ASMARA DANA

ASMARA DANA
MENINGGALKANMU SEMENTARA


__ADS_3

Pagi hari ketika Dana membuka mata dia tidak menemukan Mara disampingnya,dia pun bergegas mandi lalu turun kebawah mencari istrinya ternyata Mara dan Papi Dani sedang menikmati sarapan pagi tanpa dirinya.


" Bangun juga kamu Dan? kata Mara sedang banyak pekerjaanmu jadi pulang larut sekali" tanya Papi mertuanya.


" Iya Pi..." jawab Dana, dia tahu Mara pasti akan mencari alasan agar Papinya tidak tahu kalau mereka sedang berselisih paham.


Mara tetap melayani suaminya dengan baik,dia bahkan mengajaknya bercanda walaupun sesak dihatinya tetapi dia benar- benar pandai menyembunyikannya.


Selesai sarapan Mara pamit kepada Papi dan suaminya untuk berangkat ke kampus, Dana menawarkan diri mengantarkan tetapi ditolaknya dengan halus, " Sayang kamu dirumah aja ya istirahatlah kamu pasti capek kan? aku bawa mobil sendiri aja ya" ditutup dengan kecupan manis dipipi suaminya.


Akhirnya Mara bisa mendapat ijin pergi sendiri, dia bukan hanya kekampus mengurus kepindahannya dia juga pergi ke beberapa tempat guna mengurus perijinan dan kepindahannya sementara dari kota ini tanpa sepengetahuan siapapun karena dirinya memang memilih akan hidup berdua saja dengan anaknya kelak.


Sore hari dia sudah kembali dilihatnya Papi Dani sedang duduk bersantai sambil menikmati secangkir teh hijau kesukaannya.


" Pi.....Mara sayang Papi, sayaaaaaaang banget, Papi harus sehat terus ya sampai nanti cucu papi ini dewasa" ucapnya sambil memeluk cinta pertamanya itu.

__ADS_1


" Iya doooong Papi kan mau punya cucu yang banyak dari princessnya Papi " ucap Papi Dani.


Mara tidak kuasa menahan air matanya, pelukannya dieratkan lalu mulai mencium pipi yang sudah tidak kencang lagi sambil menatap dalam wajah Papinya.


" Sayang kamu kenapa? apa ada masalah?" tanya Papinya khawatir.


" Engga Pi....selama menikah waktu Mara sudah banyak terlewat tanpa ada kesempatan kita berdua saling cerita makanya saat seperti inilah Mara merasa benar-benar menjadi princess babynya Papi"


Papi Dani memeluk putri semata wayangnya sambil menitikan air matanya juga.


Dana terbangun kemudian mencari istrinya tetapi sudah tidak ada dikamarnya, kemudian dia berlari turun mencari ke penjuru rumah mertuanya tetapi tidak ada juga,dia kembali kekamar mencoba menghubungi Mara melalui ponselnya dan ternyata ponselnya mati.


Dia kembali berlari turun kekamar mertuanya ternyata Mara tidak ada disana, akhirnya seisi rumah dibuat panik dengan menghilangnya Asmara. Papi Dani mencoba berkali-kali menghubungi putrinya, juga beberapa temannya dikampus malah dibuat tercengang mendengar kabar bahwa Mara putrinya kemarin sudah perpisahan karena mau pindah kekampus lainnya.


Tubuhnya lemas langsung terperosok kelantai,Dana membantu mertuanya duduk disofa, kemudian mencoba melacak keberadaan istrinya melalui ponsel milik Mara tetapi percuma ternyata ponsel sudah tidak aktif.

__ADS_1


Mara meninggalkan Indonesia pada pukul 02:00 dini hari dengan pesawat tujuan osaka jepang, dia memiliki sahabat yang berada disana dan berjanji akan membantu Mara dengan menampungnya sementara sampai Mara bisa hidup tanpa bergantung lagi dengan siapapun.


" Makasih ya Fin udah mau nampung gue"


" Apaan sih loe makasih mulu dari tadi udah deh, nih kamar loe ya memang ngga sebagus kamar loe di Jakarta juga sih"


" Ini nyaman kok Fin , aku suka"


Fina sudah tahu semua cerita hidup Mara termasuk saat mertuanya yaitu Mama Wulan menghubungi Mara meminta meninggalkan Dana karena mengnggap bahwa Mara bukan wanita yang cocok mendampingi seorang Pradana Arga wijaya, dan menganggapnya wanita murahan karena dengan mudah menerima Dana yang hanya bermain-main dengannya saja.


Ketika mendengar omongan mertuanya, dunia Mara seakan runtuh bagaimana ada seorang ibu yang tega merusak kebahagiaan anaknya demi ambisi semata, kalau saja dari awal dia tidak mau menerima Dana mungkin semua ini tidak akan terjadi.


Mara tidak mungkin menyesalinya lagi karena kini didalam rahimnya sudah ada buah cintanya bersama Dana, dia tidak boleh lemah, dia harus kuat dan harus tetap berusaha demi anak yang dikandungnya.


Dan Mara pun pasrah kalapun pada akhirnya dia harus berpisah dengan suaminya asalkan anaknya tetap bersamanya.

__ADS_1


dikit ya


__ADS_2