
" Mungkin aku coba saja jelajahi rute yang di berikan kepada ku, meskipun tidak terlalu jauh. Dari pada bosan di sini, menunggu hingga jam 1 " ujar Dimas sambil memperhatikan jam tangannya.
" Siapa tau aku bisa menemukan jejak Pak Tejo dan Adrian "
Dimas pun berjalan sambil memeriksa dengan teliti setiap yang ia lewati, hingga akhirnya ia ketemu lagi dengan pohon yang ia rasa tidak asing
" Pohon ini lagi. Tapi entah kenapa pohon ini terasa tidak asik asing bagi ku " gumam Dimas.
Dimas mendekati pohon itu. Ia menatap serius pohon itu, kemudian berputar-putar di sekeliling pohon itu sambil memperhatikannya. Tidak lama kemudian ia menemukan sebuah sal
" inikan sal Adrian. Berarti ia pernah kesini ! Gumam Dimas.
Kemudian Dimas teringat cerita evan bahwa Adrian mendengar suara wanita menangis malam itu
" Berarti Adrian menemui wanita itu disini
Tapi wanita itu siapa "?
" Jangan-jangan wanita itu, wanita seram seperti dalam mimpi Serly. Sebaiknya aku pergi dari sini ! " Gumam Dimas
Dimas bergegas pergi, namun sebelum pergi ia menengok kembali atas pohon itu. Saat itu ia melihat di atas pohon tiba-tiba ada gantungan, Dimas terkejut.
Setelah itu Dimas langsung mengenali pohon tersebut
" Bukankah pohon ini, pohon yang ada dalam mimpiku. pohon tempat gantung dirinya seorang wanita "
Dimas mundur pelan-pelan, sambil menatap tali gantung itu. Semakin menatap gantungan itu Dimas tiba-tiba sakit kepalanya, hingga terbanting di tanah. Kemudian terjadi sedang bermimpi.
Dimas melihat Namasya di sekap tiga orang
" Bagaimana kalau wajah cantik ini kita bakar sampai hangus, apakah masih ada laki-laki yang mengejarnya " ujar seorang wanita lalu menyiramkan minyak tanah kemuka Namasya
" Apa maksudmu Rant, tolong jangan lakukan itu "
Wanita itu tidak menghiraukan permohonan dan tangis Namasya, Ia hanya membakar obornya.
" Kumohon Ran jangan lakukan itu, kasihanilah aku "
Wanita itu menyodorkan obornya ke muka Namasya, di bagian wajah kanan setelah itu bagian kiri.
" Jangan - jangan " ucap Dimas
Dimas mencegah mereka tetapi tidak bisa menyentuh mereka.
__ADS_1
" Hentikan- hentikan " teriak Dimas panik
Namasya berusaha melepaskan diri namun tangan kanan dan kirinya di pegang oleh masing wanita. Wajah Namasya pun terbakar.
Dimas membuka bajunya lalu memadamkan api di wajah Namasya, namun tidak bisa menyentuhnya. Wajah Namasya akhirnya terbakar.
Kemudian Dimas melihat dua orang laki-laki mendekati Namasya. Namasya mengalihkan wajahnya saat melihat dua laki-laki itu, ia malu dengan wajah buruknya dan merasa takut.
" Tidak usah takut neng, di sini kami berniat baik kok sama kamu. Kami berniat akan memberi ulang kebahagian kepada kamu, seperti apa yang telah yang di berikan irwan kepada mu sebelum nya " ujar seorang laki-laki
" Jangan kurang ajar kalian " ucap Namasya
" Aduh sok galak kamu " ucap laki-laki sambil memegang buah tomat Nmasya
Namasya langsung mendorong laki-laki itu hingga terjatuh. Laki-laki berikutnya menghampiri Namasya kemudian menarik sarungnya. Kemudian membaringkan Namasya, lalu menindihnya.
" Jangan-jangan " teriak Dimas lalu pergi mendorong laki-laki itu. tetapi tubuhnya hanya los.
Namasya mengambil batu, lalu memukulnya dahi laki-laki itu. Terus ia mendorong laki-laki tersebut.
Laki-laki pertama tadi mendorong Namasya ke dalam air, Kemudian menyusulnya. ia membekuk kedua tanggan Namasya, lalu mencelupkan kepala Namasya dalam air berulang kali.
" Jangan- jangan " teriak Dimas
" Hentikan - hentikan " teriak Dimas, lalu turun memukul dua lelaki itu, tetapi tembus.
Tidak lama kemudian Namasya pingsan. Mereka mengangkatnya, lalu meletakkan tubuhnya.
Lelaki pertama tadi memperkosa Namasya, sementara yang ke dua berjaga-jaga.
Dimas berusaha menghentikan kelakuan laki-laki itu. Ia mengambil kayu lalu memukulnya, tetapi selau hanya tembus.
" Aku sudah ******* nih Git, kau lagi "
Semasih laki-laki itu berbicara, Namasya telah sadar. Namasya sontak menusuk mata laki-laki itu, lalu mendorong tubuhnya. Kemudian Namasya mengambil batu lalu melempar laki- laki kedua tadi, hingga terkena hidungnya.
Namasya gercep menarik sarungnya, lalu berlari pergi
" Tolong, tolong " teriak Namasya
Lalu berikutnya Dimas melihat Namasya sedih, air matanya terus mengalir. Ia selalu menoleh kanan kiri seperti kebingungan. Hingga pada akhirnya matanya tertuju pada sebuah gulungan tali.
Mata Namasya melihat tali itu tiba-tiba melotot, wajahnya berubah geram, Namun air matanya lancar mengalir keluar. Namasya mengambil tali itu lalu menuju sebuah pohon.
__ADS_1
Kemudian Namasya memanjat pohon itu. Tiba di atas pohon ia diam sejenak, sorot mata nya penuh kesedihan tapi bertatap tajam. Lalu kemudian ia mengikat tali di dahan besar pohon itu, sambil menangis tersedu-sedu. Setelah itu Namasya mengikat lehernya
" Jangan, jangan lakukan itu " teriak Dimas
Namasya terjun hingga tergantung di atas pohon
" Tiiiidaaakkk " teriak Dimas hingga sadar.
Dimas menghembus Nafas yang kencang, tubuhnya bergetar cepat. Kemudian ia menatap di atas pohon itu lagi. Dimas melihat tubuh Namasya yang tergantung itu, menatapnya dengan seram mata melotot lidah menjulur kebawah. Dimas tidak bisa berkata-kata, ia juga tidak bisa bangkit berdiri. Ia hanya gemetar ketakutan.
Arwah Namasya itu langsung menyerang Dimas, ia mencekik leher Dimas. Dimas berusaha melepas cekikan itu, tetapi tidak mampu.
" Jika kalian mengalami hambatan atau hal yang aneh jangan kebawa panik, gunakan akal sehat kalian. sebaiknya kalian jangan pisah dengan Al-Qur'an dan cermin " Dimas mendadak teringat pesan sang kakek itu.
Dimas berusaha mengambil cermin di dalam tas. Dengan sekuat tenaga Dimas berusaha, akhirnya bisa mengambil cermin itu. Kemudian ia menyodorkan cermin kearah wajah, Namasya, Namasya sontak menghilang.
Dimas berdiri, lalu berlari pergi. Di sebuah perjalanan Dimas mendengar suara aneh
" Dimas kamu sudah tidur dengan aku, kau sudah jadi milikku. Kau sudah menjadi budak ku. Khihhihiihi "
Dimas mencari arah suara itu tapi tidak melihatnya. Tetapi tidak lama kemudian, tiba-tiba di hadapannya berdiri Namasya. Dimas mundur terjatuh kan.
" Dimas kamu sudah menanam benih di perut aku, kamu harus tinggal bersama aku untuk merawat anak ini " ujar Namasya sambil menuntun Dimas berdiri
Dimas teringat perbuatannya dengan Namasya tadi. " Tidak, ini tidak benar " gumam Dimas, tubuhnya gemetar ketakutan
" Tetapi kenapa setelah aku berhubungan dengan nya, aku susah berbicara dan bergerak "
Dimas tidak mau melihat matan Namasya, ia menutup matanya. Dalam keadaan menutup mata itu Dimas teringat kembali pesan kakek itu. Dimas sontak pelan-pelan mengambil cermin di tasnya. Sementara Namasya mulai mencekik lehernya.
Dimas membuka matanya satu kali, lalu menyodorkan lagi cermin itu kearah Namasya. Namasya pun menghilang lagi.
Setelah itu Dimas berlari kencang lagi, namun sebuah suara tersirat lagi di telinganya
" khihihihi " Dimas sontak mengambil Al-Quran lalu memeluknya sambil berlari.
" Kau tidak akan bisa lari dari aku Dimas. Kalian tidak akan bisa selamat dari hutan ini "
Dimas berlari hingga sampai ke halaman rumah mereka. Tiba di sana ia melihat teman-temannya tidak ada, ia melihat tas mereka masih utuh. Dimas memperhatikan jam tangannya
" Astaga jam segini teman-teman belum ada yang pulang " Dimas bingung
" Sebaiknya aku pergi menyusul Rani dan Serly " gumam Dimas, kemudian ia berlari pergi
__ADS_1