
" Kmu siapa ? " tanya Pak Tejo
" Kok Pak Tejo tidak mau mampir ke rumah saya ? " ucap Wanita itu
Pak Tejo heran, kok wanita itu mengetahui namanya.
" Aku lagi perbaiki mobil, entar baru menyusul " jawab Pak Tejo terbata-bata
" Mau menyusul atau mau meninggalkan hutan ini " ujar Wanita itu
Pak Tejo makin kaget, wanita itu mengetahui apa yang ia rencanakan
" Kau sebenarnya siapa ? "
" Kau tidak akan bisa keluar dari hutan, kmu akan jadi penghuni sejati hutan ini " ujar wanita itu dengan mata melotot kepadanya
Kemudian wajah wanita itu berubah menjadi jelek, mukanya seperti bekas luka bakar, lidahnya menjulur keluar.
" Akhhh " Teriak pak Tedjo, kemudian lari terbirit-birit
<<
Pak Tedjo berhenti sejenak dari larinya, ia sangat capek, ia juga merasa sudah berada jauh dari wanita itu. Namun belum lama beristirahat, ia mendengar suara tertawa seorang wanita.
" Khi hi hi hi hi khi hi hi ... "
Pak Tejo berputar-putar mencari sumber suara itu, namun tidak melihatnya, Pak Tejo pun semakin takut. Tidak lama kemudian Wanita bermuka seram tadi, tiba-tiba muncul di hadapannya, dan langsung mencekik lehernya "Akk " Pak Tejo keselek
Pak Tejo berusaha melepaskan cekikan itu, ia memukul keras tangan wanita itu, namun wanita tersebut tidak merasakan apa-apa. Pak Tejo mencoba membuka cekik kan wanita seram itu, namun tidak bisa.
Makin lama Pak Tejo makin tidak berdaya, ia semakin lemas, dan semakin susah untuk bernafas.
Tidak lama kemudian, wanita seram itu, menggigit leher pak Tedjo, lalu menghisap darahnya. Setelah itu, wanita seram tersebut menusuk perut Pak Tejo dengan cakarnya, lalu mengambil hati Pak Tejo. Wanita seram itu memakan hati Pak Tejo dengan mata melotot dan penuh kebencian.
<<
" Wanita itu lama juga ya membuat air panas nya " ujar Tania
" Sabar dong Tan, syukur-syukur kita di layani dengan baik " tegur Adrian
" Kalian tunggu ya, aku mau susul Pak Tejo dulu " ujar Dimas
" Ok " jawab Adrian
•°•
Tiba di sana, Dimas tidak melihat Pak Tejo di mobil.
" Pak Tedjo, kamu di mana ? " panggil Dimas
Karena tidak ada jawaban, Dimas mencoba mencari-cari di area sekitar itu, namun capek mencari ia tidak juga melihatnya.
" Pak Tejo ke mana ya ? " gurau Dimas kebingungan
Dimas yang bingung mencari Pak Tejo, tiba-tiba ia merasakan bahunya di pegang seseorang, Dimas langsung berbalik cepat.
" Astagfirullah, Ran kamu bikin kaget saja ! " Dimas sambil mengelus-elus dadanya.
" Pak Tejo di mana ? "
" Entahlah, dari tadi aku mencarinya tapi tidak ketemu ! "
" Mungkin dia sudah menyusul ke rumah itu, tetapi beda jalan dengan kita, sebaiknya kita kembali saja.
<<
Tiba kembali di rumah itu, Dimas dan Rani melihat minumannya telah tersedia, mereka juga melihat wanita itu duduk bersama teman-temannya.
" Pak Tejo dimana ? " Tanya Serly
Ketika Dimas mau menjawab, Adrian menghalangi, ia mengajak wanita itu untuk berkenalan.
" Eh, Mba dari tadi kita belum kenalan. Kenalkan nama aku Adrian ! " dengan genit
" Aku Akbar ! "
" Aku Tania ! "
" Aku Eva ! "
" Aku Evan ! "
" Aku Rani ! "
" Aku Serly ! "
__ADS_1
" Aku Dimas mba ! "
Sementara Adit hanya diam saja, hingga di tegur oleh Dimas.
" Dit, kenalkan diri dong "
" Tidak perlu, dia aku sudah kenal ! " jawab Wanita itu.
" Wah Adit, main tikung saja kau ! " ujar Adrian
" Iya nih Adit, padahal dari tadi aku sudah niat loh ! " timpal Akbar
Sementara Dimas, Rani dan Serly heran, entah dimana ketemunya Adit dengan Wanita itu.
" Kapan ketemunya mba ini dengan Adit ! " gumam Rani
" Aneh, wanita ini kenal di mana dengan Adit ! " gumam Serly
" Aapa, Sejak kapan wanita ini ketemu dengan Adit ! " gumam Dimas
" Nama mba sendiri siapa ? " tanya Adrian
" Saya Adalah Namasya "
Mendengar nama itu Dimas dan Rani sangat langsung kaget.
" Bukankah nama itu, sama dengan nama yang di sebut Kakek tadi " gumam Dimas
" Nama itu sama dengan nama yang di sebut kakek tadi " gumam Rani.
<<
" Untuk kamar kalian silahkan bagi dua orang satu kamar, kecuali Adit, dia khusus sendiri ! " ucap Namasya
" Kencang bangat ya kamu Dit, belum cukup sehari sudah duakan Yanti " ejek Evan
" Ya sudah Dit, biar lebih teratur dan aman kamu yang tentukan teman kamar " ujar Adrian
Adit tidak menjawab, hanya diam saja.
" Dit, tentukan cepat dong teman sekamar masing-masing dari kita, capek nih mau istirahat ! " ujar Tania
" Kok kamu diam saja sih Dit ! " tegur Adrian
" Sepertinya Adit masih sakit, kau saja Ran yang tentuin ! " usul Akbar
Rani pun hanya melongo kepikiran dengan nama Namasya itu, " Ran " Serly menegur Rani dengan menepuk pundaknya.
" Eh maaf-maaf, ada apa tadi ? "
" Astaga kalian pada kenapa sih, yang satu diam kayak patung, yang satu melongo ! " ujar Evan kesal
" Ran, kamu saja yang tentuin teman masing-masing kamar, soalnya Adit ditanya tidak pernah jawab " perjelas Serly
" Oh iya iya, kalau begitu aku akan bagi sekarang ! "
" Tania berdua dengan Eva "
" Evan berdua dengan Adrian "
" Dimas berdua dengan Akbar "
" Sementara saya dengan Serly ".
<<
Di dalam kamar Dimas cemas, panik, mondar mandir tak menentu. Pikirannya teringat dengan nama yang disebut Kakek tadi, nama itu persis dengan nama wanita penghuni rumah itu. Ia juga teringat dengan peringatan kakek itu bahwa Adit bukan teman mereka lagi.
" Kamu kenapa sih Dim, dari tadi mondar mandir tidak menentu ? " tanya Akbar
" E e e, Aku kepikiran Pak Tejo KBar, dia kemana ya kira-kira ! " Dimas menyembunyikan kepanikan nya.
" Astaga Dim, aku hampir lupa dengan Pak Tejo, memangnya tadi dia tidak di mobil ! "
" Tidak ada Bar, aku juga sudah mencarinya sekitaran situ "
" Kemana ya itu bapak ! " Gurau Akbar.
•°•
" Rani, Rani ....! "
Adit melambaikan tangan sambil memanggil Rani di balik sebuah pohon besar, Rani pun kemudian pergi menghampiri Adit. Ketika Rani pergi menghampiri Adit itu, Adit malah pergi dengan langkah cepat, Rani pun mengejarnya.
" Adit tunggu ! " panggil Rani, sambil mengikuti dari belakang
__ADS_1
Adit tidak mendengarkan panggilan Rani, ia hanya terus berjalan dengan cepat. Setelah itu, Adit masuk ke sebuah Rumah dan berhenti di sebuah ruangan. Rani menyusul Adit tersebut,
" Adit " sapa Rani
Adit menoleh kepada Rani, kemudian ia menatapnya dengan serius.
" Ran, aku mau menuntut janjimu ! "
" Janji apa Dit ? "
" Kamu sudah bilang, kita datang bersama maka pergi pulang bersama "
" Ran, tepati janjimu "
" Tepati janjimu "
Adit kemudian berjalan menghampiri Rani, Rani pelan-pelan mundur kebelakang. Adit menjulurkan tangan kepada Rani, lalu mencekik leher Rani dengan keras, hingga Rani tidak bisa berbuat apa-apa
" Akhh " Rani memegang lehernya sambil merintih kesakitan, kakinya memberontak.
Serly mendengar suara rintihan Rani itu, ia pun langsung bangun. Serly kaget melihat Rani mencekik lehernya sendiri, ia pun langsung menyadarkan Rani.
" Ran, kamu kenapa Ran ? " sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rani.
Rani pun terbangun dari tidurnya, dan langsung memeluk Serly, tubuhnya gemetar di iringi keringat dingin.
" Kamu kenapa Ran ? "
" Aku mimpi buruk Ser, Adit mencekik leher aku "
Serly mengelus-elus punggung Rani, " Tenanglah itu kan cuma mimpi ", kemudian ia melepaskan pelukan Rani " kamu tunggu, aku ambilkan dulu air di dapur "
Serly mengambil segelas air dengan cepat, kemudian ia hendak pergi. Namun ketika berbalik, tiba-tiba Namasya berada depannya, Serly pun kaget " akh " gelas Serly jatuh ke lantai "
" Kamu kenapa ? " tanya Namasya dengan tatapan tajam
" Aku minta maaf mba, aku kaget saja,mba ada tiba-tiba di hadapanku " Serly menjawab dengan terbata-bata
Kemudian Namasya menatap tajam Serly, tanpa berbicara apa-apa, Serly menjadi takut
" Tadi aku mengambil air minum mba, untuk Rani ",
lalu ia menunduk membersihkan pecahan gelas itu, untuk menghindari tatapan Namasya.
Setelah itu, ia berdiri berpamitan pergi
" A a ku pergi dulu ya mba ! ", kemudian ia pergi dengan langkah cepat
" Kamu tidak butuh lagi ya air minumnya ya ? ", Serly menghentikan langkahnya, setelah mendengar tanya Namasya itu
" Oh iyya, aku hampir lupa ! "
Serly kembali mengambil air minum yang tersedia di meja makan, tetapi yang menakutkan Namasya terus menatapnya, ketika mengambil air minum itu. Serly menumpahkan air minum di gelas dengan grogi, ia menengok Namasya, sambil senyum padanya.
" Aku balik kamar dulu ya mba " izin Serly setelah mengambil air minum itu.
Namasya menatap tajam terus Serly di setiap langkahnya .
<<
Seorang wanita dengan bekas luka bakar di mukanya, berada di atas pohon. Wanita itu membuat tali gantungan di batang pohon itu, sambil menangis. Setelah beberapa saat kemudian, wanita itu mengikat lehernya lalu terjun dari pohon itu, hingga mati tergantung. Tidak lama kemudian wanita itu bangun kembali dengan mata melotot, terus mengeluarkan lidahnya hingga menjalar panjang.
" Akhh " Dimas terbangun dari tidurnya, kemudian beristigfar " Astagfirullah, Astagfirullah "
" Kamu kenapa Dim ? " tanya Akbar.
" Aku tidak apa-apa, aku hanya mimpi buruk saja ! "
<<
Adrian malam itu tidak bisa tidur, ia gelisah tak menentu
" Van, Evan, bangun dong ? "
" Kenapa sih kamu ? "
" Ngobrol dong, aku tidak bisa tidur nih ! "
" Bacot kau ah, aku ngantuk nih, mau tidur ! "
Evan melanjutkan tidurnya, sementara Adrian masih berbaring dengan mata melek. Tidak lama kemudian ia bangun menuju dapur, ia mengambil sebuah air minum, lalu balik lagi.
" Ngeong, ngeong " suara kucing bertengkar membuat Adrian kaget.
" Astagfirullah " ujar Adrian sambil mengelus-elus dadanya.
__ADS_1