
" Ran apa kamu masih ingin meneliti juga ? " tanya Serly
Rani tidak menjawab, ia hanya sibuk menyimpan tanda di setiap pohon. Di setiap kumpulan tumbuhan yang lebat Rani pergi memeriksanya.
" Siapa tau di balik tanaman yang rimbun begini, ada jasad Adrian dan Pak Tejo " Gurau Rani
" Rani kenapa ya, dari tadi tingkahnya aneh. Tengok sana sini tidak jelas, setiap tanaman lebat ia pergi periksa " Gumam Serly
" Waduh bunganya indah sekali. Ran coba liat deh bunga ini, cantik bangat deh " .
Rani tidak menghiraukan Serly, ia tetap pada ke inginannya sendiri. Serly menjadi kesal dan masa bodoh sama Rani .
Serly mengambil handphone dalam tasnya untuk memotret bunga tersebut.
" Astaga Hp ku lupa di kamar " Gurau Serly
" Ran Aku balik di kamar sebentar ya, mau ambil handphone ".
Rani tidak mendengar, hingga Serly pergi tanpa menghiraukannya.
<<
Rani melihat adrian berjalan sendiri
" Adrian " Gurau Rani
" Adrian " Rani memanggil
Adrian hanya menoleh sebentar lalu pergi dengan langkah cepat. Rani mengikuti Adrian,
" Adrian tunggu " Panggil Rani.
Dengan tidak lelah Rani terus mengejar Adrian yang berjalan dengan begitu cepat. Di sebuah tempat yang cukup terbuka, Rani tiba-tiba mendengar suara yang begitu keras
" tolooooong "
Rani kaget, lalu sontak menoleh ke arah suara itu. Ia menatap arah suara itu, tapi tidak ada orang. Rani menoleh samping kanan kiri, berputar belakang depan, tak seorang pun yang ia lihat.
Rani menatap ke arah depannya lagi, ia melihat sungai yang begitu indah dengan yang begitu air jernih. Rani senyum bahagia melihat keindahan sungai itu. Tidak lama kemudian ia teringat Adrian
" Adrian " Gurau Rani
Rani menoleh ke arah perginya adrian tadi, namun tidak lagi melihatnya.
" Kemana ia pergi ya Adrian tadi, kenapa langkahnya begitu cepat "
__ADS_1
Rani berputar-putar lagi memperhatikan sekitarnya
" Sepertinya aku sudah terlalu jauh dengan Rumah, Serly juga pasti akan bingung mencari saya. Sebaiknya aku balik belakang saja "
Baru saja mau melangkah, Rani mendengar suara keluhan di ikuti tangisan. " Wajahku, wajahku, wajahku. Huuuuu huuuuu " Rani terkejut lalu menoleh ke arahnya.
Lagi-lagi Rani tidak melihat sosok manusia seorangpun, tetapi suara itu jelas berada di sekitaran sungai itu.
Rani mendekat ke sungai itu. Semakin dekat dengan sungai, suara tangis itu semakin jelas di telinga Rani. Tiba di sungai itu Rani tidak juga melihat sosok manusia, Namun suara tangisan itu tetap jelas ada.
" Aneh !. Suara tangis itu sangat jelas, tapi orangnya tidak ada " gurau Rani kebingungan
" Wajahku, wajahku , wajahku. Huuuuuuu, huuuu "
Rani mendengar suara itu dengan lebih teliti, hingga akhirnya ia tangkap dengan jelas bahwa suara itu berada dalam air.
" Masa iya suara itu berada dalam air " gumam Rani sambil memandang ke air.
Rani yang serius memandang air sungai itu, tiba- tiba tampak wajah seram dengan bekas luka bakar, mata melotot dan lidah menjulur keluar. Rani teriak Histeris
" Akkhhhhkhhhh " sontak melangkah mundur namun tersandung hingga jatuh.
Rani bangkit satu kali, lalu lari sekencang mungkin. Sambil berlari sambil teringat dengan sosok penampakan yang baru ia lihat.
" Astagfirullah, bukankah ucapan tangisan dan wujud yang aku lihat barusan sama dengan cerita mimpi Serly. ucapan tangisan itu persis juga seperti yang di dengar Dimas "
" Ucapan suara dan tangisan itu, sama persis dengan apa yang aku dengar semalam " Rani mengingat cerita Dimas
Rani pun menambah volume larinya sambil menangis.
Dari arah samping Rani mendengar lagi suara itu " Wajahku, wajahku, wajahku, huuuu, huuuu "
Rani berhenti satu kali. Rani panik dan bolak-balik arahnya dengan ketakutan. Kemudian Rani tiba-tiba teringat kata-kata Dimas
" Kakek itu berpesan . Jika kalian mengalami hambatan atau hal yang aneh jangan kebawa panik, gunakan akal sehat kalian. sebaiknya kalian jangan pisah dengan Al-Qur'an dan cermin "
" Suara itu pasti sengaja membawa aku ke arah sungai tadi, tapi kemana aku harus berlari " gumam Rani
Suara itu semakin dekat, hingga Rani berlari cepat mengambil jalur samping.
•°•
Serly mengambil handphone nya di dalam kamar, tetapi sebelum keluar ia rasa ingin buang air kecil. Ia pun bergegas ke kamar mandi
" Ke kamar mandi cowok saja deh biar cepat, lagian tidak ada orang " Gurau Serly
__ADS_1
Ketika sementara di dalam Serly mencium bau busuk
" Busuk sekali ini kamar mandi cowok-cowok. Dasar jorok "
Setelah di luar Serly masih mencium aroma busuk itu, bahkan makin busuk.
" Ko di luar makin parah busuknya " ujar Serly sambil menutup mulut
Tanpa sengaja Serly melirik kamar Adit, ia melihat kamar itu terbuka. Ia pun pergi menutupnya. Tiba dekat pintu aroma busuk itu semakin menyengat di hidung Serly
" Jangan-jangan Aroma busuk ini berasal dari dalam kamar Adit " Gumam Serly
Serly menonjolkan muka ke kamar Adit. Serly sangat terkejut, lantai nya penuh darah. Pelan-pelan Serly masuk kedalam
" Darah-darah ini ada yang sudah kering, ada juga yang sedikit segar. Sebenarnya ini darah siapa ? " Gumam Serly
" Sebaiknya segera aku beritahu Rani "
Serly melangkah keluar, tapi belum sempat pergi ia melihat tirai di balik kamar Adit itu juga penuh darah. Serly pergi memperhatikan tirai itu dekat-dekat.
" Mungkin dengan tirai ini, teman-teman yang lain akan percaya dengan keseraman hutan ini " Gumam Serly
Serly menarik tirai itu, tetapi ketika terbuka ia melihat mayat Adit, Pak Tejo dan Adrian tergantung. Tangan, kaki dan paha mereka telah tidak ada, perut mereka bolonh. Serly sangat kaget dan panik
" Akhhhhhh " Serly berteriak, lalu berlari pergi.
" Rani, Rani " Serly berlari sambil menarik Rani
" Serly , Serly " suara laki-laki memanggilnya
Serly menoleh ke arah suara itu, ia melihat Pak Tejo tanpa tangan, kaki dan paha serta perut bolong
" Akhhhh " Serly berteriak berlari kearah lain lagi
Kemudian Serly mendengar suara dari jauh di arah depannya. Serly berhenti lalu menatap arah suara itu. Semakin lama semakin dekat suara itu, hingga tampak Adrian tanpa tangan, kaki dan paha serta perut bolong
" Akhhh " Serli berbalik lari sekencangnya sambil menangis.
Sementara Serly berlari tiba-tiba Adit berada di depannya, Serly berteriak berhenti satu kali. Serly menatap Adit dengan panik, lalu tiba-tiba Adit tubuhnya berubah menjadi tidak punya kaki dan paha serta perut bolong.
" Akkhhhhhh " Serly berlari lagi ke belakangnya.
Serly yang berlari cepat, dari arah samping di tabrak oleh Rani " disss ".
" Akhhh " Rani berteriak keras, sementara Serly langsung terbanting pingsan.
__ADS_1
" Serly " ujar Rani