ASMARA DANA

ASMARA DANA
BIARKAN MENGALIR


__ADS_3

Hari libur Dana berencana mengajak Mara jalan-jalan sekedar menghabiskan waktu berdua diluar rumah tanpa gangguan mertuanya sekalian melihat rumah Dana yang dirawat oleh penjaga rumah selama dia tidak ada dan orang tuanya masih diluar negeri.


Rumah itu terlihat kosong hanya ada asisten kepercayaan keluarga dan beberapa penjaga, baru kali ini Mara diajak kerumah keluarga Dana karena sejak menikah dulu dia masih tinggal dirumah papinya, mata Mara terus berkaliaran melihat rumah milik mertuanya itu ada banyak figura yang terpasang disana,ada juga foto Dana ketika masih kecil tampak gendut,lucu dan menggemaskan, Mara melihatnya ,* andai kita punya anak pasti ganteng seperti Dana* batin Mara.


Dana menggandeng tangan Mara mengajaknya ke kamar Dana di lantai dua,Mara mengikuti langkah kaki suaminya.


Sebuah pintu warna putih diujung lorong terbuka tampaklah kamar dengan nuansa hangat dan terang karena dindingnya terbuat dari kaca tebal dan terdapat balkon yang besar juga ada beberapa alat olah raga milik Dana dibalkon tersebut dan dipojoknya ada sofa dan kursi untuk bersantai.


Mara langsung takjub mulutnya menganga melihat kamar milik suaminya yang tertata rapi dan bersih bahkan lebih rapi dari kamarnya,disini barang keperluan Dana juga tertata disebuah ruangan disamping kamar mandi yang ada didalam kamar itu


" Kamar kamu rapi juga"


" Iya kan aku suka yang rapi trus kebetulan asisten rumah tangga disini orangnya rapi juga"


" Beda banget ya sama kamar aku?"


" Sama aja cuma kamar kamu kebanyakan bonekanya, sebenarnya boneka dari siapa sih,dari pacar kamu ya?"


" Enak aja itu dari penggemar sama boneka dari mami" jawab Mara sambil tertunduk kemudian membuang nafasnya.


" Maaf ya" ucap Dana.


" it's oke...aku ngantuk nih boleh nyobain tempat tidur kamu ngga?"


" Boleh dong...nyobain yang punya juga boleh" goda Dana.


" Dasar mesum" sungut Mara.


" Lah kan suami istri dikamar ngapain lagi coba?"


" Tidurlah mau ngapain lagi"


" Hanya ada dua yaitu antara tidur dan ditiduri "


" Sumpah ya laki gue mesum banget pengen gue jitak rasanya" celetuk Mara dibalik selimut yang sudah membungkusnya sampai leher.

__ADS_1


" Wajarlah sama istri sendiri, yang ngga wajar kalau sama istri orang" balas Dana enteng.


" Mau ditimpuk kamu!?" ancam Mara.


" Mau...timpuk pake bibir ya tapi" goda Dana.


Dana pun mendekati Mara dan langsung menaiki tubuh istrinya yang masih berbalut selimut.


" Dana ih berat...minggir ngga?"


" Kalau aku ngga mau gimana?"


" Dan...aku belum siap, aku takut belum bisa trus kamu marah"


" Kamu...jadi kamu nolak aku bulan karena ngga mau tapi karena belum bisa?" tanya Dana tidak percaya.


Mara pun mengangguk.


Dana menepuk jidatnya kaget dengan pengakuan polos istrinya.


" Nanti kalau ngga bisa sakit trus kamu marah?"


" Aku janji aku ngga bakal marah...makanya dicoba dulu biar tahu bukan cuma tahu dari buku atau artikel yang kamu baca apalagi menurut pengalaman orang, jujur ini yang pertama juga buat aku makanya kita sama-sama belajar ya" jawab Dana sambil pelan pelan membuka selimut yang menutup istrinya


Mara diam saja seperti patung,lalu dengan perlahan Dana menurunkan kepalanya mendekati Mara lalu mencium bibir yang sudah pernah diciumnya dulu ketika masih dibangku SMA bahkan sebelum menikah.


Awalnya Mara diam tidak merespon terapi lama lama terbawa suasana dan merespon semua yang dilakukan Dana padanya.


Skiiiiiiip ya....


Setelah selesai kini keduanya tertidur berpelukan dibawah selimut tanpa sehelai benang,Mara tidak berani bergerak karena masih sakit sedangkan Dana memeluk pinggangnya posesif.


" Dan...aku mau mandi" ucap Mara ketika terbangun.


" Nanti aja ya aku masih mau peluk kamu" jawab Dana dengan mata terpejam.

__ADS_1


" Lengket ngga enak nih"


Akhirnya Dana melepas tangannya dari pinggang Mara.


" Auwwwwh...." teriak Mara sambil menggigit bibirnya menahan sakit.


Dana membuka matanya kaget," Ada apa mana yang sakit?"


" Itu aku....aku ngga bisa jalan"


Dana bangun langsung menggendong Mara kekamar mandi,dan bersiap ikut mandi.


" Kamu mau ngapain?"


" Mandilah...masa mau makan"


" Aku duluan, aku malu Dan...kamu nanti aja"


" Kelamaan sayang nanti keburu malem lagian kita udah sama sama lihat malah udah nyobain ngapain malu sih?" jawab Dana santai sambil mulai menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya


Mara pun mengalah dia berendam dibathup sambil memejamkan matanya merilexkan tubuhnya yang masih sakit.


Dana sesekali melihat kearah Mara lalu tersenyum,ada kebanggaan dirinya adalah orang pertama untuk Mara karena ada bercak dikasur yang terlihat oleh matanya.


Setelah mandi mereka turun lalu pamit pulang kepada asistennya.


Disepanjang perjalanan Mara tampak diam wajahnya bersemu merah membayangkan apa yang baru saja dilakukannya dengan suaminya,sedangkan Dana sedang menyetir sesekali menahan senyum melihat kearah istrinya.


Sampai dirumah Dana turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Mara,tetapi bukannya turun Mara malah asik dengan lamunannya.


" Nanti bisa dilanjut lagi sekarang masuk rumah dulu yuk" bisik Dana.


Mara terjingkat lalu turun dari mobil setengah berlari memasuki rumahnya.


Dana hanya menggeleng melihat tingkah lucu istrinya.

__ADS_1


#dikit dulu


__ADS_2