
Hay....berasa ngebut ngga sih?
Dimeja penghulu sudah tampak para saksi dan kedua orang tua mempelai,sedangkan mempelai pria sedang menerima telepon didalam sebuah kamar,dan mempelai wanita masih didalam kamar pengantin menunggu panggilan dari salah satu saudara yang ditunjuk untuk bertugas membawanya ke meja penghulu.
" Iya sayang...aku pasti akan setia padamu oke,sekarang aku matiin dulu teleponnya ya soalnya papa manggil aku,dah sayang love you" ucap Dana memutus sambungan teleponnya dengan Sinta kekasihnya.
Lalu dia keluar dengan mendengus menuju meja penghulu kemudian tampak dari lantai dua turunlah Asmara dengan didampingi oleh seseorang sambil menata kebaya Mara agar tampak rapi.
Semua mata tertuju pada Mara, aura kecantikannya memancar dengan dibalut kebaya yang mengekor panjang lalu riasan bernuansa pengantin jawa karena maminya berasal dari jogja sedangkan papinya orang betawi campuran arab,maka jangan ditanya untuk wajah Mara sudah pasti mengikuti sang papi dengan hidung mancung dan warna kulit yang putih bersih seperti susu.
Dana terpana dengan kecantikan Mara namun segera membuang muka seolah acuh melihat pemandangan disampingnya,wanita cantik yang dulu pernah disakitinya kini malah menjadi calon istrinya.
SAH...ucap para saksi dan kini resmilah mereka menjadi suami istri meskipun masih sekolah.
Dana memakaikan cincin pada jemari lentik Mara begitupun sebaliknya,kemudian Mara mencium tangan Dana,lalu dibalas dengan Dana memcium kening Mara.
Setelah sesi foto dan makan-makan,kini Asmara dan suaminya sedang berada dikamar pengantin,kalau normalnya pengantin baru adalah bermesraan sangat berbeda dengan mereka,masing-masing sibuk dengan urusannya,setelah membersihkan diri Dana memilih duduk dibalkon sambil berselancar diponselnya,sedangkan Mara sedang tiduran dikasur sambil memainkan ponselnya juga.
Bosan dengan ponselnya Dana masuk dan mendapati Mara sudah tidur dengan posisi telentang dan ponselnya masih menyala,Dana menelan salivanya melihat paha Mara yang putih mulus karena celana pendeknya tersingkap,dengan susah payah Dana menahan gairahnya sambil membenarkan posisi tidur istrinya.
ISTRI....yah istri yang beberapa jam lalu baru saja dipersuntingnya,tetapi Dana tidak ada niat untuk melakukan malam pertama sebagai pengantin karena dia sudah ada janji dengan Sinta kekasihnya untuk makan malam berdua di salah satu hotel berbintang dijakarta.
__ADS_1
Tanpa berbicara dulu dengan Mara dia pun memilih pergi dengan mengendap-endap supaya tidak ketahuan oleh papi mertuanya,karena dia kini masih tinggal dirumah papinya Mara.
Setelah menembus kemacetan dimalam minggu akhirnya dia bertemu dengan wanita pujaan hatinya yang malam itu datang dengan baju sexy berwarna merah ,belahan dadanya rendah dan hanya sebatas lutut saja,dipadu padankan dengan hells merah dan cluth hitam rambutnya terurai menambah kesan sexynya dihadapan kekasihnya.
" Honey...." teriaknya sambil melambaikan tangan kearah Dana.
Dana pun menghampirinya lalu memberikan kecupan kilas dikeningnya,jemarinya saling bertautan melepas rindu yang sekian lama terpendam.
Sinta tidak tahu kalau Dana sudah menikah karena pernikahanya dengan Mara memang masih dirahasiakan dari publik untuk menjaganya agar tetap bisa bersekolah sampai kelulusan nanti.
" Sorry honey tadi macet banget..." ucapnya kemudian sambil menggenggam tangan Sinta diatas meja.
" it's oke hon....kamu mau makan apa" tanya Sinta dengan manja bergelayut dilengan Dana.
Hidangan makan malam sudah tersaji di mejanya tetapi mereka bukannya makan malah asik dengan berciuman,berhubung tempat yang mereka pilih adalah privat room makanya mereka bisa bebas melakukan apa saja tanpa khawatir ada yang melihatnya.
" Honey mau kita lanjutkan atau makan dulu?"tanya Sinta sambil menggoda Dana dengan meraba dada bidang milik Dana.
" Kita makan dulu ya...aku lapar dari siang belum makan" jawab Dana.
Kini mereka sedang menikmati hidangan sambil suap-suapan.
__ADS_1
Sementara didalam sebuah kamar,Mara sedang gelisah ketika salah satu asisten rumah tangganya memanggil Mara dan suaminya untuk ikut makan malam dan sudah ditunggu oleh papinya dimeja makan.
" Aduuuuuh...angkat dong teleponnya,kemana sih si brengsek Dana?" umpatnya sambil terus mencoba menghubungi suaminya.
triiing....triiiiing...
Ponsel Dana dari tadi berbunyi tetapi diabaikannya,karena dia tidak mau moment romantisnya terganggu.
Akhirnya Mara pun putus asa dan menyiapkan alasan untuk menjawab ketika papinya nanti bertanya.
" Loh baby....kok sendiri? mana suami kamu?" tanya papinya ketika Mara sampai dimeja makan.
" Eh itu pi...anu Dana udah makan tadi,terus sekarang udah tidur katanya capek dan ngantuk banget" jawabnya gugup.
Dia berdo'a agar papinya tidah curiga dan alasannya bisa diterima,karena dia tahu kalau papinya tidak mudah dibohongi.
" Jam segini udah tidur?aneh?bukankah ini malam pengantin kalian?"tanya papinya lagi.
" Iya pi...tapi kami memang udah sepakat tidak buru-buru karena kan kami masih sekolah pi"ucap Mara.
Papinya manggut-manggut,akhirnya alasannya diterima sang papi,jujur saat ini Mara sangat marah dan emosi,karena perbuatan Dana dia terpaksa berbohong pada papinya padahal dia paling anti berbohong tetapi semua karena ulah suaminya itu.
__ADS_1
*Awas aja kalau sampai loe balik kesini,habis loe ama gue ! dasar badboy kelas teri! cowok sialan* umpat Mara dalam hatinya.
#kecepetan ga apa apa yah