorongnya ke dalam air, setelah itu Ian menyusulnya Namasya ke air. Ian membekuk kedua tangan Namasya, lalu mencelupkan kepala Namasya dalam air berulang kali, Egit pun turun membantu Ian.
Tidak lama kemudian Namasya pingsan, lalu mereka mengangkatnya, terus menggeletak kan tubuhnya ketanah. Sesudah itu Ian memperkosa Namasya, sementara Egit berjaga-jaga, setelah selesai ian menyuruh Egit melanjutkan.
" Aku sudah ******* nih Git, kau lagi "
Semasih Ian berbicara kepada Egit Namasya telah sadar, Namasya sontak menusuk mata Ian terus mendorong tubuhnya. Kemudian Namasya cepat mengambil batu, lalu melempar Egit, hingga terkena hidungnya. Kemudian Namasya menarik sarungnya, lalu berlari pergi, ia berlari sambil meminta tolong " Tolong, tolong "
Namasya dengan gaya sempoyongan berlari sekuat mungkin, hingga akhirnya tiba di kerumunan beberapa orang, Ia pun meminta pertolongan
" Tolong, tolong aku "
" Aku di lecehkan oleh Ian dan Egit "
Alih-alih mereka mau menolong Namasya mereka hanya ngeledek Namasya " A hahaha, Sudah gila kau Nam, mana ada cowok mau lecehkan muka menjijikan seperti itu " ujar orang 2, mereka pun menertawai Namasya.
Tidak lama kemudian Ian dan Egit datang menyusul, hingga orang-orang itu melapor pada Ian dan Egit
" Ian, Git, Ini loh Namasya lagi fitnah kalian, katanya kalian melecehkan nya ! "
Egit dan Adrian pura - pura marah,
Ian pergi menampar kepala Namasya, " kamu pikir aku Irwan, mau di fitnah sama kau " ujar Ian. Namasya hanya tunduk sambil berlinang air matanya, " Kita seret dia Ian, kita ikat dia ke hutan sana, biar tau rasa " ujar Egit
" Seret, seret, seret " ucap orang-orang tadi kompak
Akhirnya Ian dan Egit membawa paksa Namasya ke hutan, Namasya menatap orang-orang tadi dengan sedih, ia mengharap mereka mengasihaninya dan memberi pertolongan, akan tetapi mereka hanya menertawainya. Tiba di hutan Egit dan Ian menyiksa Namasya hingga pingsan, Setelah itu Egit memperkosa Namasya, lalu sesudah itu mereka meninggalkannya.
Beberapa saat kemudian Namasya siuman, ia memerhatikan dirinya begitu kotor, pakaian bagian paha dan dadanya robek. Namasya menangis tersedu-sedu, ia sadar bahwa ia baru di perkosa lagi.
Namasya kembali kerumahnya, ia Melangkah dengan sempoyongan. Namasya berjalan melewati ibu-ibu, disitu ia kembali menerima hinaan
" Aduh memang ya kalau pecun, paha dan dada sengaja di buka-buka, biasa mancing mangsa " ujar Ibu 1
" He Namasya, kalau muka sudah buruk sifat harus di perbaiki, jangan muka jelek sifat juga jelek " ujar ibu 2
Kemudian salah satu ibu datang mendorong Namasya " Cepat kamu pergi dari sini sebelum saya injak- injak kau, saya jijik melihat kau " ujar ibu itu, Namasya terjatuhkan
__ADS_1
" Usir dia cepat dari sini " ujar ibu 4
Ibu 3 menarik tubuh Namasya lalu mendorongnya, Namasya terlempar ke ibu yang satu, Ibu yang satupun mendorongnya hingga terlempar ke ibu yang lain. Secara bergonta ganti mereka mendorong Namasya sambil mengumpatnya pecun, hingga Namasya jatuh tergeletak di tanah dengan tubuh yang lemas. Kemudian Namasya berusaha berdiri, lalu ia pergi dari mereka itu, ia berjalan sambil menangis.
•°•
Belum kering air Namasya, ketika ia hampir tiba di rumahnya, Namasya mendengar suara dari jauh
" Namasya keluar kamu, kamu apakan hidung anak saya, Kau mau bunuh anak saya ya ! "
Namasya bersembunyi di balik pohon lalu mengintip, ternyata kedua orang tua Egit, mereka tidak terima hidung anaknya cedera lantaran di lempar batu oleh Namasya. Kedua orang tua Egit semakin gelap mata, ayahnya masuk kedalam rumah Namasya, lalu rumah itu di bakar.
Namasya kembali melinangkan air matanya, melihat rumahnya di lahap si jago merah " Ya Allah ya Rab entah kemana lagi aku harus pergi, semua warga telah membenciku, mereka telah termakan fitnah yang di sebarkan Irwan, Ranti dan keluarganya " gumamnya
Namasya meninggalkan rumahnya yang telah hancur itu, sambil menangis ia berjalan menuju pohon yang biasa ia datangi. Tiba di sana ia duduk bersedih meratapi nasib yang ia alami. Terkadang ia selalu bengong melamun, terkadang ia menangis tersedu- sedu sambil memeluk tubuhnya.
Namasya bingung ia harus kemana dan bagaimana, hatinya di rundung pilu, hingga pada akhirnya tanpa sengaja melihat sebuah gulungan tali. Melihat tali itu, pikiran Namasya sudah buntu, ia melihat tali itu dengan mata melotot dan wajahnya geram.
Namasya kemudian mengambil tali itu, kemudian menatap pohon besar itu sambil menangis. Setelah itu memanjat pohon itu, lalu tiba di atas pohon ia diam sejenak, sorot mata nya penuh kesedihan tapi bertatap tajam dan muka geram.
Tidak lama kemudian ia mengikat tali di dahan besar pohon tersebut, setelah itu ia juga mengikat lehernya. Di iringi dengan linang air mata, Namasya terjun dari pohon tersebut, hingga tergantung.
<<
Besoknya warga berbondong- bondong melihat tubuh Namasya yang tergantung itu, matanya melotot dan lidahnya menjulur keluar. Irwan yang melihat itu merasa sangat takut, " Sorot matanya penuh dendam " gumamnya
Irwan kemudian kembali ke rumah lalu melapor kepada pak Tedi dan Pak kades
" Mayat Namasya itu sangat seram, sorot matanya penuh dendam, Aku takut ia bangkit balas dendam " ujar Irwan
" Sebaiknya kita lempar mayat Namasya itu ke desa lain " ujar Ranti
" Akan tetapi kita akan ketahuan jika seperti itu " ujar pak kades
" Lebih baik kita bakar saja mayatnya, kemudian abunya kita lempar ke desa lain " usul Ranti
<<
Pak kades dan Pak Tedi, menyewa orang untuk membakar mayat Namasya, lalu mereka mengumpul warga dengan alih-alih kabar penting untuk menghindari kecurigaan warga. Akan tetapi ketika orang sewaan mereka itu ke sana, mereka tidak melihat lagi jasad Namasya. Mereka pun kembali cepat memberitahu kepala desa dan pak Tedi, Kepala desa dan pak Tedi kaget mendengar kabar itu.
" Rakyat-rakyat ku ada berita mengherankan bahwa Mayat Namasya hilang, maka kita semua harus bergegas mencarinya, dan apapun yang terjadi harus di temukan" umum Pak Kades, Wargapun kemudian berbondong-bondong mencari mayat Namasya.
•°•
Mayat Namasya di ambil oleh Bibi Arkani, Bibi Arkani adalah bibi Namasya yang kerja di rumah pak kades. Selama ini ia selalu menahan sakit hati terhadap kelakuan dan fitnah mereka terhadap Namasya, Namun ia sudah tidak tahan ketika mendengar jasad Namasya akan di bakar lalu di buang abunya.
Bibi Arkani membawa jasad Namasya di rumahnya, Kebetulan rumahnya itu tidak jauh dari pohon bunuh diri Namasya. Kemudian Bibi Arkani membisik telinga Namasya dengan sebuah mantra, lalu di tambah dengan sebuah pesan
" Bangun dan bangkitlah untuk balas dendam, janganlah berpulang dengan tenang jika kamu belum bisa balas dendam ". Setelah itu bibi Arkani menindih jasad Namasya dengan tumpukan padi.
Kemudian setelah itu, besoknya warga di hebohkan meninggalnya Pak kades bersama istrinya begitu sadis dan penuh misteri, pucat dan hati mereka hilang. Kemudian hari berikutnya menyusul Egit, Ira lalu warga-warga lainnya.
Lama kelamaan warga mengetahui sebab kematian yang misteri itu, ternyata di bunuh oleh hantu Namasya. Mulai dari situlah warga mulai keluar dari kampung itu, namun hanya sebagian saja yang selamat ketika keluar, karena Arwah Namasya menghadang mereka dengan sadis.
Sampai saat ini Arwah Namasya masih dendam, ia selalu berusaha menarik orang-orang untuk masuk kedalamnya. Mungkin arwahnya masih penasaran dengan keberadaan Irwan, Ranti, Ian dan keluarga pak Tedi. Sebab dulu setelah mereka mengetahui Arwah Namasya tidak di temukan, mereka pergi meninggalkan desa itu, ditambah lagi jasadnya belum terkuburkan.
Mendengar cerita itu serly merasa sedih, bahkan sempat meneteskan air mata.
__ADS_1
" Aku tidak habis sangka begitu menderitanya Namasya dahulu, tetapi bagaimanapun dendamnya salah, tidak tepat sasaran " gumam Serly.