
Zahira merasa kesal dengan kelakuan Gus Azmi, yang selalu mencium bibirnya tiba tiba.
Gus Azmi Tertawa melihat ekspresi wajah Zahira yang kesal padanya.
Gus Azmi menyandarkan kepalanya di pundak Zahira, memengang tangan Zahira memainkan jari jari Mungin milik Zahira.
"By.....," Ucap Zahira
"Kenapa sayang,"Ucap Gus Azmi masih sibuk dengan aktivitas nya
"Aku mau ke Supermarket dulu," Ucap Zahira, Gus Azmi langsung melirik Zahira
"Mau ngapain sayang," Tanya Gus Azmi kesal
"Pengen Es krim,"Ucap Zahira, Gus Azmi bernafas kesal
"Es krim? Sayang.....," Ucap Gus Azmi lembut, Zahira cemberut pura² ngambek, Gus Azmi menarik bernafas panjang
"Ywdh Ayo sama Byby, kita beli," Ucap Gus Azmi, Zahira Tersenyum langsung berdiri menarik tangan Gus Azmi
"Bentar sayang Byby ambil dompet dulu," Ucap Gus Azmi, Zahira menagguk
Gus Azmi pergi ke kamar mengambil dompet, sedangkan Zahira nunggu di depan rumah
Tak lama Gus Azmi datang langsung menggandeng tangan Zahira
"Ayo sayang," Ucap Gus Azmi lembut, Zahira menagguk, mereka pun berjalan beriringan
Banyak santri yang menyapa mereka, dan juga guru² yang mengajar di pesantren.
"By....Aku pengen pipis," Ucap Zahira pelan, Gus Azmi melirik Zahira
"Ywdh kita ke rumah Abi Yah sayang," Ucap Gus Azmi, Zahira menggeleng
"Ini masih lumayan jauh By, Mimma di kamar mandi Deket asrama aja," Ucap Zahira tidak tahan lagi, memang Meraka melewati toilet asrama
"Emng kamu nyaman di toilet asrama," Ucap Gus Azmi, tidak suka, karna toilet ini berbatasan dengan toilet santri putra yang di halangi Dingding tebal
"Udah gak kuat by," Ucap Zahira langsung berlari ke toilet asrama
Sedangkan Gus Azmi cemebrut di tinggalkan Zahira, ia tetap berdiri menunggu Zahira, tadinya mau nyusul tapi ia baru sadar kalau itu toilet khusus santriwati
__ADS_1
Tak lama datang seorang Santri Tampan, manis, menghamiri Gus Azmi
"Assalamualaikum Gus,"Sapanya sopan menyalami Gus Azmi
"Waalaikumsalam," Ucap Gus Azmi seperti biasa dingin, datar, saat melihat pria itu ia semakin kesal, tapi ia coba tenang
"Gus sedang apa di sini," Tanya nya sopan
"Menunggu istri saya yang sedang di toilet," Ucap Gus Azmi tegas, Orang tersebut mengagguk
"Kamu sedang apa berkeliaran di sini," Tanya Gus Azmi
"Tadi baru dari toilet Gus," Ucap nya Tersenyum
Zahira sudah selesai, ia keluar dari toilet, baru saja ia ingin nyamperin Gus Azmi yang sudah menunggunya, tiba tiba langkahnya terhenti
Walau hanya di lihat dari belakang namun ia tau siapa memilik punggung itu.
Kenapa harus ketemu si, ya Allah, astagpirullah, Astagpirullah, Batin Zahira
Tiba tiba saja ada yang menepuk pundak Zahira, walau tidak terlalu keras namun itu berhasil membangunkan lamunan Zahira
"Astagpirullah,"Ucap Zahira mengelus Elus dadanya, lalu berbalik, ia memutar bola mata malas
"Heheheee,"Mereka berdua cengengesan
"Adik perempuan lagi apa,"Tanya Zibbral
"Kenapa melamun dari tadi,"Tanya Ziddan
"Sttttt,"Ucap Zahira meletakan telunjut tanganya di bibir miliknya sendiri
Mereka berdua menyeritkan keningnya
"Kenapa,"Tanya mereka berdua, tiba tiba saja Zibbral melihat seorang pria tampan, manis, pria itu juga melihatnya
Zibbral langsung menatap Zahira ia jadi bingung melihat tatapan kha² nya
"Kha....Kenapa," Tanya Zahira bingung
"Di belakang mu," Ucap Zibbral tak percaya, Zahira langsung tersadar bahwa kha² nya sudah melihat pria tampan tersebut
__ADS_1
Ziddan yang penasaran pun langsung melirik yang di bilang Zibbral, ia pun tak kalah terkejut, Sikapnya yang tadi manis pada Zahira kini berubah jadi dingin, datar, lalu menatap Zahira dengan tatapan dingin
"Sedang apa dia si sini," Tanya Ziddan dingin menatap Zahira, Zahira menggeleng tidak tau
"Owh apa dia mau menyakiti mu lagi," Tanya Ziddan semakin dingin
"Hah tidak akan aku biarkan bedebah sialan itu hidup dengan tenang," Ucap Ziddan dingin
"Setelah apa yang dia lakukan pada adik ku," Ucap Ziddan
Antara si kembar, yang paling posesif tentang Zahira adalah Ziddan, ia sangat membenci orang yang telah melukai adik nya.
Sedangkan Zibbral ia bersikap lembut bila bersama Zahira, ia tidak bisa marah, atau pun memarahinya, dia juga tak pernah berbicara dingin pada Zahira, dia juga akan menasehati Zahira dengan sangat lembut jika dia melakukan kesalahan
Tapi jika Ziddan, ia bersikap berbalik, ia akan marah ketika Zahira melakukan kesalahan yang menurutnya sangat patal, dan di juga tidak akan diam jika Zahira adik perenpuannya di sakiti orang lain.
Zahira dan Zibbral hanya bisa diam ketika Ziddan marah, jika Zibbral marah tidak ada yang bisa menenanginya.
Tapi tak lama Pria tampan yang bersama Gus Azmi pun pamit pergi, ia kembali ke asrama putra.
"Abang....Udah lah gak usah di ungit ungit, masa lalu biarlah berlalu," Ucap Zahira lembut
"Kenapa kamu **** hah!!, Ahhh sialan," Bentak Ziddan kesal, karna melihat pria tampan yang bersama Gus Azmi berjalan pergi
Gus Azmi berjalan menuju ke arah mereka bertiga, ia sangat kuatir melihat Zahira ketika di bentak Ziddan.
"Kenapa Sayang..?,"Tanya Gus Azmi kuatir, memegang tangan Zahira ia tersenyum melirik Gus Azmi
"Nggk papah By....," Ucap Zahira, Gus Azmi tidak percaya mendengar perkataan Zahira, siapa yang percaya coba, ketika seseorang membentaknya, yang di bentak hanya berkata tidak papah?.
Gus Azmi melirik Ziddan dan Zibbral, muka Ziddan nampak tak bersahabat, Gus Azmi tau itu pasti pria tampan yang ada di hadapannya menahan amarah.
"Kenapa,"Tanya Gus Azmi dingin pada si kembar
"Tanya aja sama istri Gus tercinta,"Ucap Ziddan penuh penekanan
Zahira bernafas kesal, sedangkan Gus Azmi melirik Zahira ia memejam kan matanya.
"Udah Udah, Kha² sana Abang ke asrama dulu yah Dhe....Nanti kita ngobrol lagi," Ucap Zibbral, Zahira mengagguk
"Assalamualaikum,"Ucap Zibbral, menarik tangan Ziddan menjauh dari kedua sejoli tersebut
__ADS_1
"Waalaikumsalam,"Ucap Zahira dan Gus Azmi