
3 hari sebelum pernikahan
Hari ini keluarga Wijaya mengunjungi rumah calon besannya dengan membawa hantaran karena hari pernikahan sudah dekat dan di hari ini juga pertama kali Dana tahu bahwa calon istrinya adalah Asmara,begitupun sebaliknya.
" Loe.....ngapain loe kesini?"tanya Mara kaget.
" Oh loe cewek gila yang bakal dinikahin ama gue?" jawab Dana.
" What? jadi gue bakal jadi bini orang sinting kayak loe? badboynya SMA Pelita?OMG....apa kata dunia?"cerocos Mara.
"Sudah-sudah....kalian ini apa apaan sih udah mau nikah kok masih berantem aja" lerai Pak Ramdani.
" Tahu nih....awas aja kalau nanti sampe bucin" timpal Pak Wijaya.
" Tapi pa..."Dana mau protes terpotong sang mama.
__ADS_1
" Ngga ada tapi tapian....inget ya Dan mama udah sakit sakitan jadi mama dan papa cuma mau kamu ada yang ngurusin" timpal Bu Wulan.
" Oh gampang tante cari baby sitter aja buat ngurusin anak tante" celetuk Mara.
" Loe pikir gue bayi hah!"ucap Dana tidak terima.
Tapi apa mau dikata pernikahan mereka tetap terjadi, bahkan sang oma justru mendukung pernikahannya dengan memberikan kado berupa tiket bulan madu ke Bali.
Harapan Dana sia-sia karena disisi lain dia masih dekat dengan beberapa wanita apalagi sosok Sinta,wanita yang dicintainya akan segera pulang untuk kembali kepelukannya.
Jujur sebenarnya dia merasa lega ketika mengetahui bahwa calon istrinya adalah Asmara,tetapi rasa cintanya masih bertaut pada Sinta,sosok wanita yang pernah terang-terangan meninggalkannya karena pria lain.
" Nih minuman buat loe" tawar Mara.
" Tumben loe baik ma gue,udah jatuh cinta loe ama gue?" jawab Dana sambil menerima minumnya.
__ADS_1
" Eh bacod dijaga, ya ngga mungkin lah gue jatuh cinta ama badboy modelan loe,yaaah gue cuma ngebiasain diri aja kalau nanti tinggal ama loe kan biar ngga kaku and ribet" ucap Mara santai.
" Asal loe tahu batasannya gue ngga bakal bikin ribet hidup loe,dan loe perlu tahu bahwa Sinta bakal balik dan gue bakal balikan ama dia lagi,jadi jangan ikut campur urusan gue!" ancam Dana.
Mara tersenyum kecut,sebenarnya hatinya sakit mengetahui kenyataan didepan matanya,entah pernikahan seperti apa yang akan dia jalani nanti bersama lelaki dihadapannya itu.
Apalagi setelah mendengan penuturan Dana,ada rasa sakit dihatinya tetapi dia menutupi dengan sikap dinginnya, seolah dia santai dan siap menghadapi pernikahannya.
Setelah pertemuan itu kini kedua keluarga sibuk mengurus persiapan pernikahan yang aka dilaksanakan pada hari libur nanti dikarenakan mencari waktu yang pas supaya tidak ada yang bolos sekolah,rencana pernikahan akan digelar di rumah mempelai wanita dan tidak ada pesta besar besaran hanya ijab khobul saja serta akan bersama keluarga.
Walaupun hanya ijab khobul Mara tetap dimake up,awalnya dia menolak tetapi karena papinya mengatakan kalau ada rekan bisnisnya yang diundang makanya dia menurut saja keinginan papinya.
*Andai mami masih ada pasti pernikahan konyol ini tidak akan pernah terjadi* batin Mara ketika penata rias sudah mulai memakaikan make upnya.
Menurut Mara pernikahannya tidak akan bertahan lama karena baik dirinya maupun Dana sama-sama tidak menginginkan pernikahan itu, bahkan Dana sendiri sudah membuat benteng agar Mara tidak sampai melampaui batasannya, begitupun Mara sudah menyiapkan strategi untuk sebisa mungkin tidak sampai berurusan dengan Dana,karena pada dasarnya dia masih sangat membenci calon suaminya,mengingat perlakuan Dana ketika menyakitinya dengan menduakannya dulu.
__ADS_1
Ingin rasanya dia menggagalkan pernikahan itu tetapi bagaimana papinya harus menghadapi rekan bisnisnya nanti itulah yang menjadi pertimbangannya,Mara berharap dari pihak Dana lah yang akan menggagalkan pernikahannya agar dia bisa terbebas dari badboy sial** itu.
#up dikit