Arwah Namasya

Arwah Namasya
Bab 16 Meninggalnya Eva


__ADS_3

Dengan mengunakan cahaya senter Eva berlari menelusuri jalan menuju pulang. Kerap kali ia menoleh kebelakang untuk memastikan situasi keamanan dirinya.


Dalam keadaan berlari tiba-tiba Eva mendengar suara keras memanggil namanya " Eva " , Eva langsung berhenti. Eva menoleh kanan dan kiri serta belakangnya untuk mencari suara itu, namun tidak melihat apa-apa.


Kemudian Eva tanpa sengaja melihat bayangan ketanah, gercep ia menatap ke depan untuk melihat asli bayangan itu, namun tidak ada orang. Ia pun langsung menoleh kebelakang, namun juga tidak ada orang. lalu ia mencoba melihat ke atas, tetapi juga tidak ada orang.


" Jelas-jelas bayangan ini banyangan manusia tetapi mengapa sekitaran ini tidak orang " gumamnya dengan kebingungan


Eva memperhatikan bayangan itu dengan lebih teliti lagi, namun tidak lama kemudian bayangan itu tiba-tiba mengulurkan tangan menyerangnya. Eva langsung berlari mundur kebelakang, akan tetapi bayangan tangan itu sangat cepat melambangkan tangannya, hingga dapat menggapai Eva. Bayangan tangan itu mencekik leher Eva, Eva tidak bisa berbuat apa-apa. Eva memukul-mukul bayangan tangan itu tetapi tidak bisa menyentuhnya.


Makin lama Eva makin lemas, hingga ia tidak berdaya lagi. Bayangan itu kemudian muncul dalam aslinya, Ia adalah Namasya. Eva menatap Namasya dengan sedih dan penuh penyesalan


" Kalian tidak akan pernah keluar dari hutan ini " ucap Namasya, lalu mukanya berubah menjadi seram. Kemudian ia menghisap darah Eva, setelah itu mencakar perut Eva, lalu mengambil hatinya terus melahapnya dengan nikmat di iringi dengan mata melotot.


•°•


" Keputusan Eva untuk pergi malam ini adalah keputusan yang baik, aku harus pergi dari sini juga sekarang " ujar Tania.


Tania mengambil tas dan senternya lalu bergegas pergi, tapi ketika akan membuka pintu, sebuah langkah kaki terdengar di telinga mereka. Kemudian mereka mengintip di balik lubang dinding, mereka melihat Namasya sedang menyeret jasad Eva.


Tania gemetar melihatnya, ia menutup mulutnya agar suara panik dan tangisnya tidak terdengar oleh Namasya, begitupun dengan Serly dan Rani. Sedangkan Dimas hanya Diam membisu, sementara Akbar kaget dan gemetar, ia baru percaya 100 persen apa yang di katakan oleh teman-temannya.


" Aku sudah beritahu dari awal, agar jangan main pergi begitu saja, kita butuh strategis. Namasya itu adalah penguasa hutan ini, ia gampang mengetahui keberadaan kita " ujar Dimas setelah Namasya berlalu pergi


" Lalu apa yang kita harus lakukan ? " tanya Akbar


" Besok harus ada salah satu orang yang berani pergi diantara kita, untuk meminta bantuan kepada siapapun. Sementara sisanya berusaha bagaimana cara agar Namasya sibuk di dalam rumah ini saja, agar tidak mengetahui siapa yang pergi besok "


" Lalu siapa yang harus pergi, dan bagaimana melakukannya " tanya Tania


" Kalau menurut aku, Serly lah yang pergi. Serly terlihat lemah, hingga mungkin Namasya tidak memperhitungkan dia untuk berani kabur. Selain itu juga, Serly selalu mempunyai keuntungan dan selalu tiba-tiba kuat serta tenang jika menghadapi masalah "


" Ser bagaimana, apakah kamu mau dan sanggup ? " tanya Rani


Serly menunduk dan berpikir sejenak, kemudian meskipun berat ia menganggukkan kepalanya.


" Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membuat Namasya fokus ? " tanya Rani


Dimas hanya diam, ia juga masih bingung seperti apa acaranya


" Kalau begitu kita tenangkan diri dulu sambil memikirkan cara terbaik " ujar Rani


Pikir berpikir mereka tak pernah menemukan solusi yang terbaik, hingga mereka semua ketiduran.


<<

__ADS_1


" Dimas kamu tidak boleh pergi dari sini, tidak lama lagi anak kita akan lahir, kita harus merawatnya bersama " ujar Namasya sambil senyum pada Dimas


" Kau dan teman-temanmu akan menemaniku di hutan ini, khi khi khi khi " Namasya berubah wujudnya menjadi seram


" Akhh " Dimas terbangun kan dari mimpi. Kemudian ia memperhatikan jamnya, ia melihat waktu sudah menunjukan pukul pagi.


" Kbar, Ran, Ser, Tan !. Bangun kalian, ini sudah pagi "


Mereka semua pun terbangun kan.


" Dim apa kamu sudah ada ide ? " tanya Rani


" Hari ini kalian pura-pura sibuk persiapan perayaan ulang tahunku, usahakan agar kalian bisa mengajak Namasya ikut membantu "


" Apa di jamin Namasya akan fokus ke hal itu " tanya Akbar


" Entahlah hanya itu yang ada di benakku sekarang "


" Aku ikut saja apa pun yang kau rencanakan Dim, aku sudah tidak tau mau harus bagaimana lagi " ujar Tania


" Lalu kapan kita bergeraknya ? " tanya Akbar


Dimas membuka lemari dan mengambil satu cermin, kemudian memecahkannya. Setelah itu ia mengambil beberapa sisa Al-Qur'an dalam lemari itu.


" Usahakan bawa cermin dan Al-Qur'an ini di manapun kalian berada ".


" Kamu ambil saja punyaku Tan " Dimas membuka tasnya.


" Tidak usah Dim, aku lagi halangan, tidak bisa menyentuh Al-Qur'an "


" Ya sudah kalau begitu, yang penting kau jangan pisah dengan cermin . Dan ingat kalian jika sudah terdesak dan kewalahan untuk selalu tidak panik, pikirkan tindakan terbaik . Namasya kalau melihat cermin, ia bisa kabur sesaat dan jika kita memegang Al-Qur'an dia tidak bisa mendekati . Akan tetapi harus ingat, dia punya sejuta cara agar kita terlepas sari cermin dan Al-Qur'an, maka dari itu saya ingatkan lagi gunakan akal sehat " jelas Dimas


" Lalu bagaimana kita memulainya Dim ? " tanya Akbar


" Kebetulan Namasya setiap pagi selalu di dapur, kalian temui dia dan beritahu bahwa kalian akan merayakan ulang tahun ku. Kemudian minta dia agar ikut membantu "


" Terus aku harus bagaimana Dim ? " tanya Serly


" Kamu ikut ke dapur dulu Ser, nanti pura-pura sibuk cari ini atau itu, kemudian kabur jika melihat situasi aman "


<<


Mereka kemudian pergi menemui Namasya di dapur, kecuali Dimas. Namun ketika bertemu Namasya mereka tidak bisa bicara apa-apa hanya bisa diam dan menahan takut.


" Kalian kenapa ? " tanya Namasya dengan nada menakutkan

__ADS_1


" Eh hari ini kami mau merayakan ultah Dimas, kami mau meminta kepada mba agar membantu kami " jawab Rani dengan tegar


" Jadi Dimas hari ini ultah " ujar Namasya, lalu mukanya berubah emosi dan mata melotot.


" Baiklah aku akan membantu kalian dalam persiapan merayakan ultah Dimas, sekali-sekali hutan ini ramai "


Kemudian mereka pun pura-pura sibuk melakukan persiapan ultah Dimas


" Ser kamu bisa tidak, pergi cari bunga untuk hiasan kamar Dimas " suruh Rani


" Bisa kok Ran "


Serly pun akhirnya pergi


" Apa bisa tidak, jika kita bikin bangsal di luar, kita masak- masak di luar saja " usul Tania agar mereka kelihatan sibuk di depan Namasya


" Kita akan kecapean Tan, teman-teman lain tidak ada, tidak entah kemana perginya mereka " ujar Rani


" Aku benci mereka, mereka main pergi begitu saja, mereka tidak punya kesetiakawanan " ujar Akbar


Namasya pergi menemui Dimas yang lagi sibuk berpikir di kamar, kedatangan Namasya membuat Dimas kaget karena mendadak berada di depannya.


" Astagfirullah " ujar Dimas.


" Kamu ulang tahun ya hari ini ? "


" I iya "


" Baguslah " lalu Namasya pergi.


<<


Dalam keadaan pura-pura sibuk, tiba-tiba Namasya menanyakan Serly.


" Serly dimana, dari tadi aku tidak melihatnya ? "


" Dia pergi mencari bunga di hutan mba, untuk hiasan kamar Dimas " jawab Rani cepat


Setelah Rani menjawab, sebuah piring jatuh tanpa sengaja, hingga mereka kaget dan menoleh kearah piring tersebut.


" Astagfirullah " ucap mereka masing- masing.


" Celaka, Namasya pergi " ujar Dimas setelah menoleh lagi kearah Namasya, Namun Namasya tidak ada


" Memangnya kenapa Dim ? " tanya Akbar

__ADS_1


" Serly dalam bahaya, Namasya pasti pergi mencarinya "


Mereka semua pun akhirnya menjadi panik


__ADS_2