
Sampai di rumah, Gus Azmi membantu Zahira duduk, lalu menagmbil piring untuk Zahira dan dirinya.
Zahira meangmbil nasi goreng yang ia masak tadi.
"By....Ini udah dingin,"Ucap Zahira cemebrut, Gus Azmi Tersenyum
"Sini biar Byby panasin,"Ucap Gus Azmi mengambil wadah kaca yang berisi nasi goreng tersebut
"Biar Mimma aja By,"Ucap Zahira menarik wadah tersebut, Gus Azmi menggeleng, lalu menarik wadah tersebut
"Nggk sayang, biar Byby aja, ini kan gara gara Byby nasi goreng nya jadi dingin, Sayang duduk aja yah," Ucap Gus Azmi, Zahira mengangguk lalu duduk.
Gus Azmi memanasi nasi goreng Tersebut, Zahira menyaksikannya, tak lama Gus Azmi membawa nasi goreng tersebut di atas meja.
"Biar Mimma ambilin yah,"Ucap Zahira mengambil piring Gus Azmi ia Tersenyum manis
Setelah selesai menyajikan untuk Gus Azmi, ia mengambil untuknya,
Gus Azmi memakan masakan Zahira lalu ia terdiam, Zahira yang melihat ekspresi wajah Gus Azmi pun menjadi takut, takut masakan nya gak enak
"By....Gak enak yah," Tanya Zahira pelan, Gus Azmi langsung Tersenyum
"Siapa bilang Hm?, ini enak banget loh sayang," Ucap Gus Azmi Tersenyum
"Byby gak usah boong deh, jujur aja kalau gak enak," Ucap Zahira cemberut
"Astagfirullah gak percayaan, Coba sayang... yang nyobain,"Ucap Gus Azmi menyuapi Zahira ia menggeleng
"Aaaa sayang," Ucap Gus Azmi, Zahira menerima suapan itu, dan emang rasanya itu enak bahkan sangat enak
"Enak kan,"Ucap Gus Azmi Tersenyum, lalu ia melanjutkan makanya dengan sangat nafsu, Zahira yang melihat itu pun tersenyum bahagia
"Byby kaya anak kecil," Ucap Zahira membersihkan Bibir Gus Azmi yang terdapat butiran nasi, Gus Azmi Tersenyum langsung mencium bibir Zahira
__ADS_1
"Abisnya masakan Sayang enak banget, pokonya gak ada yang boleh ngerasain masakan Sayang, Kecuali byby,"Ucap Gus Azmi tegas, Zahira Tersenyum
"Lah ko gitu," Ucap Zahira
"Karna sayang..... cuma milik Byby," Ucap Gus Azmi menyuapi Zahira, ia pun menerima suapan Gus Azmi
"Byby lebay," Ucap Zahira cengengesan
"Lebay apanya, Byby cuma gak mau milik Byby di bagi bagi," Ucap Gus Azmi
"Itu namanya lebay byby Sayang," Ucap Zahira Tersenyum
"Mana ada, Sayang kan punya Byby jadi gak boleh di bagi bagi," Ucap Gus Azmi
Kumat deh ahh, batin Zahira
"Ywdh lah terserah Byby," Ucap Zahira pasrah, Gus Azmi Tersenyum senang mencium bibir Zahira
"Anak pinter,"Ucap Gus Azmi Tersenyum, Zahira memutar bola mata malas
"Uang Mimma By,"Ucap Zahira masih memakan makananya
Gus Azmi bernafas kesal, ia mengeluarkan dompet di saku celananya
"Sayang...ini buat Sayang, nanti kalau mau beli apa apa pake ini aja gak boleh pake uang Sayang," Ucap Gus Azmi memberikan Kredit card
"Gak usah By, Mimma masih ada uang ko, Kemarin Papah baru transfer Mimma, terus Mommy juga, Bang El juga, jadi masih ada," Ucap Zahira, Gus Azmi langsung kesal
"Sayang kamu sekarang tanggung jawab Byby loh, Uang dari Papah, Mommy, sama bang El kamu tabung aja sayang, gak boleh di gunain, Sayang pake ini aja," Ucap Gus Azmi memberikan Kredit card, Zahira memandang Kartu tersebut lalu menatap Gus Azmi
"Tapi By....," Ucap Zahira
"Mana dompet sayang," Tanya Gus Azmi, Zahira memberikan dompetnya, karna takut melihat mata Gus Azmi yang sudah marah
__ADS_1
Gus Azmi mengambil semua kartu yang berada di dompet Zahira, lalu menaruh Kredit card, dan beberapa kartu kredit lain miliknya ke dompet Zahira.
"Byby Ambil ini semua, dan Sayang pake kartu Byby aja, gak boleh nolak, Byby simpen kartu punya Sayang," Ucap Gus Azmi, Zahira hanya menagguk pasrah
Setelah itu mereka melanjutkan kembali makanya, setelah makan mereka menuju ruang keluarga, Zahira memasang DVD di bantu Gus Azmi, ia menonton Drakor di temani Gus Azmi, Gus Azmi berada di paha Zahira, ia terus pokus pada wajah cantik istirnya, sedangkan Zahira tetap pokus ke layar Tv.
Ada hubungan apa Mimma sama Nathan, Batin Gus Azmi terus memandang wajah Zahira yang pokus ke Tv
Nathan Wira Sanjaya adalah salah satu santri putra di pesantren ini ia ijin keluar negri beberapa bulan, karna ada urusan keluarga, dan saat ini ia sudah kembali ke pesantren.
"Sayang....," Ucap Gus Azmi lembut menggenggam tangan Zahira
Zahira melirik Gus Azmi kalau tersenyum
"Kenapa By...," Tanya Zahira mengelus Elus rambut Zahira
"Byby boleh nanya Gak," Tanya Gus Azmi pelan
"Nanya apa By....,"Tanya Zahira
Gus Azmi berpikir apa ia akan menanyakan soal ini pada Zahira, namun ia takut jika nanti Zahira marah dengannya, namun di hati nya, ia sangat sakit ketika melihat orang yang sangat ia cintai menangisi pria lain.
"E...Itu Sayang, Sayang selesai datang nya bulan kapan," Tanya Gus Azmi tersenyum, membuat Zahira cemberut langsung mencubit tangan Gus Azmi
"Byby tuh ihh, Pikirannya Astagpirullah..," Ucap Zahira kesal, Gus Azmi mencubit pipi Zahira gemes
"Ga papah dong sama istri sendiri, dari pada sama istri tetangga," Ucap Gus Azmi
"Berani?," Tanya Zahira kesal, Gus Azmi menggeleng
"Nggk sayang...Cukup Sayang aja, Soalnya Tubuh sayang enak banget, bikin Byby gak mau berhenti," Ucap Gus Azmi cengengesan
"Byby tuh Ya ihh kesel," Ucap Zahira cemberut, sekarang posisi Gus Azmi dududk di sebelah Zahira
__ADS_1
"Itu bibir mau di cium hm," Ucap Gus Azmi, memegang pipi Zahira mengarahkan padanya, langsung mencium bibir Zahira