ASMARA DANA

ASMARA DANA
MENGHINDAR


__ADS_3

Disekolah ada pesta acara kelulusan, semuanya tampak gembira karena sudah dinyatakan lulus,setelah para wali murid mengambil ijazah kini giliran siswa siswi berpesta,ada yang sedang mengunjungi stand makanan yang dijual oleh para adik kelas,ada juga stand baju,tas,sepatu,accesories dan masih banyak lagi.


3 gadis cantik sedang menikmati aneka makanan yang mereka beli lalu dikumpulkan jadi satu dimeja yang sudah disiapkan,sambil ketawa ketiwi mereka menyantap makanannya.


Dari jauh ada sosok pria yang menatap kearah mereka dengan tatapan penuh penyesalan,ingin rasanya dia berlari kearah gadis yang sudah mulai memenuhi ruang hatinya tetapi seolah ada benteng besar yang menghalanginya.


Dia adalah Dana yang hanya bisa memandang Mara dari jauh tetapi tidak berani untuk mendekat,Mara sangat pintar menyimpan semua rasa sakitnya dengan rapat,walaupun terkadang tidak sengaja berpapasan dengan Dana,Mara bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Dana.


Hari ini adalah hari terakhir mereka datang kesekolah,selanjutnya mereka akan menuju universitas masing-masing,untuk urusan Sinta akhirnya sudah terbongkar bahwa yang menghamili Sinta bukanlah Dana tetapi ayah tirinya Sinta.


Tetapi untuk urusan Dana dan Mara orang tua Dana sudah angkat tangan karena malu pada sahabat mereka yaitu papinya Mara.


Papa Wijaya memilih tidak ikut campur dan lebih fokus untuk pengobatan mama Wulan.


Papa dan mamanya terbang ke Singapura untuk pengobatan dan masalah perusahaan dilimpahkan kepadanya,sehingga dia harus membagi waktu antara kuliah dan mengelola perusahaan.


Mara kuliah disalah satu universitas terbaik di Jakarta dan kembali bersama genk butterflynya walaupun berbeda fakultas tetapi masih satu kampus jadi mereka bisa tetap bertemu.


Papinya juga memilih untuk menyerahkan semua keputusan ditangan Mara jadi beliau lebih fokus mengurus perusahaannya tanpa ikut campur urusan rumah tangga putri tercintanya.


Dikantor Dana.


" Dan...akhir - akhir ini performa loe turun drastis,loe ada masalah apa?cerita dong ke kita?" kata Andi yang melihat kondisi sahabatnya semakin memprihatinkan.


" Iya loe Dan....kenapa loe?sakit loe?"timpal Leo.


Dana menatap tumpukan berkas dimejanya sambil menghela nafas.

__ADS_1


Kemudian memandang kearah sahabatnya.


" Kalau gue cerita apa loe bakal percaya sama omongan gue?" tanya Dana ragu-ragu.


" Eeeeetdah ****** beud loe...udah cerita ya cerita ajah...lama loe" umpat Leo.


Andi pun ikut geram tidak sabaran untuk mendengar keluh kesah sahabat sekaligus partner bisnisnya.


" Sebenernya....gue...udah nikah"ucap Dana.


Sejurus kemudian terdengar gelak tawa dari kedua sahabatnya,bahkan sampai terpingkal- pingkal.


" Ngga lucu Dan....garing ...sumpah lawakan loe garing"ucap Andi.


" Parah ni anak...kesambet dimana loe sampai ngehalu begitu?"timpal Leo.


" Terserah kalau kalian ngga percaya intinya gue berusaha jujur" ucap Dana melemah.


" Loe serius?ngga lagi ngprank kita kan?"tanya Andi.


" Iya...trus bini loe itu siapa? kok kita ngga pernah lihat? kenalin kek"leo ikut menyahut.


" Itu dia masalahnya,saat ini bini gue salah paham sama gue,yaaa gue juga sih yang salah tapi bini gue ngga mau denger penjelasan gue,malah minta pisah dari gue,dan sekarang kita udah pisah rumah hampir satu tahun" penjelasan Dana sambil menghela nafasnya.


" Whattt?...tunggu hampir satu tahun dan kita lulus belum ada satu tahun,jadi kalian nikah waktu masih SMA?terus bini loe juga masih SMA atau loe hamilin anak orang?" cecar Leo.


" Waktu itu kita sama-sama SMA dan lulus ditahun yang sama, dan kita nikah bukan karena dia hamil tetapi karena dijodohkan"ucapnya.

__ADS_1


" Terus bini loe anak sekolah mana?" tanya Andi.


" Dia satu sekolah sama kita dan loe berdua tahu siapa dia? Asmara Danisa " ucap Dana.


" Whaaaatttt" kedua sahabatnya kaget.


" Gila loe...beruntung banget loe bisa dapetin dia udah cantik, pinter, tajir cuma satu minusnya biang onar" Celetuk Andi.


" Kalau gue yang dijodohin ama dia beeeuuuh bakal gue sayangi dia dengan segenap jiwa raga" ucap Leo sambil menepuk dadanya.


Pletak....


" Bini gue tuh" ucap Dana setelah melempar pulpen kearah Leo.


" Bini yang loe duain? apa tigain? gimana ceritanya sih?" tanya Leo antusias.


Akhirnya Dana menceritakan semuanya dari A sampai Z.


Kedua sahabatnya menyimak dengan serius sambil manggut-manggut.


Mereka berjanji mau membantu Dana untuk berbaikan dengan Mara,karena sampai saat ini Dana belum memceraikan Mara hanya berpisah rumah dan tidak berkomunikasi lagi,tetapi tanpa sepengetahuan Mara, Dana selalu memantau kehidupannya bahkan sampai ke kampus Mara serta dengan siapa Mara bergaul pun Dana tahu semuanya.


Makanya dia sekarang terpuruk karena dikampus Mara ada cowok yang mulai pendekatan ke istrinya membuat Dana uring-uringan ngga jelas,ternyata sesakit ini melihat orang yang kita sayangi dekat dengan orang lain.


*Apa ini yang dirasakan ole Mara dulu ketika melihat gue bersama Sinta?*.batinnya


#like

__ADS_1


#komen


#vote


__ADS_2