Arwah Namasya

Arwah Namasya
Bab 6 ( Pencarian Adrian )


__ADS_3

" Tetapi nak laki- laki pemarah itu bukan manusia lagi ", Dimas sontak teringat pesan kakek itu


" Dim ngelamun aja kau, mari temani aku " ajak Evan


" Mau kemana kalian ? " tanya Rani


" Kita harus temui Adit, pertanyakan rumah pohon Namasya letaknya di mana ? "


" Aduh Van tidak usah kali, biarkan saja Adrian bersenang-senang dengan Namasya " ujar Akbar


" Bukan soal itu, tetap biar kita tahu kepastiannya, apa benar Adrian lagi bersama Namasya atau tidak ! "


" iya benar juga, kita kan sekarang cuman berasumsi saja kalau Adrian lagi bersama mba Namasya, bagaimana kalau tidak " ujar Rani


" Iya ya, takutnya dia di makan binatang buas " ucap Eva


" Mana ada binatang mau bersuara seperti cewek, menangis pula, apa kalian tidak curiga dengan hal itu " ujar serly


" Walah Ser kambuh lagi deh penyakit mitos mu, palingan Itu Mba Namasya lagi menangis seperti yang kau ceritakan kemarin " ujar Tania


" Tapi tunggu "


Namun Rani langsung menghentikan apa yang akan di ucapnya, ia melihat Evan pergi dengan wajah marah, yang lain pun menjadi diam. Setelah menunggu beberapa saat, Evan kembali dengan wajahnya judes.


" bagaimana Van ? " tanya Rani


" Entahlah, Adit sudah tidak ada di kamarnya ! "


" Loh pergi kemana dia, kita kan dari tadi disini, mana mungkin kita tidak melihatnya lewat ! " ujar Serly


" Iya juga sih, lewat mana dia kalau bukan di sini ! " ujar Eva


" Siapa tau ada pintu keluar dari belakang, jadi mungkin ia lewat di sana " ujar Tania


" Kalau begitu aku coba pergi cek, ada benarnya kata Tani, dan Adit mungkin saja ada di sana " ujar Dimas


" Aku ikut Dim " minta Evan, lalu keduanya pergi, mereka langsung menuju ruang belakang.


Tiba di ruang belakang, keadaannya sangat berantakan, jaring laba-laba menghiasi ruangan itu


" Dim itu pintu kamar belakang " Evan melihat pintu keluar, sehingga mereka pergi mendekatinya. Ketika Dimas membuka pintu itu, tiba-tiba Namasya ada di belakang mereka.


" Kalian ngapain kesini ? "


Adit dan Evan terkejut, hingga cepat berbalik kearah suara itu


" Eh Mba Namasya " ujar Evan


" Maaf mba Kami kesini mencari Adit, mungkin dia ada di belakang " ucap Dimas


" Adit tidak ada di belakang, dia sudah pergi "


" Pergi kemana Mba ? " tanya Evan


Namasya hanya diam, lalu membelakangi mereka " Aku tidak tau dia kemana ", jawab Namasya.


" Eh, apa Adrian bersama Mba tadi malam ? " tanya Evan


Namasya menggelengkan kepala, " Tidak bersama mba ? " kaget Evan, Namasya pun menganggukkan kepala.

__ADS_1


Melihat gaya Namasya merespon mereka, Dimas meras Namasya tidak senang dengan sikap mereka, Dimas langsung menarik Evan pergi.


" Mba kami pergi dulu ya, permisi " ujar Dimas, Setelah jauh dari Namasya Evan melepaskan tangannya dari Dimas


" Apaan sih Dim, main tarik-tarik begituan ? "


" Mba Namasya sepertinya tidak suka dengan kita barusan, kita terlalu lancang terhadapnya "


" Tapi tidak usah tarik - tarik begitu juga kali, lagian kenapa harus narik pergi kayak ketakutan gitu "


" Maaf Van maaf "


<<


" Gimana ? " tanya Rani setelah melihat Dimas dan Evan datang


" Adit tidak ada di sana, Adrian juga tidak bersama Namasya semalam " jawab Dimas


" Apa, Memang tahu dimana kalau Adrian tidak bersama Namasya ? " tanya Akbar


" Kami ketemu mba Namasya di belakang, Kami sudah menanyainya "


" Aaneh " Gurau Akbar


" Adrian hilang seperti Pak Tejo, sangat tidak mungkin jika mereka di makan binatang buas " Gumam Rani


" Lalu bagaimana ini Ran ? " tanya Dimas


" Sebaiknya hari ini kita cari Adrian dan Pak Tejo bersama tanpa ada yang berpisah, sekaligus kita pantau keamanan wilayah hutan ini untuk proses penelitian besok "


" Alangkah bagusnya jika kita bagi dua kelompok seperti kemarin, biar lebih cepat kita menemukan Adrian atau pantau hutan ini " usul Akbar


" Aku takut jika kita berpisah, sebab jika Pak Tejo dan Adrian di makan binatang buas, berarti binatang itu sangat hebat dan kejam, sebab ia membunuh tidak ketahuan dan tanpa jejak "


" Bagi aku tidak masuk akal deh jika binatang buas lah yang membunuh Pak Tejo dan Adrian " ujar Serly


" Jadi menurutmu hantu Ser ? " tutur Eva


Serly menganggukkan kepala


" Ser aku sudah muak dengan pikiran mitos mu, lebih bagusnya kamu pulang saja " ujar Tania


" Sudah-sudah jangan berdebat lagi, sebaiknya kita segera pergi cari Adrian dan Pak Tejo " ujar Rani


<<<


Di pertengahan jalan Dimas pura-pura sakit perut, hingga ia balik kembali ke rumah. Dimas balik karena masih penasaran ada apa di belakang rumah tinggal mereka itu, sebab seperti ada yang di sembunyikan oleh Namasya.


Tiba di sana ia langsung menuju rumah belakang, ia melangkah dengan pelan dan penuh hati-hati.


Langkah demi langkah tiba-tiba suara kucing bertengkar mengagetkannya " ngeong ngeong "


" Astagfirullah " gurau Dimas sambil menyapu-nyapu dadanya, kemudian ia lanjut melangkah.


Beberapa saat kemudian Dimas melihat tumpukan kerangka manusia, ia pun sangat kaget, kemudian pelan-pelan ia mendekati tumpukan kerangka itu. Dimas memegang salah satu kerangka itu, namun tiba-tiba terdengar teriakan meminta tolong


" Tolong, tolong, tolong.... ", Dimas kaget hingga berbalik belakangnya.


Suara meminta pertolongan itu terlibat banyak orang, suaranya terasa sangat bising dan menakutkan. Dimas berputar mencari suara itu namun tidak pernah tampak wujudnya, sehingga makin lama Dimas makin tidak tahan, dirinya sudah di penuhi rasa takut. Setelah itu Dimas berlari pergi, hingga berhenti di depan halaman rumah, mukanya pucat dan tubuhnya

__ADS_1


penuh keringat.


" Haruskah aku memberi tahu teman-teman " gumamnya, namun beberapa saat kemudian Dimas berpikir lagi, jika akan memberitahu teman-temannya mereka akan panik dan entah apa yang terjadi. Sebab Si kakek itu berpesan padanya agar jangan panik dan gunakan Akal sehat, ia pun mengurungkan niatnya.


Dimas lagi banyak pikiran tiba-tiba mendengar suara dari belalang


" Kamu kenapa Dim ? "


Dimas langsung menoleh kearah suara itu, ternyata Namasya " Mba Namasya "


Setelah menyebut nama itu seketika Dimas mengingat ucapan terakhir kakek itu


" Hati-hati kalian dia adalah Namasya "


Jiwa Dimas pun berubah menjadi tidak tenang, rasa panik kembali bergejolak di dirinya, Kepanikannya itu membuat ia tidak bisa berbicara di hadapan Namasya " Kenapa diam saja Dimas ? " Dimas berusaha tegar dari kekacauan pikiran dan paniknya, lalu menjawab


" A aku tidak apa-apa kok mba "


" Oh, teman-teman kamu sudah datang tuh"


Dimas menoleh kearah belakangnya, dari jauh ia melihat teman-teman nya sudah pada kembali. Ketika melihat teman-temannya itu, senyumnya bangkit, ia melihat Adrian dan pak Tejo bersama mereka, juga bersama Adit.


Kemudian ia menoleh kembali kepada Namasya, namun Dimas langsung kaget, Namasya sudah tidak ada di tempat tadi


" Kemana ya dia ? " gumam Dimas, kemudian ia tengok kanan, tengok kiri mencarinya.


" Adapun manusia jika pergi tanpa permisi, pasti akan terasa, jika tidak kedengaran pasti ada jejak kaki, apalagi tanah yang lembab seperti ini " gumam Dimas dalam hati


Dimas pelan-pelan kearah berdiri mba Namasya tadi, lalu memperhatikannya, Dimas tidak melihat jejak kaki sedikit pun. Kemudian ia memperhatikan jejak langkahnya, ia melihat ada tanda sepatu.


" Tidak perlu di pikirkan lagi, dia sudah benar-benar Namasya yang di maksud kakek itu " gumam Dimas dalam hati


" Woi " suara teguran sambil memukul pundak Dimas, Dimas kaget, langsung berputar belakang.


" Bikan kaget saja kau Kbar "


" Bikin apa kau disini, bengong begitu ? "


" Yang lain mana ? " Dimas mengalihkan pembicaraan


" Tuh "


Mereka pun sampai, Rani saat itu sambil memapah Serly yang tubuhnya lemas.


" Loh ada apa dengan Serly ? "


" Tadi tiba-tiba ia berteriak histeris kemudian ia pingsan " jawab Rani


" Ya sudah kita bawa langsung di kamar dulu "


Sambil mereka berjalan, Dimas sambil memperhatikan semuanya, disitu ia tidak melihat lagi Adrian, Pak Tejo dan Adit.


" Adrian, Pak Tejo dan Adit kemana lagi ? " tanya Dimas


" Adrian, Pak Tejo ! " heran Akbar sambil menatap Dimas


" Gila kau Dim, Kami tidak menemukan Adrian dan Pak Tejo tadi " ujar Evan


" Kami juga tidak bersama Adit tadi " timpal Tania.

__ADS_1


Dimas terkejut, hingga berhenti berjalan.


" Bukankah tadi jelas-jelas aku melihat Adrian, Pak Tejo dan Adit bersama mereka " gumam Dimas dalam hati


__ADS_2