ASMARA DANA

ASMARA DANA
AKU INGIN KITA BERSAMA LAGI


__ADS_3

Sudah hampir 1 tahun semua usahanya dan para sahabatnya belum juga menunjukkan hasil,Mara justru semakin dekat dengan cowok dikampusnya yang setelah diselidiki bernama Renzi.


Renzi terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Mara walaupun Mara biasa-biasa saja,karena menurut Mara tidak akan ada cowok yang akan menerima statusnya bila menjadi janda nanti meskipun dirinya masih perawan.


Sore itu....


" Selamat sore,apa benar dengan saudara Asmara Danisa?"tanya seorang anggota kepolisian yang tiba-tiba muncul didepan gerbang kampus.


" Iya betul pak saya yang bernama Asmara Danisa,ada apa ya pak?" tanya Mara bingung.


" Kami mau memberi kabar bahwa suami anda yang bernama Pradana Arga Wijaya mengalami kecelakaan,kami sudah menghubungi keluarganya tetapi ternyata sedang berada diluar negeri dan menurut informasi yang kami dapatkan yaitu saudara adalah istri dari pak Pradana,jadi mohon untuk ikut kami ke rumah sakit mitra keluarga sekarang"


Mara dibuat bingung tetapi akhirnya mengikuti polisi untuk menuju rumah sakit tetapi dia tidak satu mobil,Mara mengikuti dengan mobilnya.


Sesampainya di rumah sakit langsung ke UGD dan dia bisa melihat Dana dari dekat dengan perasaan bergemuruh, Dana yang terkulai lemah bersimbah darah sedang dalam penanganan Dokter dan tim medis lainnya,beberapa alat dipasangkan ditubuh Dana.


Mara keluar menuju ruang tunggu ternyata ada Leo dan Andi yang sudah lebih dulu sampai setelah mendengar kabar kalau Dana kecelakaan diruas toll menuju rumahnya.


Mara duduk dikursi tunggu dengan pandangan kosong,pikirinnya berkecamuk,bagaimana kalau Leo dan Andi tahu kalau dirinya dan Dana adalah suami istri walaupun sudah lama terpisah karena masalah yang belum terpecahkan.


" Loe datang juga Mara?" tanya Leo memecah keheningan.


Mara pun mengangguk tanpa bersuara.


" Kemana aja loe selama ini?"tanya Leo lagi.


" Gue kuliah" jawab Mara singkat.


" Loe ngga perlu sembunyiin status loe,kita udah tahu kalau loe dan Dana adalah suami istri, Dana udah cerita semuanya,dia sangat menyesal udah buat loe pergi ninggalin dia, tapi satu hal yang harus loe tahu,Dana ngga pernah nyeraiin loe dan sampai saat ini dia selalu ngawasin loe bahkan dia tahu kalau loe lagi deket sama cowok dikampus loe" ucap Leo.


Deg....hati Mara seperti terantuk batu besar,dia tidak pernah tahu kalau Dana masih mengawasinya,karena menurut Mara pasti Dana sudah bahagia hidup dengan Sinta,....yah Sinta.


" Bagaimana dengan Sinta?dan anak mereka?"tanya Mara balik.


" Sinta udah pergi membawa anak dalam perutnya karena terbukti bukan anak Dana,dan Dana juga berani bersumpah kalau dia tidak pernah berhubungan lebih dari sekedar meraba saja" tambah Andi yang dari tadi diam saja.


Mara semakin terpuruk mendengar penuturan dari kedua sahabat Dana tetapi keadaan sekarang bukan waktunya untuk membahas masa lalu,keselamatan Dana adalah yang harus dipikirkannya.

__ADS_1


Setelah 2 jam mereka menunggu akhirnya dokter keluar dan disusu brankar yang membawa Dana untuk dipindahkan keruang rawat.


Mereka mengikuti dari belakang,Mara berjalan sambil mencuri pandang kearah Dana yang terbaring tak berdaya.


Tubuh Dana kurus tidak terawat,rambutnya sudah mulai panjang dengan jambang yang dibiarkan tumbuh sungguh berbeda dengan Dana yang dulu dia kenal,bersih rapi dan tubuh yang atletis.


Ada rasa iba dihatinya tetapi Mara masih menahan semuanya karena biar bagaimanapun sakit yang ditorehkan Dana terlalu dalam sehingga tidak mudah baginya untuk memaafkan Dana.


Diruang rawat kini tinggal Andi,Leo dan Mara yang menunggui Dana,kondisinya masih belum sadar karena efek obat bius,infus masih berjalan dan alat deteksi jantung masih terpasang disamping Dana.


Andi dan Leo kemudian meminta ijin kepada Mara untuk pulang dulu karena masih ada kerjaan yang harus mereka kerjakan,lalu Mara pun mengijinkan dan mengucapkan terima kasih pada kedua sahabat Dana.


Kini tinggal dirinya berdua dengan Dana, Mara duduk disamping tempat tidur Dana matanya terus menelusuri tubuh lemah dihadapannya,sungguh sangat berbeda seperti tidak mengenal sosok yang kini terbaring itu.


Sampai malam Dana belum sadar juga,bahkan Leo dan Andi sudah datang lalu pergi lagi tetapi Dana masih belum membuka matanya, Mara sudah minta ijin papinya untuk menginap dirumah Sasa,dia tidak mengatakan kalau saat ini dia sedang menjaga Dana dirumah sakit.


Tengah malam.....


" Aaiir...a..ir" suara lemah Dana meminta air.


Mara segera terbangun lalu mengambil air dan memberikan minum pada Dana, setelah itu dia mengelap mulut Dana dengan tissue tetapi tangannya langsung dicekal oleh Dana.


Mara pun menarik tangannya,lalu tersenyum tetapi dikulum.


Senyuman yang selama ini Dana rindukan,gadis cantik yang selama ini membuatnya frustasi,gadis yang selalu dia mimpikan kini benar-benar nyata ada dihadapannya.


Dana mencubit pipi Mara.


" Aduuuh...ngapain sih loe nyubit gue, udah dijagain bukannya makasih malah nyubit" sungut Mara.


Dana pun tersenyum lalu kemudian meminta Mara mendekat,digenggamnya tangan Mara lalu dia menangis.


" Maafin aku...maafin kesalahan aku, aku tahu aku ngga pantas dapat maaf dari kamu tapi aku sungguh menyesal dengan apa yang udah aku lakuin selama ini,aku udah bikin orang yang aku sayangi pergi dari hidup aku,aku udah bikin wanita yang paling berharga ninggalin aku betapa bodohnya aku ,setelah kamu pergi aku baru sadar ternyata hatiku terpaut dikamu bukan pada Sinta atau wanita manapun,I love you Asmara Danisa...I love you...hiks..hiks..hikshiks"ucap Dana terbata dan berlinangan air mata.


Mara pun ikut menangis,dan tidak mampu menjawab perkataan Dana,dia sudah tahu semuanya dari sahabat Dana sebenarnya dia sudah mulai mebuka hatinya kembali ditambah Dana ngomong seperti itu dan mengungkapkan perasaanya membuat Mara makin terisak.


Kemudian Dana menarik Mara kedalam pelukannya mereka meluapkan segalanya dengan air mata, bahkan sampai sesenggukan.

__ADS_1


Mereka sama-sama menyesali kebodohannya, karena mereka masih muda waktu menikah dulu maka egonya masih sama-sama tinggi jadi tidak ada yang mau mengalah.


Kini semua jelas,kesalah pahaman mereka yang sudah lama terjadi akhirnya terurai sudah,ada perasaan lega dihati mereka tinggal bagaimana mereka memperjuangkan hubungan mereka dihadapan orang tua saja yang masih menjadi teka teki.


" Mara....Aku ingin memulainya dari awal,aku ingin kita bersama lagi,apa kamu bersedia?"tanya Dana ketika sudah melepas pelukannya.


Mara pun mengangguk sambil sibuk mengelap air matanya yang terus menetes.


Tangan Dana tidak sedikitpun melepas genggamannya pada tangan Mara,dia takut Mara pergi lagi.


" Dan lepasin tangan gue...gue haus gue mau minum" pintanya.


" Kan bisa pakai tangan kamu yang satunya"jawab Dana santai.


" Dan ih susah....lagian sejak kapan loe ngomong ke guenya pake aku kamu? aneh tahu ngga?"ucap Mara sambil mencoba menggapai gelas dengan tangan satunya.


" Bisa ngga mulai sekarang kita pakai aku kamu,soalnya kan kita suami istri Mara jadi biar terlihat lebih sopan aja,masa ama suaminya gue-elo an" kata Dana sambil terus menciumi tangan Mara.


" Dana ih malu kalau ada yang lihat" ucap Mara dengan pipi bersemu yang dia tutupi dengan mengalihkan pandangannya dari Dana.


" Cieee...merah...cie...yang disun suaminya" Dana terus menggoda Mara.


"Sekali lagi kamu godain aku,bakal aku tinggalin kamu selamanya" ancam Mara.


" Cie yang aku kamu an cieeee.....auwwww"Dana mengaduh karena mendapat cubitn dari Mara.


" Sakit tahu....KDRT namanya itu" ucap Dana cemberut.


" Sukurin makanya jangan aneh-aneh, udah pagi nih mau makan apa biar aku cari keluar?" ucap Mara.


"Jangaaaaaaannn.....aku ngga mau kamu pergi lagi,aku ngga mau kamu nanti ninggalin aku lagi" jawab Dana ketakutan ditinggalin Mara.


"Eertdah...cuma beli makan doang sebentar,ngga usah kaya bocah deh sok manja lebay....,aku cuma sebentar doang"


Akhirnya dengan berat hati Dana mengijinkan Mara keluar untuk mencari makan,sejujurnya dia tidak ikhlas Mara keluar meninggalkannya karena masih kangen tetapi karena perutnya sudah lapar dan pastinya Mara juga belum makan dia pun membiarkn Mara keluar.


#like

__ADS_1


#komen


#vote ya


__ADS_2