Assalamualaikum My Love

Assalamualaikum My Love
Ini yang lagi Viral?


__ADS_3

Sore ini Zahira sedang jalan jalan mengelilingi Pesantren sendirian, karna teman temanya yang lain sedang belajar untuk persiapan ulangan, Zahira menghirup Udara pesantren sore hari, tetapi tiba tiba saja tiga santri wati menghadangnya.


"Ini yang lagi Viral?," Ucap Iren, yang menghadang Zahira, menatapnya dengan senyum mengejek


"Iya dia," Ucap Anggun Temanya


"Masih masih cantikan ana," Ucap Iren sombong, Zahira hanya diam mendengarkan omongan mereka


"Centil banget si," Ucap Mala temanya lagi


"Ko mau aja yah Pak Kyai masukin anak so cantik kaya kamu," Ucap Iren mengejek


"Udah di cuci matanya, liat aja gayanya so kecantika, so alim, padahal mah alah," Ucap Anggun


"Jangan so caper kamu, kamu itu hanya sampah pesantren inget itu," Ucap Iren


"Dan inget gak usah so alim di depan Gus Azmi, dia tuh calon ku," Ucap Iren


"So banget, kamu gak tau ayah ku itu Pengusaha di kota ini, bisa aja aku kasih pelajaran sama kamu," Ucap Iren


"Kenapa diam, gak bisa ngomong, Cih murahan, aku cuma mau ngasih tau sama kamu jauh jauh dari Gus Azmi, jangan caper Sama Santri putra/ santri putri di sini, karna yang pantas jadi idola pesantren itu aku, Iren yang paling cantik, bukan kamu, jadi Jangan mimpi kamu," Ucap Iren tegas


"Kenapa diem? gak bisa jawab? cih sampah," Ucap Iren, karna kesal Zahira tidak meresponnya ia mengangkat tanganya lalu


Plakkkk


Zahira di tampar, Zahira memegang pipinya, ia sudah biasa di perlakukan seperti ini


"Sakit?!!! inget jangan macam macam kamu," Ucap Iren, tiba tiba saja Gus Azmi yang melihat itu marah, tanganya di kepal, lalu menghampiri Zahira, Iren and the Genk yang melihat itu jadi takut lalu menunduk kecuali Iren ia tampak angkuh


"Keterlaluan apa ini cara kalian memperlakukan santri lain Hah," Ucap Gus Azmi tegas setengah berteriak, Iren yang mendengar itu menunduk ia gemetar


"Kalian santri yang sudah lama di sini, seharusnya memperlakukan santri baru dengan baik, apa kalian mau pesantren ini tercoreng nama baiknya cuma hanya karna kelakuan kalian yang gak masuk akal," Ucap Gus Azmi tegas


"Ngga Gus, ini salah paham, ana bisa jelasin," Ucap Iren lembut


"Jelasin apa? mau jelasin kamu ngancem dia gitu, terus kamu ngaku ngaku jadi calon saya, segala bawa bawa kekuasaan orang tua kamu, kamu pikir saya suka?, Nggk!," Ucap Gus Azmi tegas


"Jangan karna Zahira diam kalian berani sama dia!! bukan Zahira yang sampah pesantren, tapi kalian, sikap kalian kaya bukan anak pesantren, apa kalia tidak berkaca? seharus kalian tau siapa yang pantas di sebut sampah!!," Ucap Gus Azmi tegas


"Dan kamu Ayla kenapa kamu diam saja, kamu bisa melawannya, jangan diam saja jika orang menyepelekan kamu," Ucap Gus Azmi menatap Zahira


Ya karena aku tau ada Gus, mangkanya aku diam, maaf ya Gus bikin Gus kesel, tapi kali kali bikin sampah sampah ini tau, walau Zahira ini alim, baik, lembut, tapi hati ini adalah hati iblis, berani cari masalah sama Zahira, harus berani nanggung resikonya, batin Zahira


"Maaf Gus, aku harus ngelawan gimana coba? mereka bertiga aku sendiri, mana bisa," Ucap Zahira


"kita kerumah untuk ngobatin lupa kamu," Ucap Gus Azmi, Zahira mengaguk


"Assalamualaikum," Ucap Gus Azmi lalu pergi bersama Zahira, saat berjalan Zahira menatap ke belakang, tanpa berbalik badan, menghapus air matanya dengan telunjuk tangan lalu Tersenyum mengejek


Telihat di sana Iren and the Genk sangat kesal, apa lagi saat Zahira meledeknya, mereka sekarang tau kalau Zahira pura pura


"Sial, awas kamu Zahira," Ucap Iren kesal

__ADS_1


"Jadi dia pura²," Ucap Anggun


"Kita harus bales, ternyata muka polosnya itu cuma topeng, untuk menutupi muka iblisnya aja," Ucap Mala


*******


"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap Gus Azmi saat sudah sampai di rumah bersama Zahira yang memegang pipinya


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap para anggota keluarga pesantren, Umi, Kyai, ke empat ankanya, dan menantu nya


"Astagpirullah, Zahira kenapa," Ucap umi Fatim saat melihat pipi Zahira merah, lalu berlari menghampiri Zahira, ia sangat Kuatir, menyuruhnya duduk di kursi halaman rumah


"Mbo Inem, ambilin kotak P3k," Ucap umi setengah berteriak


"Sayang kamu kenapa ini Azmi kenapa pipi nya Zahira merah kaya gini, Azmi kamu apain Hah," Bentak umi Fatim, para anggota keluarga lainnya pun menghampiri Zahira


"Zahira gak papah Umi," ucap Zahira


"Gak papah gimana? liat ini pipimu merah, Ahhh s Mbo mana si, Mbok," Ucap Umi Fatim, Mbok pun datang membawakan Kotak P3k, umi Fatim pun mengobati pipi Zahira


"Pipi Zahira kenapa? bilang sama Abi ada yang lukain Zahira," Ucap Kyai Azlam kuatir


"Nggak ko Zahira gak papah, tadi jatuh mangkanya jadi gini," Ucap Zahira tersenyum


"Umi ini bekas di tampar," Ucap Khumaira tak kalah Kuatir


"Di tampar? siapa yang nampar, berani beraninya dia, umi kasih pelajaran," Ucap Umi Fatim emosi, Zahira makin kuatir, mana mungkin ia bilang kalau ini ulahnya Iren, dia gak mau cari masalah


"Ais ambilin minum yah,"Ucap Asiyah


"Gak usah Ais,"Tolak Zahira


"Ywdh sana sayang ambil minum," Ucap Umi Fatim, Aisyah mengaguk lalu pergi kedalam untuk mengambil air


"Mas benar an itu jatuh, ko aku gak yakin yah," Ucap Fais berbisik ke Gus Azmi


"Itu bekam di tampar," Ucap Gus Azmi berbisik, Fa'i tampak kaget


"Serius mas? siapa yang berani? kurang ajar ini harus di kasih pelajaran, gak boleh di diemin, kalau mereka di diemin ngelunjak ntar banyak korban lagi," Ucap Fai emosi


"Ntar mas yang ngurus tenang aja," Ucap Gus Azmi


"Ini umi minum nya," Ucap Aisyah memberika segelas teh hangat, umi Fatim pun mengambil minuman itu lalu memberikanya pada Zahira


"Pelan pelan sayang," Ucap umi Fatim, membantu Zahira meminum tehnya


"Makasih umi," Ucap Zahira Tersenyum, umi Fatim mengaguk, lalu mencium pipi Zahira


"Apa masih sakit," Tanya umi, Zahira menggeleng tersenyum


*********


Malam hari pun tiba, tadi selepas dari rumah Kyai, Zahira di antar umi ke asrama, dan dia juga mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Zahira, pas sampai asrama tadi semua orang terkejut melihat pipi Zahira yang sedikit merah, tapi Zahira berbohong pada mereka.

__ADS_1


Iya tidak mau nanti teman-temanya membals Iren and the Genk, apa lagi Zulfa yang keras, dia tidak akan diam kalau teman Nya terluka.


*********


"Assalamualaikum," Ucap Azmi di luar kamar Umi Fatim dan Kyai Azlam


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap yang di dalam kamar


"Umi, Abi, Azmi boleh masuk," Ucap Gus Azmi


"Boleh le masuk aja," Ucap Umi Fatim, Azmi pun masuk ke dalam kamar, lalu duduk di sebelah uminya yang sednag duduk di kursi yang berada di kamar ini


"Kenapa le?," Tanya Kyai Azlam


"Ada yang mau Azmi omongin," Ucap Gus Azmi


"Apa le," Tanya umi Fatim


"Mi Azmi ingin meng Khitbah seseorang," Ucap Gus Azmi, membuat ke dua tua tersebut kaget, namun setelah itu mereka tersenyum


"Alhamdulillah," Ucap mereka berdua


"Siapa yang ingin kamu Khitbah le," Tanya Kyai Azlam


"Ayla," Ucap Gus Azmi penuh menekankan, Umi Fatim dan Kyai Azlam yang mendengar nama itu jadi bingung siapa Ayla?


"Le siapa Ayla, apa umi mengenalnya, tapi itu nama terlibat asing,"Ucap umi Fatim


"Iya benar, Siapa le siapa gadis itu," Ucap Kyai Azlam penasaran


Gus Azmi langsung tersadar, mana mungkin orang tuanya tau kalau itu panggilan sayang buat Zahira nya


"Hm...Maksudnya Zahira Umi Bi,"Ucap Gus Azmi, umi dan Kyai langsung Tersenyum lebar


"Alhamdulillah Ya Allah, emng kau telah mengabulkan doa ku, Untuk menjadikan Zahira menantu ku, terimakasih Ya Allah," Ucap Umi Fatim


"Abi juga seneng, itu juga yang Abi ingin kan, apa kamu beneran siap?, tapi akan Zahira masih sekolah?," Ucap Kyai Azlam


"Insyaallah Bi aku siap, Untuk Zahira yang masih sekolah, aku akan menunggunya hingga lulus," Ucap Gus Azmi


"Gak pokonya kamu harus langsung nikah aja, soal sekolah kan bisa nikah sembari sekolah, lagian sekolah juga Deket kan, jadi gak papah," Ucap umi Fatim


"Yang di bilang umi bener juga, lebih baik sepeti itu Az, biar terhindar dari pitnah," Ucap Kyai Azlam


"Azmi tidak ingin membuat nya tertekan Bi," Ucap Gus Azmi


"Azmi soal ini kamu harus egois, kamu tau kan Zahira itu cantik, banyak yang ingin dengan nyah, apa kamu mau di dahului orang lain, umi juga gak sabar menjadikan Zahira menatu umi, Wanita juga perlu kepastian, Menikah lebih baik, agar terhindar dari pitnah," Ucap Umi Fatim, Azmi tersenyum


"Jodoh itu sudah ada yang mengatur umi, jika memang Azmi berjodoh dengan Zahira, maka tidak akan kemana, Jika Zahira menerimanya Insyaallah Azmi akan mempercepat mengahlal kannya," Ucap Gus Azmi


"Baik lah besok Umi panggil Zahira untuk membicarakan ini," Ucap Umi Fatim


"Terimakasih Umi Abi, Sudah mendukung Azmi, Azmi janji Jika Zahira Siap menikahi dengan Azmi, Azmi akan menjaganya, melindunginya, menjadikan dia istri yang Sholihah, mencintainya sepenuh Jiwa Azmi," Ucap Gus Azmi penuh keyakinan, umi dan Kyai tersenyum

__ADS_1


__ADS_2