
Pagi haru pun tiba, setelah sholat subuh Gus Azmi langsung pulang ke rumah, Zahira sudah memasak masakan kesukaan Gus Azmi.
"By.... Mimma mau ketoko buku sama, Zulfa, Hani, Ais, Meli, sama Fifah boleh,"Tanya Zahira, mereka sekarang sedang di ruang tamu, mereka baru saja menyelesaikan sarapannya
Zahira duduk di samping Gus Azmi, tanganya berdelayut manja di tangan Gus Azmi, sembari nonton Tv kartun kesukaannya.
"Boleh, langsung pulang ke rumah yah sayang, jangan kemana mana dulu,"Ucap Gus Azmi memainkan jari² tangan Zahira
Zahira tampak senang, ia tersenyum lebar.
"Ok siap Byby sayang.....,"Ucap Zahira Tersenyum Lebar
Gus Azmi juga ikut tersenyum, melihat Zahira begitu Bahagia.
"Pakai Kartu yang Byby berikan, sesuka Mimma," Ucap Gus Azmi, Zahira melirik Gus Azmi yang sedang menatapnya Tersenyum
"Mimma kalau belanja banyak By...,"Ucap Zahira Ragu²
"Byby masih sanggup, beli apa yang Mimma mau, karna itu hak Mimma,"Ucap Gus Azmi, Dengan ragu Zahira mengagguk
"Denger sayang...uang suami, juga uang istri, Byby kerja buat Mimma bukan buat orang lain,"Ucap Gus Azmi, Zahira mengagguk, ia tak bermaksud membuat Gus Azmi marah padanya membicarakan tentang uang, ia hanya tidak mau membuat Gus Azmi terbebani
"Bukanya Mimma gak mau menerima uang Byby, cuma Mimma gak mau Byby terbebani,"Ucap Zahira menundukan kepala nya
"Byby gak merasa terbebani Sayang...... Pokonya GaAda alasan,"Ucap Gus Azmi
"Yaudah, makasih Byby sayang,"Ucap Zahira Tersenyum manis
"Sama sama Mimma sayang," Ucap Gus Azmi Tersenyum
******
Setelah itu, Zahira di antar ke Kobong santri Wati yaitu kamar Zulfa dan teman-teman Zahira yang lainnya.
Setelah itu Gus Azmi pamit, karna ia mau mengawasi gerbang utama.
Zahira berjalan bersama kelima temennya, termasuk adik ipanya yaitu Aisyah.
Mereka nampak bercerita, sesekali tertawa mendengar ocehan Hani yang No Unfaedah.
Saat sudah depan gerbang, di sana nampak, Gus Azmi, Gus Fauzan, dan Gus Fais
Saat sudah aga Deket dari para ustadz Ustadz ganteng, langkah mereka terhenti karna Zahira menghentikan langkahnya
Zulfa menyenggol lengan Zahira, Zahira melirik ke samping, merasa kesal karna ia dari tadi menatap Gus Azmi yang juga sedang menatapnya.
__ADS_1
"Apa,"Tanya Zahira kesal ia mengerutkan bibirnya, Gus Azmi yang melihat itu tersenyum gemes
"Gak usah tatap tatapan deh, Jijik gua liatnya, ke ABG baru jatuh cinta aja,"Bisik Zulfa di telinga Zahira, Zahira melirik ke arah Zulfa dan melototinya
"Gini nih kalau dewasa belum waktunya,"Ucap Zahira malas, Zulfa menghembuskan nafas kesal
"Dasar Bucin,"Bisik Zulfa cengengesan
"Ribut?,"Tanya Zahira santai
"Heheee Piss,"Ucap Zulfa ✌️, Zahira memutar bola mata malas
"Ulfa kenapa?,"Tanya Ghania, melihat tingkah Zulfa yang meminta maaf pada Zahira
"Ah itu... si Rara ngajak Ulfa baku hantam, Ulfa kan gak mau," Ucap Zulfa ngasal tapi emng bener
"Ihhh Rara ko mau baku hantam gak ngajak ngajak Hani si, Hani kan juga pengen," Ucap Hani cemberut
"Ehhh kemarin kemarin loh baru aja di lempar ke kolam ikan, ngambek nya uda kaya Mak Mak gagal dapet arisan," Ucap Zulfa kesel.
Saat di Jakarta, Hani ngotot ingin berlatih bela diri bersama Zahira dan Zulfa, tapi naas Hani terhempas dan tercebur ke kolam ikan karna Zahira melemparnya kesanah, tidak senghaja karna Zahira dan Zulfa mengkat tubuh Hani, karna Hani bilang ia ingin di angkat tubuhnya, dengan sangat Mala Zahira dan Zulfa mengkat nya tapi Zahira terjatuh dan Hani kecebur ke kolam ikan
"Ihhh itukan gara gara Rara, Hani jadi kecebur," Ucap Ghania ngeles sembari cemberut, Zahira cengengesan mengingat kejadian itu
"Nyalahin Rara, Hani aja yang berat, jadi Rara kepeleset," Ucap Zahira Cengengesan
"Ehhh siapa yang nyuruh kita ngangkat loh, yang beratnya tuh ke beras karung goni," Ucap Zulfa, Ghania makin kesel
"Ayo ribut,"Ucap Ghania memasang kuda kuda
Mereka tak menghiraukan orang orang yang melihat tingkah mereka yang begitu cucu, bahkan Gus Azmi dari tadi sudah tertawa, di ikuti Gus Fauzan dan Gus Fais
Begitupun dengan Melin, Aisyah dan Fifah, mereka juga tertawa melihat tingkah tiga cewe cantik namun sengklek
Ada beberapa pengurus dan santri yang di sini juga melihatnya mereka ikut tertawa lucu
Zulfa nampak memasang kuda kuda
"Satu lawan dua,"Ucap Ghania menyombongkan dirinya
"Owh berani sama Rara?,"Ucap Zahira memasang kuda kuda
"Rara sabuk hitam loh,"Ucap Zahira Tersenyum licik, Ghania langsung menegakkan badannya, ia cemberut menatap Zahira dan Zulfa
"Ahhhh Rara.....,"Rengek Ghania cemberut
__ADS_1
"Tak perlu menyentuh, lawan sudah menyerah duluan," Ucap Zulfa dengan nada mengejek
"Ihhhh Ulfa, sebel.... sebel....sebel....," Ucap Ghania mengkentakan kakinya tiga kali di tanah
"Hahahaaa kita menang lagi Zul,"Ucap Zahira Tertawa bahagia, bertos ria dengan Zulfa
"Yoi Ra,"Ucap Zulfa tertawa melihat Ghania yang cemberut
Ada yang menoel pinggang Zahira beberapa kali, Zahira sangat kesal ia berbalik ingin memaki orang itu, tapi di undurkan niatnya
Zahira mengubah ekspresi wajah yang kesal, jadi Tersenyum manis
"Ehhh Byby....,"Ucap Zahira menggaruk tengkuknya
Gus Azmi Tersenyum mencium kening Zahira Lembut, itu semua tak lepas dari pandang orang, yang membuat semua orang iri.
Zahira menyalami Gus Azmi di ikuti teman temannya
"Mimma gak papah kan,"Tanya Gus Azmi menatap Zahira, Zahira menggeleng kepala nya Tersenyum manis
"Nggk ko By.....,"Ucap Zahira Tersenyum
"Tapi tadi kenapa, pada mau berantem hmm?,"Tanya Gus Azmi
"Itu anu, Hani yang mulai,"Ucap Zahira ngeles
"Ko Hani si, tadi kan Rara yang mulai,"Ucap Ghania tak terima, ia terus saja cemberut
"Ko Rara si? Ulfa Hani kan tadi yang mulai yah,"Ucap Zahira melirik Zulfa mengedip kan matanya, memberi kode pada Zulfa, karna bila ketauan Gus Azmi ia yang mulai, bisa bisa ia di hukum Gus Azmi menghapal hadis hadis, hukuman itu juga sudah pernah ia lakukan karna membuat kesalahan
Tapi sayangnya Gus Azmi melihat kode kode itu, ia tersenyum simpul, ia berniat mengerjai Zahira
"Iya bener Gus, tanya aja sama Fifah,"Ucap Zulfa melirik ke arah Fifah dan memberikan kode yang sama
"Hm...Anu Gus, saya tidak bisa berkomentar,"Ucap Fifah menunduk, Zahira menghembuskan nafas kesal
Zahira menatap Gus Azmi, yang sedang menatapnya juga, ia sekarang pasrah
"Baiklah sayang, karna Byby baik, dan sangat menyayangi Mimma, maka tunggu lah hukumannya,"Ucap Gus Azmi Tersenyum licik, Zahira menatap Gus Azmi dengan wajah melasnya
"Byby..... Yang kemarin saja hukumannya belum selesai masa mau di tambah lagi," Ucap Zahira cemberut, Gus Azmi Tersenyum mencubit pipi Zahira
"Yang ini hukumannya beda sayang...,"Ucap Gus Azmi Tersenyum
"Terus hukumanya apa, jadi Mimma gak perlu lagi ngapalin Hadis hadisnya,"Ucap Zahira kesenangan
__ADS_1
"Tungggu byby pulang dari luar kota, maka Byby akan memberikan hukuman itu,"Ucap Gus Azmi, ia merah tangan Zahira ada di genggamannya