Assalamualaikum My Love

Assalamualaikum My Love
Zahira telah mencuri?


__ADS_3

Di rumah Zahira, Bang El, Papah Zelo, dan Mamah Zenia sedang duduk di ruang tamu sembari menonton televisi.


Tringgggg


Hanpone Zelo berbunyi tanda ada yang menelepon, Zelo pun mengambil hanpone itu di atas meja


"Siapa mas,"Tanya Zenia lembut


"Mas Azlam sayang," Ucap Zelo, lalu mengangkat telepon


Mas Azlam 📞 Cooling


-Assalamualaikum Mas


📞 Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Zel, Maaf mas ganggu


-Mas ini kaya sama siapa aja, santay aja mas, ada apa mas? tumben telepon Curiga nih aku Hahahaha


📞Hahaha Jangan curiga gitu lah,mas ngeri Hahaha


-Alah mas bisa aja, apa kabar mas?


📞 Alhamdulillah sehat, gimana keadaan keluarga kamu sehat?


- Alhamdulillah sehat mas


📞Zelo mas mau ngomong sesuatu ini penting banget, soal putri mu


- Astagpirullah mas Apa Zahira bikin masalah? maaf mas pasti dia nyusahin kan, Ya Allah maaf mas


"Kenapa mas, Zahira kenapa? apa yang terjadi," Ucap Zenia kuatir


"Pah kenapa? Zahira luka? apa bikin masalah?," Ucap Zabriel tak kalah kuatir


📞 Maaf maaf mas jadi bikin kamu sekeluarga kuatir, Zahira gak berbuat apa apa ko


-Terus mas kenapa? apa Zahira bikin orang masuk rumah sakit lagi?


📞 Ya nggk lah, kamu ini ada ada aja, Zahira telah mencuri


- Astagpirullah Anak itu Ya Allah, yang bener mas?


📞Iya mencuri hati anak mas Hahahaha


-Mas ini serius loh, gak boleh bercanda


📞Ywdh mas serius nih, putra ku Azmi ingin mempersunting anak mu Zahira


-Masa Allah mas serius? Aku gak nyangka mas, ini mas gak bercanda kan?


📞Mana mungkin mas bercanda urusan penting kaya gini, ngaco, pengen banget mas jitak pala mu


-Hehehe ampun mas, aku si terserah Zahira aja, kalau Zahira mau insyaallah aku ridho


📞 Nanti mas dan keluarga mau bicara dengan Zahira siap atau tidaknya dia, mas cuma mau nanya kamu apa kamu merestui ini semua?


- insyaallah mas, aku merestui nya, seboga Zahira menerima ini, aku sangat senang itu


📞 Alhamdulillah, mas jadi lega kamu merestui nya


-Aku percaya mas anak mu apalagi Azmi adalah pria yang baik, Soleh, dia akan menjadi imam yang baik buat Zahira


📞Amin ya sudah mas tutup teleponnya Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


-Iya mas Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh


Tutt tutt tutt


Panggilan terputus, Zelo menyimpan Hanpone di meja


"Apa yang terjadi mas," Tanya Zenia penasaran


"Pah tadi maksudnya Imam? Untuk Zahira maksudnya apa?," Tanya Zabriel penasaran


"Ok papah jelasin yah, Mas Azlam meminta Zahira menjadi menantunya,"Ucap Zelo, mereka berdua sangat kaget


"Mas aku gak salah denger," Tanya Zenia

__ADS_1


"Nggk sayang, anak nya mas Azlam Yaitu Azmi meminta untuk meminang nya," Ucap Zelo


"Azmi?,"Tanya Zenia, Zelo mengaguk, tetapi seketika senyum nya mengembang


"Tapi pah Rara masih kecil masih sekolah," Ucap Zabriel


"Ayah tau, tapi ini juga mungkin keputusan yang terbaik, emng nya kenapa kalau Zahira masih sekolah, kan masih bisa nikah sembari sekolah," Ucap Zelo


"Ayah, ayah serius?," Ucap Zabriel


"Dua rius malah, sebenarnya ayah juga setuju si, malah dari dulubaya pengen banget punya mantu kaya Azmi," Ucap Zelo


"Ayah,"Rengek Zabriel


"Ok sekarang Abang mau apa? mau Zahira bergaul bebas? bagaimana pun Zahira masih remaja, yang suka bersenang senang di luar sanah! papah gak mau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, jika dia sudah menikah, ada yang menjaganya, membimbing nya, menasehatinya, yang selalu ada di samping nya," Ucap Zelo


"Mana mungkin Abang gak rela kalah Zahira kenapa Napa," ucap Zabriel


"Nah, pokonya Papah juga setuju nikahin Zahira sama Azmi,"Ucap Zelo


*******


Hari ini setelah siap siap, Zahira dan teman temanya menuju sekolah.


"Assalamualaikum," Ucap Aisyah yang baru datang di kelas


"Waalaikumsalam,"Ucap mereka semua


"Zah ana nau ngomong," Ucap Aisyah


"Ngomong apa,"Tanya Zahira


"Kamu di suruh umi ke rumah nanti pas pulang sekolah," Ucap Aisyah


Aduh kenapa yah? jangan jangan umi mau mengintrogasi aku lagi, soal kemarin, semoga aja nggk, batin Zahira


"Ais emng umi mau ngapain?," Tanya Zahira


"ana juga gak tau, tapi kayaknya penting banget deh, nanti kamu ke sanah aja," Ucap Aisyah


"Ais ko aku takut yah, apa aku mau di interogasi yah," Ucap Zahira kuatir


"Setau aku si nggk," Ucap Zahira


"Ywdh ngapain takut, rileks, tarik napas dalam dalam terus buang, Huuuhhhhh," Ucap Zulfa


"Ehhh Rara itu lagi panik bukan lahiran, segala tarik napas dalam dalam lagi, dasar Zulfa sengklek," Ucap Ghania, mereka menatap Ghania dengan tatapan malas


"Emng nya napas cuma buat lahiran doang, ehhh denger minum, makan, jalan, idup, juga napas sengklek," Ucap Zulfa kesel


"Ehh iya Hani lupa heheheeheee," Ucap Ghania cengengesan, mereka memutar bola mata malas


"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap Gus Azmi yang baru datang


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," Ucap mereka semua, Gus Azmi pun duduk di kursi guru


Lalu Gus Azmi memulai mengajar, mereka menyimak penjelasan Gus Azmi, sesekali menulis rumus rumus yang penting.


"Rara Rileks, tarik napas buang, Huuuhhhhhh Jangan Sampe Rara mati karna gak dapet oksigen," Ucap Ghania, Zahira menatap Ghania dengan tatapan tajam


"Aihhh tatapan itu, tatapan menuh cinta," Ucap Ghania, Zahira menepuk jidatnya sendiri


"Hani Rara normal mana mungkin Rara mau sama Hani yang otak nya separuh," Ucap Zahira, Ghania memanyunkan bibirnya


"Kenapa kalian ngobrol," Tanya Gus Azmi, Zahira menatap Gus Azmi lalu cemberut


"Gus Hani ngedoain Zahira biar cepet mati, ya Zahira komplen, Zahira kan belum ngerasain surganya dunia Gus," Ucap Zahira polos


"Zahira Vulgar, kelamaan sama si Hani jadi gini nih" Ucap Zulfa kesel


"Hehehehe," Zahira cengengesan


"Ihhh Rara Hani gak doain Rara mati yah, Hani kan cuma bilang jangan lupa napas, takut mati," Ucap Ghania


*******


Pulang sekolah pun tiba, Zahira dan temn temnya ikut menemui umi Fatim di rumahnya, walau sedikit kuatir, tapi jika tidak ke sanah kan malu.

__ADS_1


"Ra Rileks," Ucap Zulfa


"Ulfa ihh dari tadi ngomong Rileks terus, gak bosen apa, Hani aja yang denger nya bosen," Ucap Ghania


"Bodo amat," Ucap Zulfa ketus, Hani cemberut


"Ehhh.... Ehhh..... itu ada santri baru bukan?," Tanya fifah, melihat rumah Kyai rame


"Kaya nya si," Ucap Melin


"Ra....Ra......Itu ko muka nya kaya familiar," Ucap Zulfa Menunjuk ke arah orang orang di depan rumah umi yang sedang ngobrol


"Ehhh iya yah," Ucap Zahira


"itu Bang Ziddan, sama Zibbral," Ucap Ghania polos, ke dua orang itu kaget bukan main


"Ahhhhhh, ko bisa," Ucap Zahira lalu berlalri menghampiri orang² yang berada di teras rumah Kyai


"Abangggg," Teriak Zahira merentangkan tanganya


Mereka menatap Zahira, Ziddan dan Zibbral juga merentangkan tanganya, naas Zahira berlari dan melewati mereka, dan memeluk Zafran dan di balas pelukanya


"Abangg Rara kangen," Ucap Zahira masih memeluk Zafran


"Apa lagi Abang, kangen banget sama princess Abang yang cantik ini," Ucap Zafran


Ziddan dan Zabbral adalah sodara kembar, adalah Abang Zahira umur mereka hanya beda 3 bulan, namun masih satu angkatan, Sedangkan Zafran adalah Abang si kembar, yang umurnya 23 tahun, mereka adalah anak dari kha² mamahnya Zahira yaitu Zenia, nama mamah mereka adalah Zeva.


Ziddan suka di panggil Bang Zid sedangkan Zabbral suka di panggil kha Al, oleh Zahira.


Ziddan lebih tua dari Zabbral, mereka hanya beda 10 menit saja.


"Al sepertinya adik perempuan tidak membutuhkan kita," Ucap Ziddan kepada Zabbral memasang wajah cemberut


"Kha² benar, adik perempuan lebih memilih Abang laki² dari pada kha² laki," Ucap Zabbral memasang wajah tersakiti


"Sungguh mengenaskan," Ucap si kembar barangan


"Al kau harus inget, kita tidak punya adik perempuan," Ucap Ziddan


"Ya aku tau Kha kita berdua tidak punya adik perempuan, nanti kita bilang pada papah suruh bikin adek perempuan saja, yang sangat cantik, imut, bak Dewi kecantikan," Ucap Zabbral


Mereka yang mendengar drama Unfaedah ini Hanay tertawa, Zahira melepaskan pelukanya, berjalan menuju kha² kembarnya, merentangkan tanganya, tapi mereka hanya membuang muka.


"Abang Zid, Kha Al," Ucap Zahira


"Al seperti ada yang memanggil nama kita, tapi siapa yah," Tanya Ziddan acuh


"Ahhh mungkin hanya angin Kha," Ucap Zibbral


"Ahhh mungkin, tadi ku dengar dia memanggil Bang, Dan Kha ke kita, tapi kan kita tidak punya adik," Ucap Ziddan


"Abang Zaf, Bang Zid sama Kha Al jahat," Rengek Zahira berdelayut manja di tangan Zafran


Zafran menggilingkan lengan baju nya, si kembar yang melihat itu pun takut, sedangkan Zahira Tersenyum penuh kemenangan


"Adik perempuan," Ucap Ziddan dan Zabbral, memeluk Zahira, lalu melepaskan pelukanya


"Ahhh lihat lah Adik perempuan ku ini yang cantiknya luar biasa," Ucap Ziddan


"Benar kha, makin hari makin cantik aja yah adik perempuan kita," Ucap Zibbral


"Tapi siapa kalian? aku bukan adik perempuan kalian, aku adik bang Zef, sama bang El," Ucap Zahira


"Ahhh jahat sekali," Ucap Zibbral cemberut


"Tenang Al nanti kita suruh papah bikin adik perempuan, kita kan sudah punya album EXO, nanti kita kasih album itu," Ucap Ziddan


"Kalian gak boleh punya adik lagi, cukup Zahira yang cantik ini, menjadi adik kalian," Ucap Zahira


"Owh tidak bisa," Ucap Kompak si kembar


"Abang Zef," Ucap Zahira manja, Zafran sudah siap siap ingin menonjok si kembar


"Ahh tentu saja kita tidak akan punya adik perempuan selain Zahira," Ucap Zibbral


"Betul itu bagaimana pun adik perempuan seperti Zahira hanya satu di dunia, Lemitid edision," Ucap Ziddan, Zahira Tersenyum kemenangan

__ADS_1


"Siapa dulu dong Tante nya? Zeva!!!," Ucap Zeva bangga


__ADS_2