Arwah Namasya

Arwah Namasya
Bab 19. Cerita hidup Namasya 2


__ADS_3

Dalam perjalanan Namasya melihat Irwan bersama Ranti dan teman-teman di sebuah taman, mereka sedang merayakan ulang tahun Ranti . Irwan saat itu memberi hadiah spesial kepada Ranti, hingga membuatnya kegirangan. Ranti kemudian memeluk Irwan, hingga menghadirkan tepuk tangan meriah dari teman- temannya


" Cuma kamu seorang yang aku cinta di dunia ini Ran " gombal Irwan, hingga Ranti makin erat memeluk Irwan


Namasya semakin emosi mendengar dan melihat hal itu, ia pun pergi melabrak Irwan " Irwan " panggil Namasya. Irwan menoleh kepada Namasya, wajahnya langsung di sambar oleh tamparan Namasya


" Biadab kamu, ternyata selama ini kamu membohongi aku, kamu hanya mempermainkan aku "


Irwan menoleh kearah Ranti, ia melihat Ranti emosinya naik, Irwan mendorong Namasya


" Kamu siapa ? "


" A apa !. Kamu tanya siapa aku, kamu lupa ya kemarin-kemarin kamu matian-matian mengejar aku, kau halalkan segara cara agar merenggut kesucian aku " Namasya berbicara sambil menangis


" Apa benar semua itu Irwan ? " tanya Ranti, Irwan tidak menjawab, ia hanya diam, " Irwan bicara kamu " desak Ranti


Irwan menatap wajah Ranti, ketika saat akan berbicara Ranti mendorong tubuh Irwan, lalu pergi sambil menangis. " Ran tunggu ", Irwan mencegah Ranti, namun ia hanya mendapat tamparan dari Ranti, kemudian Ranti berlari pergi. Teman-teman Ranti ikut mengejar Ranti, mereka mencegahnya untuk berhenti.


Setelah Ranti dan teman-temanya berlalu pergi, Irwan membalik kepada Namasya, ia datang menamparnya, " ah " Namasya merintih kesakitan.


" Asal kamu tahu saja, selama ini aku mendekati mu, hanya untuk merasakan kesucian mu saja, selebihnya tidak ada. Jadi jangan berkhayal aku menikahi mu, tidak mungkin aku menikahi gadis miskin seperti kau "


" Kurang ajar kamu " Namasya menampar Irwan, akan tetapi Irwan menahannya


" Ingat baik-baik perkataan ku ini, mustahil aku mau menikahi gadis miskin seperti kau, aku seleranya gadis kaya sepeti Ranti. Ranti bisa memberikan aku segalanya, ayahnya berjanji akan mewariskan hartanya kepada saya jika sudah menikahi Ranti, jadi sekali lagi jangan kamu berharap lebih kepadaku ".


Kemudian Irwan mendorong Namasya hingga terjatuh, lalu bergegas pergi. Ian spontan menarik tubuh Irwan, terus mempertanyakan kejelasan apa yang ia dengar


" Jadi kau sudah menyentuh Namasya "


" Aku harap kamu tidak jatuh cinta dengan wanita bodoh itu, dia tidak suci lagi ", setelah itu Irwan pergi menyusul Ranti


Namasya menangis tersedu-sedu setelah mendengar ucapan Irwan itu, Ian menghampirinya, lalu mencoba menghiburnya


" Semua sudah terjadi Nam, tidak perlu terlalu sedih, kamu bersabar saja " sambil memegang bahu Namasya, Namasya spontan membuang tangan Ian


" Awas kamu, jangan sentuh aku, aku benci orang kota, biadab semuanya " kemudian Namasya berlari pergi sambil menangis


Ian emosi dengan sikap Namasya kepadanya itu, hingga ia berniat jahat


" Awas kamu Namasya, aku harus menjajal kesucian mu seperti Irwan " gumamnya


•°•


Nenek Arsi semakin gelisah, dari tadi menunggu Namasya tetapi tidak kunjung pulang. Nenek Arsi akhirnya pergi mencari Namasya kerumahnya pak Tedi, ia yakin Namasya pasti pergi ke sana menemui Irwan .


Tiba di halaman rumah pak Tedi, sang nenek bertemu dengan Ranti. Ranti saat itu hangat-hangat nya emosi kepada Namasya, sebab telah mendengar cerita bohong dari Irwan


" Ih jijik bangat ketemu dengan nenek miskin, nenek si wanita penggoda itu " ujar Ranti, kemudian Ia membuang air liurnya di depan neneknya Namasya itu . Sang nenek hanya sabar, kemudian ia menuju kedalam untuk mencari Namasya, tanpa menghiraukan ucapan Ranti


Di depan pintu masuk, nenek Arsi bertemu dengan Irwan, ia pun langsung menanyakan Namasya kepadanya


" Dimana Namasya ? "


" Mana aku tahu, memangnya aku ini siapa dia gitu ! " Irwan menjawab dengan sinis


" Kamu jangan kurang ajar ya, kau sudah menodai cucu saya, maka kau harus bertanggung jawab "


" Siapa suruh cucu kamu sangat bodoh ! "

__ADS_1


Nenek Arsy spontan menampar Irwan, " ah " Irwan kesakitan dan langsung memegang pipinya yang kesakitan. Bu Nira istri Pak Tedi melihat hal itu, ia pun menegur Nenek Arsy


" Apa-apaan kamu, bisa-bisanya kamu menampar kemenakan saya ! "


" Aku minta maaf bu, tetapi kemenakan ibu pantas di begitu kan, dia telah menodai cucu saya "


" A apa, kamu jangan sembarang bicara ya ! "


" Tapi itu benar Bu ! "


" Bohong kok tante, Namasya sengaja memfitnah aku, karena aku telah menolak cintanya "


" Kamu dengar kan itu, bahwa itu hanya fitnah dari cucumu yang gatal itu "


" Baiklah kalau begitu, kita buktikan di kantor desa, siapa yang memfitnah dan siapa yang di fitnah "


" Kamu jangan nekat Nenek Arsy, kamu sangat tidak tahu terima kasih, siapa yang memberi mu makan selama ini " ujar Pak Tedi, ia seakan tahu kebusukan kemenakannya


" Bapak tidak perlu marah, jika Irwan tidak bersalah, maka pasti nama keluarga akan baik-baik saja "


" Om Tante bagaimana ini, bisa-bisa aku di penjara ! " ujar Irwan


" Apa memang benar kamu melakukannya ?


" tanya Bu Nira


Irwan menganggukkan kepalanya.


" Ibu dan bapak sudah lihat kan pengakuan kemenakannya sendri, maka aku minta agar dia bertanggung jawab terhadap cucu aku "


" Mustahil aku menikahkan Irwan dengan Namasya ! " ujar Pak Tedi


" Seharusnya kau merasa canggung untuk menuntut pertanggung jawaban atas hal ini, kamu harus sadar diri dan berterima kasih, siapa yang memberi makan kalian selama ini " ujar Bu Nira


" Keras kepala kamu Nenek Arsi " ujar Pak tedi


" Jika kalian benar-benar tidak mau bertanggung jawab, besok kita bertemu di kantor desa "


Kemudian Nenek Arsi pergi, akan tetapi mereka menahannya, " Irwan tahan Nenek Arsi ", suruh Pak Tedi.


Irwan mencegat nenek Arsi, ia memegang tangannya, akan tetapi Nenek Arsy bersikeras melepaskan diri. Tidak lama kemudian pak Tedi data datang memukul bahu nenek, Arsi lalu menendang kakinya, nenek Arsi pun jatuh terbaring. Nenek Arsi menatap Pak Tedi dengan emosi, Pak Tedi menanggapi santai akan hal itu


" Irwan, Bu !. Kalian pegang tangan nenek Arsi " ujar pak Tedi.


Bu Nira dan Irwan masing-masing memegang tangan sang nenek, kemudian menarik berdiri tubuhnya.


" Kamu jangan macam- macam ya dengan keluarga saya Nenek Arsi " ujar Pak Tedi


Kemudian Pak tedi mencekik leher Nenek Arsi, hingga nenek Arsy meninggal. Setelah itu, mereka menyembunyikan mayat Nenek Arsy di gudang. Besoknya mereka membuat kabar palsu, mereka mengatakan nenek Arsi meninggal karena kena stop jantung.


•°•


Ranti masih sangat marah dan cemburu dengan Namasya, ia sangat ingin mencelakai Namasya. Ranti kemudian berencana jahat, ia pergi memfitnah Namasya kepada teman-teman akrab Namasya. Ranti menemui Ira dan Santi dengan wajah sedig


" Ira, San, aku sedih bangat " ujar Ranti sambil pura-pura menangis


" Kamu kenapa Ran ? " tanya Ira dan Santi bersamaan


" Saya sebenarnya sudah tunangan dengan Irwan anak dari kota itu dan tidak lama lagi kami akan menikah, tetapi i i "

__ADS_1


" Tetapi kenapa Ran? " tanya Santi


" Tunangan saya selama ini ternyata di goda dengan Namasya, hingga mereka berhubungan badan "


" Jangan Fitnah kamu Ran " ujar Santi


" Benar Sant, semalam Namasya melabrak Irwan, ia mengancam akan mengadu ke ayah saya tentang perbuatan Irwan kepadanya, agar kami batal menikah "


" Ah kayaknya tidak mungkin deh Ran, Namasya orangnya tidak begitu " ujar Ira


" Mungkin itu fitnah kali " ujar Santi


" Namasya sendiri kok yang melabrak saya kemarin "


" Masa sih " ujar Ira dan Santi bersamaan


Ranti anggukan kepala, sambil pura-pura menangis lagi


" Ternyata kecurigaan ku selama ini benar, bahwa Namasya itu sifatnya buruk, soalnya telah berapa kali aku memergoki nya mandi di sungai bersama laki-laki "


" Masa sih, memangnya Namasya mandi dengan laki- laki siapa ? " tanya Santi


" Aku sering melihat Namasya mandi dengan Andi atau Teo, namun aku selalu pikirnya bahwa mereka itu teman dan sambil menunggu kedatangan kalian "


" Yang benar saja Ran, kamu melihat Teo mandi bersama Namasya ! " ujar Ira marah


" Haram mati saya tidak bohong Ra ! "


" Pantas akhir-akhir ini Teo menjadi lain sifatnya ke saya, ternyata semua karena Namasya "


" Kurang ajar ya Namasya, bisa-bisanya ia gaet juga pacar aku " ujar Santi


" Sebenarnya ada yang lebih parah lagi tentang kau Ra, aku dengar langsung dari bicara Teo "


" Bicara apa dia ? "


" Tidak usah deh, entar tidak di percaya lagi "


" percaya kok "


" Teo pernah bicara kepada Gio, bahwa ia sedang menabung untuk menikahi Namasya "


" A apa ? "


" Sepertinya kita harus memberi pelajaran pada Namasya deh, dia sudah keterlaluan ! " ujar Santi


" Mentang-mentang ia cantik, semaunya ia merayu pacar kita " ujar Ira


" Ya begitulah, dan maka dari itu aku setuju dengan Santi, kita harus beri dia pelajaran " ujar Ranti


" Lalu apa yang kita akan lakukan padanya " tanya Santi


" Kita rusak kan saja wajahnya, biar cowok-cowok tidak tertarik lagi padanya "


" Aku setuju " ujar Ira


" Tapi i i "


" Tapi apa lagi sant, apa kamu mau Andi selalu di goda oleh Namasya, kamu mau Andi akan selingkuh dengan Namasya " ujar Ira

__ADS_1


Sontak Santi naik darah, " Kalau begitu aku setuju, lalu bagaimana caranya Ran ? "


Ranti kemudian membisik mereka, hingga keduanya setuju dengan rencana santi itu.


__ADS_2