
Hari ini Mara sudah diperbolehkan pulang,tetapi masih harus rutin kontrol untuk memastikan kondisi janin dan ibunya.
Banyak peraturan yang harus diikutinya dan Mara berjanji akan mengusahakan yang terbaik untuk mempertahankan bayinya.
" Dan makanan apa saja yang harus dibeli,kita minta tolong asisten rumah papi aja soalnya aku lagi pengen tiduran aja sama kamu" ucap Mara ketika sudah dikamarnya sendiri.
" Aku udah minta asistenku,kamu tenang aja ya" jawab Dana sambil membelai rambut Mara yang sedang bermanja pada dirinya.
Mara hanya mengangguk sambil tiduran dipaha suaminya.
Dia tidak mengalami ngidam yang aneh tetapi hanya lebih manja dan maunya nemplok ke suaminya.
Sampai di rumah Papi Dani langsung menyambut putrinya dengan pelukan penuh haru, beliau menggandeng Mara tanpa memperdulikan Dana yang sibuk membawa barang-barang Mara dari rumah sakit.
" Pi...Mara pengen rujak serut tapi papi yang bikin " pinta Mara manja.
" Hah...ngga bisa baby kan itu anak kamu sama si cumi jadi suami kamu ya yang bikinin?" papinya menolak.
" Mara maunya papi yang bikin" rajuk Mara.
Dana pun hanya tertawa kecil tertahan takut ketahuan mertuanya.
" Heh cumi-cumi...ini pasti kamu yang nyuruh kan?" tuduh papi Dani.
__ADS_1
" Engga kok pi Dana ngga nyuruh" bantah Dana.
" Alaaaah bilang aja kamu masih dendam sama papi,harusnya tu papi yang dendam sama kamu" ucap papinya sambil menunjuk muka menantunya.
" Iiiih papi kok malah ribut sama Dana sih? ya udah kalau papi ngga mau bikin biar aja cucu papi ileran " ucap Mara langsung meninggalkan ruang tamu menuju ke kamarnya.
Papi Dani langsung menggerutu sambil menunu dapur mencari bahan untuk rujak serut berdasarka resep dari google.
Sedangkan Dana menyusul istrinya kekamar sambik membawakan segelas susu hamil untuk istrinya.
" Diminum dulu susunya ya sayang, sebentar lagi papi pasti bikinin rujak buat kamu" ucapnya membujuk Mara yang sedang duduk menghadap balkon membelakangi suaminya.
Ketika berbalik ternyata air mata Mara sudah membasahi kedua pipinya, Dana langsung memeluk istrinya seraya ingin mengurangi beban dihati istrinya sambil membelai lembut kepala istrinya penuh cinta.
" Apa karena anak ini masih abu-abu makanya papi ngga mau nurutin ngidam aku ya Dan? ".
" Sayang.....kamu jangan ngomong sembarangan dong, dia akah bertahan didalam perut kamu dan ketika dia lahir, anak kita nantinya akan menjadi anak yang kuat,sehat dan tampan sepertiku biar mommy nya tidak bisa berpaling sedikitpun kepria lain" hibur Dana ke istrinya
Aaaaawwwwh......
" Sakit sayang...rasanya perutku robek nih"
" Lebay banget sih kamu, eh Dan kok kamu bisa yakin kalau anak kita cowok,buktinya kamu bilang tampan kan?"
__ADS_1
" Yakin lah karena aku selalu berdoa meminta anak laki-laki biar ngga cengeng kaya kamu"
" Enak aja ngatain cengeng, tapi aku ngga mau anakku jadi badboy kaya daddy nya yang suka mainin perasaan wanita"
" Hah kamu bahas lagi....itu kan masa lalu Ra"
" Justru karena masa lalu makanya aku inget Dan, apalagi pas kamu duain sama Sinta"
" Sayang udah dooong jangan bawa-bawa masa lalu lagi nanti kamu baper terus nangis babynya ikut nangis lho"
Mara pun sudah tidak membahas lagi tetapi memilih memeluk suaminya karena semenjak dinyatakan hamil dia paling suka dipeluk suaminya makanya Dana sangat beruntung dan menikmati moment dimana Mara mendekapnya.
Tok...tokk..tooookkkk....suara ketukan keras dipintu kamar.
" My princess babynya papi, ini papi bawakan rujak serut special untuk tuan putri" teriak papinya dari depan pintu sambil terus mengetuk pintu kamar putrinya.
" Iya piiiii....." jawab Mara langsung berhambur kepintu.
Akhirnya sepiring rujak serut buatan papinya bisa dinikmati Mara sambil bersandar didada papinya dan kakinya dipijit oleh suaminya.
Dikit dulu ya
ibuku sakit
__ADS_1
jadi ngga fokus
minta doanya untuk kesembuhan ibuku