Assalamualaikum My Love

Assalamualaikum My Love
Apa Byby Tidak tampan sayang....?


__ADS_3

"Sepertinya untuk hari ini sudah dulu pertemuan konyol kalian itu..., Mimma ayo kita pulang sayang,"Ucap Gus Azmi


" Heheee Byby bisa saja, Tapi kan By.... Mimma mau ke toko buku,"Ucap Zahira cemberut, Gus Azmi Tersenyum mencium ujung hidung Zahira gemes


"Para pekerja sudah datang, dan bentar lagi Byby mau langsung ke luar kota," Ucap Gus Azmi


"Apa? Byby mau keluar kota sekarang?,"Tanya Zahira, Gus Azmi mengagguk


"Iya sayang, Byby sudah di tunggu,"Ucap Gus Azmi, hari ini sekitar jam 11 siang Gus Azmi ada miting di luar kota sebelum acara peresmian kantor cabang


"Ya sudah ayo, biar Mimma yang membantu Byby berkemas," Ucap Zahira Tersenyum


"Tidak usah sayang.... semuanya sudah siap, Biar Byby mengantarkan Mimma ke rumah, bertemu dengan para pekerja,"Ucap Gus Azmi


"Baiklah Byby sayang.... tunggu sebentar,"Ucap Zahira, ia beralih menatap teman temannya


"Maaf yah, Rara yang cantik jelita ini, tidak bisa menemani kalian ke toko buku, di karenakan sang bagina raja ingin mengajak ratu kalian ini kembali ke kediamannya," Ucap Zahira membungkukkan hormat, Gus Azmi Tersenyum gemes, begitupun dengan teman temannya Zahira


"Tidak mengapa Ratu,"Ucap Ghania membungkukkan badannya


Zulfa memutar bola mata malas menatap kelakuan kedua temanya itu.


"Pantes banget loh jadi pembokat Han,"Ucap Zulfa tajem, sembari tertawa, di ikuti teman temanya, Ghania memasang wajah cemberut


*****


Zahira dan Gus Azmi berjalan menuju rumah mereka, Zahira bergelayut manja di tangan Gus Azmi.


Gus Azmi Tersenyum melihat tingkah laku Zahira, yang membuatnya gemes, dari tadi Zahira terus tersenyum, kadang juga cemberut.


Saat sudah sampai rumah, di depan rumah sudah ada lima orang, tiga kaki² dan dua perempuan.


"Assalamualaikum,"Ucap Zahira Dan Gus Azmi


"Waalaikumsalam,"Ucap mereka tersenyum


"Selamat siang pak Azmi,"Sapa sekretaris pribadi Gus Azmi


"Siang Yan,"Ucap Gus Azmi dingin

__ADS_1


Gus Azmi kalau sudah menyangkut pekerjaan ia berubah derastis, menjadi serius.


Dan ada orang² yang berkerja dengan ya ia terkenal dengan wajah datar dan dinginnya.


Zahira mendongkakan kepalanya Gus Azmi karna walaupun tubuh Zahira tinggi dan dan berat badanya yang ideal, namun hanya sedada gus Azmi saja, Zahira di anggap tinggi oleh teman temanya karna wanita di usianya itu pendek pendek jadi wajar wajar saja.


Zahira menatap tidak mengerti, kenapa ada pria tampan di rumah nya, dan memakai jas kantor yang harganya itu puluhan juta.


Gus Azmi menatap ke arah bawah dadanya, ia tersenyum manis melihat Zahira yang sedang menatapnya, ia mengecup bibir Zahira.


"Byby....Kenapa ada pria tampan di sini,"Ucap Zahira polos, menunjuk ke arah Brian


Yang di tunjuk hanya diam, ia tidak berani berucap, ia takut membuat Azmi marah, tapi di hatinya ia sangat senang sekali di puji oleh wanita secantik Zahira


"Apa Byby tidak tampan sayang....? ,"Tanya Gus Azmi kesal, menatap tajam kearah Brian, yang di tatap hanya menunduk saja


" Byby paling tampan di dunia, dan di hati Mimma, tapi dia juga tampan by.....,"Ucap Zahira Tersenyum manis menatap Brian


Gus Azmi menutupi mata Zahira menggunakan tangan nya


"Ihhh Byby,"Ucap Zahira melepaskan tangan Gus Azmi dari matanya


"Tidak papah by... ini namanya cuci mata,"ucap Zahira Cengengesan, Gus Azmi menggigit Pipi Zahira gemes


"Cuci mata tuh pake air bukan laki²,"Ucap Gus Azmi gemes tambah kesel


"Ihhh Byby ini tuh beda tau, ini namanya cuci mata menikmati keindahan yang Allah berikan,"Ucap Zahira kesal


"Dasar ABG labil,"Ucap Gus Azmi Tersenyum


Lima pembantu dan sekretaris pribadi Gus Azmi mereka terlihat gemes mendengar ocehan sepasang pengantin baru ini.


****


Sekarang mereka sudah berada di dalam rumah, Zahira duduk di sebelah Gus Azmi, Dan kelima pembantu itu duduk di kursi panjang tamu, sedangkan sekertaris pribadi Gus Azmi duduk di kursi singel


"Perkenalkan nama nama kalian, biar istri saya mengingat nya,"Ucap Gus Azmi datar, tanganya terus menggenggam tangan Zahira dan memain kan jari jari mungil Zahira


"Nuwun sewu Mba, jenenge Mbo yaiku Nirahma, sampeyan bisa nyelehake Mbo Nira,"Ucap Mbo Nira sopan, umurnya sekitar 47 tahunan memperkenalkan dirinya, Zahira yang tak mengerti bahasa Mbo Nira menatap Gus Azmi dengan tatapan bingung, Gus Azmi Tersenyum, melingkarkan tangannya di perut Zahira

__ADS_1


"Namanya Mbo Nira sayang, Mbo Nira bekerja sebagai juru masak dan bersih bersih rumah"Ucap Gus Azmi Tersenyum, Zahira mengagguk mengerti, lalu tatapanya beralih ke depan


"Yen jenengku Sipa, mba bisa ngundang kula kanggo Mba Sipa," Ucap Mba Sipa sopan, umurnya sekitar 20 tahunan masih muda, Zahira menatap Mba sipa intens, Mba sipa oramg Jawa asli, wajahnya memang cantik dan masih muda


Aku harus, wanti wanti ini, jangan Sampe Byby sayang ku ini, terpincut olehnya, batin Zahira


"Yang itu namanya Mba sipa, Ponakanya Mbo Nira, Mba sipa nanti bantuin Mbo Nira bersih bersih, sama masak," Ucap Gus Azmi mengeratkan pelukannya, Zahira hanya mengagguk


Ko Byby tau si, jangan jangan Byby udah kenal Deket, aduh gak bisa di biarin ini, batin Zahira


"Lanjut,"Ucap Gus Azmi menatap mereka datar, sedangkan tadi bersama Zahira begitu manis, tapi saat menatap mereka ia kembali seperti semula


"Nami kula Suryo, sampeyan bisa nyeluk kula Mas Suryo," Ucap Mas Suryo sopan, pria yang umurnya sekitar 35tahun wajahnya masih tampan


"Dia Mas Suryo sayang, ia bekerja jadi satpam," Ucap Gus Azmi, Zahira mengagguk mengerti


"Perkenalkan Nama saya Bagas Pak, Bu,"Ucap Pak Bagas, ia asli orang Jakarta, tapi pindah ke Jawa tengah, bersama istri dan anaknya, ia berumur sekitar 50 tahunan


Zahira mengagguk mengerti


"Perkenalkan nama saya Billal, Hm... bisa di panggil Mas Bilal," Ucap Mas Bilal, ia adalah salah satu kariawan kepercayaan nya Gus Azmi di kantornya, karna Gus Azmi mencari supir untuk istrinya dan Gus Azmi tidak mau mencari yang sembarangan mangkanya ia memutus Bilal untuk menjadi supir, dan gajinya dua kali lipat dari gaji di kantor, umurnya masih muda sekitar 25 Tahunan


"Owh... Mas Bilal yang punya istri tiga itu yah By...," Ucap Zahira polos, menatap Gus Azmi


Gus Azmi menatap Zahira, ia tersenyum kikuk, sedangkan Billa membulatkan matanya sempurna, boro boro punya tiga, satu aja gak punya, Sedangkan Sekertaris Brian dari sudah ingin tertawa, Billal, Brian, Azmi, adalah teman, yang sangat akrab


"Ehh... Iya sayang....," Ucap Gus Azmi Tersenyum, Zahira menatap intens Bilal dari ujung kaki Sampe ujung kepala


"Ganteng si.... Tapi kayanya maaih muda seumuran sama Byby..... Tapi ko udah punya istri tiga," Ucap Zahira tak percaya


"E...I...,"Belum selesai Bilal bicara Gus Azmi memotong nya


"Namanya juga laki laki sayang.... mana cukup satu," Ucap Gus Azmi polos memolototi Billal


Zahira menatap Gus Azmi cemberut


"Byby.... Byby kan juga laki laki jadi gak cukup satu dong," Ucap Zahira kesel, Gus Azmi langsung tersadar


"Eh... Nggk ko, Maksud Byby tuh.... apa yah...," Ucap Gus Azmi kalang kabut, memeluk pinggang Zahira

__ADS_1


Bilal dan sekertarisBrian sudah ingin menumpahkan tawanya, tapi di urungkan, karna bisa saja ini hari terakhir mereka berkerja, begitupun dengan keempat pembantu mereka nampak seperti sedang menonton drama


__ADS_2