ASMARA DANA

ASMARA DANA
MENCURI WAKTU


__ADS_3

Disekolah internasional....


Seorang pria menatap anak-anak bermain berlarian kesana kemari, tetapi pandangannya tertuju pada bocah kecil yang mengcopy wajahnya hampir 90 persen yang kini sedang membaca buku sambil menikmati bekal makan siangnya.


Dana berjalan mendekati bocah kecil itu sambil tersenyum, " Apakah makanannya enak?" tanya Dana.


" Hmmm".


" Apakah mama kamu yang membuatnya ?".


" Hmmm".


Mendengar bocah itu hanya menjawab acuh membuat Dana kesal sendiri namun ditahannya, bocah kecil yang sangat mirip dengannya itu ternyata menuruni sifat dari ibunya, apalagi ibunya mendidik dengan keras agar putranya tidak dengan mudah direndahkan seperti ibunya.


* Rasanya Daddy sangat ingin memelukmu nak, tapi pasti kamu menolaknya karena saat ini Daddy masih seperti orang asing bagimu*


"Uncle...kenapa uncle diam saja, apa uncle sedang menunggu anak uncle?".


" Ya...ah iya Da..eh uncle sedang menunggu anak uncle" jawab Dana *anak uncle adalah kamu nak* lirihnya kemudian.

__ADS_1


" Apa anak uncle laki-laki sepertiku?".


" Ya persis sepertimu...tampan dan pintar" ucap Dana sambil membelai kepala Yuki anaknya yang masih belum mengenalnya.


Semua itu tidak luput dari penglihatan Asmara yang sengaja datang untuk menjemput putranya, dadanya berdegup kencang melihat pemandangan didepan matanya.


" Apa sudah selesai berbicara dengan orang asingnya Yuki?" tanya Mara pada putranya.


" M..mom" pekik Yuki kaget.


Dia pun menunduk merasa bersalah pada sang Mommy karena melanggar aturan Mommynya sama saja dengan siap menerima hukuman yang sudah menjadi kesepakatan antara ibu dan anak tersebut.


" Jangan kelewatan km!" ucapnya pada Mara.


" Mohon maaf pak, ini anak saya, dan saya berhak untuk mendidiknya dengan benar, anda tahu kenapa? karena saya tidak mau anak saya jadi pengecut seperti orang yang sudah membuatnya ada didunia ini!" .


" Apa maksud kamu mengatai aku pengecut?".


" Kalau anda tidak merasa kenapa harus marah?.

__ADS_1


Dana semakin emosi mendengar ucapan Mara, lalu berbalik menatap Yuki dan berjongkok mensejajarkan posisinya agar setara dengan Yuki.


" Yuki....ini Daddy....aku Daddy kamu, dan kamu anak kandungku Yuki" ucapnya kemudian.


Yuki kaget lalu menatap mata lelaki yang ada didepannya mencari kebohongan tetapi dia tidak menemukannya, Yuki berlari kearah Dana dan memeluknya tetapi Mara sudah lebih dulu menarik tangan Yuki dan membawanya peri dari hadapan Dana.


Suara tangisan Yuki membuat perih hati Dana sedangkan Mara dengan tataan penuh amarah meminta supir segera menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah Yuki.


Yuki masih terus menangis sambil memohon kepada Mommynya untuk menghentikan mobilnya,tetapi diabaikan oleh Mara yang masih fokus ke laptop didepannya seraya mengecheck email yang masuk.


Memasuki gerbang rumah opanya, Yuki berlari menuju kamarnya dan segera menangis, dia bahagia akhirnya bertemu dengan Daddynya tetapi sedih karena Mommynya tidak mengijinkannya sekedar memeluk untuk mengungkapkan rasa rindunya.


" Mommy jahat...Mommy nggak ijinin Yuki bersama Daddy, Mommy memang marah sama Daddy tapi Yuki juga mau ketemu Daddy...hua....huaaaa....".


Suara tangis Yuki meraung membuat opanya tidak tega lalu menemui Asmara diruang kerjanya.


" Sudah puas kamu nak? kamu lihat apa yang terjadi dengan Yuki? Kamu boleh marah pada bapaknya tetapi kamu tidak berhak memisahkan mereka berdua demi rasa sakit hati kamu nak, sudah cukup 6 tahun kamu pisahkan mereka sekarang saatnya mereka bertemu, ijinkanlah walaupun kamu sudah tidak mau bertemu dengan Dana" ucapnya menasehati Mara kemudian meninggalkannya sendiri diruang kerjanya.


Mara menunduk dimejanya seketika air matanya menetes, sesak yang dia rasa tetapi benar kata papinya bahwa dia tidak bisa terus-terusan egois hanya karena lukanya dimasa lalu.

__ADS_1


dikiiiit lagi


__ADS_2