Assalamualaikum My Love

Assalamualaikum My Love
Maaf mba abisnya gemes


__ADS_3

Gus Azmi melanjutkan mobil nya menuju Pesantren yang jaraknya sudah dekat, pas sampai gerbang Gus Azmi memberhentikan Mobil nya


"Kenapa By....,"Tanya Zahira


"Bentar yah sayang....Byby keluar dulu, di depan ada pada santri Byby mau nyapa," Ucap Gus Azmi, Zahira mengagguk, lalu ia mencium kening Zahira


"Kamu gak boleh keluar, tunggu aja di sini," Ucap Gus Azmi, Zahira mengagguk, Gus Azmi pun keluar dari mobil


"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh,"Ucap Gus Azmi


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh,"Ucap pada santri, lalu mereka menyalami Gus Azmi


"Lagi pada ngumpul nih,"Ucap Gus Azmi


"Iya Gus, ayo gabung Gus,"Ucap Santri


" mari duduk Gus,"Ucap zalah satu santri


" lain kali aja, di rumah Umi sama Abi sudah nunggu,"Ucap Gus Azmi, mereka mengagguk


"Kalau gitu assalamualaikum," Ucap Gus Azmi para santri pun bersalaman


"Waalaikumsalam,"Ucap para santri, Gus Azmi pun masuk ke dalam mobil


"Gak nyangka yah Dhe Zahira dah jadi istri Orang aja,"Ucap santri


"Iya Gus Azmi lagi orang nya,"Ucap satri


"Baru juga mau ngelamar Dhe Zahira, udah pupus di jalan," Ucap satri


******


Mobil mewah Gus Azmi terparkir di depan rumah Kyai, di teras rumah ada Kyai Dan umi Fatim sedang bersantai, Gus Azmi keluar dari mobil, dan membukan pintu mobil untuk Zahira


Umi Fatim dan Kyai Azlam berdiri dari duduk nya, dan tersenyum kearah pengantin baru.


Gus Azmi menggandeng tangan Zahira menghampiri Umi dan Kyai


"Assalamualaikum,"Ucap Gus Azmi dan Zahira mencium tangan keduanya


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh,"Ucap mereka berdua


Umi Fatim langsung memeluk Zahira, begitu pun Zahira membalas pelukanya


"Sayang, kamu pasti cape kan, istirahat dulu sana," Ucap umi Fatim lembut, membelai pipi Zahira


"Nggk juga ko umi,"Ucap Zahira lembut


"Sayang....kamu istirahat dulu, nanti sore kita tinggal di rumah kita sendiri," Ucap Gus Azmi, mengusap lembut pucuk kepala Zahira


"Azmi.....Kenapa buru buru, tinggal dulu aja di sini,"Ucap umi Fatim cemberut


"Umi.....kita mau mandiri,"Ucap Gus Azmi


"Huuuhhhhhh, Azmi kan suka keluar kota ngurus kerjaan, nanti Zahira sendirian di rumah, kasian gak ada temen," Ucap umi Fatim


"Kalau Azmi keluar kota, Azmi nitip Zahira di sini, tapi Azmi pengen mandiri umi," Ucap Gus Azmi


"Azmi.....,"Ucap umi Fatim kesel


"Umi....Biarkan saja Azmi, dia sudah dewasa, dan sudah punya istri," Ucap Kyai Azlam mengelus pucuk kepala Umi Fatim


"Nanti Azmi sering sering ngindep di sini," Ucap Gus Azmi


"Byby.....Emng kita pindah kemana?," Tanya Zahira


"Gak jauh ko sayang..., masih kawasan pesantren," Ucap Gus Azmi lembut


"Umi kan itu Deket, nanti Zahira sering² main ke sini," Ucap Zahira, umi Fatim cemebrut, di bals senyuman oleh Zahira


"Ya sudah lah, terserah Azmi aja, Azmi kan sekarang dah gak butuh umi," Ucap Umi Fatim ketus


"Nggk umi bukanya gitu, Azmi sayang banget loh sama umi, sayang banget malah,"Ucap Gus Azmi memeluk Umi Fatim dan mencium pipinya


"Ya udah umi ikut ke rumah kamu, malam ini umi mau ngindep di sana,"Ucap Umi Fatim, Zahira Tersenyum


"Umi....Terus Abi gimana,"Ucap Kyai Azlam cemberut


"Abi di rumah kan banyak orang," Ucap Umi Fatim


"Gak mau, mau nya sama umi," Ucap Kyai Azlam manja, Zahira Tersenyum, Gus Azmi merasa kesal melihat tingkah Kyai Azlam


"Ya sudah Abi juga ngindep aja,"Ucap Gus Azmi kesel


"Ayo sayang..... kamu harus istirahat," Ucap Gus Azmi, Zahira mengagguk

__ADS_1


"Assalamualaikum,"Ucap Gus Azmi menarik tanagn Zahira


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh,"Ucap mereka berdua


Gus Azmi pun membawa Zahira masuk ke dalam kamar yang berada di lantai dua, ia masuk kedalam di ikuti Zahira


Kamar yang mewah, berwarna Putih, gordeng mewah berwarna abu abu, tepat tidur yang besar dan mewah, piala piala dan mendali milik Gus Azmi tersusun rapih, dan pajangan lainnya yang tak talah mewah


"Sayang....kamu rebahan dulu aja, Byby mau ke mushola dulu," Ucap Gus Azmi


"Lama Gak By.....," Tanya Zahira, Gus Azmi Tersenyum, lalu mendekati Zahira, membelai pipinya


" kayanya lama sayang, Mimma tidur aja sayang..., pas Sholat Zuhur nanti Byby minta tolong Ais bangunin Mimma, terus hari ini kan pengajian santri di musholah, setelah pulang kita langsung ke rumah kita," Ucap Gus Azmi, Zahira mengagguk


"Ywdh Byby ke Mushola dulu yah sayang...,"Ucap Gus Azmi, mencium kening Zahira


"Assalamualaikum,"Ucap Gus Azmi


"Waalaikumsalam,"Ucap Zahira Gus Azmi pun pergi meninggalkan Zahira di kamarnya, membuka pintu nya lalu menutupnya lagi dengan rapat


Zahira merebahkan tubuhnya di kasur milik Gus Azmi.


Gus Azmi pergi menuju musolah, di tengah jalan ia bertemu Aisyah, dan teman temenya Zahira


"Assalamualaikum Gus,"Ucap mereka, lalu menyalami Gus Azmi


"Waalaikumsalam,"Ucap Gus Azmi


"Ais nanti bangunin mba mu pas mau sholat Zuhur,"Ucap Gus Azmi


"Mba siapa Mas? Mba Maira?,"Tanya Aisyah Bingung


"Mba Zahira Ais,"Ucap Gus Azmi


"Ehh iya lupa, Zahira kan dah jadi Mba ku, bangunin emng Mba Zahira di mana," Ucap Aisyah Cengengesan


"Di kamar mas, dia lagi istirahat," Ucap Gus Azmi


"Rara pasti cape yah Gus, semaleman begadang,"Ucap Zulfa Cengengesan


"Anak kecil tau apa,"Ucap Gus Azmi memutar bola mata malas


"Gus kita tuh emng kecil, Tapi urusan ginian kita tau Gus,"Ucap Zulfa


"Gus Azmi gak ngebiarin Rara tidur," Ucap Zulfa


"Gus ko jahat banget si, kasian tau Rara gak tidur," Ucap Ghania cemberut


"Udah Gais tarik aja,"Ucap Zulfa


"Gus kami permisi dulu yah, mau ngurusin nih anak satu,"Ucap Fifah


"Assalamualaikum,"Ucap mereka berlima lalu menarik Ghania pergi


"Waalaikumsalam,"Ucap Gus Azmi Tersenyum melihat tingkah mereka


Di kamar Gus Azmi, Zahira tertidur pulas, ia sangat benar² sayang cape, sekitar 3 lebih jam ia tidur, tapi belum bangun juga


Tok tok tok


Aisyah mengetuk pintu kamar Gus Azmi


"Assalamualaikum,"Ucap Aisyah, tapi tidak ada jawaban


"Mba Zahira," Ucap Aisyah, mengetuk ngetik pintu tersebut, tapi tidak ada jawaban


"Mba ais buka yah,"Ucap Aisyah, ia pun membuka pintunya


"Assalamualaikum,"Ucap Aisyah, masuk ke dalam kamar pelan pelan


"Lah pantes gak ada jawaban, orang penghuni kamarnya tidur," Ucap Aisyah, ia pun mendek ke arah ranjang, menghampiri Zahira


"Mba Ku, Mba Hira, Mba Rara, Istri nya Mamas ku, bangun.....," Ucap Aisyah terkekeh


"Lah ko gak bangun," Ucap Aisyah


"Mba.....Bangun.....,"Ucap Aisyah lembut


"Hm...,"Dehem Zahira lembut, lalu memeluk guling, Aisyah yang gemes pun mencubit pipi Zahira dengan sangat keras


"Awwwww,"Zahira yang kesakitan pun langsung bangun, dan berdiri di atas ranjang, mengelus Elus pipinya, sedangkan Aisyah ia tertawa


"Aisss.....,"Teriak Zahira kesel


"Maaf mba abisnya gemes, di bangunin gak bangun bangun," Ucap Aisyah terkekeh, Zahira menatap tajam Aisyah

__ADS_1


"Mba jangan liat tin aku gitu, ngeri mba," Ucap Aisyah tertawa


"Kamu ini, bisa gak banguninnya itu baik baik, gak usah Sampe ngeaniyaya gitu," Ucap Zahira kesel


"Tadi aku dah bangunin mba dengan cara kalem, tapi mba Gak bangun bangun," Ucap Aisyah, Zahira cemberut


"Ais,"Ucap Zahira ketika ia duduk di pinggir ranjang


"Iya Mba,"Ucap Aisyah


"Jangan Manggil aku mba, aku bukan mba mba,"Ucap Zahira


"Tapi kan Kamu istri Mamas ku," Ucap Aisyah, Zahira bernafas kesal


"Udah sanah mba siap siap kita aholat Zuhur di Mhusolah,"Ucap Aisyah, Zahira mengagguk, lalu ia pergi ke kamar mandi, Aisyah pergi ke kamarnya untuk bersiap siap


Zahira sudah siap menggunakan gamis yang berada di ruang ganti milik Azmi, di sana banyak sekali baju baju perempuan, yang senghaja Gus Azmi persiapkan untuk Zahira, bukan hanya baju saja tapi juga sepatu, tas, peralatan Make up, semua nya lengkap


Zahira mengambil mukena yang berada di ruangan ganti, ia menggunakan Gamis berwarna Coksu, dan tak lupa hijab Syar'i warna merah marun yang menutupi lengan, sudah kaya Ustazah.


Zahira keluar dari kamar, ia berjalan dengan sengat anggun, di ruangan tamu sudah ada Umi Fatim, Aisyah, Dan Khumaira, para lelaki sudah berangkat duluan.


"Assalamualaikum,"Ucap Zahira Tersenyum, lalu menyalami umi Fatim, mba Khumaira, dan Aisyah


"Masallah Sayang, kamu sangat cantik, dan anggun menggunakan pakaian itu," Ucap Umi fatim Tersenyum mencium pipi Zahira


"Makasih umi,"Ucap Zahira Tersenyum malu


"Semoga aja Anak mba cantik kaya kamu," Ucap Khumaira tersenyum, mengelus Elus perutnya yang sudah besar, Zahira Tersenyum


"Insyaallah, anak mba Maira jauh lebih cantik dari Zahira,"Ucap Zahira Tersenyum, mereka pun ikut tersenyum


"Mba aku boleh nggak ngelus perut mba," Ucap Zahira


"Boleh dong, sini Dhe... Dhe Utun nya juga pengen di Elus Elus sama Budhe nya," Ucap Khumaira tersenyum, Zahira pun mendekat dan mengelus Elus perut Khumaira dengan sangat Bahagia


"Mba aku gak mau di sebut Budhe," Ucap Zahira cemebrut


"Ywdh kamu pengen di sebut apa," Tanya Khumaira tersenyum


"Aunty,"Ucap Zahira Tersenyum lalu mengelus Elus perut Khumaira


"Ok Aunty Rara,"Ucap Khumaira tersenyum


"Sayang nya Aunty Rara, sehat sehat yah, gak boleh bandel, nanti kalau udah lahir, aunty beliin mainan yang banyak," Ucap Zahira Tersenyum bahagia, mereka pun tersenyum


********


Mereka berempat pun menuju ke Mushola, di jalan menuju musholah, Zahira melihat teman temannya


"Umi, Mba, Rara ke sanah dulu yah," Ucap Zahira menunjuk ke arah teman temanya yang berada di depan mereka


"Iya sayang....Hati hati yah," Ucap Umi Fatim lembut


"Iya Umi, Assalamualaikum," Ucap Zahira mencium tangan umi Fatim dan mba Khumaira


"Waalaikumsalam,"Ucap mereka, Zahira pun langsung berjalan setengah berlari menghampiri mereka


"Assalamualaikum,"Ucap Zahira


"Waalaikumsalam Ustazah," Ucap mereka lalu tertawa, Zahira cemberut


"Kalian ini yah," Ucap Zahira kesel


"Ustadzah apa kabar,"Ucap Melin cengengesan


"Apa si, jangan manggil Ustazah gak pantes tau, manggil kaya biasa aja," Ucap Zahira


"Gak bisa Ustazah, itu sudah menjadi peraturan pesantren, siapa yang menikah dengan Anak kyai di sini, makan ia akan di panggil Ustazah," Ucap Melin menjelaskan


"Iya tapi kan.....masa iya aku di panggil Ustazah Cilik hiihiii,"Ucap Zahira geli


"Ra.....Gimana malam pertama nya," Ucap Zulfa senyum menggoda, Zahira tersenyum, ia menggigit bibir bagian bawahnya, lalu mendesah pelan


"Zahira,"Teriak mereka, kecuali Ghania ia masih bengong, Zahira tertawa


"Astagpirullah temen siapa ini," Ucap Zulfa


"Aduh Zah, Merinding aku denger nya," Ucap Fifah geleng geleng kepala


"Ceritain dong Zah,"Ucap Melin


"Melin,"Teriak Zulfa dan Fifah, Zahira tertawa, sedangkan Melin cengengesan


"Udah ah ayo masuk," Ucap Zahira lalu ia masuk kedalam Musholah di ikuti teman temannya

__ADS_1


__ADS_2