ASMARA DANA

ASMARA DANA
BERDAMAI MESKI SAKIT


__ADS_3

Asmara menyiapkan sarapan pagi dengan dibantu oleh art dirumah papinya,sementara sang papi masih menikmati secangkir kopi diteras rumahnya sambil membaca berita.


Sedangkan Yuki, bocah kecil itu masih berada dikamarnya,dia setia drngan mengurung diri demi diijinkan bertemu dengan daddynya.


tok...tok...tok....


Mara mengetuk pintu kamar putranya berharap Yuki membukakan pintu untuknya, " Yuki...buka pintunya!" perintah Mara.


" Ngga mau! Yuki mau buka kalau mom ijinin Yuki ketemu daddy" jawab Yuki.


" Yuki buka atau mommy dobrak pintunya!" ancam Mara.


Bersamaan dengan suara langkah kaki Dana menaiki tangga rumah papi Dani yang sebelumnya sudah meminta ijin pada papi dari wanita yang sudah memporak porandakan hidupnya itu.


" Nggaaaa....Yuki ngga mau buka mom" Teriak Yuki.


Mara semakin emosi," Yuki jangan macam-macam kamu,ingat janji kamu sama mom dulu hah? apa kamu lupa? sekarang buka pintunya! bentak Mara dengan suara lantang.

__ADS_1


" Apa sepeeti itu caramu mendidik anak?" tanya Dana.


" Apa pedulimu? dia anakku, aku berhak mendidiknya dengan caraku sendiri!" teriak Mara.


" Berhenti bilang dia anakmu sendiri, dia darah dagingku!" ucap Dana tajam setajam tatapannya kearah Mara saat ini.


" Yuki....ini daddy,buka pintunya sayang" bujuk Dana.


Pintu terbuka, tampak bocah kecil berlari kearah Dana dan langsung memeluknya, " Daddy....Yuki kangen daddy hiks...hiks...hiksss...." suara kecil disertai dengan tangisan.


Dana ikut menangis ketika memeluk putranya, sedangkan Mara masih dengan tatapan penuh kebencian kearah Dana, setelah membiarkan beberapa saat Mara langsung memisahkan ayah dan anak tersebut dengan menarik Yuki.


" Mara...kamu keterlaluan!" hardik Dana.


" Aku?....bukannya kamu? selama ini kamu kemana? atau kamu lupa apa saja sakit yang kamu torehkan dari awal pernikahan kita? atau kamu memang sengaja seolah aku yang paling kejam memisahkan kalian? JAWAB!!! teriak Mara.


" Aku sudah berubah....aku tahu aku salah tapi aku mau berubah, kasih aku kesempatan, aku akan menebus semua kesalahanku tapi aku mohon jangan pisahkan aku dengan Yuki" ucap Dana memelas.

__ADS_1


" Berhenti bersikap seolah kamu yang teraniaya disini! dan tidak ada kesempatan kedua buat pecundang sepertimu! Br*****k!" teriak Mara.


Plaaaaak....


Tamparan keras pada pipi Mara, papi Dani yang melakukannya, Mara terkejut karena seumur hidupnya baru kali ini papinya menamparnya.


Air matanya menetes tanpa bisa dibendung lagi, begitupun dengan papinya, " Papi mau kalian bersikap dewasa, kasian Yuki, dan kamu Dana, harusnya kamu sadar luka yang kamu biarkan menganga dan mengering sendiri akan sangat sakit bila kamu memaksa membukanya lagi, Papi tidak membela salah satu dari kalian, papi sudah menghajar Dana terlebih dahulu, dan sekarang kalian berdamailah demi Yuki, hanya untuk Yuki, kali ini papi mohon" ucap papi Dani dan langsung bersimpuh dilantai menghadap kearah Mara dan Dana.


Hati Mara bergejolak, begitupun dengan Dana ketika melihat papi Dani bersimpuh memohon, " Pi....Dana janji akan memperbaiki semuanya asal Mara mengijinkan Dana kembali bersama pi" ucap Dana sambil memegang bahu papi Dani.


Mara dengan ragu akhirnya bersuara," Demi Yuki...semua Demi Yuki dan papi,Mara akan berdamai dengannya walaupun hati Mara sangat sakit, biarlah Mara rasakan sendiri" ucap Mara sambil berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Papi Dani berdiri dengan dibantu oleh Dana dan Yuki, " Opa sakit?" tanya Yuki polos.


" Tidak sayang....kamu belum sarapan kan?"tanya opanya.


Yuki menggelengkan kepalanya, kemudian opa dan daddynya mengajak Yuki untuk sarapan masakan yang telah disiapkan oleh Mara tanpa mengganggu Mara yang masih berada dikamarnya.

__ADS_1


diki ya maap


__ADS_2