ASMARA DANA

ASMARA DANA
KABAR BAHAGIA DAN KABAR BURUK


__ADS_3

Dana semakin semangat menjalani hari-harinya sebagai seorang suami semenjak Mara menyerahkan diri seutuhnya untuk dirinya.


Kini dia bisa bermesraan dengan Mara tanpa canggung,waktu pulang adalah waktu yang paling dinantinya karena bisa segera memeluk istri tercintanya.


Mara sudah pulang dari kampusnya, badannya terasa sangat lelah karena setiap hari harus bolak balik kuliah berangkat sendiri sedangkan setiap malam suaminya menuntut lagi dan lagi yang membuatnya semakin lelah tetapi dia tidak pernah menolak karena takut dosa.


" Papi lihat akhir-akhir ini baby semakin lusuh, apa baby disiksa sama si cumi- cumi?" tanya papinya ketika Mara nomprok duduk didepan TV.


" Apaan sih pi...masa suami Mara dikatain cumi-cumi?" jawabnya lesu.


" Habisnya kamu sekarang ngga seger lagi baby, kaya bunga yang udah layu, atau jangan-jangan kamu dijadiin babu sama tuh cumi asin kalau lagi diajak kerumah wijaya?"cecar papinya.


" Engga pi....Mara cuma kurang tidur lagi banyak tugas kampus belom lagi bolak balik kampus sendiri" jawab Mara sambil menyendokkan nasi kedua kalinya dipiring bekas dia makan.


Papinya melongo melihat cara makan anaknya yang udah kaya kuli abis kerja rodi,yang benar saja Mara yg biasanya makan cuma setengah centong nasi kini berubah menjadi bercentong-centong.


" Fix ini kamu kesurupan...papi ngga mau tahu si cumi harus tanggung jawab" ucap papinya lalu beranjak dari kursi.


Mara ingin mencegahnya tetapi keburu pingsan, dan papinya langsung berbalik menolong putri kesayangannya lalu membawa Mara kerumah sakit.


Dana memasuki rumah yang tampak sepi,terlihar bibi sedang membereskan meja makan Dana pun mendatanginya.


" Bi ko rumah sepi,mobil papi juga ngga ada,Mara juga ngga keliatan?" tanya Dana.


" Anu den...itu non Mara tadi pingsan dan langsung dibawa tuan Dani ke rumah sakit" jawab bibi.


" Apa? kenapa ngga ada yang ngabarin aku sih? rumah sakit mana bi?" tanya Dana setengah teriak karena kaget.


" Rumah sakit Mitra den..."jawaban bibi belum selesai Dana sudah melesat keluar rumah menuju rumah sakit dimana istrinya dibawa oleh papi mertuanya.

__ADS_1


Sampai dirumah sakit Dana melihat papi mertuanya sedang duduk dikursi tunggu Dana langsung mendekatinya.


" Papi...Mara dimana pi? bagaimana keadaan Mara pi?" cecar Dana.


" Mara masih di UGD sedang ditangani oleh dokter" jawab papinya sambi menundukkan kepalanya,papi Dani masih trauma terakhir kerumah sakit saat maminya Mara yaitu mami Anisa dalam keadaan kritis karena kecelakaan yang terjadi ketika mengejar dirinya yang sedang bersama sekretarisnya.


Karena kecerobohannya dia harus kehilangan wanita yang sudah memberikannya putri cantik dan menemaninya dari nol, dia sangat menyesali kebodohannya makanya dia sekarang sangat menyayangi Mara,dia takut kehilangan Mara,dia sangat terpukul melihat Mara pingsan didepan matanya apalagi setelah berdebat dengannya.


" Keluarga Asmara Danisa" panggil dokter.


" Saya dok...saya suaminya" teriak Dana.


" Saya papinya" Papi Dani tidak mau kalah.


" Salah satu mari ikut saya" kata Dokter.


" Kamu aja Dan, papi yakin Mara lebih butuh kamu" ucap papinya lemah.


" Silahkan duduk pak,tidak usah tegang santai saja,rilex" ucap Dokter yang melihat raut wajah Dana.


" Begini pak, kondisi ibu Mara sangat lemah,pola hidup yang tidak sehat bisa mempengaruhi kandungannya apalagi usia kandungannya masih muda" ucap dokter menerangkan.


" Iya dok....",mencerna ucapan dokter," Apa...istri saya hamil?serius dok?dokter ngga bercanda kan?" lanjut Dana.


" Memangnya bapak belum tahu?atau karena usia kalian masih muda ya,apa kalian pengantin baru?" tanya dokter.


" Bukan dok,kami sudah lama menikah,tetapi baru-baru aja malam pertamannya" jawab Dana polos membuat dokter Sukma menggeleng sambil tersenyum.


" Baik,begini pertama saya ucapkan selamat istri anda hamil, yang kedua ada kabar yang kurang mengenakan yaitu karena hamil diusia muda maka masih rentan untuk bisa bertahan keduanya jadi masih kita lihat sampai bulan berikutnya kalau kondisi sang ibu masih lemah maka dengan sangat terpaksa kita harus mengeluarkan bayinya" dokter Sukma menjelaskan.

__ADS_1


Dana langsung lemas mendengar semua penuturan dokter Sukma,ada rasa bahagia campur sedih secara bersamaan,rasa sesak langsung memenuhi dadanya ingin rasanya berteriak tetapi dia masih menahan semuanya diapun pamit untuk menemui istrinya yang sudah dipindahkan keruang perawatan biasa,disana ada papi mertuanya yang menjaga Mara sambil menyuapi putri cantiknya.


Hati Dana mencelos melihat senyuman dari bibir mungil istrinya ketika melihatnya masuk,dengan sekuat tenaga dia tahan semua rasa,dia sudah meminta dokter merahasiakan kondisi Mara dari Mara sendiri dan papi mertuanya,dia akan mencari cara untuk mengatakannya sendiri tanpa menyakiti istrinya.


" Dana sini aku pengen peluk" rengek Mara.


Dana pun menghampiri istrinya langsung memeluknya tak terasa air matanya menetes mengenai hidung bangir milik istrinya.


" Kamu nangis? apa penyakitku separah itu?"tanya Mara mendongak melihat kearah Dana.


" Bukan sayang ini tangis bahagia karena sebentar lagi kita akan menjadi orang tua,kamu hamil anak aku sayang" ucapnya sambil menciumi pipi Mara didepan papi mertuanya.


" Apa princess babynya papi hamil?, Yey....papi bakal punya cucu" papi mertuanya kegirangan sambil bergantian menciumi puncak kepala putrinya.


Hati Dana semakin perih melihat pemandangan didepannya,sebisa mungkin dia menahan diri untuk tidak menangis.


" Kamu ngga bohong kan?aku beneran hamil?anak kamu diperut aku?" tanya Mara tidak percaya.


Dana menggelengkan kepalanya," Benar sayang kamu hamil anak aku" jawab Dana sambil menggenggam tangan istrinya.


" Enak aja ini tuh cucu papi" papi Dani tidak mau kalah.


" Yang bikin kan Dana pi?"


" Denger ya cumi-cumi,yang diperut princess itu cucu papi penerus papi jadi ngga usah sok ngaku-ngaku kamu!"


" Hah...." Dana dan Mara cuma bisa melongo melihat papinya yang posesif,padahal kandungan Mara baru berusia 5 minggu.


#like

__ADS_1


#vote


#komen


__ADS_2