ASMARA DANA

ASMARA DANA
SELALU BERSAMAMU


__ADS_3

Hari ini sudah piring ke enam yang dipesan oleh Mara dari dapur rumahnya, dikehamilan pertamanya dia tidak mengidam yang aneh hanya nafsu makannya bertambah pesat bayangkan saja waktu masih menunjukkan pukul 10:00 pagi dia sudah makan nasi enam piring belum buah yang dia makan, dengan hanya melihatnya saja rasanya Dana sudah merasa kenyang tetapi dia heran bagaimana Mara bisa menampung enam piring nasi dan dua porsi buah penutup.


" Dana....aku masih lapar" rengeknya.


" Ra serius kamu masih lapar? ini udah piring keenam lho?"


" Ya gimana namanya lapar kok lagian kan yang makan bukan aku aja tetapi anak kamu juga" Mara ngeles.


" Iya aku ambilin dulu ya kebawah"


Begitulah setiap Mara meminta makan, Dana dengan sigap mengambilkannya.


Mara akan memakan makanannya hanya ketika ada suaminya,tetapi kalau Dana sedang kuliah atau kerja dia tidak akan mau makan walau hanya sediki makanya ketika Dana ada dirumah dia membiarkan istrinya makan sesukanya.


Seminggu lalu setelah kontrol dan dinyatakan perkembangan janinnya sudah bagus dan boleh dipertahankan mereka sangat bahagia dan bersyukur, Dana tidak berhenti menangis haru sampai Mara harus menenangkan suaminya.


" Ra rasanya beban dipundakku hilang sudah,lega banget aku denger penjelasan dokter tadi" sambil mengusap air matanya.


" Selama ini kamu mikirin dia ya Dan"


" Tentu...kamu dan dia adalah hidupku" jawab Dana sambil membelai perut Mara lalu memcium kening istrinya.


Mara menatap wajah suaminya lalu mencium kilas bibir Dana.

__ADS_1


" Jangan mancing Ra...dokter udah bolehin aku nengok baby lho" ucap Dana.


" Apaan sih Dan" pipi Mara merona.


Dana pun mendekap istrinya sambil berkali-kali mengucapkan kata mesra yang membuat Mara tertawa senang karena selama ini Dana jarang sekali berkata mesra dengan wajahnya yang penuh beban.


" Ra...habis lahiran nanti kamu mau lanjutin kuliah ngga?".


" Aku belum tahu lihat nanti aja Dan".


" Kalau kamu mau lanjut boleh kok nanti tinggal cari suster buat rawat baby, aku juga bisa atur waktu buat jagain baby".


" Dan...aku mommynya biar nanti aku yang putusin ya, pliiiissss jangan pakai suster aku ngga mau anakku dekat ama suster"


" Aku masih belum tahu Dan"


" Ra aku ngga mau kalau kehamilan ini jadi penghambat kamu melanjutkan cita-cita kamu, karena aku pasti akan merasa bersalah banget kalau aku sampai membebanimu "


" Ngga Dan....aku bahagia banget mengandung anak kamu bahkan kalau kamu mau setelah yang ini satu tahun aku siap hamil lagi lho"


" Hah? kamu yakin? terus gimana ngerawatnya?"


" Asalkan selalu bersamamu aku yakin pasti bisa" bergelayut manja dilengan suaminya.

__ADS_1


" Gemesin banget sih mulai pinter ngrayu ya?" sambil menoel hidung bangir istrinya.


" Kan kamu yang ngajarin"


Dana menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mara beranjak dari sofa menuju kasurnya sambil tersenyum pasti.


Dana menatap istrinya penuh tanya kemudian menyusul Mara kekasur, awalnya dia pikir istrinya mau istirahat ternyata begitu melihat Dana mengikutinya Mara langsung memeluk suaminya dan mencium pipinya, sedangkan Dana mati-matian menahan hasratnya karena takut menyakiti Mara dam bayi mereka.


" Dan boboknya sambil peluk ya? "


Dana mengangguk lalu mencium bibir Mara yang menurutnya semenjak hamil menjadi lebih manis dam cerewetnya nambah.


" Mau peluk setiap saat juga aku siap Ra"


" Itu maunya kamu Pradana" tergelak


" Udah sini peyuk...aku udah ngantuk"


Merekapun beristirahat sambil berpelukan karena Mara akan lebih mudah terlelap ketika dipeluk oleh Dana makanya Dana tidak mau pulang lewat dari jam makan malam takut istrinya tidak makan dan tidak bisa tidur tepat waktu.


Dikit dulu

__ADS_1


__ADS_2