ASMARA DANA

ASMARA DANA
BERDAMAI DENGAN HATI


__ADS_3

Setelah cukup lama berada dibalkon,Dana pun masuk kekamar dilihatnya Mara sudah tidur meringkuk diatas kasur,selimut tebal menutupi tubuhnya sampai ke leher,Dana pun mrndekatinya lalu menatap wajah istrinya.


*Cantik....betapa bodohnya aku dulu menyianyiakan kamu,betapa bodohnya aku lebih memilih kerikil dari pada berlian sepertimu,akan aku tebus semua kesalahanku dimasa lalu,maafkan aku sayang, aku mencintaimu Asmara Danisa* Batin Dana lalu mencium kening Mara


Dana pun menyusul untuk tidur sambil memeluk pinggang Mara padahal dulu dia enggan bersentuhan dengan Mara,tapi sudah seminggu ini dia hanya bisa tidur ketika memeluk tubuh ramping istrinya.


Pagi hari Mara terkejut karena Dana tidur dengan tangan masih memeluk pinggangnya,perlahan dilepaskannya tangan Dana tetapi dengan cepat Dana mempererat pelukannya.


" Biarkan seperti ini dulu " ucapnya dengan suara serak khas orang bangun tidur dan mata masih terpejam.


" Aku mau mandi Dan, aku ada kuliah pagi" ucap Mara lirih tetapi masih terdengar oleh Dana.


Dana pun melepas pelukannya lalu membuka mata," Kamu kenapa?"


" Bukannya kamu marah sama aku" jawab Mara sambil menunduk.


Dana menghela nafasnya lalu menarik dagu Mara," Aku ngga marah sama kamu,aku marah sama diri aku sendiri kenapa dulu aku tega nyakitin kamu" ucap Dana kemudian tersenyum lalu mengecup kilas bibir Mara.


" Maafin aku ya sayang,kamu pasti masih trauma ya karena perbuatanku dulu" tanya Dana kemudian.

__ADS_1


Mara menggelengkan kepalanya lalu memberanikan diri mencium pipi suaminya," kasih aku waktu ya Dan....aku sebentar lagi ujian biarkan aku fokus dulu".


Dana mendekap Mara sambil menciumi puncak kepalanya.


" Pasti sayang....kamu tenang aja,aku akan selalu mendukung semua keputusanmu, tapi mulai sekarang biasain kiss kalau pagi ya?sama cium tangan suami kamu yang ganteng ini" pinta Dana sambil cengar cengir dan langsung mendapat cubitan cinta dari Mara.


" Genit banget sih kamu"


" Biarin genit sama istri sendiri ini"


" Awas aja kalau berani genit sama cewek lain!"


" Cemburu ya?" goda Dana.


" Makanya kiss suaminya tuh disini bukan di pipi" Dana menunjuk bibirnya.


" Ogah bau jigong"


" Lah tadi kamu mau kan?"

__ADS_1


" Kan kamu yang main nyosor"


" Enak aja dikata nyosor emang aku soang?"


" Yang suka nyosor kan emang soang? masa gajah?"


" Malah ngledek lagi...awas kamu ya"


Dana pun berusaha menggapai tubuh Mara,tetapi secepat kilat Mara berlari kekamar mandi dan mengunci pintunya.


" Curang kamu pintunya dikunci"


" Biarin...soalnya takut disosor soang" teriak Mara dari dalam kamar mandi.


Dana hanya menggeleng kepalanya,sambil kembali menarik selimutnya dan melanjutkan tidurnya.


30 menit kemudian...


Mara keluar dari kamar mandi melihat Dana yang masih terlelap dia mendekatinya lalu memperhatikan wajah tirus suaminya, dia membelai wajah yang tampak mulai terawat lagi dan sudah tidak ada lagi jambang yang memenuhi pipinya karena semenjak mereka bersama lagi Dana menjadi lebih merawat diri dan memperhatikan penampilannya.

__ADS_1


Sebenarnya Dana tidak tidur lagi dia hanya memejamkan matanya yang lelah jadi dia tahu Mara keluar dari kamar mandi,dia juga tahu sebuah rasa yang dipendam oleh istrinya selama ini.


*Dan...maafin aku yang belum bisa menjadi istri yang seutuhnya buat kamu, kamu benar ada rasa trauma yang masih bersarang dihatiku, andai dulu aku ngga melihat langsung kamu bermesraan dengan Sinta mungkin aku ngga akan seperti ini atau bahkan saat ini kita sedang menantikan buah hati kita....maafin aku Dan,kasih waktu aku untuk berdamai dengan hatiku* gumam Mara pelan tetapi masih terdengar oleh Dana.


__ADS_2