Arwah Namasya

Arwah Namasya
BAB 5 ( Menghilangnya Adrian )


__ADS_3

Jam 00.00 malam, Adrian mendengar suara wanita menangis tersedu-sedu


" Huuuuu, huuuuu "


" Wajahku, wajahku ,wajahku " ucap wanita itu


Adrian sontak kaget dan langsung membangunkan Evan


" Van, van bangun Van, ada cewek di luar tuh, nangis- nangis "


Akan tetapi Evan tidak menghiraukan Adrian, ia hanya asik tidur.


" Van bangun dong, kita pergi lihat tuh cewek, kasian dia ", Evan tetap asik tidur.


Suara wanita itu makin jelas terdengar di telinga Adrian, hingga ia tidak tega mendengarnya, ia pun pergi mencari letak suara itu.


Adrian keluar dari rumah dengan langkah yang hati-hati, ia melangkah dengan pelan sambil memperjelas suara wanita itu di telinganya. Semakin ia mengikuti suara wanita itu, semakin ia jauh dari rumah. Namun setelah itu, suara wanita menghilang, hingga membuat Adrian heran.


" Kok suara itu menghilang " gumam Adrian


Adrian kemudian berputar - putar menyenter sekitarnya itu, hingga ia tersadar ternyata ia sudah jauh dari rumah.


" Astaga ternyata aku sudah jauh dari rumah ! " gurau Adrian, lalu kemudian ia hendak kembali. Namun baru berjalan satu langkah, suara tangis itu terdengar lagi dari belakangnya, Adrian balik belakang satu kali. Adrian melihat wanita itu menangis menghadap pohon yang sangat besar.


Adrian memperhatikan serius bentuk tubuh wanita itu dari belakang, sehingga ia seperti mengenalnya.


" Mba Namasya ! " ujar Adrian heran


Adrian pun pelan-pelan melangkah mendekatinya.


" Mba Namasya kenapa ? "


Namasya hanya tersedu-sedu menangis


" Kok mba menangis di dalam hutan sendirian , memangnya ada apa ? "


" Mereka semua jahat "


" Jahat kenapa mba, dan siapa yang jahat itu ? "


" Wajahku, wajahku, wajahku, huuuuu, huuuu "


" Wajah mba kenapa, coba aku melihatnya ? "


Namasya membalikkan badannya satu kali, Adrian kaget satu kali dan refleks mundur hingga terjatuh ketika melihat wajah Namasya, Wajahnya berubah seram penuh luka mata bakar dan mata melotot serta lidah menjulur keluar.


"hi hi hi hi hi hi hi hi hi " Namasya tertawa seram, kemudian ia menjulurkan lidahnya kearah Adrian. Adrian melihat itu, bangkit satu kali, lalu berlari pergi sambil berteriak meminta tolong " Tolong, tolong ".


<<<


Adrian berlari dengan begitu cepat, namun ketika itu tiba-tiba Namasya muncul di hadapannya, lalu langsung mencekik leher Adrian.


" Akhh " Adrian keselek tercekik lehernya.


Adrian berusaha membuka cekikan itu, namun tidak bisa melepasnya tangan Namasya. Kemudian ia memukul keras tangan Namasya, tetapi Namasya tidak merasakan sakit sedikitpun. Lalu Adrian melakukan perlawanan, ia mencekik pula leher Namasya, akan tetapi Namasya tidak merasakan apa-apa.


Semakin lama Adrian menjadi lemas tak berdaya, hingga ia pasrah dan melepas tangannya dari leher Namasya. Setelah itu Namasya mengisap darah Adrian, terus mencakar perutnya, lalu tangannya menerobos dalam perutnya. Adrian hanya pasrah menerima rasa sakit itu, ia sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Kemudian Namasya mengambil hati Adrian, sesudah itu ia memakan hati Adrian itu dengan lahap, di iringi mata melotot.


<<


Seorang wanita dengan luka bakar di mukanya di iringi tangisan berada di atas pohon, ia membuat tali gantungan lalu ia menggantung diri. Setelah beberapa saat wanita itu menghembuskan nafas terakhir. Tidak lama kemudian wanita itu bangun kembali dengan mata melotot terus menjalarkan lidah yang panjang.


•°•


" Aah " Dimas terbangun kaget dari tidurnya, ia kembali bermimpi aneh yang sama dengan sebelumnya.


" Kamu kenapa lagi Dim ? " tanya Akbar


" Aku mimpi aneh lagi, mimpi yang sama dengan kemarin "

__ADS_1


" Oh, kirain ada apa ? "


" Apa mungkin kata kakek itu benar, bahwa hutan ini ada penghuninya "


" Walah Dim, itu cuman mimpi tidak ada hubungannya dengan hutan ini, yuk tidur lagi ! "


Dimas tidak bisa ter tidur lagi, ia sangat kepikiran dengan mimpi itu, ia juga terus mengingat kata-kata kakek itu.


<<


" Wajahku wajahku wajahku " seorang wanita memegang wajahnya yang terbakar sambil menangis, Lalu wanita itu melihat wajahnya di kaca " tidakkkkkk ", wanita itu berteriak. Kemudian wajah wanita itu, berubah seram semua dengan mata melotot, lidahnya menjulur keluar.


" Aahh " Serly terbangun dari tidurnya.


" Kamu kenapa Ser ? ", Serly langsung memeluk Rani dengan tubuh gemetar


" Istighfar ser, lalu Tenangkan diri pelan-pelan ! " ujar Rani sambil mengelus-elus kepala Serly


Setelah Serly sedikit tenang, ia mulai cerita, hingga membuat Rani merinding dengan cerita mimpinya itu.


" Terus terang Ser, dari awal aku sudah tidak tenang berada disini, ada yang janggal menurut aku "


" Aku jadi kepikiran dengan cerita kakek kemarin itu ! " ujar Serly


" Apa aku harus memberitahunya tentang ucapan terakhir kakek itu, tetapi jangan sampai ia makin panik dan tidak bisa tenang, nanti akan jadi huru hara lagi dengan yang lainnya " gumam Rani


<<


Suara ketukan terdengar dari luar kamar Dimas dan Akbar


" Siapa ? " tanya Dimas


" saya Evan "


Dimas membukakan pintu, " Kenapa Van, masih pagi sekali sudah bertamu ? "


" Pagi sekali ndas mu, ini sudah jam 8 loh Dim "


" Waduh sorry Van aku ketiduran, efek capek ini kayaknya, duluan saja keruang tamu ntar kami menyusul ! "


" Teman-teman lain juga belum pada bangun kok Dim, aku kesini mau cek Adrian saja "


" Cek Adrian, maksudnya apa sih ! "


" Begini Dim, Ketika aku terbangun Jam 3 subuh dia sudah tidak ada di kamar, terus bangun jam 5 subuh juga belum ada sampai sekarang dia belum juga ke kamar "


" Minggat kali dia, tidurmu terlalu jorok " ujar Akbar


" Bisa jadi tuh Van " timpal Dimas sedikit ejek


" Ngawur kalian, tidurku itu yang paling oke diantara kalian "


" Buktinya Adrian minggat " ujar Akbar, sementara Dimas tertawa mengejek


" Tapi kira-kira dia minggat kemana ya ? "


" Mungkin dia di kamar Adit " ujar Akbar


" Oh iya juga, ya sudah, aku cek dulu di kamar Adit "


" Makanya tidur jangan ngorok biar orang nyaman sekamar dengan kau " ejek Dimas, hingga Akbar tertawa


" Bacot ah kalian ", lalu Evan pergi.


<<


" Tok tok tok " Evan mengetuk pintu kamar Adit


" Dit , Adit "

__ADS_1


Beberapa kali Evan mengetuk pintu dan memanggil tetapi tidak ada jawaban, hingga ia mendorong pintu kamarnya dan ternyata terbuka.


" Kok tidak terkunci, jangan-jangan ia sudah pergi lagi " gurau Evan


Evan menutup kembali pintu kamar Adit, namun belum sempat tertutup penuh, ia melihat ada tirai yang menghalangi satu ruang di dalam kamar tersebut.


" Wah ternyata kamar Adit ini luas ya ! " guraunya


ia pun penasaran dengan ruangan itu, pelan-pelan ia melangkah melihatnya, namun belum sempat Adit datang.


" Ngapain kamu di sini Van ? ", Evan balik belakang satu kali


" Eh Adit, maaf aku sudah tidak sopan masuk kamarmu tanpa izin ", Adit hanya menatap diam Evan


" Aku kesini mencari Adrian, mungkin dia disini, Soalnya dari tadi jam 3 subuh aku sudah tidak melihatnya di kamar "


" Dia tidak pernah kesini " jawab Adit


" Aduh kemana ya itu anak " Evan bingung, lalu kemudian ia berpamitan kepada Adit untuk mencari Adrian di temat lain.


<<


Semua telah kumpul di ruang tamu untuk melakukan aktivitas hari ini, senyum dan canda menghiasi mereka, tetapi tidak untuk Dimas, Rani dan Serly. Dimas mencari-cari Evan dan Adrian, ia tidak melihat mereka, namun beberapa saat Evan datang.


" Adrian mana Van ? " tanya Dimas


" Tidak ada, ia juga tidak di kamar Adit "


" Kemana ya itu anak ! " Dimas bingung


" Memang kenapa dengan Adrian ? " tanya Tania


" Aku sudah tidak melihat Adrian dari jam tiga subuh tadi, aku juga sudah cek di kamar Dimas dan Adit, tetapi juga tidak ada bahkan tidak pernah kesana "


Rani dan Serly yang lagi ngobrol, langsung terkejut mendengar hal itu, mereka langsung berbalik pada Evan, kemudian Rani menanyai Evan


" Memangnya dia tidak memberitahu, kalau dia mau kemana gitu ? "


" Tidak Ran "


" Kok gitu sih " ujar Eva, semuanya pun menjadi bingung


" Tunggu - tunggu, aku ingat sekarang. Semalam dia bangunin aku, kalau tidak salah, dia bilang ia mendengar suara cewek menangis. Tetapi aku tidak menghiraukannya, aku hanya asik tidur "


" Suara cewek menangis " gumam Serly


" Apa itu Mba Namasya " ujar Serly


" Entahlah "


" Soalnya kemarin malam saya mendengar suara menangis pula, pas mencari arah suara itu ternyata mba Namasya, tapii "


" Tapi kenapa Ser " tanya Eva


Serly pun menceritakan kejadian yang terjadi saat menemui mba Namasya


Dimas dan Rani mendengar hal itu langsung kaget.


" Jika perkataan kakek itu benar, maka hancurlah kami semua di sini " gumam Dimas dalam hati


" Bagaimana jikalau cerita kakek itu benar, apa yang seharusnya kami lakukan " gumam Rani dalam hati


" Waduh Ser Drama kau, bisa saja saat kamu balik belakang Namasya langsung pergi, karena ada suatu hal " Ujar Tania


" Tau nih Serly " timpal Eva


" Sudah-sudah jangan ributkan lagi itu, intinya kita cari dulu Adrian " ujar Rani


" Mungkin dia jalan tuh bersama Namasya ! " ujar Akbar

__ADS_1


" Ya bisa jadi itu " balas Tania


__ADS_2