
Setelah Itu Zahira dan teman temenya duduk di tempat semula.
"Adik perempuan kita keren banget yah Al," Ucap Ziddan
"Adik perempuan Al gitu loh,"Ucap Zibbral, Lalu Ziddan menjitak kepala Zibbral
"Zah keren banget si,"Ucap Melin
"Iya bener, Keren nanti ajarin aku ya,"Ucap Fifah
"Gambang,"Ucap ketiga wanita cantik itu
"Tapi emng kalian daptar ya, tapi kapan," Ucap Fifah penasaran, di angguki oleh Melin
"Kita juga gak tau, perasaan kita gak daptar," Ucap Zulfa
"Mba Sifa yang daptarin kita,"Ucap Zahira
"Serius?,"Tanya Zulfa, Zahira mengagguk
"Gak papah lah, lumayan juga kan, gak malu maluin juga ini," Ucap Zulfa
******
Setelah acara selesai, para senior membereskan lapangan, ( yang di sebut senior adalah, santriwati/ satri putra, yang sudah lulus sekolah SMA, Atau tidak sekolah lagi, tapi memutuskan belajar agama di pesantren, Contohnya Mba Linda dan mba Sifa, mereka sudah lulus SMA, dan memutuskan untuk tinggal di pesantren mencari ilmu, dan membantu mengurus pesantren), Di pesantren ini juga ada kampus, Pesantren ini namanya Nurul Hidayah, Dari MA Sampe kuliah di sini ada, Pesantren ini pesantren salah terbesar di Asia, karna Santi nya dari penjuru dunia semua, dari negara tetangga, atau bahkan negara lainya
Zahira berjalan bersama teman temanya, menyelusuri lorong sekolah, pas di depan jalan adaMba Sifa, yang berjalan berlawanan, tetapi dia langsung berlari menghampiri Zahira, dan berjalan beriringan
"Dhe...,"Ucap Mba Sifa
"Hm,"Ucap Zahira Cuek
"Jangan marah yah,"Ucap Mba Sifa
"Hm,"Ucap Zahira
"Dhee....dari tadi Hm Hm Hm an terus," Ucap Mba Sifa
"Apa mba?,"Tanya Zahira
"Jangan marah, kan suara kamu juga, pasti kamu jadi pemenang," Ucap mba Sifa, karna memang belum di umumkan siapa yang menjadi pemenang, tapi nanti Senin depan akan di umumkan nya, saat upacara
"Mba itu Gus Fauzan,"Ucap Zahira menunjuk ke arah kiri samping nya mba Sifa
"Mana Mana,"Ucap mba Sifa celingak celinguk, Zahira pun langsung berlari
__ADS_1
"Zahira,"Ucap mba Sifa setengah berteriak
Zahira terus berlari, menuju asrama, tetapi belum Sampe asrama ada yang menepuk pundaknya
"Astagpirullah,"Ucap Zahira lalu berbalik
"Ya Allah ngagetin,"Ucap Zahira mengelus Elus dadanya
"Maaf mba Zahira di panggil umi, katanya ada tamu penting di rumah Pak Kyai," Ucap santri tersebut
"Ko di rumah Pak Kyai, biasanya kan di kantor,"Tanya Zahira heran
"Gak tau si mba, tapi mba Zahira di suruh kesanah,"Ucap nya
"Ywdh, aku ke sanah dulu yah, Assalamualaikum," Ucap Zahira
"Waalaikumsalam,"Ucapnya, Zahira pun pergi, ia menuju rumah umi, di depan rumah umi, terlihat mobil mewah sangat mewah terparkir rapih di halaman rumah umi yang luas
"Assalamualaikum,"Ucap Zahira dari luar rumah
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh,"Ucap mereka semua yang berada di dalam
"Sayang sini masuk,"Ucap Umi Fatim Tersenyum, Zahira pun masuk dengan kepala menunduk
Pas saat masuk Zahira melihat ada Mommy dan Papah nya sedang duduk manis di kursi dan tak lupa juga Bang Zabriel, Zahira berlari dan memeluk Mommy nya
"Apa lagi Mommy kangen banget sama rara," Ucap Zenia memeluk Zahira
"Mommy jahat banget, baru Dateng, Hisss Hisss, Huaaa,"Ucap Zahira menagis, Zenia melepaskan pelukanya, ia tersenyum lalu mengelap air Zahira menggunakan tanganya
"Ko nangis si sayang, Gak boleh nangis, nanti cantiknya ilang loh,"Ucap Zenia lembut
"Tapi Rara kangen banget sama Mommy," Ucap Zahira matanya berkaca-kaca
"Apa lagi Mommy, tau gak rumah tuh sepi banget gak ada Rara, gak ada yang teriak teriak kalau pulang sekolah, manja manjaan Ama Mommy," Ucap Zenia Tersenyum
"Mommy, Mommy pikir rara Tarzan apa teriak teriak," Ucap Zahira cemberut
"Sebelas dua belas ama Tarzan," Ucap Zabriel, Zahira menatap Zabriel dengan tatapan membunuh
Mereka yang ada di ruang ini ikut tertawa melihat tingkah Kaka adek ini
"Iya sepi banget, gak ada yang minta buat papah gendong, dari atas ke bawah, dari dalem ke teras," Ucap Zelo Tersenyum mengejek, Zahira cemberut
"Ihhh bang El kenapa gak mau papah gendong, biasanya juga di gendong kan, dari atas ke bawah, dari dalam keteras," Ucap Zahira Tersenyum
__ADS_1
"ihhh ko Abang,"Tanya Zabriel kesel
"Abang gak boleh boong, boong itu dosa," Ucap Zahira tegas
"Dhe² gak boleh fitnah, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,"Ucap Zabriel tak kalah tegas nya,lalu ia tersenyum, sedangkan Zahira cemberut
"Gak usah manja manja, Udah mau jadi istri orang juga,"Ucap Zelo Tersenyum menggoda, sedangkan Zahira cemberut
"Pah ini namanya ngusir Rara secara halus loh,"Ucap Zahira cemberut
"Tau aja, papah udah cape gendong Rara dari lantai atas ke bawah, sekarang kan ada gantinya, Nanti Azmi yang gendong Rara dari dalam kamar ke kamar mandi,"Ucap Zelo cengengesan, Mereke juga ikut cengengesan, Seangkan Zahira melongo gak ngerti
"Rara gak ngerti pah,"Ucap Zahira
"Rara masih polos, ntar Azmi ajarin kalau udah Sah,"Ucap Zelo cengengesan
"Emng gak bisa sekarang?,"Tanya Zahira bingung
"Gak bisa nanti aja sayang,"Ucap Zelo, Zahira cemberut
"Owyh, Papah sudah putuskan bukan hanya papah tapi Abi juga sudah memutuskan, bahwa pernikahan Azmi dan Zahira akan di laksanakan Besok lusa," Ucap Zelo, Zahira nampak melongo
Sedangkan Gus Azmi hanya diam, Karna ia yang merencanakan ini bersama Abi dan Papah Zelo.
Dalam hatinya Azmi ia sangat senang sebentar lagi gadis pujaannya itu akan menjadi istri nya, memang tadinya Gus Azmi tidak ingin menekan Zahira atas pernikahan ini, tapi setelah di pikir pikir Zahira sudah siap, dan Gus Azmi tidak mau ada lelaki yang mendahuluinya.
"Besok lusa Om? tapi kita belum menyiapkan apa²,"Ucap Albin ikut bicara, Zelo tersenyum
"Tenang aja Bin, semua sudah beres, tinggal pengantin nya aja, udah siapa belum," Ucap Zelo, Azmi Tersenyum
"Insyaallah Azmi siap,"Ucap Azmi tersenyum
"Alhamdulillah,"Ucap mereka semua
"Rara ko diem, kamu siap Sayang," Ucap umi Fatim lembut
"Insyaallah Rara siap,"Ucap Zahira Tersenyum malu
"Alhamdulillah,"Ucap mereka
"Gak nyangka yah adik bang El, udah mau nikah aja, padahal bang El masih jomblo," Ucap Zabriel lesu
"Nanti Rara jodohin," Ucap Zahira Tersenyum
"Ogah banget, selera kha² ipar Luh gak banget, gada yang bener,"Ucap Zabriel, Karna dulu Zahira pernah memperkenalkan Zabriel pada seorang cewe gak ada cantik² nya, tinggi ke tiang listrik, Dandanannya ke badut, gada yang bener
__ADS_1
"Mana ada, sekarang udah ganti seleranya bang, di jamin gak bakalan nolak,"Ucap Zahira
"Apa? dari badut, jadi Ondel Ondel, enak aja bang El yang Ganteng, malah di jodohin sama jelangkung berkepala badut," Ucap Zabriel, Zahira tertawa, bukan hanya Zahira tapi mereka semua juga ikut tertawa