ASMARA DANA

ASMARA DANA
MERASAKAN SESUATU


__ADS_3

Setelah pembicaannya dengan Mara diatap sekolah,Dana merasa keberadaan Mara semakin jauh darinya,walaupun satu kamar,satu kasur tetapi dia merasakan bahwa Mara benar-benar menjauh darinya.


Dana menghilangkan rasa gundahnya dengan berkencan dengan Sinta,mereka memesan sebuah kamar dihotel berbintang karena Sinta sudah biasa dengan kemewahan yang diberikan oleh Dana,sebagai gantinya dia akan memberikan segalanya kepada kekasihnya itu ,dia tidak merasa rugi karena dia memang bukan seorang gadis perawan lagi.


Keperawanannya sudah dia berikan kepada Ayah tirinya bahkan ketika ibunya sedang sakit dia malah bersenang-senang dengan ayah tirinya,namun setelah bangkrut dia pulang ke indonesia dan kembali ke mantan kekasihnya yang dulu ditinggalkannya demi jackson ayah tirinya sekaligus kekasih gelapnya itu.


Dan bodohnya Dana masih mau menerima Sinta,padahal Sinta sudah tidak suci lagi,dan Sinta sudar merencanakan akan membuat Dana mabuk sehingga mereka melalukan hubungan lebih dari sekedar meraba seperti biasanya.


Ketika sudah masuk kekamar,Sinta segera mandi dan menggunakan lingerie sexy dan meminta Dana untuk pergi mandi,sedangkan Sinta menyiapkan minuman yang sudah dicampur obat agar Dana bisa takluk padanya.


Gaya hidup Sinta diluar negeri menjadikannya tahu obat apa yang biasa ayah tirinya gunakan untuk membuatnya bergairah.


Mara yang sedang menonton drakor dikamarnya,merasa ada yang kurang,biasanya akan terlihat Dana bolak balik dikamarnya kini tidak ada,dia menjadi tidak fokus dengan film yang sedang dia tonton.


* *K*emana perginya si Dana? kok ngga kasih tahu gue?apa jangan-jangan dia lagi pacaran?batinnya sambil mencari pesan dana diponselnya.


" Gue ngga pulang,gue nginep di hotel XXXX sama Sinta" tulis pesan Dana*.


Hatinya mencelos sakit membaca pesan suaminya,walau bagaimanapun Dana adalah suaminya tetapi malah pergi menginap dengan wanita lain, Mara pun segera mencari jaket lalu menyambar kunci mobil dan langsung keluar tancap gas menuju hotel dimana suaminya berada.


Setelah sampai dihotel dia menanyakan ke resepsionis dimana kamar suaminya,awalnya resepsionis menolak memberi tahu,tetapi Mara membuat alasan yang menjadikan sang resepsionis tidak tega dan langsung memberikan kunci cadangan untuknya.


Mara langsung berjalan cepat tidak mempedulikan berapa pasang mata yang menatapnya seolah dia sedang mau memergoki suaminta berselingkuh,memang benar sih.


Mara langsung membuka pintu kamar dengan kunci cadangan yang dibawanya dan betapa hancurnya dia melihat sang suami sedang diberikan service oleh wanita lain,sedangkan Dana sendiri gelagapan kaget,tetapi berbeda dengan Sinta yang masih asik memberikan service.


Mara langsung berbalik keluar dan pergi dengan perasaan yang sudah hancur tercabik-cabik,hatinya sakit,air matanya menetes,dia segera mengemudikan mobilnya pergi dari hotel tersebut.


Dana mendorong Sinta bermaksud mengejar Mara tetapi Sinta langsung marah dan mencegahnya,terjadilah perdebatan antara mereka berdua sampai akhirnya Dana kelepasan mengatakan bahwa wanita yang datang tadi adalah istrinya,Sinta tidak percaya dan langsung menangis sambil memukuli dada bidang Dana.


Dana membiarkannya seolah memberikan kesempatan Sinta untuk meluapkan amarahnya, dia merasa bersalah pada dua wanita itu terutama pada Mara istrinya.


Setelah Sinta tenang,Dana pun mengantar Sinta pulang lalu dia kembali kerumah mertuanya,tetapi ketika sampai garasi ternyata mobil istrinya belum ada artinya Mara belum pulang.

__ADS_1


*Kemana dia* tanya Dana membatin.


Diapun keluar lagi untuk mencari Mara tetapi nihil ditempat yang biasa dikunjunginya tidak ada,beberapa kali mencoba menghubungi Mara tetapi ponsel Mara sengaja dimatikan.


Danau....


Disinilah Mara berada,angin malam membuatnya merasa kedinginan tetapi dia tetap nekad menuju tepian danau.


Dia duduk sambil memandang kearah danau dengan tatapan kosong.


* Kenapa loe tega nyakitin gue Dan....gue udah berusaha sabar,tetapi disaat gue mulai marasakan sesuatu dan itu buat loe,tapi gue malah mendapat kenyataan pahit didepan mata gue,ternyata felling istri itu benar ya....gue jadi tahu kelakuan bejat loe dibelakang gue* batin Mara sambil memukul dadanya yang berasa sakit.


Waktu menunjukkan pukul 03:00 dini hari


Mara memutuskan untuk pulang,dia takut papinya akan mencarinya ketika bangun pagi.


Sedangkan Dana masih menunggunya didalam kamar sambil mondar mandir kebingungan.


Ckleeek....suara pintu kamar terbuka.


Dana hanya bisa terdiam melihat apa yang dilakukan oleh istrinya,dia tahu kalau sedang seperti ini dia mengajak Mara berbicara justru akan memperkeruh keadaannya.


Pagi hari.


Ketika Dana terbangun Mara sudah tidak ada disampingnya,dia mencari keberadaan istrinya,dengan berlari menuruni tangga.


" Dan mau kemana?sini sarapan dulu,aku baru mau bangunin kamu lho....sini papi udah nungguin nih"panggil Mara dari meja makan.


Dengan lunglai Dana berjalam menuju meja makan dan seperti biasa Mara akan melayaninya seperti istri pada umumnya seolah tidak terjadi apa-apa Mara selalu menampakkan senyumannya padahal terlihat dari warna bawah matanya tampak gelap meski sudah ditutup dengan make up.


"Dan..sebentar lagi kalian lulus,jadi papi udah boleh dong minta cucu....papi kesepian nih" ucapan papi mertuanya menohok membuatnya tersedak.


" Ati-ati ih kamu sampai kesedak" ucap Mara sambil memberikan minum dan menepuk pelan punggung suaminya.

__ADS_1


"Lagian papi ini minta cucu kaya minta permen,sabar dulu pi kan lagi proses" jawab Mara sekenanya.


Dana kaget dengan jawaban Mara yang santai seolah tidak sedang berbohong,atau mungkin karena sudah biasa berbohong untuk menutupi kelakuan buruk suaminya?Entahlah.....


"Yeeee....papi kan udah tua wajarlah minta cucu,pokoknya jangan nunda ya baby....harus rajin-rajin ngadonnya biar cepet kalis Dan" jawab papinya sambil bercanda.


" Dipikir kue kali ya diadonin segala,dasar papi"ucap Mara,kemudian kembali makan lagi.


Mara kembali diam ketika masuk ke kamarnya,Dana pun memberanikan diri mendekatinya tetapi ancaman Mara membuatnya mudur teratur.


"Berani mendekat gue bunuh loe!...tubuh loe terlalu kotor buat deket ama gue!"


" Mara gue bisa jelasin semuanya denger dulu penjelasan gue"


" Ngga ada yang perlu dijelasin,sabar aja abis kelulusan loe urus perceraian kita,dan serahin berkas yang harus gue tanda tanganin"


" Maksud loe apa?loe minta cerai dari gue?jangan mimpi loe!"


" Kalau loe ngga mau urus biar gue yang urus nanti loe tinggal tanda tangan"ucap Mara.


" Sampai kapanpun gue ngga bakal cerain loe!CAMKAN itu!"


" T E R S E R A H!!!" Mara mengeja.


" Gue ngga mungkin kaya gitu kalau loe sebagai istri melayani gue selayaknya istri pada umumnya!"


" Maksud loe apa?loe pikir gue mau kaya gini?loe yang dari awal udah nolak gue,gimana gue mau ngelayanin elo hah?! dan sekarang loe nyalahin gue?otak loe dimana?"


" Buktikan sekarang loe layanin gue"ucap Dana sambil mendekati Mara.


" Setelah loe ngelakuin dengan orang lain?ogah....mending kita cerai!"


" Dari tadi loe ngomong cerai loe pikir cerai itu gampang?"Dana mulai meraba lembut pipi Mara.

__ADS_1


" PRADANA ARGA WIJAYAAAAAA.....berani loe sentuh gue? gue hajar loe!" teriaknya dan langsung keluar kamar dan betapa kagetnya dia ternyata papinya sudah dihadapannya.


Papi......


__ADS_2