Assalamualaikum My Love

Assalamualaikum My Love
Bagus, awasi terus, Jangan Sampe Zahira kenapa Napa


__ADS_3

Dari tadi Zahira terus cemberut, Sampe Gus Azmi mau berangkat keluar kota pun ia tetap cemberut


"Sayang....,"Panggil Gus Azmi saat dia Zahira, dan pekerjaannya di teras rumah


"Hm,"Dehem kecil Zahira, ia menatap ke arah lain, Gus Azmi tertawa kecil mencium kening Zahira


"Jangan ngambek dong....," Ucap Gus Azmi Tersenyum, Zahira tetap diam


"Byby.... mau keluar kota loh," Ucap Gus Azmi cemberut


"Ywdh selamat tinggal," Ucap Zahira acuh


"Ko selamat tinggal?,"Tanya Gus Azmi, Zahira melirik Gus Azmi


"Terus apa?," Tanya Zahira


"Cepet pulang gitu,"Ucap Gus Azmi mencubit pipi Zahira


"Kan baru mau berangkat,"Ucap Zahira


"Ywdh semangatin kerjanya biar cepet pulang," Ucap Gus Azmi Tersenyum


"Semangat yah by kerjanya, bawa uang yang banyak, bukan istri baru,"Ucap Zahira cemberut, Gus Azmi tertawa kecil lalu mencium pipi Zahira


"Gak lah, di rumah aja ada paket komplit," Ucap Gus Azmi tertawa, Zahira juga ikut tertawa


"Emng Mimma nasi wartek apa,"Ucap Zahira


"ibarat Mimma itu nasinya terus Byby ini lauknya, Jadi kalau di satuin itu paket komplit," Ucap Gus Azmi cengengesan, Zahira langsung tertawa, dan orang² yang ada di sini juga ikut tertawa


Gus Azmi mencium bibir Zahira, dan membuat Zahira menghentikan tawanya, ia langsung ingat bahwa di sini bukan hanya dia dan Gus Azmi saja ia langsung mendorong perut Gus Azmi


Gus Azmi mendengus kesal menatap Zahira cemberut


Zahira berjalan mendekat Gus Azmi dan membisikan sesuatu


"Banyak orang By...," Ucap Zahira tersenyum malu ia menundukkan kepalanya


Gus Azmi langsung menatap ke arah para pekerjanya, mereka sedang menahan tawa, Gus Azmi menatap tajam kearah mereka membuat mereka menciut lalu diam


Gus Azmi memeluk pinggang Zahira lalu mencium keningnya


"Tunggu Byby pulang Sayang......," Ucap Gus Azmi berbisik di telinga Zahira, Zahira mengagguk menunduk malu

__ADS_1


"Hati hati, Mimma tunggu Byby pulang," Bisik Zahira di telinga Gus Azmi, Zahira mengedipkan matanya, Gus Azmi tertawa melihat tingkah istri kecilnya itu


"Byby akan segera kembali sayang,"Bisik Gus Azmi Tersenyum menatap Zahira


"Mimma tunggu,"Bisik Zahira Tersenyum, Gus Azmi Tersenyum mengangguk mencium bibir Zahira


"Yasudah Byby berangkat dulu yah, Mimma yakin mau di rumah ini aja, gak mau ke rumah umi?," Ucap Gus Azmi membenarkan kerudung Zahira yang aga berantakan, Zahira mengangguk, Gus Azmi sudah mengajak Zahira kerumah umi Fatim, tapi Zahira tidak mau ia tidak mau merepotkan umi Fatim, lagian rumah ini juga Zahira tidak sendiri banyak orang, jadi Zahira tidak kesepian


"Yakin By...., nanti kalau Mimma kesepian Mimma kerumah umi ko," Ucap Zahira Tersenyum, Gus Azmi membuang nafas pelan


"Ywdh, tapi nanti kalau ada apa apa langsung hubungi Byby aja yah sayang...," Ucap Gus Azmi memegang tangan Zahira, Zahira hanya mengangguk


Gus Azmi mencium kening Zahira lama, lalu menatap Zahira dalam, lalu mencium pipi, mata, ujung hidung, dan terakhir bibirnya


"Byby berangkat dulu," Ucap Gus Azmi, Zahira mengagguk mencium punggung tangan Gus Azmi


"Assalamualaikum,"Ucap Gus Azmi mencium kening Zahira


"Waalaikumsalam,"Ucap mereka semua


Gus Azmi berjalan lambat memasuki mobilnya di ikuti sekertaris Brian di belakangnya, ia menatap Zahira dari dalam mobil lalu tersenyum manis di balas senyuman manis Zahira


Setelah itu sekertaris Brian melanjutkan mobil nya ia melewati jalan ke arah rumah Kyai Azlam


"Yan apa tugas kamu sudah selesai," Tanya Gus Azmi di kursi belakang yang terus menatap ke arah luar, ia tak sanggup berjauhan dari Zahira apa lagi ini seminggu


"Bagus.awasi terus, jangan Sampe Zahira kenapa Napa," Ucap Gus Azmi dingin, sekertaris Brian mengagguk mengerti


"Baik pak saya mengerti, Insyallah semuanya akan baik baik saja" Ucap sekertaris Brian, ia menyuruh kepercayaan nya langsung untuk menjaga istri bosnya, karna ia tidak mau mencari penjaga yang baru ia kenal, walau identitas nya aman namun ia tidak mau mengambil resiko yang akan membuat namanya tercoreng dan mendapatkan noda hitam dari Gus Azmi, kalau Gus Azmi tidak Setega itu dan mana mungkin Gus Azmi melakukan semua itu pada sahabatnya sendiri, ia tau Gus Azmi sangat mencintai Zahira dan ia tidak mau membuat resiko


Saat sudah sampai depan rumah Kyai Azlam mobil berhenti, Gus Azmi keluar dari mobil bersama Sekertaris Brian.


"Assalamualaikum," Ucap Gus Azmi dan seketika Brian, mereka masuk kedalam rumah


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap kyai Azlam, Umi Fatim, dan Gus Albin


Gus Azmi dan sekertaris Brian menyalami Kyai Azlam, umi Fatim, dan Gus Albin


"Ehhh Brian udah lama gak ke sini, kemana aja le," Ucap umi Fatim tersenyum


"Heheeee sibuk umi, bos nya galak, jadi gak berani deh bolos," Ucap sekertaris Brian Cengengesan, Brian memang sangat dekat dan di kenal di pesantren ini, Karan dulu waktu SMP, SMA, Dan kuliah Gus Azmi bareng dengan sekertaris Brian jadi sering main ke ponpes bersama Billal


"Nanti umi jewer kupingnya," Ucap umi Fatim melirik ke arah Gus Azmi, Gus Azmi hanya diam menatap kearah Sekertaris Brian dengan tatapan dingin

__ADS_1


"Mas Azmi duduk dulu sayang, biar umi ambilkan minum," Ucap Umi Fatim berdiri dari duduknya


"Nggak umi, Azmi mau berangkat ini," Ucap Gus Azmi menghampiri umi Fatim, umi Fatim mengagguk


"Umi, Azmi titip Zahira," Ucap Gus Azmi, umi Fatim Tersenyum


"Iya Mas umi jagain, sekarang Rara nya mana?," Tanya Umi Fatim, mencari cari Zahira


"Di rumah umi, Zahira gak mau kesini katanya takut ngerepotin umi," Ucap Gus Azmi, umi Fatim melototi Azmi


"Umi gak ngerasa di repotin ko, terus kenapa Mas Azmi gak maksa Rara kesini di sana kan Rara sendirian," Ucap umi Fatim kesel


"Gak ko umi, Zahira sama sama pekerjala lainnya, umi tenang aja, nanti kalau Zahira kesepian Zahira kesini, umi gapapah kan,"Ucap Gus Azmi, umi Fatim menggeleng


"Nanti umi jemput Zahira, biar di sini aja, Ada yang jagain," Ucap Umi Fatim


"Ywdh terserah Umi, tapi jangan paksa Zahira yah, takut Zahiranya gak nyaman," Ucap Gus Azmi, umi Fatim mengagguk


"Dhe, Nanti mas Albin nyusul aja yah,"Ucap Gus Albin


"Iya Mas," Ucap Gus Azmi melirik Gus Albin


"Abi juga nyusul sama Mas Fauzan," Ucap Kyai Azlam, Gus Azmi mengagguk


"Iya By...," Ucap Gus Azmi


"Mi... Azmi berangkat dulu, doain semoga lancar acaranya, Dan lindungi oleh Allah SWT," Ucap Gus Azmi


"Amin....," ucap mereka serentak


"Amin....Doa umi menyertai Mas Azmi," Ucap Umi Fatim Tersenyum


"Makasih Umi,"Ucap Gus Azmi mencium pipi Umi Fatim, lalu menyalami umi Fatim


"By..... Doain semoga Azmi selamat sampai tujuan," Ucap Gus azmi saat sudah di dekat kyai Azlam


"Amin Mas..... Doa abi menyertai mu," Ucap Kyai Azlam Tersenyum, di balas senyuman manis Gus Azmi


"Makasih By ..," Ucap Gus Azmi, kyai Azlam mengagguk


"Mas Albin, Azmi duluan," Ucap Gus Azmi Tersenyum


"Iya...Hati hati....Nanti mas Albin nyusul," Ucap Gus Albin, Gus Azmi mengagguk

__ADS_1


"Assalamualaikum," Ucap Gus Azmi di ikuti sekertaris Brian


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap nereka bertiga, Gus Azmi dan Sekertaris Brian berjalan keluar memasuki mobil dan meninggalkan perkarangan ponpes


__ADS_2