Assalamualaikum My Love

Assalamualaikum My Love
Aduh ko Zahira makin lemes yah


__ADS_3

Zeva menjelaskan pada Zahira bahwa si kembar bakal di masukan ke pesantren, karnabdi sekolahnya ia sangat bandel, susah di atur


"Mamah jahat banget, ceritanya gak kaya gitu loh," Ucap Zibbral cemberut


"Udah salah ngeles lagi," Ucap Zafran


"Dih nggak yah Bang, Al alim loh, gak pernah nakal, di suruh kha Ziddan dinsurih lompat pager, ywdh Al lompat aja," Ucap Zibbral


"Enak aja nyalahin Gue," Ucap Ziddan sewot


"Kalau salah ya ngaku salah, gak usah ngeles ngeles," Ucap Zifran


"Bang......Ziddan gak gitu loh, Ziddan kan baik, gak pernah nakal, Ziddan lompat pager juga karna cewe cewe ngejar Ziddan Sampe ke WC, Ywdh Ziddan aja juga Al, dari pada dia babak belur di kerumunan cewe², Ziddan juga yang omelin, emng gini nih resiko jadi orang ganteng ke WC aja di ikutin," Ucap Ziddan sombong, sebenarnya cerita nya bukan begitu Zidan aja yang kepedean, di di kejar banyak cewe tuh Zibbral, Karan walau pun kembar Zibbral paling ferpeck


"Ehh muka kita kan sama ege," Ucap Zibbral


"Muka emng sama, tapi gaya gua lebih ok, keren, Orang² juga bisa bedain mana Ziddan Mana Zibbral, Ziddan yang keren, Cool, Sedangkan Zibbral Mah ahh gak ada apa² nya, cupu, penakut, alah apa coba gak ada jantan jantannya," Ucap Ziddan mengejek, sebenarnya Ziddan yang bersipak seperti itu, ia hanya gengsi mengakuinya


"Abang Zaf...," Rengek Zibbral menunjuk ke arah Ziddan


"Berani yah loh, ngatain adek gua, mau gua pites pites hah," Ucap Zefran, menggilingkan lengan bajunya, Ziddan menciut


"Nggk bang, bukan gitu, Al adek kesayangan gua ko, buktinya nih," Ucap Ziddan merangkul Zibbral, tapi di hempas oleh Zibbral


"Sory Sory aja nih yah, loh bukan tipe kha² gua, kha² gua tuh keren, Cool, bukan kaya Luh suka Ngada ngada," Ucap Zibbral senyum penuh kemenang


Setelah perdebatan sodara pun, Orang tua Si kembar pamit, bang Zafran juga pamit karna ia sangat sibuk, dia juga ke sinih karna kangen sama Zahira, si kembar di bawa kepondok di antar oleh Fais.


********


Sekarang Zahira berada di ruang keluarga, bersama seluruh anggota keluarga Kyai, sedangkan Gus Fauzan, dia ada di kampung sebelah menghadiri pengajian rutin setiap Minggu, sedangkan teman temanya kembali ke Kobong.


Zahira seperti penjahat yang melakukan kejahatan, hatinya tak henti²nya berdebar.


"Zahira,"Ucap Umi Fatim, Zahira Makin panik tak karuan


"I....A......Hm.....I....Iy....Iya....Umi," Ucap Zahira


"kamu gugup yah," Tanya Umi Fatim, Zahira hanya mengangguk, Mereka tersenyum


"Umi....Hm....Zah....Ah....Zahira.....


melakukan kesalahan yah," Ucap Zahira


"Nggk ko sayang, jangan gugup, kita cuma mau ngobrol doang ko," Ucap Umi Fatim


Gak gugup kaya gimana, orang ini kaya sidang narapidana aja, bikin jantung mau copot, batin Zahira


"Zahira, apa umi boleh nanya," Tanya umi Fatim


"Hm...Boleh umi," Ucap Zahira


"Apa Zahira punya pacar?," Tanya umi Fatim, Zahira membulatkan matanya


Apa umi nyuruh aku ke sini karna pacar? apa di sini gak boleh pacaran? tapi ka aku gak punya pacar, atau jangan jangan....,batin Zahira


"Zahira gak punya pacar ko umi," Ucap Zahira, mereka tersenyum


"Zahira mau gak punya pacar?,"Tanya umi Fatim Tersenyum, Zahira makin bingung


Ada apa ini, batin Zahira


"Pacaran kan dosa Umi, itu di larang dalam agama," Ucap Zahira lembut, mereka tersenyum

__ADS_1


"kenapa gak Pacaran halal aja," Ucap Umi


"Pacaran halal? Nikah dong umi?," Tanya Zahira, umi mengangguk, Zahira makin bingung


"Kamu mau gak nikah," Tanya umi Fatim, tiba tiba Zahira memegang bitisnya


"Kenapa sayang," Tanya umi Fatim kuatir


"Itu...Omongan umi ngilu banget, bitis Zahira jadi lemes," Ucap Zahira, mereka tertawa


"Kamu ini kirain ada apa," Ucap Aisyah


"Hehehehe,"Zahira cengengesan


"Azmi ayo katakan keinginan mu," Ucap Kyai Azlam, Gus Azmi mengaguk menarik napas panjang


"Bismillahirrahmanirrahim, Balqis Zahira Ayla Putri Ghazala mau kah kamu menikah dengan ku," Ucap Gus Azmi lembut, namun penuh cinta:v


"Aduh ko Zahira makin lemes yah, Gus Serius Ihh, bikin jantung orang mau copot aja, Ya Allah Astagpirullah," Ucap Zahira mengelus Elus dadanya,Gus Azmi tersenyum


"Saya serius, apa kamu melihat kebohongan di mata saya, mana mungkin saya bercanda dalam hal ini," Ucap Gus Azmi, Zahira menatap Gus Azmi, dari tadi Zahira menunduk terus, lalu menunduk lagi


"Mau kah kamu menikah dengan ku," Tanya Gus Azmi, Zahira hanya menunduk lalu tersenyum manis, Umi dan Kyai yang melihat senyum Zahira pun ikut tersenyum, Sedangkan Gus Azmi terlihat lesu


"Le kenapa lesu," Tanya umi Fatim


"Maaf mi, Zahira nolak Azmi yah," Ucap Gus Azmi, Zahira mendongkakan kepala menatap Gus Azmi, dengan tatapan bingung, sedangkan umi Fatim tersenyum


Umi Fatim menatap Zahira, Zahira hanya tersenyum manis, lalu menunduk lagi


"Le kamu ini yah, Kalau perempuan di aja menikah itu emng malu malu, itu artinya dia menerima le," Ucap umi Fatim, Gus Azmi menatap Zahira, yang lagi menunduk dan senyum senyum sendiri, Gus Azmi pun langsung tersenyum


"Alhamdulillah Ya Allah," Ucap Gus Azmi bahagia, sedangkan Zahira dia tersenyum melihat tingkah Gus Azmi


"Kamu tanya aja sama Zahira nya langsung," Ucap Umi Fatim


"Dhe.....,"Ucap Gus Azmi, Zahira mengaguk Tersenyum malu, Gus Azmi pun tersenyum bahagia


"Makasih Dhe, Alhamdulillah Ya Allah," ucap Gus Azmi


" karna Zahira sudah bersedia, pernikahan akan di laksanakan secepatnya," Ucap Umi Fatim, Zahira menunduk malu


"Umi...Zahira masih sekolah, Azmi gak mau bikin Zahira tertekan atas pernikahan," Ucap Gus Azmi


"Zahira apa kamu bersedia menikah secepatnya sayang," Tanya umi Fatim lembut


"Terserah umi aja, Zahira ngikut," Ucap Zahira


"Dhe......Kalau kamu belum siap mas akan tunggu kamu," Ucap Gus Azmi lembut


"Zahira nurut aja, Zahira ikhlas ko," Ucap Zahira, Gus Azmi tersenyum ia bahagia mendengar jawaban Zahira


"Kita akan mengadakan ijab kabul secepatnya," Ucap Kyai Azlam


*******


Setelah dari rumah Kyai Azlam Zahira ke Kobong di antar Gus Azmi, masih sangat canggung, bahkan Zahira hanya menundukan kepala


"Kamu yakin, Saya gak mau bikin kamu tertekan," Ucap Gus Azmi Lembut


"Apa Gus gak mau menikah secepatnya?," Tanya Zahira


"Bukan begitu, tapi kamu juga pasti pengen seperti remaja remaja lainnya, bersenang senang, mengejar cita cita, saya gak mau kamu tertekan, walau saya pengen banget secepatnya nikah, kalau bisa hari ini juga boleh," Ucap Gus Azmi, Zahira Tersenyum, Gus Azmi melihat senyum itu, senyum yang lembut adem.

__ADS_1


"Boleh saya meminta sesuatu?," Tanya Gus Azmi


"Apa Gus," Tanya Zahira


"Jangan pernah tersenyum seperti itu sama lelaki lain kecuali saya," Ucap Gus Azmi, Zahira Tersenyum


"Senyum itu ibadah Gus," Ucap Zahira


"Iya tapi tapi senyum mu itu senyum menggoda, mana rela saya berbagi keindahan dunia," Ucap Gus Azmi cemberut, Zahira tersenyum melihat tingkah Gus Azmi


"Hmm....Gus udah Deket, Aku duluan, Assalamualaikum," Ucap Zahira


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap Gus Azmi tersenyum, Zahira pun pergi meninggalkan Gus Azmi


"Manis nya," Gumam Gus Azmi tersenyum


********


"Zah kenapa, senyum senyum," Tanay Fifah


"Otaknya gesrek, kelamaan bergaul sama si Hani," Ucap Zulfa


"Enak aja, Hani gak gesrek yah, Ulfa aja aja matanya bermasalah," Ucap Ghania


"Stttt diam, aku ini lagi bahagia, jadi kalian gak boleh bikin Badmood," Ucap Zahira


"Kenapa Zah, ayo cerita, perasaan tadi kamu gelisah, ehh pas pulang jadi bahagia gini," Ucap Melin, Zahira menarik napas panjang


"Aku di lamar," Ucap Zahira Tersenyum


"Apa,"Ucap mereka berempat kaget, mbalimda sedang keluar bersama pengurus santri lain jadi gak ada di kamar


"Serius Zah,"tanya Fifah, Zahira mengangguk


"Jelasin," Ucap mereka berempat


"Umi nyuruh aku kerumahnya karna, Gus Azmi melamar ku, awalnya aku kira ini prenk, ehhh tenyata, aku malu banget loh," Ucap Zahira


"Gus Azmi,"Ucap mereka kaget, Zahira mengangguk


"Gus Azmi yang datar kan," Tanya Melin menatap Zahira, Zahira mengangguk


"Ini ajaib si Gus Azmi kan cuek, ko bisa ngelamar kamu," Ucap Melin geleng geleng kepala


"Hehehe mana aku tau," Ucap Zahira


"Terus kamu jawab apa," Tanya Fifah, Zahira Tersenyum


"aku jawab iya," Ucap Zahira


"Lemes gua," Ucap Zulfa


"Yah Rara nikah, terus Hani sama siapa," Ucap Ghania


"Rara gak bakalan ninggalin kalian ko, tenang aja," Ucap Zahira


"Uwuuuu," Ucap mereka berempat alay, lalu memeluk Zahira


"Selamat ya Zah, Samawa," Ucap Melin tersenyum


"Kan belom sah,"ucap Zahira cemberut


"Kan calon Nyonya Azmi Syakir Al-Faris," Ucap Fifah

__ADS_1


"Ahhh kalian," Ucap Zahira malu, lalu mereka tertawa


__ADS_2