
Hari ini adalah hari Minggu di mana para santri semuanya bebas, atau boleh keluar pesantren, Zahira, Zulfa, Hani, Fifah, Melin, Dan Aisyah memutuskan untuk pergi keluar.
"Kita mau kemana nih," Tanya Melin, saat mereka berjalan menuju gerbang utama
"Hmm, ke Supermarket pesantren dulu aja beli Minuman," Ucap Fifah
"Terus habis itu kita ke toko buku yang ada di Deket pasar," Ucap Aisyah
"Mall aja yu,"Ucap Zulfa
"Mall jauh dari sini, itu membutuhkan waktu sekitar 1 jam setengah," Ucap Aisyah
"Tapi pengen beli baju," Ucap Zulfa
"Gimana kalau di Butik Pesantren aja, di sana banyak Gamis Gamis keluaran terbaru kan Is," Ucap Melin
"Iya kemarin baru turun," Ucap Aisyah
"Ehh......Tapi mahal mahal loh," Ucap Fifah
"Rara yang bayar, iya kan Ra," Ucap Zulfa, Zahira memutar bola mata malas
"Yeeyyy Rara yang bayar, ayo lah inces gak sabar nih mau borong, lumayan dompet inces utuh," Ucap Ghania kegirangan
"Iya iya, kalian pilih aja," Ucap Zahira
"Uwuuu Terhura Gua Han, ternyata Rara baik banget yah, makin cantik lagi," Ucap Zulfa, tanpa mereka sadari ternyata mereka sudah sampai di pintu keluar pesantren
Di sana ada penjaga an, tangen jaga adalah Gus Azmi, dan Gus Fauzan
"Assalamualaikum,"Ucap Zahira dan teman-teman nya
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap Gus Azmi dan Gus Fauzan
"Kalian mau keluar,"Tanya Gus Fauzan
"Iya Gus,"Ucap Fifah, Melin, dan Aisyah
"Jam 10:30 harus sudah ada di sini, jika kalain telat, dapet hukuman," Ucap Gus Azmi tegas
"Ihhh Gus kejam banget, kita santri baru yang cantik², imut, mulus ke pantat bai, masa iya harus di hukum, inget yah Gus kita cantik cantik loh, gak kasian apa, apa lagi Inces Hani ini yang cantiknya aduhay, kembarannya Tzuyu," Ucap Ghania Dramatis
"Iya Gus saya ini yang cantiknya mirip Lisa Blackpink, aduh itu kembaran saya loh Gus," Ucap Zulfa
Mereka Hanya terkekeh mendengar cerocosan dua kutil badak.
"Lebay, inget yah di sini ada duplikatnya Eunha," Ucap Zahira
"Mate mu Eunha," Ucap Zulfa
"Ywdh ayo,"Ucap Zahira
"Kami permisi yah Gus," Ucap Fifah di angguki kedua Gus tersebut
"Assalamualaikum," Ucap Mereka
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh,"Ucap kedua Gus tersebut
*******
Sekarang mereka berada di Supermarket, membeli minuman sebelum berjalan jalan.
"Mba ini," Ucap Zahira meletakan minuman minuman yang ia pilih bersama teman temannya
"Sebenar yah mba," Ucap Mba kasir, lalu menghitung belanjaan nya
"Semuanya jadi 6,8000 Mba," Ucap mba Kasir
__ADS_1
"Zah nih punya ku," Ucap Fifah menyodorkan uang dua puluh ribu
"Gak usah biar aku aja yang bayar," Ucap Zahira, mengambil Uang seratus ribu di dompetnya
"Ini mba," Ucap Zahira menyodorkan uang tersebut, mba kaair pun mengambil uang terswbut, lalu memberikan kemaliannya pada Zahira
*******
"Ra makasih loh ini," Ucap Fifah saat mereka sudah keluar dari Supermarket pesantren
"Iya ini jadi ngerepotin," Ucap Aisyah
"Gak enak jadinya," Ucap Melin
"Gpp cuma minuman ini," Ucap Zahira
"Cuma minuman doang mah kecil, ga ada apa apa nya," Ucap Zulfa
"Kalian minta mobil juga di kasih," Ucap Ghania
"Iya itu kalau Rara, kalau Luh mah, ihhh Mit amit, pelitnya Naujuhbillah, jangan kan beli mobil, minta air aja nyuruh ambil aja di rumah, katanya 'Mubajir air di rumah masih banyak'," Ucap Zulfa, mereka pun terkekeh, kecuali Ghania yang cemberut
"Ihhh denger yah Fa, inces cuma kasih saran kasian si Mbo udah beli air mahal mahal, ehh beli malah beli di luar, Gada Akhlak," Ucap Ghania
"Serah Luh Han serah Luh," Ucap Zulfa
*******
Mereka sedang berada di toko buka, Zahira memilih Novel dan beberapa Komik.
"Pesantren i love you," Gumam Zahira membaca Judul novel tersebut
"Assalamualaikum imam ku," Gumam Zahira membaca judul novel yang lainya
"Cinta gadis pesantren," Gumam Zahira
"Ustadz I love you," Gumam Zahira
"Cinta sebening embun," Gumam Zahira
"Kisah cinta sang instri Sholeha," Gumam Zahira
"Ko ini judul nya islami semua yah, GaAda apa cerita CEO tampan gitu, tapi kalau di pikir pikir seru juga bikin Novel, apa lagi ceritanya Seorang Ustadz Tampan, yang jatuh cinta pada Muridnya, Uwuuu keren itu pasti, tapi gak ada konfliknya, terus tiap hari baper terus, Ahhh jadi pengen nikah sama Ustadz, siapa tau kan baper baperan tiap hari," Ucap Zahira senyum senyum sendiri
*******
Mereka berada di butik pesantren, sedang memilih milih Gamis.
"Ini bagus gak,"Tanya Zahira memeprlihatkan gamis berwarna Merah marun, tak lupa Kerudung Syar'i berwarna merah marun, bersama cadar warna senada
"Bagus itu," Ucap Zulfa
"Ini bagus gak buat inces," Tanya Ghania, memperlihatkan baju tangan panjang, yang tidak ngetat, tak lupa Rok panjang span, tapi tidak terlalu span, pas body
"Lumayan,"Ucap Zulfa acuh, karna ia sedang memilih baju Gamis
"Mel, Fah, kalian juga pilih aja," Ucap Zahira
"Gak ahh, kemarin aku baru beli, belum juga di pake, sayang kalau banyak banyak gak kepake," Ucap Fifah
"Iya bener," Ucap Melin
"Lah ko gitu, aku yang bayar ko, tenang aja," Ucap Zahira
"Iya tau, pilih aja jangan sungkan," Ucap Ghania
"Gak usah ngerepotin, kalian aja yang pilih pilih," Ucap Melin
__ADS_1
Zahira memilih Gamis banyak sekitar 25 pasang, karna ia akan membagikan nya untuk, Fifah, Melin, Aisyah, Dan Mba linda
"Astagpirullah, Ra itu banyak banget," Ucap Aisyah, melihat Zahira membawa banyak Gamis, Zahira hanya cengengesan
"Gpp," Ucap Zahira lalu meletakannya di meja kasir
"Itu banyak banget loh, kamu yakin?," Tanya Fifah karna memang gamis di sini semua nya Lemitid edision, bukan kaleng kaleng jadi ya mahal
"Iya, Zul, Han, cepet sekalian aja itung," Ucap Zahira, Zulfa dan Ghania pun meletakan pakaiannya di atas meja kasir
"Ini beneran mba banyak banget, emng mba sanggup?," Tanya Mba Penjaga butik pesantren, dia sangat kaget melihat belanjaan segitu banyak nya
"Iya mba, itung dulu aja, tapi itu di pisah yah mba, itu udah saya pisah tinggal bungkus aja" Ucap Zahira
"baik mba, Ya udah saya itung yah,"Ucap mba penjaga butik, lalu menghitung semua bajunya
"Semuanya jadi 25 juta 500 ribu mba," Ucap Mba Penjaga butik, sebenarnya ia aga ragu, mengucapkan jumblah itu
Bahkan banyak santri yang berada di sana, mereka pun kaget, bahkan ada yang mencibir Zahira, seolah olah ia bakalan tidak mampu membayar nya
"Cih, paling gak bisa bayar,"
"Yakin ana dia gak bakalan bisa bayar, itu hampir 26 juta loh,"
Zahira mengeluarkan kartu warna Gold miliknya, mba penjaga butik pun membulatkan matanya, siapa si yang gak tau kartu itu, Zahira memberikan kartu itu pada Mba Penjaga butik
"Ini mba," Ucap Zahira
"I...Iya mba," Ucap Penjaga butik mengambil kartu itu, ia benar benar tidak menyangka, ternyata gadis itu mampu membayar semua belanjaannya, setelah itu memberikannya kembali kepada Zahira
"Makasih Mba, selamat datang kembali," Ucap nya tersenyum, di balas senyuman oleh Zahira
*********
"Ra itu banyak banget," Ucap Fifah, melihat Zahira membawa barang barang belanjaannya, Zahira pun memberika lima paper bag, pada Fifah, lima Paper pada Melin, dan lima Paper bag pada Aisyah
"Itu buat kalian," Ucap Zahira, mereka pun membulatkan matanya
"Kamu serius," Tanya Fifah tak percaya, Zahira mengganguk
"Ra ini berlebihan loh," Ucap Melin
"Ra ini kan.....," Ucap Aisyah
"Usah itu bagian kalian, Zulfa, sama Hani aja dapet bagiannya, masa kalian nggk," Ucap Zahira
"Udah pokonya harus di terima, gak ada penolakan," Ucap Zahira lalu langsung pergi menuju pesantren
********
"Assalamualaikum,"Ucap Zahira dan teman temanya saat sudah berada di gerbang pesantren, di sana ada Gus Azmi dan Gus Fauzan sedang berjaga
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap mereka, lara ustadz dan ustadzah yang lainnya
"Kalian nge borong banyak amat," Ucap Ustazah Citra, saat melihat tangan mereka penuh dengan paper bag
"Bukan ngeborong Ustazah tapi di traktir!," Ucap Fifah
"Hah, siapa yang Neraktir kalian Sampe sebanyak itu," Tanya Ustazah Ilmah, Ustazah paling centil bahkan jutek
"Jangan bilang kalian......," Ucap Ustazah ilmah curiga
"Astagpirullah, nggak Ustazah, Zahira yang traktir kita semua ini, kalau gak percaya tanya aja Ama orang nya," Ucap Melin, Ustazah ilmah menatap Zahira dengan tatapan Curiga
"Astagpirullah,aku pake kredit card Punya Papah aku, yang di kasih kemarin, gak lupa juga bang El Suka ngisi rekening ku, mamah juga sering kasih uang bulanan, jadi aku gak macem macem sumpah," Ucap Zahira, yang tau tatapan Ustazah ilmah seperti tatapan curiga
"Kalau Ustazah mau nanti aku beliin sama toko tokonya sekalian," Ucap Zahira, mereka pun tertawa, sedangkan Ustazah ilmah terlihat kesal
__ADS_1