Assalamualaikum My Love

Assalamualaikum My Love
Prolog


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim


Assalamualaikum, pertama Tama ku ucapkan terimakasih, untuk kalian yang membaca Novel ini, ini novel pertama ku tentang agama, kalau ada yang salah kata atau yang tidak masuk akal mohon di maklumi


********


Cerita seorang gadis cantik, bahkan sangat cantik, baik hati, yang harus di hukum tinggal di pesantren.


Suatu hari, ia membuat kesalahan, yang membuat dirinya di hukum, bukan hanya dirinya namun juga ke dua sahabatnya, sebenar nya bukan dia yang memulai membuat masalah, hanya orang tidak suka padanya atau iri, namun naas, orang itu sendiri yang kena jebakan nya, keluarga pelaku bahkan menuduhnya, pelaku juga di rawat di rumah sakit selama 3 bulan.


Dia harus rela di pindahkan ke pesantren, pesantren yang sangat bagus, bahkan seperti hotel bintang lima, kedua sahabatnya juga sama, mereka di hukum di masukan pesantren itu.


Dia berasal dari keluarga kaya raya, memiliki seorang kha² yang sangat tampan, adalah impian semua wanita, memiliki seorang ibu, yang sangat cantik, penyayang, baik hati, lemah lembut, adalah impian semua anak di dunia, memiliki seorang ayah, pekerja keras, baik, tampan, sayang terhadapnya, membunyai sosok keayahan sangat penyayang, adalah impian bagi seorang anak.


Tetapi saat akan memasuki kelas tiga SMA, ia harus tinggal di pesantren bersama kedua sahabatnya, bahkan jauh dari keluarga, jauh dari keluarga adalah hal yang paling menyakitkan, bagi seorang anak, bahkan seorang anak perempuan yang sangat manja.


Balqis Zahira Ayla Putri Ghazala, Namanya, sosok wanita cantik, manis, baik hati, sikap nya yang manis, mampu membuat para pria terpikat padanya, jika orang berpikir, dia adalah sosok Wanita berhati malaikat, tapi mereka salah, yang sebenar nya dia adalah gadis nakal, yang suka berbuat keributan, orang² pun tak akan percaya jika gadis manis itu adalah juara bela diri, dia memiliki ilmu bela diri, Pencak silat, Taekwondo, karate.


Zenia Arliana Syafira Aileen Nama Sang bunda, seorang ibu rumah tangga, yang sangat menyayangi anak² nya, sikap lemah lembut, mampu membuat Wanita ini, memiliki banyak penggemar, wajahnya yang cantik, bahkan aktif di Sosial media, banyak yang menggemarinya, walau sudah memiliki dua anak, namun kecantikanya tidak pernah luntur


Zabriel Alvaro Rapanza Putra Ghazala, Nama sang kha², Pria tampan rupawan, yang di gemari banyak wanita di luar sana, memiliki sipat dingin, Datar, dan acuh.


Zelo Shahriza Affran Putra Ghazala, Nama sang ayah, seorang pengusaha, memiliki wajah yang masih tampan, namun berhati dingin, cuek, datar terhadap orang luar


***


"Ingat anak Mamah gak boleh nakal, jangan lupa makan, minum Vitamin nya juga yah sayang," Ucap Mamah Zenia, Ibu dari Zahira, saat ini mereka berada di pesantren


"Iya mah,"Ucap Zahira lembut


"Nanti sebulan sekali kita jenguk," Ucap Zelo Papahnya Zahira


"Iya pah,"Ucap Zahira


"Gak boleh buat ulah yah, harus jadi anak baik, gak boleh nakal," Ucap Zelo mencium kening Zahira, Zahira tersenyum


"Dhe, yang rajin belajar nya, Nanti Abang sering sering jenguk, iya kan Pah," Ucap Zabriel Abang nya Zahira


"Pasti dong, nanti kalau kita jenguk, papah bawain apa aja yang Queen mau," Ucap Zelo tersenyum


"Janji yah, Rara tunggu," Ucap Zahira


"Iya sayang, apa pun yang kamu mau, papah beliin," Ucap Zelo, mencium pipi Zahira


"Nanti mamah juga kasih apa aja yang kamu mau," Ucap Zenia


"Mas aku titip Zahira, sekali lagi terimakasih Mas sudah mau membantu," Ucap Zelo pada pemilik pesantren, yang bernama Kyai Azlam, ia pun tersenyum


"Mas janji akan menjaga putri mu Zel," Ucap Kyai Azlam, Zelo tersenyum


"Makasih mas," Ucap Zelo


"Tidak perlu berterima kasih, kamu sudah mas anggap seperti adik sendiri," Ucap Kyai Azlam tersenyum


"Suatu kehormatan jika aku di anggap seperti adik sendiri oleh Mas," Ucap Zelo, Kyai Azlam tersenyum


"Kau tidak perlu kuatir, Mas berjanji akan menjaga putri mu, seperti putri Mas sendiri," Ucap Kyai Azlam, Zelo tersenyum


"Terimakasih Mas, Mba," Ucap Zelo


"Tidak perlu terimakasih, bahkan kita senang, bisa menjaganya, kau tidak perlu kuatir, tidak perlu memikirkan nya, Mba akan menjadi mereka bertiga,"Ucap Ummi Fatimah, istri Kyai Azlam


"Makasih Mba,"Ucap Zelo


********


Zahira sekarang berada di kamar pondok, bersama dengan teman teman yang lain, di dalam kamar ada 7 orang, kamar yang luas, lemari yang tidak terlalu besar.


Zahira sedang berkumpul dengan teman teman barunya, dan juga kedua temanya, Zulfa Dan Ghania.


"Kalian pindahan dari mana," Tanya Mba Linda, Senior kamar ini, memang setiap kamar pasti ada satu atau dua senior yang sudah lulus sekolah

__ADS_1


"Dari Jakarta mba,"Ucap Zahira tersenyum


"Owh, aku juga sama dari sana, pas SMP sekolah di mana?," Ucap Melin teman baru mereka, dia sudah masuk ketika kelas 1 SMA


"Di ASR'O School,"Ucap Zahira


"Seriusan? itu sekolah favorit loh, dan juga cuma orang² pinter yang bisa masuk," Ucap Melin keget


"Emng Luh sekolah di mana?," Tanya Zulfa temanya Zahira


"Garuda Marwa," Ucap Melin


"Itu juga sekolah bagus, gak kalah sama sekolah kita," Ucap Zulfa


"Beda lah, sekolah kalian lengkap, fasilitas nya aja gak di ragukan, mahal lagi, sekolah ku mah, biasa aja," Ucap Melin


"Di sini enak yah, sejuk, terus kaya hotel berbintang lagi," Ucap Zahira


"Iya bener, kalau gini gua betah," Ucap Ghania temenya Zahira


"Di sini banyak tempat tempat bagus loh," Ucap Fifah temanya baru nya Zahira, sekaligus Adik kandung Mba Linda


"Owh yah, aku pengen jalan jalan," Ucap Zahira semangat


"Boleh, tapi besok aja gimana, besokan hari Sabtu, dan besok juga bakti sosial di kebun, pulang dari kebun, kan bisa keliling,"Ucap Mba Linda


"Ide bagus tuh mba," Ucap Fifah semangat


"Pas pulang dari kebun kita jalan jalan, kan enak tuh," Ucap Melin tersenyum


"Emng besok ada acara apa,"Tanya Zulfa


"Besok kan hari Sabtu sekolah libur, tapi kita bakti sosial di kebun, kaya nanam padi, nyiram, nyangkul," Ucap Fifah


"Wah kaya nya seru,"Ucap Zahira semangat


"Ihh itu kan kotor," Ucap Ghania, Zahira dan Zulfa membutar bola mata malas


"Ihh Zulfa nggas terus, Zah doang emng yang gak pernah ngegas," Ucap Ghania cemberut


"Serah Luh, punya temen gini amat," Ucap Zulfa


"Hani Namanya juga kebun pasti kotor," Ucap Zahira


"Nah kalau Zah yang ngomong gua adem, Gak kaya si Lacnat itu," Ucap Ghania


"Sabar Zul Sabar," Ucap Zulfa mengelus ngelus dadanya, mereka terkekeh


***


اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ


Suara azan magrib yang sangat merdu di masjid pesantren yang besar, memiliki bangunan yang sangat kelasik, dan mewah.


Zahira sedang menunaikan Sholat Magrib bersama teman temanya, di stap bagian ke dua.


Setelah Shalat, mereka menunggu untuk menunaikan sholat Isa, sebelum menunggu mereka mendengarkan ceramah dari Gus Azmi anak nya Kyai Azlam.


"ASSALAMUALAIKUM WAARAHMATULLAHI WABARAKAATUH," Ucap Gus Azmi


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap mereka semua


ALHAMDULILLAHI ROBBL ALAMIIN, NAHMADUHU WANASTAIINU


"Di sini ingin menyampai kan Dakwa Tentang kematian," Ucap Gus Azmi


Keyakinan orang beriman akan adanya kehidupan sesudah kematian menyebabkan dirinya selalu berada dalam mode standby menghadapi kematian. Ia memandang kematian sebagai suatu keniscayaan. Tidak seperti orang kafir yang selalu saja berusaha untuk menghindari kematian.


وَمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ


Arab-Latin: Wa mā hāżihil-ḥayātud-dun-yā illā lahwuw wa la'ib, wa innad-dāral-ākhirata lahiyal-ḥayawān, lau kānụ ya'lamụn

__ADS_1


 


"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui" (QS Al-Ankabut 64)


Bagaimanakah kematian orang beriman? Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu 'alaih wa sallam bersabda:


عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ


عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَمُوتُ بِعَرَقِ الْجَبِينِ


"Orang beriman meninggal dengan kening penuh keringat." (HR Ahmad 21886)


Ambillah keteladanan dari kematian Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Ia ditikam oleh Abu Lu'luah saat sedang mengimami sholat subuh. Umarpun jatuh tersungkur bersimbah darah. Dalam keadaan seperti itu ia tidak ingat isteri, anak, harta, keluarga, sanak saudara atau kekuasaannya. Yang ia ingat hanyalah "Laa ilaha illallah Muhammad rasulullah, hasbiyallah wa ni'mal wakil." Setelah itu ia bertanya kepada sahabatnya: "Siapakah yang telah menikamku?"


"Kau ditikam oleh Abu Lu'luah Al-Majusi."


Umar radhiyallahu 'anhu lalu berkata: "Segala puji bagi Allah ta'aala yang membuatku terbunuh di tangan orang yang tidak pernah bersujud kepada-Nya walau hanya sekali." Umar-pun mati syahid.


Marilah saudaraku, kita mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan segera bertaubat memohon ampunan dan rahmat Allah ta'aala sebelum terlambat. Sebab begitulah kematian orang kafir. Suatu bentuk kematian yang diwarnai penyesalan yang sungguh terlambat                                                                                                      Kematian itu milik semua makhluk Allah, manusia, hewan, tumbuhan termasuk bangsa malaikat dan setan semuanya akan merasakan apa yang namanya kematian.


Kematian pula yang membuat hubungan antara orang-orang yang dicintai dan yang mencintai terpisahkan. Karena kematian, seseorang harus meninggalkan harta benda yang begitu dicintai, begitu dibanggakan dan begitu diagungkan dan sejumlah harta benda yang diklaim adalah miliknya sendiri.


اَلۡهٰٮكُمُ التَّكَاثُرُۙ‏,


حَتّٰى زُرۡتُمُ الۡمَقَابِرَؕ


Alhaakumut takaatsuru hattaa zurtumul maqabir;


bermegah-megahan telah melalaikan kalian hingga kalian sampai di alam kubur ( Q.S. At-Takatsur, 102:1-2)


Laa ilaha illallah... Laa ilaha illallah... Laa ilaha illalla. Sungguh kematian itu sangat pedih. Ya Allah, bantulah aku menghadapi sakratul maut. Ya Allah, ringan


Marilah kita senantiasa berada di jalan Allah SWT , Agar kita kelak meninggal dalam keadaan khusnul khotimah


"Suara nya indah," Ucap Zahira tersenyum


"Itu Gus Azmi, dia tampan loh," Ucap Melin membayangkan wajah Gus Azmi


"Astagpirullah, istighfar Mel," Ucap Fifah


"Astagpirullah, Afwan Ana Hilaf," Ucap Melin


Setelah itu mereka pergi meninggalkan masjid, menuju Kamar Kobong.


"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap Kyai Azlam yang tiba tiba datang, bersama kedua putranya, dan satu menantunya


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap mereka semua, Zahira tersenyum kearah mereka, lalu mereka menyalami Pa Kyai, dan putra putranya


"Gimana? Zahira betah di sini," Tanya Kyai Azlam


"Alhamdulillah Pa Kyai," Ucap Zahira


"Alhamdulillah, jika butuh sesuatu Zahira bisa ke rumah Abi," Ucap Kyai Azlam


"Terimakasih Pa Kyai," Ucap Zahira


*****


Zahira berada di dalam kamarnya, semua orang sudah tidur hanya dirinya yang belum tidur.


Mamah, pengen peluk mamah, Hiss.... Hiss..., Batin Zahira


Pengen pulang, pengen mamah, Batin Zahira


Zahira memutuskan untuk membaca Novel kesukaan nya, itu menceritakan seorang wanita yang hidup di sebuah pesantren.


Zahira mengambil buku kosong.


Saat ini aku merasakan, bagaimana rasanya jauh dari keluarga, terutama mamah, Ya Allah seperti ada yang hilang, tapi kau membawa hikmah dari semua ini, hidup ku ke depan akan berubah, Ntah itu cinta, perasaan, atau apa.


Zahira membaca buku itu, lalu menutupnya menyimpannya di lemari kecil samping tempat tidur

__ADS_1


__ADS_2