
Masih di tempat Gus Azmi, mereka masih sedang asik bercengkrama, membicarakan tentang pesantren.
"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap Fais menghampiri Mereka bertiga, lalu menyalaminya
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap mereka bertiga
"Baru pulang Le," Tanya umi Fatim, Fais duduk di sebelah umi Fatim, menyanderkan kepalanya di pundak umi Fatim
"Iya umi," Ucap Fais
Muhamad Faisal Al-Faris, adalah anak Angkat umi Fatim dan Kyai Azlam, Adik nya Gus Azmi, Kha² Aisyah, tetapi mereka memperlakukan Fais seperyi anak sendiri, dan seperti saudara kandung, tidak pernah mengekang keinginannya, umurnya baru 20 Tahun, sedangkan Gus Azmi 25, Aisyah 17 Tahun, Gus Fauzan dan Khumaira berumur 27 tahun.
"Cape pasti yah, makan di sanah, terus istirahat," Ucap Umi Fatim, mengelus Elus pucuk kepala Fais
"Bentar umi," Ucap Fais masih enggan melepaskan sanderan dari umi
"Banyak tugas Kuliah ya Dhe," Tanya Gus Azmi
"Iya mas, cape banget, Tapi Fais gak boleh ngeluh namanya juga hidup harus cape," Ucap Fais
"Pinter Anak umi," Ucap Umi Fatim Tersenyum
"Sanah makan, terus kita main PS," Ucap Gus Azmi
"Wahhh Siap Mamas bro, Umi Fais makan dulu yah," Ucap Fais
"Iya sayang, nanti minta tolong Mbo Inem aja," Ucap umi Fatim
"Siap umi ku sayang," Ucap Fais mencium pipi umi Fatim, umi Fatim tersenyum
"Yawdh Fais yang ganteng ini duluan yah, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Umi cantik, Abi ku yang gagah, Mamas ku ganteng," Ucap Fais
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap Mereka bertiga, Fais pun berlalu masuk kedalam rumah
"Anak anak kita dah pada gede aja yah bi, bentar lagi kita punya cucu, gak sabar umi di panggil Eyang," Ucap Umi Fatin tersenyum
"Abi juga gak sabar pengen di sebut Kakong," Ucap Kyai Azlam Tersenyum memeluk Umi Fatim
__ADS_1
*******
Zahira berada di Danau pesantren, teman temannya yang lain berada di perpustakaan Deket Danau tersebut, Seangkan Zahira sedang membaca buku di Danau.
"Assalamualaikum," Ucap seseorang yang baru datang, Zahira mendongkakan kepala lalu tersenyum
"Waalaikumsalam Gus," Ucap Zahira
"Boleh saya duduk," Ucap Nya, dia adalah Andray yang baru datang
"Ahh....Silahkan Drey," Ucap Zahira, Andrey pun duduk di sebelah Zahira namun aga jauhkan sekitar satu meter, lalu Zahira pukus lagi ke buku yang ia pegang
"Saya ganggu yah?," Tanya Andrey, yang melihat Zahira pukus ke bukunya, Zahira pun menutup bukunya
"Hmm.....Gak ko," Ucap Zahira
"Kamu lagi baca apa?," Tanya Andrey
"Ini Novel," Ucap Zahira, Andrey mengguk
"Assalamualaikum," Ucap Teman temanya Zahira yang baru datang, memecahkan keheningan antara Zahira Dan Andrey
"Kayanya kita ganggu nih," Ucap Zulfa
"Maaf yah gak bermaksud loh ini ganggu loh ini," Ucap Fifah
"Gak tepat kita Dateng nya," Ucap Melin
"Gak enak kita," Ucap Aisyah
"Tunggu..... tunggu.... Kalian bilang kita ganggu Rara sama Andrey?," Tanya Ghania, mereka mengangguk
"Dihh kalian aja kali jangan bawa bawa inces, inces yang cantik ini bukan Setan yang suka mengganggu," Ucap Ghania
"Luh bukan Setan, Tapi Alien," Ucap Zulfa kesel
"Mana ada Alien yang cantik kaya inces ini," Ucap Ghania cemberut
__ADS_1
"Ada, contoh nya Luh," Ucap Zulfa menunjuk ke arah Ghania
"Rara......Ulfa jahat, gak mau tau pokonya mau Es krim," Ucap Ghania cemberut
"Iya nanti di beliin Es krim yang banyak," Ucap Zahira
"Yeeeyyyy Rara baik banget sama inces, inces jadi makin sayang Rara," Ucap Ghania
"Iya Rara juga Han, Walau sulit sebenarnya, tapi harus siap lahir batin, karna ini cobaan hidup, cuma orang bodoh yang bisa menebak kenapa Rara mau temenan sama Hani," Ucap Zahira
"Iya karna Hani Telmi, Terus kudet, Bodoh, tapi Inces sayang banget sama Rara, ehhh tunggu tunggu!! ko Hani bisa nebak yah kenapa Rara mau temenan sama Hani, Owhh tidak, jangan jangan Hani???? Bodoh, Ahhh Hani gak nyangka Hani bisa bodohh, Uwuuuu Mami, Papi, anak mu yang pinter ini, akhirnya bodoh juga Uwuuu," Ucap Ghania senang, sedangkan yang mendengarnya mereka terheran heran, ko ada yah orang ke gini
"Ajaib," Ucap Andrey, mereka pun tertawa
"Ehhh ege bodoh si boleh, tapi jangan kelewatan, cantik² otak nya gak ada, emng dasar pas membagikan otak dia kaga hadir, di ganti pake selang Air," Ucap Zulfa kesel
"Makasih Ulfa pujianya Hani tersandung," Ucap Ghania tersenyum manis
"Tersanjung Han, T E R S A N J U N G," Ucap Zulfa kesel
"Serah dong, orang cantik bebas," Ucap Ghania
"Dasar si Hani Mami Chelsi pas hamil Luh ngidam apa si, Sampe punya anak bentuknya ke gini," Ucap Zulfa kesel
"Bentar ya hani inget inget dulu....Hm..... Mami bilang pas hamil Hani Mami ngidam, ngemil Emas," Ucap Ghania
"Utun, Inji, kalian tuh ga ada tenang apa sehari tentaram damai ini dunia, pusing...," Ucap Zahira
"Salahin si Hani, kenapa idupnya itu bikin gua darting aja, mau di sumpel pake sambel ijo.....," Ucap Zulfa
"Ihhhh Gak mau, Hani Kan....," Ucap Ghania terpotong
"Jangan di terusin atau Rara gak kasih jatah.....," Ucap Zahira, memang ngomong sama si Hani mah harus kalem kalem.
"Rara jahat, Hani kan gak salah Ulfa aja yang nyebelin, pokonya jatah Hani harus Full gak boleh di potong," Ucap Ghania
"Au ah gelap," Ucap Zahira
__ADS_1
******