
Hari ini adalah hari pertama Zahira dan kedua temanya sekolah, menuju lapangan karna hari ini Hari Senin, jadi upacara, kebetulan hari ini bagian kelas 3 IPA 1 Menjadi petugas upacara, yaitu kelas baru Zahira, sebelum ke lapangan mereka memutuskan untuk ke kelas dulu, menaru tas nya.
"Assalamualaikum,"Ucap keenam wanita cantik itu
"Waalaikumsalam," Ucap santri yang berada di dalam kelas, mereka berenam pun masuk ke kelas
Kelas ini di pisah antara laki laki dan wanita, jadi tidak di satu kelasan.
"Murid baru yah,"Tanya Mita ketua kelas
"Iya mit," Ucap Fifah
"Ra Anti duduk sama Ana yah," Ucap Aisyah, memang kalau di sekolah harus berkata sopan, jika ada yang berlaku tidak sopan maka mereka akan di hukum, Zahira mengaguk mengiyahkan tawaran Aisyah
"Zulfa, Sama ana, sedangkan Hani sama anti yah Mel," Ucap Fifah, di iyahkan oleh Melin, dan Zulfa
**********
Setelah itu santri kelas 3 IPA 1, langsung berkumpul di lapangan, tak lupa juga kelas IPA 1 bagian putra sudah berada di sana.
"Ok kita bagi tugas yah," Ucap Mita ketua kelas 3 IPA 1, karna mereka sudah berkumpul di lapangan bersama santri lelaki untuk membagi tugas
"Kalau Santi cowo kaya biasa jadi padus yah," Ucap Andini Wakil Ketua Kelas 3 IPA 1
"Sipp,"Ucap para santri cowo
"Tapi, Si Andrey jadi pemimpin upacara," Ucap Mita
"Yahh ganti lah, masa ana terus si ahh," Keluh Andrey cemebrut
"Ini bukan tawaran, tapi perintah!!," Ucap Mita tegas
"Terus buat dayang dayang Andrey kalian jadi, pemimpin barisan, kiri, kanan," Ucap Fifah pada Dimas dan Riky
"Kalau protokol Melin aja udah," Ucap Mita
"Pembacaan UUD, Anti aja Fah," Ucap Melin
"kalau pembawa naskah Pancasila biar si Erik aja," Ucap Melin
"Dirigen ( pemimpin lagu) Andini aja," Ucap Mita
"Janji siswa, siapa yah, yang penting harus cowo," Ucap Mita
"Reza aja," Usul Andrey
"Ywdh Reza," Ucap Mita
"Pembacaan doa Rehan aja lah," Ucap Fifah
"Eh.....Lupa...., itu yang jadi pengibar bendera siapa?," Tanya Andini
"Ehhh iya, ywdh mending Kita aja," Ucap Zulfa menunjuk kearah Zahira dan Ghania
"Ihhh Ulfa serius panas Ul, nanti kulit inces melepuh gimana, ntar Cogan gak mau sama inces gimana, Ahhhh No No No!!," Ucap Ghania histeris
"Brisik, jangan bikin emosi membara," Ucap Zulfa
"Kalian serius?," Tanya Mita
"Iya lah kita keginian mah kecil," Ucap Zulfa
__ADS_1
*******
"Gila keren si tadi itu kalian kaya ahli banget," Ucap Dimas saat mereka sedang membereskan lapangan upacara
"Kan dah gua bilang," Ucap Zulfa sombong
"Biasa aja si inces mah gak somobong, gak kaya Ulfa Sombong banget," Ucap Ghania
"Enak aja Luh," Ucap Zulfa ngegas
"Ihhh kalian tuh yah Utun, Inji gak pernah akur," Ucap Zahira, mereka berdua hanya cengengesan
"Owhy yah Kalian bertiga Most Wanted yah," Tebak Zulfa
"Hehehehe," Tiga pria itu cengengesan
"Udah gua tebak, kalian pasti Most Wanted," Ucap Zulfa
"Ya gitu," Ucap Dimas
"Ulfa, Most Wanted tuh apa?," Tanya Ghania polos
"Idola sekolah ngarti kaga," Ucap Zulfa
"Serius? Wahh berarti mereka sama kaya, Samudra, Alex, Khenza, Rayden, sama Aldo gitu," Tanya Ghania
"Bisa di bilang gitu," Ucap Zahira
"Wahh berarti banyak cewe yang suka dong, banyak yang ngasih coklat, es Crime, Jaket, sepatu, Ahhh, Andrey, Dimas, Sama Riky kalau ada cewe yang ngasih Coklat, sama es Crime, Hani mau yah," Ucap Ghania Semangat
"Hani Luh apa an si, masa iya minta minta," Ucap Zulfa
"Lah ko gitu, biasanya kan Most Wanted, suka ngasih ke kita, kalau ada cewe yang ngasih kaya gituan," Ucap Ghania
"Maksudnya mereka bertiga bukan temen kita," Ucap Ghania menunjuk ke arah tiga cowo yang terbengong melihat tingkah Hani
"Ahhh pusing," Ucap Ghania kesel
"Kan di sini gak bisa ngasih kaya gitu, kalau ada yang ngasih coklat atau barang barang apa gitu mereka bakalan di hukum," Ucap Mita menjelaskan
"Ulfa, Rara, emng pangeran kita itu, suka di hukum yah kalau di kasih barang barang gitu," Ucap Ghania bingung
"Hani itu beda, Di Jakarta tuh sekolah bebas, ini pesantren jadi, ya gitu lahh.....," Ucap Zahira pusing
"Tapi ko beda, Kata nya Most Wanted!!!, harunya kan mereka ada punya Gingsul, Alis tebel, lesung pipi, terus ada juga yang bibirnya merah jambu, ada yang berbulu mata lentik, terus pada tinggi lagi, Kaya Most Wanted kita kan, ko ini beda, mukanya ada beda, ahhh Hani pusing, Zulfa Kalau ngomong itu yang bener dong, Most Wanted kan ada enam, mereka mah tiga, mukanya juga beda, tingga nya juga beda, otot nya juga beda, kan Most wanted ototnya Itu Uwuuuu," Ucap Ghania
"Tapi kan mereka ganteng²," Ucap Zahira
"Ehhh iya yah mereka Ganteng, ko Hani same lupa, Tapi kan Be......," Ucap Ghania terpotong
"Udah jangan di denger si Hani ngomong, ngumet denger nya," Ucap Zulfa
********
Saat ini mereka sedang berada di kelas mengombrol menunggu guru yang anak mengajar hari ini.
"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap Gus Azmi yang baru datang lalu masuk kedalam kelas, membawa beberapa buku di tanganya
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap mereka serentak
"Hari ini hari kita belajar tentang Rumus Statistika, Sebelum menjelaskan rumus rumus itu, saya dengar dari Umi ada murid baru, di kelas ini?," Tanya Gus Azmi
__ADS_1
"Ada Gus," Ucap Mita angkat tangan
"Murid baru silakhan ke depan, memperkenalkan diri kalian," Ucap Gus Azmi, Zahira dan kedua kutil pun maju ke depan
"Perkenalkan nama saya Zulfa Lirania Wijaya, kalain bisa manggil saya Zulfa," Ucap Zulfa Sopan
"Hola Gaiss Nama Inces..... Siapa yah, ko lupa,.....," Ucap Ghania mengingat ngingat, telmi nya kumat!!!, mereka semua tertawa mendengar omongan konyol Ghania!
"Ra kamu aja," Ucap Zulfa pasrah
"Namanya Ghania Anggelina Alianda, kalian bisa manggil namanya Hani," Ucap Zahira
"Ra.....Amazing......Ko kamu tau nama ku..... Uwuuu terharu aku," Ucap Ghania Dramatis, Zahira Hanya memutar bola mata malas
"Maaf yah malumin Hani emng telmi, otaknya tuh aga gesrek," Ucap Zulfa
"Nama ku Balqis Zahira Ayla Putri Ghazala, kalian bisa manggil nama ku Zahira," Ucap Zahira
"Ayla," Ucap Gus Azmi, Zahira menatap Gus Azmi
"Itu juga bagus," Ucap Zahira tersenyum
"Kalian bisa, bisa kembali ketempat semula," Ucap Gus Azmi, mereka pun kembali ke tempat semula, Gus Azmi memulai menjelaskan rumus rumus tersebut, dan tak lupa memberika soal latihan.
********
Mereka pun sudah 2 bulan sekolah, lika liku pesantren sudah di hadapinya, bagaimana hidupnya di pesantren, manis pait nya sudah di rasakan.
*******
Sekarang Gus Azmi berada di halaman belakang rumah bersama Kyai Azlam, mereka sedang mengobrol
"Le,"Ucap Kyai Azlam saat duduk di Gazebo, di halaman belakang rumah
"Iya bi,"Ucap Gus Azmi
"Kamu gak ada niatan buat nikah gitu?," Tanya Kyai Azlam
"Kalau Jodoh udah Dateng mah, mau lah bi," Ucap Gus Azmi
"Abi jodohin mau?,"Tanya Kyai Azlam
"Bi, Azmi mau nikah tapi nanti kau mas fauzan sudah menikah," Ucap Gus Azmi
"Mas mu kan gak mau Abi jodohin, katanya dia mau cari jodoh sendiri, dia juga bilang, Kalau kamu mau nikah duluan dia gak papah," Ucap Kyai Azlam
"Tapi Azmi masih nyari calonnya Bi...," Ucap Gus Azmi
"Le Ustadz Bambang juga menginginkan mu menjadi menantunya," Ucap Kyai Azlam
"Ustadz babang? maksud Abi ayahnya Dhe Maryam?," Tanya Gus Azmi
"Iya,"Ucap Gus Azlam mengguk
"Abi Azmi dah bilang, Azmi gak punya rasa sama Dhe Maryam," Ucap Gus Azmi
"Apa ada orang yang membuat hati mu terikat padanya," Tanya Umi Fatim, Gus Azmi tersenyum
"Doa kan saja umi, semoga Azmi dengannya berjodoh, nanti kalau Azmi yakin dengan hati Azmi, Azmi akan Meminta Abi dan umi meng Khitbah nya Untuk Azmi," ucap Gus Azmi
"Amin, Umi dan Abi akan mendoakan yang terbaik untuk mu," Ucap Umi Fatim
__ADS_1
"Le jika kamu sudah menyakinkan diri mu, segera lah bicara pada kami, insyaallah kami akan mendukung mu," Ucap Kyai Azlam
"Makasih umi abi," Ucap Gus Azmi